Dinas PMD Kalsel Tingkatkan Kemandirian dan Kemajuan Desa

BANJARBARU – Untuk meningkatkan kemandirian dan kemajuan desa guna mendukung visi Presiden dan Gubernur Kalsel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan, akan memperbanyak desa yang mandiri, mengingat status desa terbagi menjadi lima kategori yaitu tertinggal, sangat tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengadakan Rapat Koordinasi dan Forum Perangkat Daerah Tahun 2026, dengan membahas strategi untuk meningkatkan kemandirian dan kemajuan desa.

“Saat ini, dari total 1.871 desa yang ada di Kalsel, 808 desa telah mencapai status mandiri, sementara 844 desa berstatus maju, dan sisanya masih dalam kategori berkembang. Dengan pencapaian 88 persen desa mandiri dan maju, fokus ke depan adalah mengangkat desa-desa yang masih berkembang,” ungkap Faried.

Dilanjutkan Faried, Kalsel diharapkan dapat berkontribusi dalam swasembada pangan nasional. Selain itu, Ia menekankan pentingnya ketahanan pangan, dengan alokasi minimal 20 persen dari dana desa untuk mendukung program tersebut.

“Oleh karena itu, perlunya adanya pemantauan dan penyelesaian kendala yang ada di lapangan agar setiap desa dapat melaksanakan amanah yang diberikan dengan baik,” lanjut Faried.

Dinas PMD Kalsel berkomitmen akan memberikan pendanaan untuk membantu pengembangan desa serta mempercepat pembangunan fisik dan ketahanan bencana melalui Bidang pengembangan kawasan perdesaan.

“Diharapkan status desa dapat meningkat secara akumulatif, baik dari aspek ekonomi maupun lingkungan,” tutup Faried. (MRF/RDM/RH)

Bioskop Bisik Volume 3, Hadirkan Pengalaman Menonton yang Lebih Inklusif

BANJARBARU – Forum Sineas Banua kembali menghadirkan Bioskop Bisik yang merupakan bagian dari program Layar Film Banjar Inklusif, yang digelar di ruang audio visual Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru, pada Jumat (21/3).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai komunitas disabilitas, seperti DPC Gerkatin Banjarbaru, Pertuni, Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan, serta murid-murid dari Sekolah Luar Biasa di Banjarbaru dan Martapura.

Suasana Bioskop Bisik Volume 3

Memasuki volume ketiga, acara ini menawarkan pengalaman menonton yang lebih dekat dan eksklusif, dengan jumlah peserta yang lebih terbatas, yaitu tidak lebih dari 50 orang.

Konsep ini berbeda dari volume sebelumnya yang berlangsung di Wetland Square Banjarmasin, yang diikuti lebih dari 160 peserta. Dengan skala yang lebih kecil, suasana kali ini terasa lebih hangat dan memungkinkan interaksi lebih mendalam antara penonton, film, dan para sineas.

Inisiator Bioskop Bisik Layar Film Banjar Inklusif, Ridha Rezeqi Rahman, menyebutkan bahwa pelaksanaan volume ketiga ini dapat memberikan nuansa reflektif yang lebih kuat.

“Dengan jumlah peserta yang lebih sedikit, suasana kali ini lebih reflektif dan memberikan pengalaman yang lebih dekat antara penonton dan film,” ucap Edo (sapaan akrabnya).

Ia juga optimis bahwa para pembuat film lokal semakin menyadari pentingnya aksesibilitas dalam karya-karya mereka, sehingga semakin banyak film yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

“Banyak filmmaker setuju bahwa bagaimana buhan pian himung manonton film kami, kami jua himung film kami ditonton buhan pian,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Pada kesempatan ini, Bioskop Bisik menayangkan dua film lokal, yaitu Kasumbi (LK3 Banjarmasin, 2020) dan Ajak Tukup (TVRI Kalimantan Selatan, 2023). Kedua film ini tidak hanya menyajikan cerita yang menarik, tetapi juga membawa nilai budaya serta pengalaman hidup yang dekat dengan masyarakat Banua.

Salah satu pemeran Film Kasumbi, Novita Nuarbijk, yang turut hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangganya atas semakin luasnya akses terhadap film-film lokal.

