Pemprov Kalsel Apresiasi Polda Kalsel dalam Pengamanan Hari Raya Idul Fitri

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan menghadiri kegiatan buka bersama, yang diinisiasi Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel), pada kamis (20/3) sore. Kegiatan buka bersama ini, turut mengundang anak yatim, di halaman Masjid Riyadus Shalihin Polda Kalsel.

Gubernur Kalsel, Muhidin, melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan buka bersama Polda Kalsel ini, sebagai bentuk rasa syukur terhadap bulan suci Ramadan.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan

“Saya mewakili Pemprov Kalsel menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, beserta seluruh jajaran kepolisian yang telah mengundang dan menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkap Bagiawan.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan, mengajarkan kesabaran, kepedulian, dan kebersamaan. Dalam momen yang penuh berkah ini, kita diajak untuk semakin mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi di antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan seluruh jajaran Polda Kalsel atas undangan yang sangat berharga ini,” lanjut Bagiawan.

Menurutnya, sinergi antara Pemprov Kalsel bersama Polda Kalsel sangat penting dalam menjaga stabilitas, ketertiban, dan keamanan di Banua tercinta.

“Menjaga keamanan dan ketertiban bukanlah tugas yang bisa dipikul oleh satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kerja sama dan semangat kebersamaan,” tambah Ahmad Bagiawan,” ungkap Bagiawan

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran kepolisian yang akan bertugas dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri. Tugas ini tentu tidak mudah, karena memerlukan kesiapan, disiplin, dan dedikasi yang tinggi. Namun saya yakin, dengan kerja keras dan ketulusan, keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat tetap terjaga. (MRF/RDM/RH)

Pasar Murah Ramadan Kolaborasi Pemprov dan TP PKK Kalsel, Disambut Antusias Warga Banjarbaru

BANJARBARU – Sepekan jelang Hari Raya Idul Fitri, tiga SKPD Pemprov Kalimantan Selatan yang membidangi masalah pangan, menggelar Pasar Murah Ramadhan 1446 Hijriah. Yakni Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel. Ketiganya berkolaborasi bersama Tim Penggerak PKK Provinsi, Bhayangkari Polda Kalsel dan Persit Kartika Chandra Kirana Korem 101/Antasari, menggelar Pasar Murah Ramadhan di halaman kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi di Banjarbaru, pada Kamis (20/3).

Momen pengguntingan untaian bunga tanda dimulainya Pasar Murah Ramadhan di halaman kantor Disbunnak Provinsi di Banjarbaru

Meski pembukaan Pasar Murah baru dilaksanakan pada pukul 09.00 WITA, namun warga kota Banjarbaru sangat antusias menunggu sejak satu jam sebelumnya. Bahkan beberapa menit setelah Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman bersama Ketua TP PKK Provinsi, Fathul Jannah dan Wakil Ketua TP PKK Provinsi, drg. Ellyana Trisya, menggunting untaian bunga tanda dimulainya Pasar Murah, warga langsung memadati stand – stand yang menjual beragam bahan kebutuhan pokok. Terutama stand TP PKK Provinsi, Bhayangkari dan juga Persit Kartika Chandra Kirana. Karena ketiga stand ini, menjual paket sembako murah seharga 50 ribu rupiah, berisi minyak goreng, telur dan juga gula pasir.

Wagub Kalsel, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Provinsi, serta Kepala Disbunnak Provinsi saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Sumber foto: Biro Adpim Pemprov Kalsel)

“Kurang dari satu jam, sekitar seribu paket murah ini langsung habis terjual. Apalagi tadi ibu Ketua PKK memberikan subsidi tambahan 10 ribu rupiah, sehingga harganya turun menjadi 40 ribu rupiah,” ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi, drg. Suparmi, yang menjadi tuan rumah pelaksanaan Pasar Murah Ramadhan tahun ini.

Suparmi menambahkan, selain paket sembako, stand lainnya juga menjual bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari – hari. Contohnya stand Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, yang menjual beras lokal, minyak goreng serta sayuran segar.

