Kejurnas Pencak Silat PPLP di Kalsel Resmi Ditutup

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor secara resmi menutup pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Antar PPLP, PPLPD, dan SKO Se Indonesia, di GOR Paman Birin, di Banjarbaru, Jumat (31/5).

Dalam sambutan penutupan Gubernur mengucapkan, selamat atas suksesnya penyelenggaraan Kejurnas Pencak Silat PPLP ini.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan apresiasi kepada Dispora Kalsel, IPSI Kalsel, yang telah mensukseskan Kejurnas Pencak Silat PPLP di Banua,” ungkap Gubernur.

Dan, lanjutnya, Kejurnas ini telah menghasilkan prestasi dari atlet Pencak Silat tersebut.

Gubernur juga mengapresiasi atas keberhasilan PPLP PPLPD, dan SKO Se Indonesia yang telah berpartisipasi pada Kejurnas di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami berharap, prestasi dari para pesilat muda ini semakin meningkat di masa yang mendatang,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora RI Surono mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas Pencak Silat PPLP, PPLPD, dan SKO Tahun 2024 di Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Seluruh atlet, pelatih, official, dari seluruh daerah yang mengikuti Kejurnas ini, melaporkan kepuasan mereka pada saat mengikuti Kejurnas di Kalsel ini,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Surono, pihaknya berharap akan ada lagi ajang olahraga nasional yang digelar di Provinsi Kalimantan Selatan.

Sedangkan, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah diwakili Kabid Peningkatan Prestasinya Heru Susmianto mengatakan, pihaknya bersyukur atas suksesnya pelaksanaan Kejurnas Pencak Silat PPLP ini.

Provinsi Kalsel berhasil meraih 4 medali emas, 5 medali perak, serta perunggu 10 medali perunggu. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Terus Tingkatkan SDM Pokdawis

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel, akan terus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Kepada sejumlah wartawan, Plh Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Noor, pada Jumat (31/5) usai membuka kegiatan yang melibatkan pokdarwismengatakan, pihaknya kembali menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, kali ini dengan Pokdawis kota Banjarbaru, Dengan tujuan untuk semakin meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia ( SDM) dalam rangka mempromosikan Destinasi Wisata di Banua.

Plh Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Noor, saat memberikan komentarnya

“Kita ingin mengembangkan wisata yang menjadi kebanggaan di Kalsel,” ucapnya

Disampaikan Muhammad Noor, dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, pihaknya akan mengunjungi ke Kabupaten lain, karena sebelumnya sudah digelar ke kota Banjarmasin, Kabupaten Batola, Kabupaten Banjar dan Tanah Laut.

“SDM Pokdawis di semua Kabupaten dan Kota, harus semakin maju,” pintanya

Lebih lanjut Muhammad Noor menambahkan, adanya Pokdawis juga dapat meningkatkan roda perekonomian melalui Ekonomi Kreatif yang dimiliki, agar terjadi peningkatan secara signifikan para pengunjung ke seluruh Destinasi Wisata. Apalagi menjelang libur panjang ini, biasanya diakhir Juni hingga pertengahan Juli 2024 mendatang.

“Para Kelompok Sadar Wisata harus mampu mempromosikan Destinasi yang dimiliki terutama dimedia sosial masing-masing,” tutupnya

Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru, saat memberikan sambutan

Untuk diketahui, Dinas Pariwisata Kalsel kembali menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, dibuka secara resmi Plh Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Noor, didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Musrefinah Lediya, dan jajaran Dispar Kalsel. Dihadiri Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru, bertempat disalah satu Hotel Berbintang di Banjarbaru. (DISPAR.KALSEL-NHF/RDM/RH)

Didampingi Acil Odah, Paman Birin Serahkan Bantuan Sosial Rehabilitasi RTLH Tahun 2024

