BANJARBARU – Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Banua Kalimantan Selatan, berbagai varian beras didatangkan ke Banua ini, seperti padi lokal ( beras unus, mayang, pandak) terus dikembangkan di banua ini. Selain itu, padi jenis unggul (beras jawa) juga turut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Saptono menyampaikan, meskipun berbagai macam padi jenis unggul telah pihaknya kembangkan di banua ini, namun masyarakat di Banua ini yang mayoritasnya adalah masyarakat Banjar, lebih dominan mengkonsumsi beras jenis lokal dibandingkan beras jenis unggul.
Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Saptono
Hal ini dikarenakan, selain dominan masyarakat banjar, beras jenis lokal memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“Konsumsi beras masyarakat Kalsel masih didominasi oleh padi jenis lokal. Namun, dari sisi penjualan, terpantau padi jenis unggul juga mendominasi penjualan beras di pasaran,” ungkap Saptono, yang juga menjabat sebagai Kabid Ketahanan Pangan ini.
Ia menambahkan, mayoritas pedagang nasi yang didominasi masyarakat banjar di banua, juga sangat banyak memakai bahan nasi dari beras jenis lokal.
“Ini juga yang membuat beras jenis lokal digandrungi masyarakat Banjar,” tutup Saptono.
Seperti diketahui, beras jenis lokal hanya dapat dipanen sekali dalam 1 tahun, berbading dengan padi jenis unggul yang dapat dipanen 2 kali dalam setahun. Meskipun dengan berbagai keunggulan yang dimiliki beras jenis unggul, dengan mayoritas masyarakat banjar yang ada di Kalimantan Selatan, membuat para petani masih mempertahankan membudidayakan padi (beras) jenis lokal. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Guna meningkatkan pelayanan, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan tahun 2024 ini memiliki berbagai Inovasi.
Kepada wartawan, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto, ditemui di ruang kerjanya baru-baru tadi mengatakan, hingga saat ini ada sebanyak 10 inovasi yang sudah dimiliki rumah sakit dalam melayani pasien, terutama memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, dengan menggunaan teknologi modern. Beragam aplikasi inovasi yang sudah dijalankan diantaranya “Sikepo” yang berguna untuk mengetahui kepuasan pasien “Rileks” yang berguna untuk pengingat kontrol gigi pasien, dan “M banking pro” yaitu mobil dental keliling penyuluhan kesehatan, serta “Peri Gigi Bunda” dalam bentuk perawatan gigi keliling ibu dan anak guna mencegah stunting sejak dini. Selanjutnya “Si Gulati Cakrani” yaitu skrining gigi mulut serta “Ka Naga” yakni pengendalian plak dengan buah naga.
Mobil Dental RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel
“Kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Banua,” ucapnya
Teguh menjelaskan, di tahun 2024 ini pihaknya mengikuti lomba inovasi daerah ada empat aplikasi inovasi sebagai upaya untuk semakin memajukan pelayanan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalsel, hingga ketingkat Nasional. Ia berharap, masyarakat di seluruh Kabupaten dan Kota akan terus mendapatkan pelayanan lebih maksimal.
“Inovasi yang sudah dinilai yaitu Si Gulati Cakrani, M bangking Pro, dan Ka Naga,” jelasnya
Hal senada juga disampailan, Kabid Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Efrin Riyadi. Menurutnya, dalam rangka memperkenalkan ke masyarakat secara luas, pihaknya setiap kali menggelar Bakti Sosial, dan Kalsel Expo, selalu membawa secara langsung “M banking Pro” yaitu mobil dental keliling penyuluhan kesehatan. Ia berupaya, dapat memberi edukasi tentang pentingnya merawat gigi dan mulut sejak dini, agar tercipta kesehatan hingga dimasa tua nanti.
