2025, BKD Kalsel Siapkan Empat Program Prioritas
BANJARBARU – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan empat program prioritas yang akan dilaksanakan sepanjang Tahun Anggaran 2025.
Kepala BKD Kalsel, Dinansyah mengatakan program tersebut meliputi pengelolaan Assessment Center, pengelolaan promosi ASN, pengadaan ASN, dan pemberian penghargaan bagi ASN dilingkup Pemprov Kalsel.
“Pengelolaan Assessment Center merupakan langkah awal kami dalam melaksanakan manajemen talenta ASN lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel,” kata Dinansyah, belum lama tadi.

Sebagai bagian dari manajemen talenta, lanjut Dinansyah, pihaknya akan melaksanakan asesmen massal untuk 3.000 ASN dengan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN pada 2025.
Selain itu, BKD juga akan bekerja sama dengan lembaga penilai untuk melakukan asesmen kepada 100 ASN, serta tim penilai BKD akan melakukan asesmen kepada 40 ASN lainnya.
“Ini adalah arahan dari pimpinan. Dengan adanya Assessment Center, kita bisa meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran. Targetnya pada 2025-2026, kita sudah memiliki Assessment Center yang optimal,” jelasnya.
Kemudian, BKD Kalsel juga akan mengupayakan pelaksanaan seleksi CPNS dan CPPPK pada tahun 2025, sesuai arahan Kementerian PAN-RB.
“Pada tahun 2025 tidak akan ada lagi pegawai non-ASN. Semua akan masuk ke dalam dua kategori ASN, yaitu PNS dan PPPK,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap ASN yang berprestasi, BKD Kalsel akan kembali melaksanakan Anugerah ASN Award. Seperti Tahun 2024 program ini akan memberikan penghargaan dalam empat kategori, yaitu Jabatan Administrator Terbaik, Jabatan Pengawas Terbaik, Best Employee bagi pejabat fungsional atau pelaksana umum, dan Guru Terbaik. Penilaian akan melibatkan pihak akademisi, Sekda Provinsi Kalsel, dan Kepala BKD Kalsel.
“Program ini juga telah sukses dilaksanakan pada 2024. Kami akan terus melanjutkan dan meningkatkan kualitasnya di tahun depan,” tambahnya.
Selain itu, Dinansyah mengungkapkan bahwa BKD Kalsel berencana untuk memperkenalkan inovasi baru berupa Sistem Informasi Pelayanan Satu Pintu Kepegawaian (SIPATUK) yang akan diimplementasikan pada 2025 kepada seluruh ASN.
“SIPATUK diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepegawaian dan menjadi salah satu terobosan dalam sistem manajemen ASN,” katanya.
Dinansyah juga menegaskan komitmen BKD Kalsel untuk memaksimalkan pelaksanaan program prioritas ini, dengan berbagai program strategis tersebut, pihaknya optimis dapat meningkatkan manajemen kepegawaian, efisiensi anggaran, dan kualitas ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami berupaya agar program 2025 ini lebih baik dari 2024, sehingga prestasi yang sudah diraih bisa terus ditingkatkan,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)
