17 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Kejar Target 14 Persen, TPPS Kalsel Perkuat Strategi Pengentasan Stunting

2 min read

Suasana rapat persiapan Rembuk Stunting, di Ruang Rapat Syahrir Bappeda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (14/3).

BANJARBARU – Strategi pengentasan stunting di Kalimantan Selatan semakin diperkuat, seiring prevelensinya yang ditargetkan sebesar 14 persen tahun ini.

Salah satu upaya yakni dengan mengundang seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di 13 Kabupaten/Kota Kalsel, dalam rapat Rembuk Stunting yang akan digelar pada 25 Maret nanti.

“Yang jelas kita akan mengundang Bappeda, Dinkes dan DPPPAKB se Kalsel. Karena merekalah tulang punggung TPPS di masing-masing kabupaten/kota,” kata Kabid Pengendalian Penduduk dan KB DPPPAKB Kalsel, Musyridyansyah, usai memimpin rapat persiapan Rembuk Stunting, di Banjarbaru, Kamis (14/3).

Menurut Musyridyansyah, dukungan dari kabupaten/kota sangat diperlukan demi mencapai target prevelensi stunting tahun ini.

“Ini memang menjadi salah satu acuan agar pencegahan stunting benar-benar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Dari data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, ada beberapa kabupaten/kota yang prevelensi stuntingnya masih jauh di atas rata-rata Kalsel, antara lain Barito Kuala, Kotabaru dan Hulu Sungai Utara.

Sebabnya karena banyak faktor. Paling berpengaruh yakni perilaku masyarakat. Perilaku untuk hidup bersih, hidup sehat, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi termasuk dalam hal sanitasi.

“Ini yang bahkan berpengaruh hingga 70 persen terhadap peningkatan stunting,” bebernya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kominfo Kalsel Muhammad Muslim, menyarankan adanya monitoring dan evaluasi terhadap data stunting yang dikeluarkan oleh SSGI.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel Muhammad Muslim

“Kelemahan saat ini, data yang dihasilkan selama satu tahun bertengger disitu dan tidak berubah. Padahal kita perlu melakukan monitoring terhadap hasil intervensi yang sudah dilakukan oleh TPPS,” tutur Muslim.

Menurutnya, dengan adanya evaluasi data, maka setiap progres intervensi baik insentif maupun spesifik bisa terlihat perkembangannya.

“Nah hasil intervensi itu dapat kita ukur dengan berbagai pendekatan atau metode pengukuran. Dengan begitu bisa terlihat apakah ada perubahan terhadap hasil stunting dan datanya bisa dikoreksi,” pungkas Muslim. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.