BANJAR – Sebanyak 43.921 unit rumah di provinsi Kalimantan Selatan, dikategorikan tidak layak huni. Hingga 2023, baru 31,63 persen diantaranya atau 13.891 unit yang sudah ditangani melalui program bantuan rehabilitasi pemerintah provinsi Kalimantan Selatan. Termasuk tahun ini, dengan target 865 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Para penerima bantuan RTLH yang hadir di desa Pematang Panjang Kabupaten Banjar

Penyerahan bantuan sosial rehabilitasi RTLH pemerintah provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024 ini, diserahkan secara simbolis pada Jumat (31/5) di desa Pematang Panjang Kabupaten Banjar. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat dari 13 kabupaten kota, oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah.

Gubernur Kalsel saat sesi Jumat berkah bersama anak – anak di lokasi kegiatan

Kepada wartawan, usai acara, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu mengatakan, bantuan rehabilitasi ini meliputi RTLH korban bencana dan kawasan kumuh.

“Kita sudah melakukan rehabilitasi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir ini, untuk rumah masyarakat yang menjadi korban bencana banjir tahun 2011 lalu,” urainya.

Tahun depan, menurut Paman Birin, pemerintah provinsi Kalsel berupaya untuk meningkatkan anggaran bantuan sosial rehabilitasi ini, agar jumlah RTLH yang mendapat bantuan menjadi lebih banyak, bahkan hingga dua kali lipat.

“Saya juga mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan secara ekonomi, dapat pula membantu mereka yang membutuhkan di Banua,” tutup Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalsel, Mursyidah Amini mengatakan, tahun ini rehabilitasi RTLH paling besar dilakukan di kabupaten Banjar. Karena memang dampak bancana banjir tahun 2011, paling banyak dirasakan masyarakat kabupaten Banjar dan juga Batola.

“Rehabilitasi RTLH korban bencana masih terus berjalan, dan telah dilaksanakan sebanyak 4.337 unit. Dengan rincian melalui dana pusat atau BNPB sebanyak 3.941 unit dan melalui APBD Provinsi Kalsel sebanyak 396 unit,” paparnya.

Tahun depan menurut Mursyidah Amini, rehabilitasi rumah di kawasan kumuh provinsi Kalsel, ditargetkan sebanyak 240 unit dan dan rehabilitasi rumah rusak korban bencana sebanyak 1.000 unit.

Jumri Abi, salah satu penerima bantuan rehabilitasi RTLH korban bencana di kabupaten Banjarz, mengaku sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalsel atas bantuan yang diberikan.

Warga Jalan Trans Ambubun Jaya RT 2 Jalur 6, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar ini mengaku sangat terharu, dan tidak menyangka akan mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi Kalsel. Apalagi dengan kondisi menganggur selama 7 tahun terakhir, pasca menjalani operasi, Jumri harus tinggal di bangunan rumah yang menurutnya tidak layak disebut sebagai rumah.

Perlu diketahui, bantuan sosial rehabilitasi RTLH korban bencana dan kawasan kumuh yang diberikan pemeirntah provinsi Kalsel, adalah berupa uang tunai yang ditransfer langsung ke rekening Bank Kalsel penerima. Setiap penerima mendapatkan dana 20 juta rupiah untuk rehabilitasi rumah. Dengan rincian, 17,5 juta untuk biaya pembelian material dan 2,5 juta rupiah untuk biaya tukang. (RIW/RDM/RH)

SIWO PWI Kalsel Terus Bergerak Persiapkan PORWANAS 2024

BANJARMASIN – Seksi Wartawan Olahraga PWI Kalsel terus melakukan persiapan dalam menghadapi Porwanas 2024.

Suasana Rapat di PWI Kalsel

Kepada Abdi Persada FM, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, Zainal Helmie, disela rapat persiapan Porwanas 2024 di gedung PWI Kalsel di Banjarmasin, pada Kamis (30/5) mengatakan, saat ini berbagai tahapan terus dilakukan, mulai dari meninjau lokasi pertandingan, hingga hal hal penting lainnya sebagai penunjang event nasional ini. Ia memastikan, akhir Juli 2024 mendatang persiapan akan rampung seratus persen.

