Festival Sepakbola U40 Piala Paman Birin Digelar di HSS

BANJARMASIN – Festival Sepakbola Usia 40 Piala Paman Birin resmi digelar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kadispora Kalsel Hermansyah melalui Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi Masyarakat Tradisional dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid menjelaskan, Festival Sepakbola Piala Paman Birin U 40 digelar sejak 13 sampai 18 Juli 2024, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi Masyarakat Tradisional Dispora Kalsel Rijal Hamid

“Untuk Festival Sepakbola U40 sudah dibuka,” ungkap Rijal.

Tim yang ikut serta dalam festival merupakan tim undangan dari panitia pelaksana. Peserta yang ikut sebanyak 16 tim yang ambil bagian pada turnamen tersebut.

“Sebenarnya yang berminat untuk pertandingan cukup banyak, namun panitia melakukan pembatasan peserta,” ujarnya.

Peserta yang ikut bertanding, hanya yang mendapatkan undangan dari panitia saja.

“Diharapkan, festival ini menjadi wadah silaturahmi para pemain sepakbola senior di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Para pemain sepakbola U40 ini siap bersaing untuk memperebutkan total hadiah sebesar 50 juta.

Dalam kesempatan tersebut, Rijal juga mengatakan, jika Dispora Kalsel Lakukan Pembinaan Atlet Sepakbola Usia Dini.

“Pada pembinaan atlet atlet usia dini untuk cabang olahraga sepakbola, Dispora Kalsel akan bekerjasama dengan Dispora Kabupaten Kota untuk pembinaan melalui sekolah sekolah sepakbola di didaerah masing masing,” tuturnya.

Dengan kerjasama tersebut, maka peningkatan atlet sepakbola usia dini semakin meningkat lagi kedepannya.

“Diharapkan dengan peningkatan kualitas pemain sepakbola usia dini, maka Provinsi Kalimantan Selatan akan menghasilkan pemain sepakbola yang dapat membanggakan kedepannya,” ucap Rijal. (SRI/RDM/RH)

PPLIPI Kalsel Gelar Sosialisasi Tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Kepada Siswa SMP

BANJAR – Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar sosialisasi tentang penyalahgunaan narkoba kepada siswa SMP.

Foto bersama siswa SMP Negeri 3 Martapura, DPW PPLIPI Kalsel serta DPC PPLIPI Kabupaten Banjar

Sosialisasi dengan tema Narkoba Merusak Masa Depan itu, digelar di SMP Negeri 3 Martapura, Selasa (16/7), dan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalsel.

Puluhan siswa yang mengikuti sosialisasi tersebut nampak antusias. Nyatanya tidak sedikit siswa yang menanyakan seputar jenis dan dampak narkoba.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayati, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap generasi muda khususnya pelajar, terutama dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan luar sekolah.

Ketua DPW PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayati (tengah), didampingi pengurus DPW PPLIPI Kalsel dan DPC PPLIPI Kabupaten Banjar, saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Karena para pelajar ini merupakan aset bangsa, makanya kami tidak ingin mereka terjerumus narkoba. Salah satunya melalui peningkatan pengetahuan tentang narkoba,” katanya.

Selain bahaya penyalahgunaan narkoba, Nawang menyebut pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terkait perundungan (bullying) di sekolah.

“Sosialisasi ini merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati pada 23 Juli nanti,” ungkapnya.

Menariknya, sosialisasi yang akan digelar di MTs Muhammadiyah Martapura, pada Rabu (17/7). Kegiatannya juga akan dirangkai dengan edukasi tentang cara merawat kulit wajah di usia dini.

“Ini wujud perhatian kami PPLIPI Kalsel dan DPC PPLIPI Kabupaten Banjar, terhadap tumbuh kembang fisik maupun mental anak,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Minta Waspada Peredaran Buah Kecubung

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, terkait peredaran buah kecubung di kota ini.

