Tingkatkan Ekonomi Pembudidaya Ikan Air Payau, Ini Inovasi Balai PBAPL
Kepala Balai PBAPL Kalsel (kanan) saat menyerahkan benih Kakap Putih kepada pembudidaya
KOTABARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui UPTD Balai Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL), berupaya mensejahterakan perekonomian pembudidaya ikan air payau di Kotabaru melalui inovasi “Program Pendampingan Teknis Budidaya”.
Sedikitnya ada 1000 benih ikan jenis Kakap Putih yang dibagikan kepada pembudidaya di Desa Gosong Panjang, Kotabaru. Dipilihnya ikan jenis tersebut, menurut Kepala Balai PBAPL Kalsel, Akhmad Baihaki, karena pemeliharaannya yang cukup sederhana serta memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Selain itu, Baihaki mengungkapkan, selain menggunakan pelet, pangan ikan tersebut juga cukup melalui ikan-ikan kecil (runcah) hasil tangkapan nelayan yang tidak memiliki nilai ekonomis dari hasil bagan ataupun petarik/lampara udang.
“Masa panen biasanya membutuhkan waktu dari 5 hingga 7 bulan. Terbilang cepat untuk perputaran keuangan pembudidaya,” jelas Baihaki, Selasa (17/9).

Baihaki menuturkan, saat ini terdata ada sebanyak 20 pembudidaya ikan air payau di wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu yang sudah membeli benih dan melakukan pemesanan untuk budidaya di tambak.
Seluruhnya ditargetkan bisa membudidayakan ikan Kakap Putih, sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk turut serta menjadi pembudidaya ikan air payau.
Saat ini Baihaki mengaku, masih melakukan produksi demi menjamin ketersediaan bibit untuk pembudidaya, sembari melakukan pendampingan intensif hingga 45 hari kedepan.
“Kalau sudah berhasil kita jadikan sebagai contoh untuk pembudidaya lain, karena memang ikan ini sangat bernilai ekonomi tinggi dan bisa menjadi alternatif komoditas ikan yang mereka biasa pelihara seperti udang dan Bandeng,” ungkapnya.(SYA/RDM/APR)
