Reses ke Tanbu, Paman Yani Siap Perjuangkan Aspirasi Warga di Rumah Banjar

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, memulai kegiatan reses atau menjaring aspirasi masyarakat di daerah konstituennya, untuk kali kedua di tahun ini.

Hari pertama reses, wakil rakyat akrab disapa Paman Yani itu menyambangi warga di RT. 014 Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (12/5).

Kedatangan Paman Yani di titik pertama tersebut langsung mendapat antusias hangat dari warga setempat. Pasalnya, legislator bidang Ekonomi dan Keuangan di Rumah Banjar (Kantor DPRD Kalsel) itu memang menjadi sosok yang sudah dianggap keluarga oleh masyarakat Tanah Bumbu termasuk Desa Bersujud.

Setelah mendengarkan aspirasi dari warga disana, Paman Yani melanjutkan reses ke titik kedua yakni di RT. 006 Desa Bersujud.

Seperti di titik pertama, Paman Yani kembali mendapat sambutan hangat dari warga. Bahkan, tidak sedikit warga yang mengantri untuk sekedar bersalaman hingga berswafoto bersama Paman Yani.

“Alhamdulillah hari ini kita kembali menyapa masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya ke Desa Bersuju,” kata Paman Yani.

Dalam kesempatan itu, Paman Yani mengaku sudah mengantongi setiap permintaan warga dan siap menyampaikan serta memperjuangkannya di Rumah Banjar.

“Sementara ini aspirasi warga di dua Desa ini masih kita tampung dulu. Nanti akan kita kumpulkan apa saja yang menjadi keinginan warga di desa-desa lain dan pasti akan kita perjuangkan,” pungkas Paman Yani. (SYA/RDM/RH)

Harjad ke-2 Fordayak Tanbu, Paman Yani : Masyarakat Dayak Harus Maju dan Bermartabat

TANAH BUMBU – Ketua Pembina Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Kabupaten Tanah Bumbu, Muhammad Yani Helmi berharap masyarakat adat Dayak menjadi masyarakat maju dan bermartabat. Hal itu disampaikan Yani Helmi saat menghadiri hari jadi ke-2 Fordayak Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (12/5).

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel itu merasa bangga dan berbahagia atas perjalanan Fordayak selama 2 tahun ini.

“Dengan semangat juang dan dedikasi yang tinggi dari para pengurus dan anggota, Fordayak telah berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi pemuda yang peduli dengan kemajuan masyarakat Dayak di Tanah Bumbu dan Kotabaru,” kata Paman Yani (sapaan akrabnya).

Menurut Paman Yani, Fordayak sebagai organisasi kepemudaan Dayak memiliki peran penting dalam membina dan mengembangkan potensi para pemuda Dayak.

“Pemuda merupakan aset bangsa yang sangat berharga. Masa depan bangsa ini berada di tangan para pemuda. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada para pemuda agar mereka dapat berkembang dan berkarya dengan maksimal,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Fordayak merupakan oganisasi yang berpusat di Kalimantan Tengah dan telah berdiri sejak tahun 2018.

Sampai saat ini Fordayak sudah memiliki anggota sebanyak 23.191 orang dan tersebar di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. (SYA/RDM/RH)

Meriah dan Dihadiri Ribuan Warga, Warga Banjar di Jatim Halalbihalal Bersama Paman Birin

JAWA TIMUR – Gubernur Kalsel sekaligus Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar Sa Dunia, Sahbirin Noor atau Paman Birin, menghadiri Halalbihalal 1445 H Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Jawa Timur di Gedung Islamic Center (ISC) Surabaya, Minggu (12/5) pagi.

Diiringi Sinoman Hadrah setibanya di lokasi acara Paman Birin dan rombongan disambut meriah para tamu undangan dan ribuan warga Banjar yang hadir.

Warga Banjar yang hadir dari berbagai pelosok kabupaten/kota se – Jawa Timur. Jumlah warga Banjar yang hadir mencapai lebih dari 2.000 warga.

Kemeriahan pun terlihat dalam gedung sesaat sebelum acara dimulai hingga acara selesai.