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, saat diwancara

“Kita sudah tinjau lokasi pembukaan Porwanas nantinya, itu di GOR Paman Birin di kota Banjarbaru. Begitu juga hotel tempat menginap para atlet dari seluruh Indonesia,” ucapnya

Helmi menyampaikan, kegiatan Pekan Olahraga Wartawan Nasional atau Porwanas 2024 di Kalimantan Selatan ini, rencananya masuk dalam rangkaian Hari Jadi Provinsi Kalsel tahun ini, mengingat peringatan Harjad provinsi ini pada 14 Agustus, dan untuk Porwanas akan dihelat mulai 19 – 26 Agustus. dengan mengangkat tema “Menduniakan Geopark Meratus”.

“Kita sudah membentuk tim kehumasan, agar semua pemberitaan dapat tercover nantinya,” jelas Helmie.

Lebih lanjut Helmie menambahkan, gelaran Porwanas XIV 2024, Panitia bersama Pemerintah Provinsi Kasel melalui Badan Pengelola (BP) Geopark, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tengah menyiapkan agenda dalam pembukaan nanti, seperti pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menyajikan kain sasirangan terpanjang. Rencananya kain itu dibikin sepanjang 8 Kilometer dengan melibatkan ribuan masyarakat untuk turut menyemarakkan event tersebut.

“Kegiatan ini telah mendapat apresiasi dari PWI Pusat,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Terus Bersinergi Cegah Praktik Korupsi di Sektor Pengadaan Barang Dan Jasa

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan penggunaan barang dan jasa secara elektronik, khususnya dalam memanfaatkan toko daring dan katalog elektronik.

Kepala Inspektorat Daerah Kalsel Ahmad Fydayeen menyampaikan, hal ini penting untuk memenuhi indikator-indikator Monitoring Center For Prevention (MCP) komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya Parameter E-Procurement dalam mendorong pencegahan korupsi.

“Dengan mengoptimalkan sistem pengadaan secara elektronik, kita dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam proses pengadaan barang dan jasa. ini akan meminimalisir risiko terjadinya penyimpangan, sekaligus mendorong persaingan usaha yang sehat dan adil, ” ungkap Fydayeen mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi pada Sektor Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Kalsel, di Ruang Rapat Aberani Sulaiman, Banjarbaru, Jumat (31/5).

Pengadaan barang dan jasa merupakan mekanisme belanja pemerintah yang memegang peranan penting dalam pemanfaatan anggaran negara. Pengelolaan pengadaan barang dan jasa harus dilaksanakan secara efisien, efektif, terbuka dan akuntabel serta bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Saya berharap dengan adanya rakoor ini mampu memetakan akar masalah terkait pengadaan barang dan jasa Pemerintah di Provinsi Kalimantan Selatan. dengan teridentifikasinya akar permasalahan, kita dapat merumuskan solusi yang tepat dan komprehensif,” lanjut Fydayeen.

Tak lupa, ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memantau dan mengevaluasi setiap tahapan pengadaan barang dan jasa secara seksama. Karena dapat melihat potensi yang begitu besar untuk melakukan penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah sehingga sangat diperlukan pengetahuan, guna mengidentifikasi potensi-potensi terjadinya pelanggaran.

“Penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa, dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti persekongkolan tender, markup harga, penyalahgunaan wewenang dan penyuapan,” ucapnya.

Praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, tidak hanya merugikan keuangan negara tetapi juga menghambat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang berkualitas.