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Mathari, baru-baru tadi mengatakan, sejak pekan lalu kasus buah kecubung menjadi viral, yakni bagi yang mengkonsumsi akan mengalami mabuk, berhalusinasi, keracunan bahkan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum. Ia meminta, para orangtua harus waspada, terutama bagi memiliki anak-anak masih berusia remaja.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Mathari, saat memberikan komentarnya

“Orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku anak sehari-hari,” pintanya

Disampaikan Mathari, peran lingkungan sekitar untuk mengantisipasi sejak dini, sangat penting, yakni memperhatian pada objek anak-anak remaja yang berkumpul, guna mencegah keterlibatan peredaran ataupun penyalahgunaan buah kecubung. Mengingat, kalau menjadi korban buah kecubung, akan memerlukan waktu dalam penyembuhan mentalnya.

“Kami prihatin dengan kasus ini dan berharap cepat tertangani,” jelasnya

Lebih lanjut Mathari menambahkan, pihak Kepolisian dapat terus gencar membasmi peredarannya, tidak hanya narkoba saja. Karena, efek dari buah kecubung akan merusak masa depan generasi muda, terutama dari segi kesehatan.

“Masyarakat harus mengetahui bahayanya, yaitu tidak hanya narkotika tetapi psikotropika,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Salurkan 9 Ribu Lebih Paket Sembako PKH

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah membagikan sebanyak 9.888 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Ribuan paket sembako yang diangkut sejumlah pick up ini dilepas langsung oleh Paman Birin dan Acil Odah di halaman gedung Mahligai Pancasila, Senin (15/7).

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor didampingi Ketua TP PKK, Raudatul Jannah melepas rombongan penyaluran bantuan sembako PKH

Paman Birin menyampaikan pembagian sembako yang merupakan Program Keluarga Harapan (PKH) ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang kurang mampu,” katanya.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah bersama penerima PKH

Program ini tidak hanya memberikan bantuan secara finansial, lanjut Paman Birin, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup melalui akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial lainnya.

“Pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan program ini. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, para pendamping sosial, hingga masyarakat yang telah aktif berpartisipasi,” ucapnya.

Paman Birin berharap dengan adanya bantuan ini, keluarga penerima manfaat dapat semakin berdaya dan mandiri. Ia juga mengajak seluruh penerima bantuan untuk memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, demi kesejahteraan keluarga dan masa depan anak-anak generasi penerus bangsa.

Salah seorang warga penerima bantuan, Wardah dari Kertak Baru Ilir menyampaikan rasa gembira dan terima kasihnya atas bantuan yang diterima.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memenuhi keperluan sehari-hari,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Plt Kepala Dinas Sosial Kalsel, Muhammadun dan sejumlah pejabat SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Latsarmil Komcad Gelombang Pertama Tahun 2024 Resmi Digelar

BANJARBARU – Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Pertahanan Negara gelombang pertama Tahun 2024, resmi digelar.

Penyematan tanda keikutsertaan Komcad oleh Pangdam VI/Mulawarman (kiri) kepada salah seorang peserta

Upacara pembukaan dipimpin Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen Tri Budi Utomo, di Lapangan Kejujuran Rindam VI/Mulawarman, Banjarbaru, Senin (15/7) pagi.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen Tri Budi Utomo memimpin upacara pembukaan Latsarmil Komcad TA 2024

Dalam amanat tertulisnya, Menteri Pertahanan Republik Indonesia – Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya kepada peserta yang berhasil lolos untuk mengikuti pelatihan kemiliteran ini.

Pelatihan yang diikuti oleh masyarakat umum ini menurutnya penting untuk semakin memperkuat perhatanan militer nasional, terutama bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen Tri Budi Utomo, menjelaskan Komcad merupakan program bersifat sukarela atau tidak wajib, yang diamanatkan oleh UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Peserta yang berhasil lolos seleksi pendaftaran akan mengikuti pendidikan dasar militer selama kurang lebih 2 bulan.

“Antusias masyarakat sangat tinggi, dari 500 kuota yang disediakan, jumlah pendaftar yang masuk mencapai 750 orang, bahkan untuk gelombang kedua nanti sudah ada 450 nama yang terdaftar,” katanya.

Guna memastikan Komcad tetap memiliki sifat dasar kemiliteran, Mayjen Tri Budi Utomo menyebut, setiap tahunnya akan ada pelatihan rutin bagi lulusan selama kurang lebih 12 hari.

Ia menuntut peserta Komcad mampu memiliki integritas dalam melaksanakan setiap tugas agar bisa diterima oleh masyarakat.