Dalam sambutannya Paman Birin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada warga Banjar yang ada di Jawa Timur khususnya yang hadir di acara halalbihalal tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel dan masyarakat Banua, ulun mengucapakan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah,” kata Paman Birin.

Ia menuturkan pertemuan hari ini merupakan kebahagian bagi semua masyarakat Banjar di Jatim.

“Kekerabatan antara Banjar dan Jatim itu sangat dekat, buktinya masyarakat Banjar banyak di Jatim begitu juga sebaliknya. Maka dari itu, tetap jaga kerukunan dimanapun berada, dimana bumi di pijak disitu langit di junjung,” ujar Paman Birin.

Paman Birin juga mengajak para perantau Banjar untuk terus mencintai negeri dan banua mereka, Kalimantan Selatan.

“Jangan sampai kada ingat lawan kampung halaman, kita harus terus menjaga dan melestarikannya. Dengan terselenggaranya KBB ini, diharapkan dapat terus menambah kecintaan kita kepada negeri dan banua kita Kalsel,” pungkas Paman Birin.

Sementara itu, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mengucapkan apresiasi atas kekompakan masyarakat Banjar di Jatim.

‘Jatim merupakan rumah yang nyaman bagi semua etnis dan agama,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, siapa saja mempunyai hak yang sama di Jatim, tak terkecuali masyarakat Banjar.

“Kemajuan ekonomi di Jatim juga tidak luput dari peran dan kontribusi masyarakat Banjar di Jatim. Sungguh beruntung masyarakat Banjar mempunyai Presiden KBB seperti Paman Birin, beliau adalah Gubernur panutan, Gubernur senior di Indonesia yang banyak prestasi dan terkenal dekat dengan rakyatnya,” ungkap Adhy.

Sementara itu, Ketua Umum KBB Jawa Timur, Noor Alamsyah mengucapkan terimakasih atas kehadiran serta dukungan Paman Birin terhadap KBB Jawa Timur selama ini.

“Terus melestarikan budaya Banjar serta menjaga kerukunan antar sesama perantauan merupakan dukungan yang selalu beliau berikan kepada KBB Jatim,” ujarnya.

Ia menambahkan, KBB Jatim mempunyai program yaitu ibadah qurban, fitrah dan lain-lain.

Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin membawakan oleh-oleh dari Kalsel kepada masyarakat yang hadir pada acara Halalbihalal tersebut berupa kue bingka serta menyumbang 4 ekor sapi untuk KBB Jatim pada saat hari raya Idul Adha nanti.

Halalbihalal KBB Jatim ini selain dihadiri Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, tampak hadir juga mantan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, Walikota Banjarmasin, Wakil Bupati HST, Guru Sufian Al Banjari, Sekjen KBB Sa Funia Taufik Arbain, Ketua Umum dan Koordinator Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) se pulau Jawa, sejumlah kepala SKPD lingkup Provinsi Kalsel, para alim ulama serta tokoh masyarakat. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Rakor Kwarda-Kwarcab, Paman Birin dan Acil Odah Sepakat Gerakan Pramuka Bentuk Generasi Memiliki Jati Diri dan Berkepribadian Pancasila

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin menegaskan, bahwa Pramuka di Banua, tak pernah ragu dan berhenti, untuk selalu menjadi bagian terdepan dalam menggerakkan kepanduan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya pada pembukaan Rapat Koordinasi Kwarda-kwarcab, KMD-KML dan Seminar Kepramukaan Tahun 2024 di Gedung Mahligai Pancasila, pada Jumat (10/5).

Paman Birin selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Kalsel didampingi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah mengatakan, telah mengenal gerakan Pramuka sudah cukup lama, mulai masih duduk di kursi sekolah dasar, menengah dan umum, pramuka sudah menjadi bagian dari kehidupan kita.

“Gerakan kepanduan ini, ikut mewarnai pembentukan karakter anak bangsa. Nilai-nilai yang dikembangkan dalam kegiatan Pramuka, memberikan kesan yang sangat bermakna dalam membentuk kepribadian generasi muda kita,” kata Paman Birin.

