UPT Balai Benih TPH Kalsel Gelar Rakoor Perbenihan Tanaman Pangan
Rakoor perbenihan tanaman pangan
BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, menggelar rapat koordinasi perbenihan tanaman pangan, yang bertempat disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, Rabu (13/11). Kegiatan ini dibuka oleh Plh Kepala Dinas PKP Provinsi Kalsel, Imam Subarkah.

Dalam sambutannya Imam menyampaikan, tahun 2025 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menganggarkan kegiatan pengembangan kawasan padi seluas kurang lebih 7.850 Ha, kawasan kedelai seluas 10 Ha, dan kawasan kacang tanah seluas 500 Ha, yang memerlukan kebutuhan benih yang sekitar kurang lebih 200 Ton benih bersertifikat bermutu.
“Tahun 2025, UPT Balai Benih TPH mengalokasikan perbanyakkan benih padi seluas 20 Ha, kedelai seluas 8 Ha dan kacang tanah seluas 10 Ha,” ungkap Imam.
Ia pun melanjutkan, peningkatan produktivitas, kualitas, dan produksi petani tanaman pangan diawali dengan Penggunaan Benih Bersertifikat. Dalam pemanfaatannya, benih tersebut harus terjamin mutunya, baik genetik, fisik, maupun fisiologis, tepat waktu dan lokasi, serta varietas yang digunakan sesuai dengan lapangan. Oleh karena itu ketersediaan benih varietas unggul bersertifikat perlu diupayakan agar dapat memenuhi kebutuhan di lapangan dan mudah diakses petani.
“Salah satu institusi yang bertanggungjawab di dalam penyediaan benih bermutu bersertifikat di Kalimantan Selatan adalah UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura yang dibentuk sejak Tahun 2002 berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 20 Tahun 2001 tanggal 8 Nopember 2001,” tutup Imam.

Sementara itu, Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Selatan, Sigid Sarsanto, menyampaikan bahwa melalui Rakoor ini ppula, diharapkan dapat bertukar informasi dan sharing tentang inovasi/ terobosan teknologi, dalam pengelolaan perbenihan tanaman pangan, sehingga dapat merumuskan sistem pengelolaan perbenihan yang efektif dan efisien, memenuhi prinsip 6 tepat, yaitu tepat varietas, mutu, jumlah, waktu, harga, dan lokasi, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas tanaman pangan untuk mencapai Kemandirian pangan nasional.
“rakoor ini dalam rangka untuk menyamakan persepsi diantara UPT – UPT Dinas PKP Kalsel, dalam hal memperbanyak benih,” ungkap Sigid.
Ia menambahkan, UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, memberikan kontribusi kebutuhan benih dari program Dinas PKP Provinsi Kalsel, sehingga dalam hal ini pihaknya selalu menyediakan benih sumber yang akan diproduksi kembali untuk disebarkan kepada para petani.
“Kita menyediakan benih sumber dalam rangka kebutuhan ketersediaan benih – benih,” tutup Sigid. (MRF/RDM/RH)