Kabid Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Efrin Riyadi, saat diwancara awak media
“Alhamdulillah tingkat kunjungan terus bertambah, ini artinya kesadaran warga sudah tinggi,” tutupnya
Untuk diketahui, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, berlokasi di Jalan Simpang Ulin Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Seiring perjalanan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Fasilitasi Penguatan Pendidikan Karakter yang sedang dalam proses penyempurnaan, Komisi IV DPRD Provinsi Kaimantan Selatan menerima audiensi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Provinsi Kalsel beserta Pengurus Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Kota Banjarmasin, diruang Rapat Komisi IV Gedung DPRD Kalsel, Rabu (19/6).
Selain menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kedatangan para mahasiswa, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin, juga sekaligus memberikan tanggapan terhadap berbagai usulan dan masukan yang disampaikan, baik lisan maupun tertulis terkait raperda tentang pendidikan tersebut.
“Alhamdulillah banyak sekali masukan yang disampaikan dari BPL HMI cabang Kota Banjarmasin. Ini untuk menambah, memperkaya Perda agar betul-betul bisa sesuai dengan kebutuhan di Kalsel,” terangnya.
Lutfi berharap, usulan tertulis yang disampaikan nantinya bisa terakomodir dan masuk ke dalam raperda sehingga bisa memberi manfaat bagi mahasiswa Kalsel.
Sementara itu, Ketua BPL HMI Kota Banjarmasin, Rizki Khoiru Rizal mengatakan, ada beberapa poin penting yang menjadi perhatian HMI, seperti bagaimana tata kelola teknis dan mekanisme dalam pembentukan karakter serta bagaimana pengelompokkan beasiswa-beasiswa yang diadakan oleh Provinsi Kalsel. Ia menilai, bahwa perda ini belum menyentuh bagian-bagian yang diperlukan mahasiswa.
“Ada beberpapa poin terkhusus, seperti mahasiswa difabel, mahasiswa aktivis dan mahasiswa yang bergerak dibidang sosial. Karena itu yang kita lihat kurang diperhatikan di bagian perdanya,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Badan Koordinasi (Badko) HMI Kalsel, Abdi Aswadi mengharapkan kehadiran HMI Kalsel bisa mendukung penambahan usulan poin-poin penting dalam raperda seperti beasiswa untuk para mahasiswa difabel, beasiswa untuk para aktivis dan lain-lain.
“Mudah-mudahan hal itu bisa dimasukan ke dalam perda dan diterima dengan baik serta terwujud dapat meningkatkan kualitas pemuda dan pendidikan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin memberikan penjelasan mengenai empat usulan rancangan peraturan daerah (Raperda) yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel, Rabu (19/6).
Pada Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian tersebut, diterangkan sejumlah alasan ataupun tujuan yang mendasari diusulkannya empat Raperda yang diajukan oleh pihak eksekutif tersebut.
Paman Birin menjelaskan empat Raperda usulan Pemprov tersebut yaitu Raperda tentang Perubahan Bentuk Hukum Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Menjadi Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Perseroda, Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Kalsel Kepada Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Perseroda.
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor Menyampaikan 4 Raperda Usulan Pemprov
“Kemudian, Raperda tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, dan Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalsel Tahun 2025-2045. Adapun naskahnya telah kami sampaikan kepada DPRD Provinsi Kalsel melalui surat nomor 100.3.2/586.1/kum/2024 tanggal 16 Mei 2024,” jelasnya.
Untuk Raperda Perubahan Bentuk Hukum Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel menjadi Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Perseroda adalah untuk memenuhi amanat ketentuan pasal 402 ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mewajibkan Badan Usaha Milik Daerah yang telah ada untuk menyesuaikan bentuk hukumnya paling lama 3 (tiga) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan.
“Selain itu, Raperda ini diharapkan menjadi landasan hukum dalam mendorong optimalisasi pengelolaan dan peningkatan kapasitas badan usaha milik daerah dalam menjalankan misi badan usaha milik daerah. Salah satunya, sebagai agent of development melalui kegiatan pemberian jaminan kredit kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, serta meningkatkan pendapatan asli daerah, pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja,” jelas Gubernur Kalsel.
