10 Maret 2026

Desa Indrasari, Jadi Percontohan Nasional Koperasi Merah Putih Di Kalsel

Gubernur Kalsel Saat meninjau koperasi desa merah putih Desa Indrasari Kabupaten Banjar

BANJAR – Koperasi Merah Putih Desa Indrasari Kabupaten Banjar resmi diluncurkan, ditandai dengan pengguntingan untaian bunga secara simbolis, oleh Gubernur Kalsel Muhidin, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, dan Bupati Banjar Saidi Mansyur, di Desa Indrasari Kabupaten Banjar, Senin (21/7).

Peluncuran Koperasi Merah Putih di Kabupaten Banjar ini, dihadiri Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel dan Forkompinda Kabupaten Banjar.

Peluncuran ini juga bersamaan dengan peluncuran serentak secara nasional, 80.000 Koperasi Desa Merah Putih bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara virtual. Kalimantan Selatan, menunjuk Koperasi Desa Merah Putih Desa Indrasari, sebagai pilot project percontohan nasional.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Muhidin memaparkan kesiapan beroperasinya Koperasi Merah Putih Indrasari, kepada Presiden Prabowo. Bahwa koperasi tersebut sudah sangat siap untuk beroperasi melayani masyarakat.

Hal itu menurut Gubernur, berkat kolaborasi semua pihak khususnya Forkopimda Kalsel yang turut membantu, sehingga pembentukan Koperasi Merah Putih di Kalsel berjalan dengan baik.

“Kami disini kompak Pak Presiden, ada Forkopimda di sini juga. Yang selalu berkolaborasi untuk menyelesaikan program Koperasi Merah Putih khususnya di Kalsel,” ucap Muhidin.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ungkap Muhidin, menyatakan komitmennya mendukung penuh program pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai kekuatan ekonomi baru di tingkat akar rumput.

Muhidin juga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat, dan menegaskan bahwa koperasi desa punya peran strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Gubernur juga mengingatkan seluruh pengurus koperasi agar mengelola lembaga ini secara profesional dan akuntabel, serta mendorong anggotanya aktif memanfaatkan koperasi untuk meningkatkan produktivitas ekonomi.

“Koperasi desa sebagai kekuatan strategis ekonomi baru yang tumbuh dari desa dan kelurahan. pembentukan koperasi ini harus dijalankan secara transparan dan akuntabel, serta dikelola profesional oleh pengurusnya,” lanjut Muhidin.

Untuk diketahui, saat ini Kalimantan Selatan telah memiliki lebih dari 2.000 koperasi desa dan kelurahan yang tersebar di 1.871 desa dan 144 kelurahan se Kalimantan Selatan. (MRF/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.