“Khusus sayuran segar, juga langsung habis diborong Wakil Gubernur dan Ketua Tim Penggerak PKK, dan dibagikan gratis kepada pengunjung pasar murah,” tutup Suparmi.

Sementara itu, usai membuka Pasar Murah Ramadan, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman mengaku bangga dan mendukung penuh gelaran Pasar Murah Ramadhan, kolaborasi pemerintah provinsi dan Tim Penggerak PKK Provinsi ini.

“Pas sekali kegiatan ini digelar menjelang Idul Fitri, sehingga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan jelang hari raya. Saya harap pasar murah ini dapat mencakup masyarakat yang lebih luas,” harap Hasnuryadi.

Hasnuryadi meyakini, Pasar Murah Ramadhan ini, menjadi salah satu langkah strategis pemerintah provinsi menahan laju inflasi, menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok, serta meningkatkan daya beli masyarakat. (RIW/RDM/RH)

Jelang Idul Fitri 2025, Kalsel Siapkan Upaya Kendalikan Inflasi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan kesiapsiagaannya dalam menghadapi potensi lonjakan inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 2025. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan, menyampaikan bahwa Inflasi di Kalsel pada setiap minggunya selalu mengalami penurunan. Indeks Perkembangan Harga (IPH) pun terbilang stabil diwilayah Kalimantan Selatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti arahan,” ungkap Sulkan baru – baru ini.

Pada Maret ini, kondisi ekonomi Kalsel cukup baik, dengan hampir semua daerah mengalami deflasi. Selama ini, Kalsel selalu berada di posisi tertinggi dalam hal deflasi. Untuk year-on-year, Kalsel berada di angka -0,76 persen. Namun, jika melihat month-to-month, deflasi kita mencapai -0,76 persen.

“Kenaikan harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri adalah sesuatu yang wajar, hal ini juga berpotensi untuk meningkatkan pendapatan para pedagang dibulan ramadhan,” tutup Sulkan. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Salurkan Zakat Melalui Baznas, Gubernur Muhidin Ajak Masyarakat Berzakat

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin diwakili Kepala Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Fatkhan beserta sejumlah jajaran Pejabat Pemerintah Provinsi Kalsel kembali menyalurkan zakat, infaq dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalsel.

Penyaluran zakat tersebut dilakukan pada kegiatan Keteladanan Pemimpin Muslim Berzakat yang digelar Baznas Kalsel di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (20/3).

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin yang diwakili Fatkhan memberikan apresiasi kepada Baznas Kalsel yang terus berupaya menghimpun serta mengelola zakat dengan profesional.

Menurutnya, zakat memiliki dampak positif dalam tatanan kehidupan sosial, pemberdayaan umat, dan sekaligus potensi untuk menanggulangi kemiskinan.

Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel, Fatkhan saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

“Potensi zakat di Banua kita sangat besar, karena mayoritas masyarakat kita beragama Islam. Potensi ini mesti kita optimalkan. Kesadaran masyarakat untuk mau berzakat lebih kita tumbuhkan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para pengusaha serta umat Islam yang telah memenuhi kewajiban zakat agar menyalurkannya melalui Baznas

“Melalui penyaluran zakat ini, Insya Allah harta kita menjadi bersih, tumbuh rasa kasih sayang antara kaya dan miskin. Insya Allah kita bertambah rezeki dan menciptakan kehidupan sosial yang adil dan merata,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kalsel, Irhamsyah Safari menyampaikan bahwa tahun ini kegiatan Keteladanan Pemimpin Muslim Berzakat mengusung tema Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik.

“Tema ini menggambarkan bagaimana zakat menjadi sumber keberkahan yang memberikan manfaat luar biasa, baik bagi pemberi (muzaki) maupun penerima (mustahik),” jelasnya.

Irhamsyah menambahkan bahwa zakat tidak hanya membantu mengentaskan kemiskinan, tetapi juga menjadi cahaya yang menerangi jalan hidup dan menciptakan keseimbangan sosial.

“Semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak ibu sekalian di bulan penuh berkah ini,” tutupnya.