“Mengetahui bahwa film-film lokal bisa dinikmati lebih banyak orang menjadi bahan bakar bagi kami para pelaku seni untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, perwakilan DPC Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Banjar, Muhammad Fajri memberikan apresiasi terhadap Film Ajak Tukup yang menurutnya memiliki kedekatan emosional dengan pengalaman masa kecilnya.

“Saya senang dengan film Ajak Tukup dan Kasumbi. Saya berharap akan ada lebih banyak program inklusif untuk karya seni,” ujarnya dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh Adelia Ananda, Juru Bahasa Isyarat dalam acara tersebut.

Sebagai informasi, Pemutaran film inklusif pada program Bioskop Bisik akan kembali dilaksanakan dalam edisi keempat pada April 2025. (ADV-BDR/RDM/RH)

Safari Ramadhan, Wagub Hasnuryadi Apresiasi Komitmen Tala Jadi Daerah Pertama Sukseskan Swasembada Pangan di Banua

TANAH LAUT – Tepat di depan pintu utama Masjid Agung Syuhada Pelaihari, diiringi lantunan shalawat oleh grup hadrah, Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto dan istri, Dian Cahyanie, menyambut kedatangan Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman bersama Wakil Ketua TP PKK Kalsel, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi dalam rangka Safari Ramadhan 1446 Hijriyah, pada Jumat (21/3).

Wagub Kalsel didampingi Bupati Tala saat tiba di Masjid Agung Syuhada Pelaihari

Pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran oleh qori Muhammad Iqbal, mengawali kegiatan buka puasa bersama.

Wagub Hasnuryadi menyampaikan, kunjungan pihaknya di tempat ini dalam kegiatan Safari Ramadhan tahun ini, merupakan instruksi Gubernur Kalsel, Muhidin, yaitu melakukan kunjungan ke kabupaten/kota di bulan ini melalui kegiatan buka puasa sekaligus bersilaturahmi dengan pemerintah daerah dan masyarakatnya.

Hasnuryadi juga menyambut baik komitmen Pemkab Tanah Laut yang ingin menjadi daerah pertama swasembada pangan di Banua.

“Saya akan sampaikan ini kepada Pak Gubernur Muhidin,” ujar Hasnuryadi.

Wagub Kalsel saat memberikan sambutan pada kehutanan Safari Ramadhan di Tala

Apresiasi Pemerintah Provinsi ini berkaitan dengan pernyataan Bupati Tanah Laut Rahmat Riyanto, bahwa pihaknya meminta dukungan bidang pangan di daerahnya dalam hal mensukseskan program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai dukungan terhadap kegiatan keagamaan di daerah setempat, Pemkab Tanah Laut telah menghibahkan dana Rp11,4 miliar lebih untuk pengelolaan masjid, langgar dan yayasan sosial.

Tausiah singkat disampaikan KH Abdurrahman Husien, dilanjutkan pembacaan doa oleh KH Muhammad Noor.

Pada kesempatan itu, dilakukan penyerahan bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tanah Laut pada program kesehatan untuk 5 penerima manfaat, bantuan untuk 50 guru mengaji di kampung, bantuan kepada 36 mualaf, bantuan biaya pendidikan untuk siswa SD, SMP, SMA, dan S-1, serta program bantuan untuk anak inklusi.

Turut hadir sejumlah ulama, habaib, tokoh agama, Wakil Bupati Tanah Laut Muhammad Zazuki, kepala SKPD lingkup Pemkab Tanah Laut didampingi istri, anggota Komisi III DPR RI, anggota DPRD Tanah Laut, para camat dan lurah/kepala desa di wilayah setempat, serta tokoh masyarakat setempat.

Tepat pukul 18.36 WITA, dilaksanakan buka puasa bersama, dilanjutkan shalat magrib berjamaah dan makan bersama sebelum Wagub Hasnuryadi dan istri meninggalkan tempat acara. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Seleksi Anggota KPID Kalsel 2025 Masuki Tahap Uji Kompetensi dengan CAT

BANJARBARU – Seleksi anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan periode 2024-2027 telah memasuki tahap uji kompetensi dengan metode Computer Assisted Test (CAT). Ujian ini digelar di Kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, pada Kamis (20/3).

Pelaksanaan seleksi dihadiri oleh perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel, yakni Plt. Kepala Bidang Komunikasi Publik Chairun Ni’mah, yang didampingi oleh Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi Publik dan Hubungan Media, Erlinda Puspita Ningrum.

