Pemprov Kalsel Minta Lima Kabupaten di Banua Untuk Tetapkan Status Siaga Bencana

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, melaksanakan rapat koordinasi (Rakoor) Penanggulangan Bencana tahun 2023 di Aula BPBD Provinsi Kalsel, pada Selasa (2/5). Rakoor dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, didampingi Plh Kepala BPBD Provinsi Kalsel Bambang Dedi Mulyadi.

Sekdaprov Kalsel (kiri) bersama Plh Kalak BPBD Provinsi Kalsel (Kanan)

Dalam rapat koordinasi mitigasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar meminta lima kabupaten di Banua menetapkan status siaga bencana. Lima kabupaten itu yakni, Barito Kuala, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.

“Kelima kabupaten ini kami minta segera membuat surat bupati terkait status,” ucap Roy usai menghadiri Rakoor.

Dilanjutkan Roy, dengan adanya surat bupati di 5 Kabupaten tersebut, maka Pemerintah Provinsi Kalsel akan dapat menetapkan status siaga bencana dari dasar 5 Kabupeten yang telah menetapkan status.

“Kita meminta TMC di sekitar wilayah tersebut, di pertengahan Mei sampai Juni 2023. Sehingga otomatis kita segera menetapkan status siaga,” lanjut Roy.

Roy menuturkan, puncak kemarau diperkirakan akan terjadi pada Agustus hingga September. Sehingga, Pemerintah Provinsi Kalsel masih mempunyai peluang pada Mei sampai Juni, sebab potensi awan masih ada. Dan kegagalan masih kecil.

Untuk diketahui, dari data BMKG, kemarau tahun ini lebih panas dibanding tiga tahun ke belakang. Penetapan status siaga bisa dilakukan pada pertengahan Mei – pertengahan Juni. (MRF/RDM/RH)

Hardiknas 2023, DPRD Banjarmasin : Tingkatkan Kualitas Pendidikan

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mengharapkan, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2023, dapat semakin meningkatkan kualitas pendidikan di kota seribu sungai.

Hal itu disampaikan, Anggota Komisi IV DPRD Banjarmasin, Amalia Handayani, kepada Abdi Persada FM, pada Selasa (2/5).

Amalia menjelaskan, kualitas pendidikan terutama Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu tenaga pendidik haruslah mampu memiliki berbagai program dan inovasi, dalam rangka mencetak generasi yang unggul dan membanggakan, agar menjadi pemimpin tentunya di masa akan datang.

“Hardiknas ini bukan hanya sekedar acara seremonial saja,” pintanya

Disampaikan Amalia, saat ini strategi Pemerintah kota harus menyiapkan tenaga pendidik yang benar-benar mumpuni, untuk bisa memberikan perkembangan kemajuan khususnya di dunia pendidikan, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga sekolah menengah pertama.

“Pemerintah daerah hendaklah bisa berkolaborasi dengan para pendidik,” jelas Amel.

Lebih lanjut Politisi PAN DPRD Banjarmasin ini menambahkan, mutu kualitas pendidikan juga tidak hanya fokus bagi sekolah yang berada di tengah kota, namun ke wilayah pinggiran, melalui dukungan sarana dan prasarananya di lapangan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian guru dan tenaga pendidik untuk mencerdaskan generasi bangsa,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Apresiasi Dukcapil Banjarmasin Yang Sosialisasikan dan Lakukan Aktivasi IKD ke Kantor-Kantor Pemerintah

BANJARMASIN – Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi terhadap langkah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Banjarmasin yang terus berupaya melakukan sosialisasi dan aktivasi penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) ke kantor-kantor pemerintahan. Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias, kepada wartawan usai memantau kegiatan sosialisasi dan aktivasi penerapan IKD di kantor DPRD Kalsel, pada Selasa (2/5).