Untuk diketahui, Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, Baznas Kalsel menyalurkan berbagai bantuan zakat kepada masyarakat yang berhak menerima. Bantuan tersebut mencakup 3.000 paket Ramadan Bahagia, 100 porsi takjil setiap hari selama bulan suci, serta 1.000 porsi hidangan iftar bagi para pekerja yang masih beraktivitas hingga waktu berbuka. Selain itu, menjelang Idulfitri, Baznas Kalsel juga mengadakan program Belanja Anak Saleh untuk 15 anak, mendistribusikan beras fitrah sebanyak 5 kg kepada 3.900 kepala keluarga, serta menyalurkan bantuan khusus bagi Palestina. (BDR/RDM/RH)

IKD Kalsel Alami Kenaikan, Bukti Kalsel Siap Hadapi Bencana

BANJARBARU – Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Provinsi Kalimantan Selatan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, Indeks Risiko Bencana (IRB) berhasil di tekan untuk di kurangi.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mencatat kemajuan signifikan dalam penanganan kebencanaan, dalam hal ini Indeks Risiko Bencana (IRB) Kalimantan Selatan mengalami penurunan dari 129,44 menjadi 122,11 pada tahun 2023. Sementara itu, Indeks Ketahanan Daerah (IKD) terus meningkat, menunjukkan kesiapan daerah dalam menghadapi bencana.

“Berdasarkan data BNPB, IKD Provinsi Kalsel dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan, dan juga IRBI Kalsel berhasil di tekan untuk di kurangi,” ungkap Bambang, baru – baru tadi.

Diketahui, IKD Kalsel Tahun 2022 tercatat 0,44 poin, meningkat pada tahun 2023 menjadi 0,52 dan meningkat lagi tahun 2024 menjadi 0,55 poin. Sementara IRBI Tahun 2022 tercatat 128,81 poin, tahun 2023 naik menjadi 129,44, serta turun pada tahun 2024 menjadi 122,11 poin.

Selain itu, Bambang juga berharap usulan dalam hal mitigasi bencana, berupa mobil Edukasi kebencanaan bisa segera terealisasi.

“Edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat juga sangat penting,” lanjut Bambang.

BPBD Kalsel, akan terus memperkuat kolaborasi yang baik antara Pemerintah Daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, sehingga Kalsel optimis dapat terus meningkatkan ketahanan daerah dan menekan risiko bencana di masa mendatang. (MRF/RDM/RH)

PRSPD Iskaya Banaran Kalsel Berikan Tambahan Kegiatan Keagamaan Selama Ramadhan

BANJARBARU – Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Iskaya Banaran Provinsi Kalimantan Selatan menambah kegiatan keagamaan bagi klien binaannya.

Kepala PRSPD Iskaya Banaran, Gandes Pratiwi, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan spiritualitas para klien selama menjalani pembinaan di panti.

Kepala PRSPD Iskaya Banaran Kalsel, Gandes Pratiwi

Gandes Pratiwi menjelaskan, klien yang berasal dari 13 kabupaten/kota Kalsel ini memulai aktivitas pagi dengan sholat Dhuha berjamaah, mengaji, serta menghafalkan surat-surat pendek Al-Qur’an.

“Selain kegiatan reguler, kami menambah pembelajaran agama agar klien bisa lebih mendalami ajaran Islam. Kegiatan ini berlangsung dari pagi hingga menjelang siang, sebelum dilanjutkan dengan bimbingan keterampilan,” kata Gandes, di ruang kerjanya, Kamis (20/3).

Menjelang waktu berbuka, lanjut Gandes, klien diajak melaksanakan doa bersama dan berbuka puasa dengan takjil. Dilanjutkan makan malam selepas sholat Maghrib, kemudian melaksanakan sholat Isya dan Tarawih berjamaah, lalu ditutup dengan tadarus Al-Qur’an.

“Kami ingin Ramadhan ini menjadi momen peningkatan keimanan bagi mereka, selain juga tetap menjalani bimbingan keterampilan seperti biasa,” jelasnya.

Selain itu, PRSPD Iskaya Banaran juga memberikan kesempatan kepada klien untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

“Mereka (klien binaan) akan diantar pulang oleh petugas pada 25 Maret dan kembali ke panti pada 7 April,” tuturnya.