Ketua Tim Seleksi KPID Kalsel, Muhammad Amin menjelaskan bahwa seleksi telah melalui beberapa tahapan yang cukup panjang sebelum akhirnya memasuki tahap uji kompetensi.

“Hari ini kita masuk pada uji kompetensi dengan tes CAT. Setelah ini, seleksi akan berlanjut ke tahapan psikotes pada 10 April mendatang, dan yang terakhir adalah tes wawancara,” kata Amin.

Ketua Tim Seleksi KPID Kalsel, Muhammad Amin (mic) saat menyampaikan arahan sebelum CAT dimulai

Tes CAT kali ini terdiri dari 100 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 90 menit. Menurut Amin, semua peserta diberikan waktu yang sama agar bisa mengerjakan soal dengan optimal.

“Semua peserta diberikan kesempatan waktu yang sama agar dapat menyelesaikan seluruh soal dengan optimal,” ucapnya.

Ia menambahkan seleksi anggota KPID Kalsel ini bertujuan untuk menjaring calon komisioner yang memiliki kompetensi dalam mengawal penyiaran di daerah, terutama di tengah perkembangan media yang semakin dinamis.

“Sebanyak 53 peserta mengikuti ujian CAT ini, yang dilaksanakan dalam dua ruang ujian di Laboratorium Ilmu Komputer, Gedung II MIPA ULM,” tambahnya.

Ia juga berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan maksimal.

“Harapannya, hasil yang kita dapatkan nantinya benar-benar mencerminkan kualitas terbaik dari para peserta,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Pembangunan Pintu Air Sungai Belasung Kini Telah Rampung

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menyatakan, untuk pekerjaan pembangunan Pintu Air atau Rumah Pompa Sungai Belasung, telah selesai atau rampung.

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Suri Sudarmadyah mengatakan, saat ini untuk pekerjaan Pintu Air Sungai Belasung tepatnya di samping Balaikota Banjarmasin telah selesai.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Suri Sudarmadyah

“Dapat kami nyata untuk pekerjaan pembangunan Pintu Air Sungai Belasung telah selesai,” ungkap Suri, kepada sejumlah wartawan, Jumat (21/4).

Setelah selesainya pembangunan pintu air ini, menurunya maka akan diujicobakan penggunaan dari pintu air tersebut. Apakah sudah berfungsi dengan baik dan lainnya.

“Rencananya besok akan diujicoba untuk Pintu Air tersebut,” ucapnya.

Saat ini untuk fungsi kelistrikan telah terpasang. Sehingga, tinggal uji coba fungsi dari Pintu Air tersebut.

“Pada uji coba nanti kami berharap dapat berjalan lancar serta tidak terdapat kendala yang berarti,” ujarnya.

Namun, tambah Suri, untuk waktu uji coba tersebut, dapat dilakukan pada saat air pasang terjadi.

“Kami menunggu air pasang, baru uji coba dilakukan,” ucapnya.

Menurut Suri, dibangunnya Pintu Air Belasung ini, tentunya untuk mengendalikan air pada saat terjadi pasang serta curah hujan tinggi, pada Sungai Balasung tersebut.

Seperti diketahui, meski sempat mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan, yang ditarget pada akhir tahun 2024, dan baru dapat diselesaikan pada saat ini.

Dengan total anggaran pekerjaan sebesar Rp5 Miliar. (SRI/RDM/RH)

Klien Binaan PPRSAR Mulia Satria Dijadwalkan Pulkam Mulai 24 Maret

BANJARBARU – Klien binaan Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diberikan kesempatan untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Kepala PPRSAR Mulia Satria Kalsel, Sacik Kartikowati menjelaskan, seluruh klien mendapat jatah libur mulai 24 Maret hingga 8 April.

Kepala PPRSAR Mulia Satria Kalsel Sacik Kartikowati

Mekanisme kepulangan akan disesuaikan berdasarkan kelompok usia. Untuk remaja akan pulang secara mandiri, tetapi tetap dalam pengawasan dengan koordinasi bersama dinas sosial daerah asal mereka.

Sementara itu, anak-anak akan diantar langsung ke rumah masing-masing menggunakan armada transportasi yang dimiliki pihak panti.

“Kami memiliki lebih dari 100 anak binaan, sementara jumlah armada masih terbatas. Maka dari itu, kami menyiasatinya dengan menyewa travel yang sudah terverifikasi keamanannya,” ujar Sacik saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/3).

