BANJARBARU – Plt. Gubernur Kalsel, Muhidin menyampaikan, akan melakukan asesmen Pejabat Eselon II lingkup Pemprov Kalsel dan audit SKPD serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kepastian ini disampaikan Muhidin, saat memimpin coffee morning pejabat lingkup Pemprov Kalsel di Aula Kebun Raya Banua, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel pada Senin (9/12).
“Dalam waktu dekat ini, akan dilakukan Asesmen semua pejabat Eselon 2. Hasil asesmen akan menjadi patokan pengisian jabatan di Pemprov Kalsel,” sampai Muhidin didampingi Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.
Dengan asesmen itu, terang Muhidin, dirinya dapat mengetahui kapasitas dan kemampuan pejabat atau kepala dinas. Bagi yang dianggap hasilnya kurang bagus, tentu siap-siap tidak dapat jabatan.
“Asesmen akan kita lakukan di Jakarta. Hasilnya tidak bisa dipengaruhi oleh Sekda atau bahkan oleh gubernur sekalipun,” terang Muhidin.
Rencananya, Kamis (12/12) nanti, Plt Gubernur dan Sekdaprov Kalsel, akan ke Jakarta bertemu Menteri Dalam Negeri untuk menyampaikan permohonan asesmen seluruh kepala SKPD tersebut.
Muhidin mengingatkan, siapa pun yang menduduki jabatan kepala SKPD Pemprov Kalsel nantinya, adalah orang-orang yang mahir atau pintar di bidangnya dan mampu bekerja secara profesional. Untuk mengukur itu, maka dilakukan asesmen.
“Kalau kepala dinas kada pintar (tidak pandai,red), akan non job,” terangnya.
Selain asesmen, Plt Gubernur Kalsel ini juga mengingatkan kepada SKPD Pemprov Kalsel untuk siap-siap di audit secara menyeluruh. Tujuannya agar SKPD nantinya bersih dan siap untuk bekerjasama membangun Kalsel.
“Siap-siap untuk di audit. Mulai sekarang siapkan semua pertanggungjawaban secara baik dan benar. Kalau nanti ada permasalahan, tentu akan mengembalikan,” ungkapnya.
Audit tidak hanya ditujukan kepada SKPD Pemprov Kalsel saja, namun juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