Dengan tambahan kegiatan keagamaan ini, Gandes berharap klien binaan mereka tidak hanya mendapatkan pembinaan keterampilan, tetapi juga memiliki bekal spiritual yang lebih kuat untuk kehidupan mereka di masa akan datang. (SYA/RDM/RH)

Jelang Rakornas dan Temu Karya, Taman Budaya Kalsel Gelar Rapat Persiapan

BANJARMASIN – Menjelang pelaksanaan Rakornas dan Temu Karya se Indonesia ke 24, Taman Budaya Kalimantan Selatan menggelar Rapat Perdana persiapan, dengan mengundang beberapa Mitra Kerja Terkait.

Suasana Rapat Persiapan menjelang Rakornas dan Temu Karya se Indonesia ke 24

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, usai rapat pada Kamis (20/3) mengatakan, guna tercipta kesuksesan Rakornas dan Temu Karya se Indonesia ke 24, yang akan berlangsung Juni 2025 dan Puncak Kegiatan di Bulan September Mendatang. Pihaknya menggelar rapat perdana terkait persiapan dengan mengundang mitra kerja seperti Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Selatan, UPTD Tahura Sultan Adam, Dewan Kesenian Kasel, Pimpinan Media diantaranya Banjar TV, Prima TV, Banjarmasin Post, TVRI dan Direktur Abdi Persada FM, Syarifah Norhani yang diwakili Redaktur Rini Dwi Masmuda, serta tamu undangan lainnya untuk meminta masukan dan saran.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti

“Kami ingin gelaran Nasional ini berjalan lancar tidak ada kendala,” ungkapnya

Ia menyampaikan, saat ini pihaknya mulai menyusun persiapan rangkaian yang akan disajikan, nantinya akan terlibat para seniman di tiga belas Kabupaten dan Kota. Direncanakan dihadiri sekitar 20 Provinsi Taman Budaya seluruh Indonesia. Dimana, bukan hanya untuk berkunjung, tetapi menikmati beragam kesenian di Kalsel.

“Kegiatan tidak hanya di Taman Budaya Kalsel, juga menikmati keindahan pemandangan alam dimiliki, yakni Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Kalsel,” jelasnya

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, setelah rapat ini, pihaknya akan terus menjalin koordinasi beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait, seperti Dinas Pariwisata Kalsel, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kalsel serta Dinas Perhubungan Kalsel, yang rencananya April mendatang. Mengingat, selama pelaksanaan nanti, bukan hanya pertunjukan seni saja, tetapi digelar Baazar UMKM dan Workshop Seni Budaya.

“Kita juga akan laksanakan lomba diantaranya Sinoman Hadrah,” tutupnya

Untuk diketahui, Rapat persiapan menjelang Rakornas dan Temu Karya Taman Budaya se Provinsi ke 24, dipimpin Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, didampingi Kepala Seksi Promosi dan Dokumentasi Nitta Aulia, bertempat di Aula Taman Budaya Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Upaya Penanganan Sampah di Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Banjarmasin, dalam penanganan sampah, dengan mengaktifkan 52 Kelurahan serta 5 Kecamatan yang ada di kota tersebut.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan Fathimattuzzahra mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mengapresiasi langkah dan upaya Pemerintah Banjarmasin dalam penanganan sampah tersebut.

Plt Kadis LH Kalsel Fathimattuzzahra

Kedepan, lanjutnya, tidak hanya kelurahan atau kecamatan melakukan pemilahan. Namun dari masyarakat itu sendiri di rumah.

“Sehingga diharapkan, ke depan tidak hanya kelurahan atau kecamatan sama melakukan pemilahan. Namun dari masyarakat itu sendiri di rumah,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, di Banjarmasin, belum lama tadi.

Menurut Fathimattuzzahra, pada saat mengambil sampah, sudah terpisah antara organik dan non organik hingga ditempat pemilahan itu tinggal residu yang diangkut ke TPA Banjarbakula.

“Pada saat sampah diangkut oleh petugas kebersihan seperti paman gerobak, sampah sudah terpisah atau dipilah dari rumah tangga tersebut,” ucapnya.