Paman Birin menambahkan, melalui gerakan Pramuka ini, generasi muda dibekali penghormatan yang tinggi kepada Pancasila, ditanamkan rasa cinta tanah air, dibentuk sikap nasionalisme, diajarkan budaya gotong royong, kesopanan, keadaban, cinta lingkungan hidup, serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Karena itu, kita semua harus merawat gerakan pramuka ini sampai kapanpun. kita harus kritis terhadap pihak-pihak, yang ingin mengkerdilkan gerakan Pramuka, karena digerakkan Pramuka inilah, kita banyak berharap lahirnya generasi yang bukan sekadar pintar dan cerdas, tetapi generasi yang memiliki jati diri dan berkepribadian pancasila,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah atau akrab disapa Acil Odah menyampaikan, kepramukaan memainkan peran penting dalam mempromosikan pertukaran dan pemahaman budaya.

Pramuka memberikan kesempatan bagi kaum muda dari berbagai latar belakang dan budaya, untuk berkumpul dan belajar satu sama lain.

“Dengan mempromosikan keragaman dan inklusi, kepramukaan menciptakan masyarakat yang lebih berempati. Untuk itulah, penguatan peran seluruh komponen Pramuka, termasuk pengurus, orang tua, pembina, dan anggota pramuka itu sendiri, menjadi gagasan besar yang seyogyanya harus direalisasikan,” katanya.

Acil Odah berharap, Rapat Koordinasi, KMD – KML dan Seminar Kepramukaan ini, untuk sebesar-besarnya memperkuat gerakan kepramukaan dalam mendukung generasi muda untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri, tentu dalam bingkai kemaslahatan sosial dan budaya yang melingkupinya.

“Mudah-mudahan, dari organisasi gerakan Pramuka ini, kita mampu menampilkan generasi muda yang tangguh dan unggul dalam menghadapi setiap perubahan zaman. anak-anak di gerakan pramuka, kiranya tumbuh sebagai contoh dan teladan dalam kebaikan dan kebermanfaatan dalam berbagai lingkup kehidupan,” ucapnya.

Adapun, Ketua Harian Kwartir daerah Kalsel, Achmadi menuturkan, kegiatan Rapat Koordinasi kwarda-kwarcab, KMD-KML dan seminar kepramukaan tahun 2024 ini untuk lebih menyemangati generasi muda dan mengkritisi hasil dari Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Pada Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah, yang tidak lagi mewajibkan Kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

“Oleh karena itu kami melakukan sikap untuk menolak dan minta revisi itu dari kwarnas dan kwarda dari seluruh indonesia hasil dari rakernas kemarin,” ungkapnya.

Melalui momentum tersebut, menyampaikan program kwartir daerah dalam lima tahun ke depan diantaranya; Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar dan Tingkat Lanjutan yang dilaksanakan diseluruh Kwartir Cabang se Kalimantan Selatan.
Kemah Besar Pramuka Penggalang Tingkat Daerah.

Untuk mewujudkan Pandega Garuda, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan akan melaksanakan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar untuk Pramuka Pandega.
Hari Pramuka ke – 63, akan dilaksanakan di Kabupaten Banjar.

Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar. Kursus Pengelola Dewan Kerja. Diklat Vertical Rescue. Jambore On The Air dan Jambore On The Internet. Karya Bakti Pramuka.

“Tahun 2024 ini akan ada kemah penggalang terbesar atau akbar di Kiram,” pungkasnya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Apel Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional Tahun 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menggelar apel peringatan hari kesiapsiagaan bencana nasional tahun 2024. Apel tersebut dilaksanakan di halaman kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Rabu (8/5), yang dipimpin langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Dalam sambutannya, Sahbirin Noor menyampaikan, pentingnya mitigasi bencana di masyarakat, sehingga masyarakat benar-benar siap dalam menghadapi bencana dimana pun dan kapan pun. Dengan keterlibatan dan keaktifan masyarakat dalam mengantisipasi bencana, hal tersebut akan berdampak dalam meminimalisir terjadinya kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Keterlibatan masyarakat secara aktif sangat diperlukan dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, baik itu pra bencana, siaga bencana, maupun pasca bencana,” ucap Sahbirin Noor.