Kemudian, mengenai Raperda kedua, yakni tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Kalsel Kepada Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Perseroda, diharapkan Raperda ini dapat mengoptimalisasi pendapatan daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan pembangunan daerah disegala bidang.
Lebih lanjut, berkenaan dengan Raperda yang ketiga, yaitu tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Paman Birin membeberkan empat tujuan utama dari pengusulan Raperda tersebut.
“Pertama, memberikan landasan hukum yang jelas dan terinci mengenai pengelolaan pendapatan daerah yang berasal dari sumber-sumber di luar pajak dan retribusi; kedua, mendorong optimalisasi pengelolaan aset dan potensi ekonomi daerah guna meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan; ketiga, memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan pendapatan daerah untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat; dan yang keempat ialah menjamin keberlanjutan pendapatan daerah dalam jangka panjang melalui diversifikasi sumber pendapatan dan pengelolaan yang efisien,” papar Paman Birin.
Terakhir, Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalsel Tahun 2025-2045, Paman Birin berharap ini akan menjadi pedoman bagi pembangunan Kalsel selama 20 tahun ke depan, yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah bersama dengan unsur non pemerintah daerah lainnya.
“Raperda ini diharapkan dapat menjadi pedoman seluruh pihak terkait, untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi yang berkelanjutan untuk mewujudkan visi rencana pembangunan jangka panjang daerah Provinsi Kalsel 2025-2045, yakni Kalsel Sebagai Gerbang logistik Kalimantan yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan Menuju Babussalam,” ucap Paman Birin.
Menindaklanjuti pokok-pokok penjelasan Gubernur Kalsel tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK mengatakan pihaknya akan memproses sesuai dengan prosedur yang berlaku yaitu pandangan fraksi-fraksi pada Rapat Paripurna selanjutnya.
“Kami menyambut baik sejumlah penjelasan dan tujuan dari diusulkannya empat Raperda tersebut. Segala bentuk kebijakan yang berorientasi pada kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, harus didukung melalui kolaborasi semua pihak,” tegasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)
ARAB SAUDI – Hingga Rabu (19/6) atau 13 Zulhijah 1445 Hijriah, jemaah haji Indonesia sudah mengambil Nafar Tsani, melakukan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Sesuai jadwal lontar jumrah yang telah ditetapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), jemaah melakukan lontar jumrah pada pukul 05.00 – 17.00 WAS.
Jemaah haji Indonesia usai menyelesaikan wukuf Arafah
Sebelumnya, pada 12 Dzulhijjah, jemaah yang mengambil pilihan Nafar Awal telah meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam dan kembali ke hotel masing-masing di Mekah.
Suasana di Masjidil Haram
Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda, dalam siaran persnya Rabu (19/6) mengatakan, setelah menyelesaikan fase mabit di Mina dan melontar jumrah, jemaah akan melakukan tawaf Ifadhah dan Sa’i sebagai rangkaian rukun haji.
“PPIH mengimbau agar jemaah dapat memulihkan kondisi dan stamina fisik terlebih dahulu sebelum pelaksanaan tawaf Ifadhah dan ibadah lainnya,” kata Widi.
Disampaikan Widi, Masjidil Haram saat ini juga kondisinya padat jemaah dari berbagai belahan dunia yang akan tawaf Ifadhah. Karenanya, kata dia, jemaah harus mempertimbangkan kondisi kepadatan Masjidil Haram saat akan tawaf Ifadhah.
“Tidak perlu tergesa-gesa untuk langsung tawaf Ifadhah setelah dari Mina, dengan stamina prima fisik setelah istirahat, jemaah dapat menjalankan tawaf dan ibadah lainnya dengan aman dan lancar,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, tawaf Ifadhah dilaksanakan setelah bus shalawat yang akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya kembali beroperasi. Bus Shawalat kembali beroperasi pada 14 Dzulhijjah, atau Kamis (20/6) mulai pukul 00.30 Waktu Arab Saudi.