Selain memastikan kepulangan berjalan aman dan lancar, Sacik menyebut pihaknya juga memberikan parsel lebaran kepada setiap klien binaan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian.

“Kami ingin mereka merasakan kebahagiaan lebaran seperti anak-anak lainnya. Parsel ini kami berikan sebagai bekal mereka saat berkumpul bersama keluarga,” tambahnya.

Adapun selama Ramadhan, klien binaan tetap menjalani aktivitas rutin yang disesuaikan dengan suasana Ramadhan.

Sacik menerangkan, bagi klien remaja, bimbingan keterampilan tetap berjalan, ditambah dengan bimbingan agama sore hari, serta sholat tarawih dan tadarus bersama di malam hari.

“Kalau untuk anak-anak kan mereka masih sekolah sampai tanggal 21 Maret, kalau sudah libur kami akan ikut sertakan dalam pengajian dan tadarus di masjid panti,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

KIP Kalsel Apresiasi Laporan Layanan PTA Banjarmasin

BANJARBARU – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Banjarmasin menyerahkan Laporan Layanan Informasi Tahun 2024 dalam bentuk buku kepada Komisi Informasi Provinsi (KIP) Kalimantan Selatan, Kamis (20/3).

Penyerahan laporan ini mendapat apresiasi dari KIP Kalsel. Menurut Ketua KIP Kalsel Nawang Wijayati, laporan layanan itu mencerminkan komitmen PTA Banjarmasin terhadap keterbukaan informasi publik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ketua dan anggota Komisi Informasi Publik Kalsel

Nawang Wijayati menilai langkah yang dilakukan oleh PTA Banjarmasin sebagai contoh positif bagi badan publik lainnya dalam memberikan akses informasi kepada masyarakat.

“Laporan layanan tahun 2024 yang disusun dalam bentuk buku ini menunjukkan bahwa PTA Banjarmasin berkomitmen terhadap keterbukaan informasi publik. Masyarakat dapat mengakses informasi ini dengan lebih mudah, dan ini bisa menjadi inspirasi bagi badan publik lainnya,” ujar Nawang saat ditemui di ruang kerjanya, usai kegiatan.

Nawang menjelaskan, keterbukaan informasi publik merupakan kewajiban setiap badan publik agar masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi kinerja lembaga pemerintahan.

Dengan adanya laporan layanan ini, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai berbagai layanan yang telah diberikan oleh PTA Banjarmasin sepanjang tahun 2024.

Nawang berharap langkah serupa dapat diterapkan oleh badan publik lainnya guna meningkatkan transparansi dan pelayanan informasi kepada publik.

“Kami berharap badan publik lain juga dapat mengikuti langkah PTA Banjarmasin ini. Semakin transparan suatu institusi, maka semakin baik pula kepercayaan publik terhadap pelayanan yang diberikan,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

BRIDA Kalsel Turut Dukung Pengusaha Pemula Daerah

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, dalam mendukung para pelaku usaha pemula Melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi Borneo-Brida Kalsel.

Plt Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah menyampaikan, kolaborasi ini merupakan wujud komitmen Pemprov Kalsel untuk mendorong pengembangan UMKM di Kalsel agar lebih maju, profesional, serta Berdaya saing dalam upaya menciptakan wirausaha banua yang profitable dan sustainable.

“Sehingga memiliki dampak positif bagi masyarakat serta daerah,” ungkap Husnul, baru – baru tadi.

Inkubator Bisnis dan Teknologi Borneo terus berupaya memfasilitasi dan mengembangkan Tenant yang telah diinkubasi di Kalimantan Selatan, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

“Inkubator Bisnis dan Teknologi Borneo sebagai lembaga dan mitra bagi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan ruang untuk menciptakan, mengembangkan serta menghasilkan produk serta inovasi baru guna mengatasi permasalahan setiap lini usaha yang ada di masyarakat,” tutup Husnul. (MRF/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Gelar Rapur Terima Rancangan Awal RPJMD

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin menggelar Rapat Paripurna, menerima Penyampaian Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025 – 2029.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, usai rapat paripurna pada Kamis (20/3) mengatakan, setelah menerima ini pihaknya akan segera membahas, untuk memajukan
pembangunan daerah yang terarah, sesuai visi dan misi pemimpin baru di kota ini. Selain itu, dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat.