“Kami apresiasi langkah Dukcapil Kota Banjarmasin dalam rangka penerapan IKD ke kantor-kantor dan tempat-tempat umum. Salah satunya di DPRD Kalsel untuk Anggota Dewan dan pegawai di lingkup Sekretariat DPRD Kalsel,” katanya.

Suasana Sosialisasi dan Aktivasi IKD di Kantor DPRD Kalsel

Rachmah berharap kegiatan-kegiatan seperti ini terus dilakukan agar target yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri bagi Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota, yakni cakupan kepemilikan Identitas Kependudukan Digital untuk tahun 2023 sebesar 25 persen dari jumlah pemilik KTP elektronik di daerah tersebut bisa tercapai.

“Mudah-mudahan bisa tembus 100 orang yang mengaktifkan IKD hari ini,” harapnya.

Selain itu, Rachmah berharap Pimpinan dan Anggota DPRD Kalsel juga turut serta membantu untuk mencapai target tersebut, dengan melakukan sosialisasi IKD melalui kegiatan sosialisasi Perda kepada masyarakat di Banua.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. Pasalnya selain untuk mempermudah urusan pelayanan publik, menurutnya, KTP digital juga untuk mempersiapkan pelaksanaan Pemilu serentak pada tahun 2024 mendatang.

“KTP digital juga sudah tersambung dengan sistem informasi data pemilih di KPU sehingga masyarakat bisa mengecek namanya sudah masuk di dalam daftar pemilih tetap pemilu ataukah tidak melalui KTP digital yang dimilikinya,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi dan aktivasi IKD diawali oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK didampingi Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rahmah Norlias. Terlihat antusiasme anggota dan para staf Sekretariat DPRD dalam mengikuti kegiatan tersebut. (NRH/RDM/RH)

Korban Kecelakaan di Jalan Raya Pada Mudik Lebaran Mengalami Kenaikan

BANJARMASIN – Korban kecelakaan hingga meninggal dunia, pada pelaksanaan mudik lebaran tahun 2023 ini, mengalami kenaikan, dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi mengungkapkan, 2022 lalu angka korban jiwa akibat kecelakaan pada mudik lebaran, berkisar 5 jiwa saja. Sedangkan, 2023 ini mengalami kenaikan mencapai 10 korban jiwa.

“Angka tersebut berdasarkan dari laporan pihak Jasa Raharja,” ungkapnya.

Menurut Fitri, kenaikan korban jiwa tersebut, kemungkinan disebabkan bertambahnya pengguna jalan raya, pada angkutan darat pada mudik lebaran tahun ini.

Karena, lanjut Fitri, pada tahun sebelumnya, untuk mudik lebaran masih mengalami pembatasan karena disebabkan pandemi COVID-19.

“Sedangkan tahun ini pembatasan tidak lagi terjadi karena pandemi COVID-19 telah melandai, sehingga pengguna jalan raya bertambah banyak,” ucap Fitri.

Sehingga, lanjutnya, untuk peningkatan korban jiwa ini, akan menjadi evaluasi bersama. Agar kedepannya, kecelakaan pada mudik lebaran dapat ditekan.

“Kami berharap pada saat mudik lebaran kedepannya tidak adalagi korban jiwa di Banua ini,” ujar Fitri. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Targetkan 19,8 M Untuk Penerimaan Retribusi Daerah

BANJARBARU – Realisasi pendapatan dari hasil retribusi daerah pada triwulan I telah terkumpul Rp2,8 miliar. Dari capaian ini, Pemerintah Provinsi Kalsel menargetkan sebesar 19,8 miliar. Artinya, sebanyak Rp17 miliar harus terkejar di tahun 2023.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Nor Yaumil, menjelaskan, dari penerimaan ini setidaknya angka presentase yang diterima sebagai pendapatan daerah sekitar 14,22 persen.

“Kita harapkan penerimaan ini terus mengalami pergerakan positif dan dapat mencapai target yang ditetapkan pada tahun 2023,” ucapnya, kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Ia menyampaikan, kenaikan target untuk pendapatan asli daerah 2023 mencapai 24,64 persen.