“Selama tidak ada layanan bus shawalat, jemaah dapat menjalankan salat 5 waktu di masjid sekitar hotel sembari mempersiapkan diri untuk tawaf Ifadhah dan tawaf Wada,” ucapnya.
Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 13.17 WIB, jemaah haji Indonesia yang wafat berjumlah 165 orang. Sedangkan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin yang meninggal dunia, terdata 4 orang. Yakni:
Sirun Mucheri Sarkawi (79 thn) Kloter 7 Barito Selatan – Kalteng, Wafat pada Sabtu 8 Juni 2024 di RS Mekah, Pukul 13:14 WAS, Penyebab, (Infeksi Paru dan Gangguan Jantung).
Hidayatussibyan (50 thn) Kloter 18 Tabalong – Kalsel, Wafat Pada Jumat 14 Juni 2024, di RS Arafah, Pukul 18:15 WAS, Penyebab (Syok Kardiogenic, Heart Failure, Hipertensi, DM Non Insuli)
H. Supian Suri Syarkawi (57 thn) Kloter 14 Hulu Sungai Selatan – Kalsel, Wafat Pada Minggu 16 Juni 2024 di Mina, Pukul 06.00 WAS, Penyebab (Cardiac Arrest).
Ristina Ahmadsyah Aun (57th) kloter 15 Kabupaten Tapin – Kalsel. Wafat pada Senin,17 Juni 2024 di Mina, pukul 11.30 WAS, Penyebab shock cardiogenic. (KemenagRI-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi bersama saudaranya yang juga Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan istri, Raudatul Jannah yang akrab disapa Acil Odah menjalankan tradisi keluarga besar dengan menyelenggarakan ibadah kurban di kediaman mereka di kawasan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, pada Selasa (18/6) pagi.
Prosesi Akad dan Serah Terima Parang dari yang berkurban kepada penyembelih
Wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini mengungkapkan ada empat ekor sapi dikurbankan di tahun ini dan dibagikan kepada lebih dari 500 masyarakat yang membutuhkan.
Pembagian daging kurban oleh Anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi kepada masyarakat setempat
“Alhamdulillah di hari kedua Idul Adha ini, kami kembali dapat melaksanakan ibadah kurban. Jumlahnya ada empat ekor, yaitu satu ekor dari Pak Gubernur Paman Birin, dua ekor dari istri beliau Acil Odah, dan satu ekor lagi dari kami dan keluarga,” katanya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, lanjut Paman Yani, tradisi yang tidak pernah ditinggalkan oleh keluarga ini adalah melempar pinduduk berisi beras, gula merah dan kelapa, dan menyiram air kembang kepada hewan sebelum disembelih.
“Harapannya agar hewan yang dikurbankan dalam keadaan tenang saat dieksekusi,” jelasnya.
Sebelum penyembelihan, juga dilakukan akad yang diwakili Paman Yani, serta serah terima parang dari yang berkurban kepada penyembelih.
Tahun ini, jumlah paket daging kurban yang dibagikan kepada warga kawasan Sungai lebih banyak. Menyusul sapi yang dikurbankan, jumlahnya lebih banyak dari tahun sebelumnya. Satu warga mendapatkan jatah setengah kilogram daging sapi.
Selain di Banjarmasin, Paman Yani yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tanah Bumbu ini juga berkurban dua ekor sapi di Kabupaten Tanah Bumbu yang penyembelihan dilaksanakan di hari yang sama.
“Itu juga diserahkan kepada masyarakat sekitar,” ucapnya.
Paman Yani berharap semangat berkurban di Hari Raya Idul Adha ini membawa kebahagiaan dan kebaikan bagi masyarakat Kalsel. (NRH/RDM/RH)