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, saat memberikan komentarnya

“Drafnya juga akan disesuaiakan dengan aspirasi masyarakat,” ucapnya

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menjelaskan, dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025 – 2029 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Oleh karena itu, perencanaan pembangunan daerah terdiri dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), yang tentunya sejalan dengan visi Indonesia Emas 2025-2045.

Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, diwancara awak media

“RPJMD Kota Banjarmasin 2025-2029 ini, mengusung visi terwujud Banjarmasin Maju dan Sejahtera,” ungkapnya

Lebih lanjut Yamin menambahkan, untuk mencapai visi tersebut, ada empat langkah utama yang dilaksanakan pertama, menciptakan generasi penerus sehat, cerdas dan berkarakter, kedua, peningkatan tata kelola pelayanan publik cepat, praktis dan berbasis digital, ketiga, penguatan ekosistem, ekonomi berdaya saing dan berkeadilan, dan keempat pembangunan infrastruktur berkualitas, tata kelola sungai dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Dengan adanya masukan dan saran dalam
penyusunan RPJMD, maka dokumen ini dapat menjadi pedoman pembangunan kota 5 tahun ke depan, untuk seluruh elemen masyarakat,” tutupnya

Untuk diketahui, DPRD Kota Banjarmasin Menggelar Rapat Paripurna, menerima Penyampaian Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dipimpin Ketua DPRD kota Banjarmasin Rikva Fachruri, didampingi Wakilnya Harry Wijaya, Mathari, Muhammad Isnaini dan Sekretaris Dewan Iwan Ristianto. Dihadiri Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, kalangan Legislatif dan Eksekutif, bertempat di ruang Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Komisi I DPRD Kalsel Konsultasi Implementasi Perda Administrasi Kependudukan ke Ditjen Dukcapil

JAKARTA – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) untuk melakukan konsultasi terkait implementasi Perda Administrasi Kependudukan di daerah, Kamis (20/03).

Rombongan Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat diterima oleh Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil, Ahmad Sudirman Tavifiyono dan beberapa pejabat lainnya.

Pertemuan Komisi I DPRD Kalsel dan Ditjen Dukcapil di Jakarta

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat menjelaskan dalam pertemuan tersebut, pihaknya membahas berbagai aspek terkait implementasi Perda Administrasi Kependudukan, termasuk kendala-kendala yang dihadapi serta sarana dan prasarana yang ada di daerah. Selain itu, mereka juga membahas kesadaran masyarakat akan pentingnya melaporkan peristiwa kependudukan, seperti kelahiran, perpindahan, dan kematian, kepada dinas pencatatan sipil setempat.

“Kami ingin memantau sejauh mana implementasi Perda Administrasi Kependudukan di daerah serta mengetahui kinerja Ditjen Dukcapil dalam mendukung daerah dalam pelaksanaan Perda tersebut,” katanya.

Rais juga menekankan pentingnya kerjasama antara Ditjen Dukcapil dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Perda Administrasi Kependudukan. Tiga poin utama yang disepakati dalam pertemuan tersebut, antara lain: pertama, menjadikan Dukcapil sebagai acuan utama dalam pendataan kependudukan; kedua, nonaktifkan data NIK penduduk yang sudah lama berdomisili di Kalsel namun belum memperbarui data kependudukannya dan ketiga, apabila terdapat kesulitan dalam perubahan data kependudukan di Dukcapil, warga diminta untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak terkait atau langsung ke Ditjen Dukcapil untuk segera ditindaklanjuti.

“Harapan kami ke depannya, pendataan kependudukan di Kalimantan Selatan dapat lebih baik, meskipun ada beberapa kabupaten yang masih belum memenuhi standar atau melengkapi data kependudukan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil, Ahmad Sudirman Tavifiyono menilai bahwa implementasi Perda Administrasi Kependudukan di daerah sudah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu diatasi.

“Kami terus mendukung daerah dalam implementasi Perda Administrasi Kependudukan. Saat ini, kami juga sedang mempersiapkan Grand Desain Administrasi Kependudukan. Doakan agar ini dapat terlaksana dengan baik,” jelas Ahmad.

Kunjungan kerja Komisi I DPRD Kalsel ke Ditjen Dukcapil ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja Disdukcapil daerah dalam mendukung implementasi Perda Administrasi Kependudukan, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. (ADV-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version