“Target keseluruhan itu mencapai Rp7,8 triliun. Kami optimis bisa mencapai itu nantinya,” ucapnya.

Dari sektor retribusi pengelolaan ekowisata, Kepala Kebun Raya Banua, Adilla Redha Yanti, menyebutkan, dari Januari – Februari 2023 penerimaannya sudah mencapai Rp260 juta lebih. Meski ditarget Rp380 juta pada tahun 2022 lalu, namun, diketahui dari data resmi berhasil terealisasi Rp756 juta lebih.

“Untuk Februari saja itu sudah ada sekitar 17 ribu pengunjung. Alhamdulillah, Kebun Raya Banua sudah banyak peminatnya dan bahkan warga dari berbagai daerah terus berulang-ulang mendatangi wisata tersebut,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam penerimaan disektor retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel melalui Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam ditargetkan tahun 2023 sebesar Rp5 miliar. Sementara hingga April sudah terealisasi sekitar Rp1,5 miliar.

“Sebagai informasi, pada tahun 2022 target PAD kita sebesar Rp3 miliar dan sudah berhasil terealisasi Rp4,3 miliar artinya dapat melebihi target,” kata Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra. (RHS/RDM/RH)

Bank Kalsel Gelar Halal Bihalal, Pererat Ukhuwah Insan Bank Kalsel

BANJARMASIN – Masih dalam momentum Idul Fitri 1444 H, sekaligus rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Kalsel ke-59, Bank Kalsel menggelar Halal Bi Halal Bank Kalsel 2023 dengan mengangkat tema Jalin Erat Ukhuwah, Melaju Bersama Menggapai Berkah, pada (29/4). Adapun tujuan dari dilaksanakan kegiatan tersebut adalah sebagai wadah silaturahim dan penguatan tali persaudaraan antar Insan Bank Kalsel, sekaligus sebagai ajang berbagi berkah dan kebahagiaan kepada sesama yang membutuhkan. Halal Bi Halal ini sendiri dilaksanakan di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, dengan diikuti seluruh Insan Bank Kalsel.

Gelaran Halal Bi Halal Bank Kalsel 2023 diisi dengan performance Grup Munsyid, Tarian Rudat dan Madihin dari Gazali Rumi. Selain itu juga, penyampaian pengumuman lomba – lomba internal dalam rangka HUT ke-59 Bank Kalsel, seperti Lomba Reels, Menghias Kantor, Pop Singer, Adzan dan Tilawah, pemberian penghargaan masa bakti kepada Pegawai, serta pemberian santunan kepada anak yatim. Tentunya yang ditunggu-tunggu adalah Tausyiah Syawal oleh Guru Muhammad Yanor dari Kalua, sekaligus memimpin pembacaan Do’a dan Dzikir. Sajian-sajian tersebut juga diperindah dengan Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Qori Muhammad Rizqon, Juara 1 Tilawah Dewasa Putra pada MTQ Nasional XXIX. Lainnya, acara juga diisi dengan player entertainment Wecoustic (bandlokal Kalsel) dan MC lokal populer yakni Hafiz Biru dan Henny Etzelina.

Dalam sambutannya, Komisaris Utama Independen Bank Kalsel, Dr. Hatmansyah, M.E. menuturkan harapannya atas kegiatan ini dalam rangka menciptakan kerukunan, kekompakan, dan sinergi positif antar seluruh komponen unit kerja, demi kesejahteraan Bank Kalsel.

“Tentu, Saya menyadari betul di dalam perjalanan membangun dan mengembangkan perusahaan ini, akan ada dinamika, perdebatan, perselisihan pendapat, dan lain sebagainya. Saya memandang itu semua wajar belaka, sebagai bagian dari proses kita dalam menuju kesuksesan. Oleh sebab itu, di momen ini, marilah kita bersihkan hati dari segala kebencian, dendam dan berbagai penyakit hati lainnya. Mari isi hati dan pikiran kita dengan pikiran positif, optimisme, serta kreativitas, sehingga bisa berbuah hal-hal yang positif bagi kemajuan bersama,” urai Hatman.

