13 Januari 2026

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Muhidin Dukung Kampanye Zero Plastic

Program penukaran sampah plastik menjadi sembako di depan Kantor Gubernur Kalsel.

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mendukung penuh kampanye Zero Plastic atau nihil sampah plastik, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025. Dukungan itu disampaikan Gubernur, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso, saat memimpin apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025, di halaman kantor Gubernur di Banjarbaru, pada Kamis (5/6).

Gubernur menegaskan, bahwa kampanye pengurangan penggunaan plastik, sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq. Kampanye tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya sampah plastik terhadap lingkungan hidup. Selain itu, kampanye ini juga sekaligus mengajak masyarakat untuk menghindari penggunaan kantong kresek ataupun alat makan plastik lainnya.

“Gubernur Muhidin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya dengan memilah sampah dari rumah tangga secara disiplin. Kebiasaan kecil tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang mencemari lingkungan,” ungkap Adi.

Program penukaran sampah plastik menjadi sembako di depan Kantor Gubernur Kalsel.

Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 Tingkat Provinsi Kalsel, juga diwarnai dengan aksi bersih – bersih sampah dan penanaman pohon, serta program penukaran sampah plastik menjadi sembako.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Fathimatuzzahra, mengungkapkan, bahwa dalam rangka memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia, pihaknya bersama stakeholder terkait mengajak masyarakat untum melakukan bersih-bersih dan memilah sampah antara organik dan non organik.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Fathimatuzzahra

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel, menjalin kerjasama dengan Bank Sampah Induk Baiman Kota Banjarmasin dan Bank Sampah Unit Sekimpul Kabupaten Banjar, dalam menggelar program penukaran sampah plastik menjadi sembako.

“Program ini sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah, khususnya plastik yang masih menjadi persoalan di lingkungan masyarakat,” ungkap Fatimatuzzahra.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara untuk mengubah mindset masyarakat. Dimana program penukaran sampah plastik menjadi sembako ini sudah dilakukan pihaknya sebanyak dua kali, pertama di Banjarmasin depan Kantor Gubernur Lama, dan di depan Kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru.

“Kita memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah yang ada disekitarnya jika dikelola dengan baik akan memberikan nilai bagi mereka,” tutup Fatimatuzzahra.

Adapun sembako yang dibagikan kepada masyarakat pada program penukaran sampah plastik, berupa beras, gula, dan minyak goreng.

Skema penukaran yakni dengan mereka datang membawa sampahnya dan dilihat serta dinilai oleh Bank Sampah Induk Baiman Kota Banjarmasin dan Bank Sampah Unit Sekumpul Kabupaten Banjar. Kemudian mereka yang akan menilai harga dari sampah tersebut. Jika sampah itu bernilai diatas Rp10 ribu, maka mereka akan mendapatkan 1 liter minyak goreng atau 1 kilogram gula. Jika dibawah Rp10 ribu, mereka akan mendapatkan mie instan, minyak goreng setengah liter, dan beras 1 kilogram. (MRF/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.