19 April 2026

Tingkatkan Kualitas SDM Keamanan Siber, Diskominfo Kalsel Gelar In House Training Junior Cyber Security

Plt. Sekretaris Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar (mic) saat membuka kegiatan

BANJARMASIN – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan In House Training Junior Cyber Security Tahun 2025, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Rabu (23/4).

Suasana In House Training Junior Cyber Security Diskominfo Kalsel

Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim diwakili Plt. Sekretaris, Sucilianita Akbar ini terselenggara atas kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI dan diikuti oleh peserta dari Dinas Kominfo kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Plt. Sekretaris Diskominfo Provinsi Kalsel, Sucilianita Akbar menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kalsel dalam memperkuat kapasitas aparatur di bidang keamanan informasi digital.

“Sebagai provinsi kedua di Indonesia yang telah memiliki tim CSIRT (Computer Security Incident Response Team) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, maka pelatihan ini menjadi kebutuhan mutlak untuk meningkatkan kompetensi SDM keamanan siber di lingkungan pemerintahan,” ujarnya.

Suci juga berharap, melalui pelatihan ini para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teknis, tetapi juga membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi insiden siber yang dapat mengganggu layanan publik.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta lebih siap menghadapi tantangan keamanan digital dan mampu menerapkan prinsip dasar keamanan informasi dalam aktivitas kerja sehari-hari,” imbuhnya.

Sementara itu, Sandiman BSSN RI, Ibnu Rosadi menyampaikan bahwa pada kesempatan ini pihaknya memaparkan materi terkait berbagai ancaman siber, di antaranya web defacement, serangan yang mengubah tampilan atau konten website secara ilegal dan teknik penanganannya.

“Serangan ini umumnya dilakukan dengan menyisipkan kode berbahaya, bahkan tak jarang disisipi konten seperti judi online. Karenanya, kemampuan deteksi dini sangat penting,” jelas Ibnu.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang cara mengenali dan mengatasi email phishing, yakni modus serangan siber yang menyamar sebagai email resmi untuk mencuri informasi sensitif dari korban.

Ibnu berharap, pelatihan ini dapat memperkuat kesiapan tim CSIRT daerah dalam menghadapi dan menangani gangguan siber, serta memastikan layanan publik tetap aman dan terpercaya di tengah laju perkembangan teknologi.

“Semoga dengan pelatihan ini, para agen CSIRT di daerah semakin mumpuni dan siap menangani insiden keamanan siber secara cepat dan tepat,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.