“Paling penting juga dia harus siap dimobilisasi untuk melaksanakan tugas yang nantinya akan diminta negara dalam suatu kegiatan atau tugas negara,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Festival Sepakbola Piala Paman Birin

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, Festival Sepakbola Usia 14 (U 14) Piala Paman Birin Tahun 2024, di Lapangan Sepakbola Sanggar Kelompok Belajar (SKB) Mulawarman, di Kota Banjarmasin, Senin (15/7). Acara dibuka Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Digelarnya kegiatan ini dalam rangka mendukung peningkatan olahraga sepakbola pelajar di Banua,” ungkap Gubernur, kepada sejumlah wartawan.

Diharapkan, pada Kejuaraan ini melahirkan atlet atlet usia dini yang kedepannya dapat membanggakan Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain itu, Paman Birin (sapaan gubernur) juga berharap Festival Sepakbola U 14 ini, bisa menjadi ajang pencarian bibit unggul, untuk atlet sepakbola di Banua.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya mengharapkan kegiatan festival usia muda , terus dilaksanakan,” ujarnya.

Sehingga dengan adanya turnamen ini, menurutnya untuk mengevaluasi latihan latihan para atlet muda ini, di tempat latihan mereka masing masing.

“Kami berharap, dengan begitu akan menghasilkan bibit unggul untuk atlet sepakbola di masa depan,” ucap Gubernur.

Sementara itu, Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto didampingi Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid mengatakan, kegiatan ini sudah dilaksanakan untuk yang ke 10 kalinya.

Tahun ini diikuti peserta sebanyak 24 Tim dari perwakilan 13 Kabupaten dan Kota di Banua.

Dengan total hadiah yang disediakan oleh panitia sebesar Rp50 juta. (SRI/RDM/RH)

Lewat Kegiatan Mahasiswa, Pelindo Salurkan Program PELITA di Kalsel

BANJARMASIN – Pelindo Lingkungan Tanpa Anak Stunting (PELITA), gandeng Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin salurkan bantuan sebesar 87 juta rupiah untuk penanganan program stunting di Kelurahan Telaga Biru dan Pelambuan.

Acara yang digelar pada Senin (15/7) ini, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah, Kepala BKKBN kota Banjarmasin, Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, dan Junior Manager Umum Humas PT Pelindo (Persero) Sub Regional Kalimantan melalui Junior Manager Umum Humas Suprayogi Sumarkan.

“Besar harapannya, penyaluran bantuan ini dapat menjadi percepatan penurunan angka stunting di kota Banjarmasin,” tutur Suprayogi.

Suprayogi mengatakan, penurunan angka stunting hingga 14 persen tahun ini, masih menjadi tugas besar bagi pemerintah kota Banjarmasin. Oleh karena itu, pemerintah mengajak stakeholders, SKPD, BUMN serta Forkopimda dalam percepatan penurunan angka stunting ini.

“Mari bersama berkolaborasi serta ambil tindakan dalam menurunkan angka stunting ini, saya berharap kegiatan akademisi bersama BUMN ini bisa mengentaskan permasalahan stunting khususnya di wilayah Kalsel,” ujar Kepala BKKBN kota Banjarmasin.

Acara ini diisi dengan pemberian materi secara langsung terkait intervensi stunting Kalsel oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selata, Raudatul Jannah. Materi yang disampaikan dalam 2 sesi ini, memberikan pengetahuan penting dalam menindaklanjuti percepatan penurunan stunting. (PELINDO-RIW/RDM/RH)

SJI 2024 di Kalsel, Didik Wartawan Banua Yang Berintegritas

BANJARMASIN – Setelah sekian tahun tak menggelar, bahkan mungkin 10 tahun lebih. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Kembali melaksanakan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) untuk angkatan IV di Kalimantan Selatan. Program Pendidikan dan Pelatihan bagi wartawan Banua ini berlangsung di salah satu hotel di Banjarmasin, 10 – 13 Juli 2024.

Sejak awal kegiatan, Kepala SJI Kalsel Toto Fachrudin menyampaikan, sekolah ini merupakan ajang penggodokan para wartawan Kalsel untuk bisa menjadi pioner di kemudian hari.

Benar saja, sejak hari pertama peserta yang jumlahnya mencapai 30 orang tersebut, dijajali pengetahuan yang luar biasa.

Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan dan jurnalistik. Dilanjutan Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Agus Sudibyo, yang membawakan materi soal Jurnalisme dan Pemanfaatan AI. Tidak ketinggalan, pemaparan dari Direktur Sekolah Jurnalisme Indonesia, Ahmed Kurnia, tentang teknik wawancara.

Berlanjut dihari kedua, wartawan senior, Aqua Dwipayana, banyak memberikan motivasi dan nasihat kepada para siswa. Ia bahkan memberikan apresiasi kepada peserta berupa buku. Dan luar biasanya lagi, Motivator ini berjanji memberikan tiket gratis pulang pergi Banjarmasin – Yogyakarta kepada peserta terbaik satu pada SJI Kalsel kali ini.

Tidak hanya sampai disitu, Kepala SJI Kalsel, Toto Fachrudin juga tak ingin kehilangan kesempatan menjajalkan ilmunya kepada peserta Pendidikan ini. Toto ingin, lulusan SJI, benar-benar menjadi wartawan yang sesungguhnya. bukan wartawan notulen.

Tidak kalah menariknya lagi, pada hari yang sama Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, M. Nasir juga membagikan ilmunya, tentang bagaimana cara berpikir yang kritis dan kreatif bagi para wartawan.

Di hari selanjutnya, ada Dhana Kencana dari IDN Times, Arbain Rambey sebagai fotografer senior, Adek Media Roza dari Direktur Eksekutif Katadata, dan Merdi Sofansyah, bergiliran memberikan materi. Semuanya materi yang diberikan tak ada yang dilewatkan para peserta.

Hingga pada akhirnya, di hari keempat. Peserta diuji untuk mempresentasikan tugas akhirnya berupa tulisan yang mereka kerjakan selama pembelajaran berlangsung, dihadapan sejumlah penguji yang berkompeten, baik dari PWI Pusat maupun daerah.

Ya, selama empat hari itu, peserta memang benar-benar diperhatikan oleh para tim penilai secara ketat.

Kepala SJI Kalsel, Toto Fachrudin dalam laporannya di acara penutupan SJI, Sabtu (13/7) malam menyampaikan, penilaian benar-benar ketat sesuai standar SJI.

“Penilaian meliputi banyak aspek. Attitude, kedisiplinan, keaktifan, kapasitas kompetensi dan pemahaman. Serta tugas akhir berupa karya tulis dan presentasi. Yang kesemuanya itu, tentu saja mengacu pada empat pilar; berintegritas, berwawasan kebangsaan,berikir kritis dan multitasking,” ujar Toto.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie mengaku bangga, dalam SJI kali ini menemukan para wartawan terbaik sesuai apa yang menjadi tujuan.

“Dari SJI ini kita mencari kader-kader wartawan cerdas dan berintegritas untuk meneruskan perjuangan pada organisasi kewartawanan di Banua. kita berencana membuat program Sekolah Bergerak. Peserta SJI inilah nanti yang akan kita libatkan,” kata Helmie.

Pada moment yang sama, sebelum menutup SJI Angkatan IV Kalsel, Ketua PWI Pusat Hendry Ch Bangun memastikan, gelaran pendidikan SJI ini akan dilaksanakan lagi tahun mendatang di Kalsel.

“Saya berjanji, tahun depan, Kalsel akan tetap menjadi tuan rumah SJI;” tutupnya.

Untuk diketahui, lima peserta peraih nilai tertinggi pada SJI Kalsel kali ini didapatkan oleh; Rini Dwi Masmuda dari LPPL Abdi Persada sebagai yang pertama, dengan nilai 95, Puja Mandela dari interaksi.co diposisi kedua dengan nilai 90. Di posisi ketiga ada Muhammad Syahbani dari bakabar.com dengan nilai 85, posisi ke empat ada Risma dari Mata Banua dengan nilai 75 dan Devi Farah Diba dari Kalimantan Post dengan nilai 70. (RDM/RH)

Paman Birin dan Acil Odah Dicoklit Petugas Pantarlih, Ajak Masyarakat Berikan Data untuk Kesuksesan Pilkada

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, didampingi istri, Raudatul Jannah atau Acil Odah, menerima petugas Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Martapura Timur (Martim) Kabupaten Banjar, Minggu (14/7) di rumah dinasnya di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Kedatangan petugas untuk keperluan pemutakhiran data pemilih pada pilkada 2024. Para pantarlih ini melakukan coklit mulai 24 Juni 24 Juli 2024.
Selain kedua petugas atas nama Ahmad Hifni dan Nazela itu, turut mendampingi, anggota KPU Provinsi Kalsel, KPU dan Bawaslu Kabupaten Banjar, dan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dan PPK Martapura Timur.

