13 Januari 2026

Museum Lambung Mangkurat, Berikan Edukasi Sejarah Pagatan ke Guru Tanah Bumbu

TANAH BUMBU – Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya.

Melalui program Ceramah dan Dialog Permuseuman, museum milik Pemprov Kalsel ini, menyasar tenaga pendidik sejarah di Tanah Bumbu untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang warisan budaya lokal.

Suasana ceramah dan dialog permuseuman di SMAN 1 Kusan Hilir.(foto: MuslamKalsel)

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan edukatif kultural yang diberikan museum kepada masyarakat, khususnya kalangan pendidik dan pelajar.

“Ceramah dan Dialog Permuseuman bukan sekadar kegiatan sosialisasi, tetapi bagian dari strategi kami dalam memposisikan museum sebagai ruang belajar yang hidup, tempat masyarakat mengenal sejarah, budaya, dan nilai-nilai lokal secara langsung,” ujarnya di sela kegiatan yang digelar di SMAN 1 Kusan Hilir, Tanah Bumbu, Selasa (15/7).

Dalam kegiatan ini, sebanyak 100 guru bidang studi sejarah dari wilayah Pagatan mengikuti sesi dialog yang menghadirkan narasumber akademisi dari FKIP Ilmu Sejarah Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur.

Ia membawakan materi tentang Sejarah Kerajaan Pagatan, salah satu entitas penting dalam sejarah lokal Kalimantan Selatan.

Menurut Taufik Akbar, pendekatan langsung ke sekolah-sekolah adalah salah satu langkah untuk memperluas jangkauan museum sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah daerahnya sendiri.

Ia juga menambahkan, kehadiran guru-guru sebagai peserta, diharapkan dapat menularkan pengetahuan yang mereka dapatkan kepada para siswa di sekolah masing-masing.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami tidak hanya ingin menambah wawasan peserta, tapi juga memantik kesadaran pentingnya pelestarian benda-benda bersejarah. Museum bukan sekadar tempat penyimpanan barang kuno, tapi laboratorium pembelajaran sejarah yang dinamis,” tambahnya.

Ia pun mengapresiasi dukungan pihak sekolah dan pemerintah daerah setempat atas terselenggaranya kegiatan ini, serta mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan keberadaan benda-benda bersejarah yang ada di lingkungan mereka agar dapat diverifikasi dan dilindungi.

Taufik Akbar menegaskan, Museum Lambung Mangkurat akan terus menggencarkan program serupa di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari upaya mendekatkan museum kepada publik.(MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.