Dirinya berharap kepada masyarakat, dan organisasi kebencanaan, agar dapat terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mengantisipasi akan terjadinya bencana. terjadinya bencana seperti longsor, karhutla, banjir maupun angin puting beliung, masih menjadi tantangan tersendiri dan sering terjadi di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan.

“Dengan dilaksanakannya apel kesiapsiagaan bencana ini, bencana yang akan terjadi, kita benar-benar tangguh menghadapinya,” lanjut Sahbirin Noor.

Sebentar lagi Kalsel akan menghadapi musim kemarau, sehingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan segala upaya menghadapi musim kemarau yang dapat menyebabkan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Termasuk mensosialisasikan kepada masyarakat, dengan tidak membuang puntung rokok kesemak belukar, membersihkan spot-spot potensi api seperti semak belukar di pinggir jalan, akan terus dilakukan.

“Dengan masyarakat yang sadar akan hal tersebut, pastinya mereka tidak akan membuang bara api secara sembarangan,” tutup Sahbirin Noor.

Apel kesiapsiagaan itu ditandai dengan menampilkan parade unit kendaraan taktis penanggulangan bencana, apel tersebut dilakukan dalam rangka momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada 26 April lalu. (MRF/RDM/RH)

Tingkatkan Promosi Wisata, Pemprov Kalsel Kembali Gelar Pelatihan

BANJARMASIN – Guna meningkatkan promosi wisata di Banua, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, kali ini dengan Kabupaten Tanah Laut.

Suasana Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, dengan Kabupaten Tanah Laut

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Mugeni, kepada wartawan usai pembukaan pada Rabu (8/5) mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk terus gencar dilakukan dalam bentuk rutin mempromosikan wisata dan siap siaga tanggap bencana bagi pengelola destinasi pariwisata. Sehingga, dapat semakin maju dan berkembang, dengan memberi dampak membantu peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah setempat, serta mewujudkan destinasi wisata yang potensial untuk dijadikan ikon wisata unggulan daerah.

Kabid Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel, Mugeni, saat diwancara

“Kegiatan ini akan terus dilakukan di tiga belas Kabupaten dan Kota, setelah sebelumnya dengan Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar serta Barito Kuala,” ucapnya

Disampaikan Mugeni, kegiatan Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, untuk Kabupaten Tanah Laut, pihaknya menghadirkan Narasumber dari
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Praktisi Digital Marketing, serta Story Telling Budaya dan Cerita Rakyat, diikuti 29 peserta dari Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis.

“Kami ingin wisata yang mulai maju dapat berkembang dan menjadi destinasi unggulan di Banua,” ungkapnya

Sementara itu, Praktisi Digital Marketing, Fajar Rizky Rahman, usai memberikan materi menambahkan, saat ini generasi millenial lebih banyak menggunakan media sosial, dengan demikian pengelola Destinasi Wisata, harus gencar melakukan promosi, melalui selalu upload terbaru, agar ramai dikunjungi tidak hanya penduduk lokal, juga wisatawan domestik, bahkan dari Mancanegara. Ia berharap, Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis harus mampu bersaing terutama memanfaatkan kecanggihan teknologi.

“Akun dimedsos harus aktif jangan slow respon, dan penggunanya tidak boleh gaptek,” tutupnya

Untuk diketahui, Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, dibuka secara resmi Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, diwakili Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel Mugeni, didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Musrefinah Lediya, dan jajaran Dispar Kalsel. Dihadiri Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Laut, Khairil Fahm, bertempat disalah satu Hotel Berbintang di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Kalsel Tuan Rumah Rakornas ke-15 KI se-Indonesia, KI Pusat : Masyarakat Kalsel Harus Mendapat Untung

BANJARBARU – Komisi Informasi (KI) Pusat menggelar rapat persiapan Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-15 KI se-Indonesia, Rabu (8/5).

Rapat berlangsung di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel, di Banjarbaru, dan dihadiri langsung oleh Ketua KI Pusat Donny Yoesgiantoro.