“Dengan teridentifikasinya akar permasalahan, kita dapat merumuskan solusi yang tepat dan komprehensif sehingga dapat menyusun saran dan rekomendasi untuk menutup celah-celah tersebut maka sistem pengadaan dapat berjalan dengan baik dan minim penyimpangan,” tutup Fydayeen. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berkolaborasi Dengan BPKP Tinjau Bahan Pokok

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan Kalsel, berkolaborasi dengaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Kalsel, meninjau Bahan Pokok di pasaran, Jumat (31/5).

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan, usai peninjauan mengatakan, guna memastikan harga bahan pokok agar tidak ada mengalami kenaikan di pasaran, pihaknya melakukan pemantauan ke Pasar Induk Sentra Antasari. Mulai dari kepada pedagang beras, telur ayam, telur itik, daging ayam, daging sapi, minyak goreng, gula pasir, bawang merah putih dan ikan. Hasilnya untuk harga tidak ada mengalami kenaikan begitupun ketersediaan masih aman.

Kepala Disdag Kalsel, didampingi Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri

“Kami ingin pastikan rantai pasokan bahan pokok dari distributor ke pengecer hingga tingkat konsumen telah berjalan aman dan lancar,” katanya

Sulkan meminta, bagi masyarakat di Banua, hendaklah tidak melakukan aksi memborong untuk memenuhi keperluan sehari-hari, meski sebentar lagi akan menghadapi Hari Raya Idul Adha, supaya tidak terjadi kekosongan bahan pokok dan kenaikan harganya di pasaran.

“Kegiatan Pasar Murah terus gencar dilakukan secara bergiliran ke 13 Kabupaten dan Kota, hingga 14 Juni 2024 mendatang,” jelasnya

Sementara itu, Auditor Ahli Pertama (BPKP) Kalsel, Muhammad Fadli menambahkan, dari hasil komunikasi dengan pedagang skala besar dan kecil untuk bahan pokok tidak ada mengalami kenaikan dan ketersediaannya dipastikan aman hingga bulan depan. Ia mengapresiasi, digelarnya pemantauan ini bersama Dinas Perdagangan Kalsel, juga didampingi Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin.

Auditor Ahli Pertama (BPKP) Kalsel, Muhammad Fadli, saat diwancara

“Harga ikan dan daging tidak mengalami kenaikan signifikan, tetapi semuanya masih tergantung dari permintaan masyarakat,” tutupnya.

Untuk diketahui kegiatan yang dipimpin Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Sulkan, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disdag Kalsel, Sutikno, dan Auditor Ahli Pertama (BPKP) Kalsel, Muhammad Fadli, beserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Banjarmasin ini meninjau salah satunya Pasar Sentra Antasari. (NHF/RDM/RH)

Memperingati Hari Jadi ke-60, Lautan Manusia Ramaikan Event Bank Kalsel Bershalawat

BANJARMASIN – Memperingati Hari Jadi ke-60 tahunnya, Bank Kalsel sukses mempersembahkan event bertema religi untuk seluruh masyarakat Kalimantan Selatan, yakni Bank Kalsel Bershalawat yang mengambil tema “Keberkahan Untuk Banua”, Kamis (30/5) di Mesjid Raya Sabilal Muhtadin.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.00 WITA ini, mengundang Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dan juga Al-Ustadz H Ilham Humaidi. Puluhan ribu masyarakat Banua yang hadir pun tampak antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Dengan kesiapan panitia pelaksana, event kali ini dapat terlaksana dengan aman, tertib dan sukses hingga akhir acara.

Suasana Bank Kalsel Bersholawat di masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, kehadiran Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dalam event ini merupakan suatu kehormatan bagi Bank Kalsel dan menjadi berkah bagi masyarakat Banua.

“Beliau adalah seorang ulama besar yang senantiasa menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Saya yakin dan percaya bahwa apa yang disampaikan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf pada malam hari ini, akan memberikan banyak manfaat bagi kita semua. Oleh karena itu, saya harap kepada seluruh hadirin untuk dapat mengikuti dengan seksama dan mengambil pelajaran dari beliau,” tegasnya.