Paman Birin pun mengimbau masyarakat agar memberikan data-data yang diperlukan Pantarlih atau petugas coklit untuk keperluan pilkada tanggal 27 November 2024 nanti.

“Pantarlih kalau datang segera dibantu memberikan data yang diperlukan untuk membantu kesuksesan pilkada dan jangan lupa datang ke TPS pada saatnya,” ajak Paman Birin.

Paman Birin dan Acil Odah pun menyampaikan terima kasih kepada petugas yang telah melakukan pemutakhiran data di tempatnya dan mendoakan mereka dapat melaksanan tugas dengan baik dan lancar sesuai jadwal.

Sementara itu, anggota KPU Kalsel, Arif Muhyar mengatakan, kegiatan coklit ini untuk memastikan masyarakat yang memiliki hak pilih tercatat untuk pilkada nantinya.

“Kita ingin memastikan semua yang punya hak pilih dapat terdaftar sebagai pemilih, masyarakat umum maupun pejabat publik,” ujarnya.

Untuk keperluan pendataan ini, Paman Birin dan Acil Odah pun memberikan data-data yang ditanyakan petugas coklit disertai dokumen berupa KTP dan Kartu Keluarga sesuai domisili yakni Jalan Kertak Baru, Kampung Keramat RT 1 Teluk Selong, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Paman Birin, Acil Odah dan puterinya atas nama Noor Azizah Zaimah, masuk dalam daftar pemilih di TPS 1 kampung Keramat Martapura Timur Kabupaten Banjar. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pansus IV DPRD Kalsel Selaraskan Raperda ke Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri

JAKARTA – Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Kalimantan Selatan melaksanakan konsultasi ke Direktorat Jendral Bina Keuangan Daerah Kementrian Dalam Negeri, pada Jumat (11/7).

Rombongan Pansus IV DPRD Kalsel yang dipimpin Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Nor Fajeri disambut langsung perwakilan Kemendagri yaitu Analis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Basuki Rahmat dan Analis Keuangan Pusat Daerah, Direktorat Perencanaan Anggaran Daerah, Shalia A. Joya.

Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Nor Fajeri mengaku mendapatkan masukan yang positif dari kegiatan konsultasi tersebut dalam rangka menyelaraskan Raperda yang sedang dibahas.

“Sangat banyak hal positif untuk penyempurnaan dan perbaikan Raperda ini. Setelah ini kami akan mengadakan rapat lagi dengan anggota Pansus dan OPD pengguna untuk lebih memanfaatkan lagi. Memang ada beberapa hal yang perlu perbaikan dan penyempurnaan isi-isi pasal tentang Reparda Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Dan Lain-lain,”ucapnya.

Sementara itu, Analis Keuangan Pusat Daerah, Direktorat Perencanaan Anggaran Daerah, Shalia A. Joya menyarankan Pansus perlu membahas lebih lanjut dan satu persatu untuk melaraskan Raperda dari pasal demi pasal dan dilanjutkan ayat demi ayat.

“Kami menegaskan karena ada regulasi baru, ini buat bagaimana kira-kira nomorklatur , modifikasi, ketentuan, mekanisme, tata kelola sampai dengan tata cara, penganggaran sampai dengan penatausahaan pertanggujawaban. Bagaimana bisa selaras dan bersinergi dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang telah update,” jelasnya.

Shalia memberikan apresiasi kepada Pansus IV DPRD Kalsel dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang berhadir pada kegiatan konsultasi ini. Ia berharap Raperda ini dapat segera rampung dan ditetapkan menjadi Perda.

“Diharapkan segera selesai mengisi dari draf-draf rancangan Raperda dan subtansinya agar dapat diselaraskan dan dapat dituangkan serta segera ditetapkan dan segera dilaksanakan dalam APBD selajutnya, sehingga dapat dirasakan masyarakat Kalsel,” terangnya. (ADV-NRH/RH)

Exit mobile version