(ki-ka) Komisioner KI Pusat Rospita Vici Paulyn, Ketua KI Pusat Donny Yoesgiantoro, Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim, Ketua KI Kalsel Nawang Wijayati

Berbagai rencana agenda dibahas dalam rapat tersebut. Mulai dari rencana kehadiran Menteri Kominfo, fasilitas transportasi dan tempat menginap tamu, hingga informasi dan sosialisasi terkait acara yang akan digelar pada 10-13 Juni 2024.

Ketua KI Pusat, Donny Yoesgiantoro mengatakan, Rakornas yang akan dihadiri lebih dari 400 orang perwakilan KI seluruh Indonesia itu, harus turut memberikan keuntungan terhadap masyarakat.

Sebab itu, dalam rapat juga dibahas tentang berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat seperti city tour, expo bazar, hingga berbagai lomba dan jalan santai.

“Kita tidak ingin Rakornas ini hanya memberi keuntungan kepada KI Pusat, tetapi semua harus mendapatkannya, KI Daerah dapat untung, Pemerintah Daerah setempat juga untung, dan utamanya lagi keuntungan bagi masyarakat Kalsel,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Kalsel, Nawang Wijayati mengaku bangga atas terpilihnya kembali Kalsel sebagai tuan rumah Rakornas KI Seluruh Indonesia. Mengingat sebelumnya Kalsel juga pernah dipercaya sebagai tuan rumah pada Rakornas ke-9 tahun 2018.

Melalui kerjasama dengan SKPD serta stakeholder Kalsel lainnya, Nawang mengaku siap mensukseskan Rakornas ke-15 itu.

“Kami sangat siap menjadi tuan rumah, tentu saja kegiatan ini juga didukung penuh oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor,” ungkapnya.

Terlebih, lanjut Nawang, Rakornas akan turut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya oelaku UMKM Kalsel melalui expo dan kunjungan ke tempat-tempat wisata.

“InsyaAllah kita akan buat lebih meriah dan lebih baik dari sebelumnya,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Museum Lambung Mangkurat Kalsel Gelar Ceramah dan Dialog Permuseuman ke-2 Tahun 2024

TAPIN – Museum Lambung Mangkurat Kalsel kembali menggelar Ceramah dan Dialog Permuseuman untuk kali ke dua tahun 2024.

Kali ini sasaran lokasi kegiatan berpusat di Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Rabu (8/5), dengan menghadirkan sejumlah dewan guru dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Tapin.

Museum Lambung Mangkurat Kalsel sendiri mengemban tugas sebagai media pembelajaran tentang permuseuman, sejarah dan budaya. Sebab itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar mengatakan, adanya kegiatan dialog dan ceramah permuseuman yakni untuk lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas, terutama kepada sekolah-sekolah.

“Ceramah dan dialog ini untuk meningkatkan sejarah dan kebudayaan khususnya di Kalsel. Apalagi kaum milenial sekarang sudah jauh dari yang namanya sejarah dan budaya,” kata Akbar.

Akbar juga mengajak dewan guru khususnya Kepala Sekolah untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang sejarah budaya Kalsel kepada peserta didik.

Terlebih, lanjut Akbar, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menginginkan kecintaan masyarakat khususnya pelajar banua terhadap sejarah dan budaya lebih meningkat.

“Kami dari pihak museum juga sangat mendukung keinginan Gubernur melalui lomba tradisional dan kegiatan yang bersifat pengenalan atau diskusi tentang sejarah budaya,” ungkap Akbar.

Lebih jauh, Akbar mengajak sekolah membuat perjanjian kerjasama (MoU) berupa rekreasi sekolah ke Museum Lambung Mangkurat guna mengenalkan lebih dekat benda sejarah dan budaya kepada peserta didik.

“Mudah-mudahan rencana ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel. Kami dari pihak museum siap melayani,” tegas Akbar.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin melalui Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bina SMP, Titik Kristiani mengaku sudah menganggarkan rekreasi siswa sekolah ke Museum Lambung Mangkurat Kalsel melalui anggaran tahun 2025.