Fathimattuzzahra berharap, ke depannya sosialisasi pemilahan juga menyasar di sekolah yang mana para anak anak bisa membawa sampah plastiknya untuk dijual di bank sampah yang ada.

“Saya pikir ini upaya yang luar biasa sehingga kita mengajarkan kepada anak. Kemudian dampak lainnya kita memilah sampah secara otomatis di rumah masing-masing,” ucap Fathimattuzzahra. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Workshop Teater Tradisi Mamanda

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Seksi Kesenian menggelar Workshop Teater Tradisi Mamanda.

Suasana Workshop Teater Tradisi Mamanda

Kegiatan diselenggarakan selama tiga hari sejak Rabu 19 – 21 Maret 2025, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Muhammadun, diwakili Kabid Kebudayaan Raudati Hildayati, Rabu (19/3) sore mengatakan, Workshop Teater Tradisi Mamanda, merupakan salah satu media pendidikan bagi masyarakat banjar. Cerita yang disajikan tentang sejarah kehidupan, tauladan yang baik, kritik sosial atau sindiran yang bersifat membangun, serta demokratis. Selain itu, pertunjukan teater tradisional berbagai daerah di Indonesia memiliki daya tarik tersendiri, bahkan setiap pertunjukan diiringi dengan musik daerah, diselipkan berbagai nyanyian dan tarian khas daerah masing-masing.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, didampingi Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, saat diwancara

“Mamanda ini pada tahun 2016 lalu, telah memperoleh sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Kalimantan Selatan,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Sunjaya Adhiarsho menambahkan, Workshop Teater Tradisi Mamanda ini merupakan salah satu upaya pelestarian terhadap warisan budaya, bentuk pembinaannya menciptakan tenaga pendidik yang aktif, kreatif dan inovatif untuk memberikan pelatihan bimbingan kepada para siswa serta siswi di sekolah.

“Workshop ini dapat memberi semangat dan motivasi berkarya, agar peserta tidak hanya diberi teori,,” jelasnya.

Sunjaya menambahkan, dalam kegiatan menghadirkan narasumber berkompeten yakni Irwan Budiman, Bayu Bastari Setiawan, Abdurrahman dan Fierhansyah, dengan menyampaikan materi Sejarah dan Eksistensi Teater, Tradisi Mamanda, Penulisan Naskah Cerita, Unsur-Unsur Teater Tradisi Mamanda serta Teknik Pementasan Teater Tradisi Mamanda.

“Akhir kegiatan kita akan gelar prakter secara langsung,” tutupnya

Untuk diketahui, Workshop Teater Tradisi Mamanda dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Muhammadun, diwakili Kabid Kebudayaan Raudati Hildayati, dihadiri Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti. Diikuti 70 peserta guru SMA bidang Study Seni, dari kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. (NHF/RDM/RH)

Komisi II DPRD Kalsel: Pengelolaan Anggaran Hasil Efisiensi Harus Transparan

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran hasil efisiensi dengan transparan. Anggaran tersebut diharapkan dapat diarahkan ke sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, saat memimpin rapat dengar pendapat lintas Komisi DPRD Kalsel bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalsel, Selasa (18/3).

Suasana RDP Komisi II DPRD Kalsel Bersama Mitra Kerja

Rapat ini membahas pemotongan anggaran sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

“Dalam rangka mendukung Inpres mengenai efisiensi ini, sejumlah pos anggaran anggota DPRD Provinsi Kalsel juga mengalami pemotongan. Kami berharap anggaran hasil pemotongan ini benar-benar tepat sasaran,” ujar Yani Helmi, yang akrab disapa Paman Yani.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, menjelaskan bahwa hasil efisiensi anggaran akan dialihkan dan difokuskan pada bidang-bidang prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur/sanitasi, pengendalian inflasi, stabilitas harga pangan, serta penyediaan cadangan pangan. Selain itu, anggaran juga akan digunakan untuk program-program lain yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui pengalihan anggaran ini, kami berharap efisiensi yang dilakukan tidak hanya sekadar penghematan, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Banua,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version