Dirinya pun dalam kesempatan ini mengajak kepada seluruh hadirin untuk membaca shalawat nabi sebanyak-banyaknya dan mendoakan keselamatan bangsa dan negara.

“Terakhir yang tidak kalah penting yaitu memohon kepada Allah SWT agar kita semua diberikan hidayah dan taufik untuk selalu istiqomah di jalan-Nya,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengingatkan masyarakat, untuk sama-sama menjaga tali silaturrahmi sekaligus memperkuat keimanan kepada Allah SWT.

“Semoga dengan Bank Kalsel Bershalawat ini kita juga mendapat safaat baginda Nabi Muhammad SAW,” bebernya.

Setelah kegiatan sambutan selesai, dilakukan secara simbolis juga dilaksanakan penyerahan donasi untuk Palestina sebesar Rp100 juta. Bantuan ini sebagai bentuk kepeduliaan terhadap saudara muslim di Palestina yang menderita akibat agresi militer Israel.

Bahkan dalam acara shalawatan itu, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf secara khusus mendoakan Palestina agar terbebas kezaliman Israel dengan Shalawat Asyghil.

“Shalawat ini agar warga Kalsel terhindar dari orang-orang zalim, terutama untuk warga Palestina, sama-sama kita mendoakan melalui Shalawat Asyghil,” tukas Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.

Terakhir Bank Kalsel Bershalawat sendiri ditutup dengan tausyiah Al-Ustadz Ilham Humaidi. (ADV-RIW/ RDM/RH)

Dispersip Kalsel Umumkan Pemenang Lomba Kompetisi Film Pendek 2024

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan mengumumkan para pemenang kompetisi film pendek dengan tema “Literasi dan Perpustakaan” di Gedung Teater Dispersip Kalsel pada Kamis (30/5).

Nonton Bareng Film Pendek Yang Meraih Juara I Judul Dialektika Di Ujung Joran

Juara pertama diraih film pendek berjudul Dialektika di Ujung Joran karya Dapur Budaya dari kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Kemudian juara kedua diraih judul film Pelita dari Panggoeng Senie Boedaya dari Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan juara ketiga diraih judul film Aku dan Perpustakaan karya Rezer Production dari kabupaten Tabalong.

Perwakilan Dapur Budaya HSS Menerima Penghargaan dari Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani

Sementara itu untuk juara Harapan 1 diraih Mantita Studio dengan karya film berjudul Rabu Kamis. Harapan kedua diraih Kostkine Production dengan karya film berjudul Calistung dan Harapan Ketiga diraih SSA Project dengan film berjudul Buta Aksara.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menyampaikan lomba film pendek ini bertujuan untuk mempromosikan perpustakaan dan minat baca di Kalsel serta meningkatkan kreativitas anak-anak muda di bidang perfilman.

Bunda Nunung (sapaan akrabnya) juga mempersilahkan anak muda untuk menggunakan Gedung Teater Dispersip Kalsel sebagai wadah untuk berkreativitas sehingga karya mereka bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Saat ini zamannya audio visual, melalui lomba ini kami ingin memfasilitasi mereka untuk berkreasi dalam mengembangkan minat dan bakatnya,” ucapnya.

Sementara Perwakilan Dapur Budaya HSS, Muhammad Aditya Rahmadiyadi mengaku bersyukur karya yang dibuat telah meraih hasil terbaik. Menurutnya film Dialektika di Ujung Joran banyak mengangkat isu lokal sekaligus memperkenalkan budaya yang ada di HSS.

“Kita ketahui orang Banjar suka meunjun dan mawarung yang menjadi salah satu budayanya. Nah ini kita coba angkat ke dalam film karna lebih dekat dengan penonton,” paparnya.

Dalam karya tersebut, menurut Aditya, timnya juga ingin menunjukkan bahwa literasi dan digitalisasi satu hal yang tidak dapat dipisahkan karena pentingnya teknologi dan pemanfaatan media sosial. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version