14 Januari 2026

Museum Lambung Mangkurat Gelar Dialog “Permuseuman” Bersama Guru IPS dan Seni Budaya se-Kotabaru

Peserta berupa guru IPS dan Seni Budaya di Kota Baru mengikuti dialog dan ceramah permuseuman.(foto : MuslamKalsel)

KOTABARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, terus memperluas peran strategisnya dalam mendukung pendidikan karakter di daerah, melalui kegiatan Ceramah dan Dialog bertema “Permuseuman dan Pendidikan Karakter” yang kali ini dilaksanakan di ballroom salah satu hotel di Kotabaru, Kamis (19/6).

Pihak museum dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotabaru saat memberikan paparan.(foto : MuslamKalsel)

Kegiatan ini secara khusus menyasar para guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Seni Budaya tingkat SLTP sederajat se-Kabupaten Kotabaru.

Para peserta tampak antusias mengikuti dialog yang mengangkat pentingnya museum sebagai media pembelajaran yang sarat nilai budaya dan moral.

Hadir dalam kegiatan ini Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, serta Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru. Keduanya menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya integrasi nilai-nilai permuseuman dalam dunia pendidikan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa museum memiliki peran penting dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah.

“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda sejarah, tetapi pusat pembelajaran yang mampu menyentuh sisi emosional dan moral anak didik. Ini yang membuatnya relevan dalam pendidikan karakter,” ujarnya.

Lebih lanjut, Taufik menekankan pentingnya peran guru dalam menjembatani kekayaan nilai budaya yang ada di museum dengan konteks pembelajaran di kelas.

“Melalui pendekatan yang kontekstual dan inspiratif, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna. Museum dapat menjadi sumber belajar yang hidup dan dekat dengan realitas siswa,” tambahnya.

Dialog ini juga menjadi ajang bertukar ide antara para guru dalam memanfaatkan koleksi museum sebagai bagian dari materi ajar. Beberapa guru mengusulkan pengembangan proyek berbasis budaya lokal, seperti pementasan seni tradisional, dokumentasi cerita rakyat, hingga kunjungan tematik ke museum.

“Museum Lambung Mangkurat berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, guna memperkuat kemitraan strategis antara lembaga permuseuman dan dunia pendidikan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan cinta tanah air,” pungkas Taufik Akbar. (MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.