Titik berharap anggaran tersebut bisa diikuti oleh seluruh peserta didik dari berbagai bidang studi seperti IPS, IPA dan Matematika.

“Karena ilmu tentang sejarah dan budaya memang harus didapatkan oleh seluruh siswa. Bahkan guru dari bidang lain juga seharusnya harus menguasai sejarah dan budaya di Kalsel,” ungkapnya.(SYA)

Polda Kalsel Musnahkan 10 Ribu Gram Lebih Sabu

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan memusnahkan, barang bukti narkoba hasil pengungkapan tempat perkara narkotika Direktorat Resnarkoba, di Lobby Mapolda Kalsel, Rabu (8/5). Dipimpin Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto, didampingi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Kapolda menyampaikan, barang bukti narkotika yang dimusnahkan saat ini 10.641.77 gram sabu sabu, 1.123 butir ekstasi, serta 412,35 gram ganja.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto

“Pada pemusnahan ini cukup banyak, sehingga perlu mendapatkan perhatian semua pihak, agar dapat bersama-sama memerangi peredaran narkotika di Banua,” ucap Kapolda.

Kapolda menegaskan, akan terus bekerja keras dalam melakukan pemberantasan terhadap peredaran narkoba ini.

“Kedepannya Polda Kalsel terus meningkatkan upaya untuk pemberantasan narkoba, dari yang kecil hingga besar seperti bandar dan lainnya,” ujar Winarto.

Pada pemusnahan ini Gubernur Kalsel Sahbirin mengajak, seluruh masyarakat di Banua untuk perang melawan narkoba.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberi dukungan atas keberhasilan kinerja Polda Kalsel, untuk pemberantasan narkoba di Banua,” ungkap Gubernur.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap, kinerja aparat kepolisian ini terus bersemangat di lapangan, karena penyalahgunaan narkotika di Banua cukup signifikan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat di Banua ini, untuk bersama sama memerangi peredaran narkoba di Provinsi Kalimantan Selatan ini,” ucap Paman Birin (sapaan akrab gubernur). (SRI/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Bersinergi Dengan Tabalong Sosialisasikan Pembinaan Perpustakaan

TABALONG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel bersinergi dengan Dispersip Kabupaten Tabalong melaksanakan kegiatan sosialisasi pembinaan perpustakaan di aula Dispersip Kabupaten Tabalong, Selasa (7/5).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dispersip Kabupaten Tabalong, Norhayati dan dihadiri Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Adethia Hailina serta diikuti puluhan pengelola perpustakaan sekolah tingkat dasar hingga menengah atas, perpustakaan khusus dan perpustakaan desa.

Kepala Dispersip Tabalong, Norhayati mengatakan kegiatan sosialisasi ini dalam memperkuat jaringan dan meningkatkan pembinaan perpustakaan di Tabalong.

“Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam upaya meningkatkan kualitas perpustakaan sebagai sarana pembelajaran bagi anak didik di Kalsel, khususnya Tabalong yang diharapkan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, ” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Adethia Hailina, menjelaskan kegiatan pembinaan perpustakaan pada tahun 2024 ini lebih difokuskan pada persiapan akreditasi perpustakaan sekolah, memberikan pengetahuan dasar tentang hal-hal yang harus disiapkan untuk menuju akreditasi perpustakaan sekolah.

“Harapan kami ke depan, dengan kegiatan pembinaan perpustakaan ini, dapat meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat, tingkat kegemaran membaca masyarakat,” terangnya.

Adethia menekankan bahwa melalui kegiatan ini, dapat memberikan pemahaman ke seluruh stakeholder bahwa akreditasi perpustakaan sekolah bukan hanya sebagai label nilai A, B atau C, namun lebih jauh merupakan suatu proses evaluasi yang komprehensif terhadap lembaga pendidikan.
Sebelumnya, Dispersip Kalsel telah melaksanakan sosialisasi pembinaan perpustakaan ke Kabupaten Kotabaru, Kota Banjarbaru dan Banjarmasin. (DISPERSIP.KALSEL-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version