Pada kesempatan yang sama, Fachrudin selaku Plt. Direktur Utama Bank Kalsel menjelaskan, bahwa dari semua ibadah yang dilaksanakan tentunya diharapkan memberikan dampak positif dalam jangka waktu lama, baik bagi diri pribadi maupun perusahaan.

“Dalam konteks perusahaan, hal ini bisa tercermin dari meningkatnya kinerja kita dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku sehingga bisa menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga dan perusahaan, yang pada gilirannya membawa manfaat yang besar bagi Bank Kalsel tercinta, tanpa memandang posisi, jabatan dan status kita dalam perusahaan,” terang Fachrudin.

Lebih lanjut, Fachrudin menyampaikan, dampak positif yang tak kalah dahsyat adalah dengan meningkatnya derajat taqwa dan kepedulian terhadap sesama rekan kerja, yakni terciptanya kerjasama yang semakin solid dan harmonis antar semua lini, sehingga proses penyelesaian tugas dan pekerjaan makin cepat dan komprehensif yang berimbas kepada hasil yang lebih berkualitas.

“Pada akhirnya, performa perusahaan pun semakin bersinar dan memberikan kepuasan bagi para stakeholder, termasuk karyawan itu sendiri. Maka, jaga level taqwa kita sebagai bentuk hablumminallah dan pertahankan tali silaturahmi diantara kita sebagai perwujudan hablumminannas. Dengan demikian tercipta keseimbangan dan harmonisasi antara hubungan dengan Allah dan hubungan kita dengan sesama manusia,” ujarnya.

Fachrudin juga menambahkan, pencapaian positif perusahaan tentunya juga tidak lepas dari performa seluruh Insan Bank Kalsel serta dukungan para keluarga.

“Oleh sebab itu, Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Insan Bank Kalsel beserta keluarga atas performa positif selama ini. Mudah-mudahan apa yang dilakukan hari ini dan hari esok mendapat ridho dan dicatat sebagai amal kebajikan bagi kita semua. Semoga pula Allah SWT senantiasa melindungi dan merestui setiap gerak langkah kita bersama dalam upaya meraih kemenangan dan ketaqwaan,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Izaak Zoelkarnasin Akbar, Resmi Dilantik Sebagai Dokter Pendidik Klinis Ahli Utama

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Pelantikan Jabatan Fungsional (Jabfung) Dokter Pendidik Klinis Ahli Utama, diruang rapat H Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Selasa (2/5). Pelantikan tersebut dilakukan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar kepada Direktur RS Ulin Banjarmasin dr Izaak Zoelkarnasin Akbar sebagai Dokter Pendidik Klinis Ahli Utama.

Dalam sambutan yang Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, pihaknya mengharapkan, Keilmuan dan Pengalaman yang dimiliki dr Izaak Zoelkarnasin Akbar, bisa menjadi sarana untuk lebih berkontribusi aktif, dalam percepatan pembangunan kesehatan di Kalsel.

“Kami berpesan kepada pejabat yang dilantik untuk memanfaatkan pengalamannya selama melayani publik agar berperan aktif dalam percepatan pembangunan kesehatan di Kalsel,” ungkap Roy.

Ia menambahkan, Dokter Pendidik Klinis Ahli Utama memiliki tugas pokok untuk melaksanakan pelayanan spesialistik pengabdian masyarakat, pelayanan pendidikan Dokter dan Doktor spesialis, serta melakukan penelitian pengembangan ilmu kedokteran di rumah sakit pendidikan Kalimantan Selatan.

“Agar kenaikan jenjang ini dapat diiringi dengan produktivitas dan inovasi yang lebih tinggi, serta kinerja yang lebih baik untuk mewujudkan peningkatan pelayanan kesehatan disertai rasa empati dan jiwa pengabdian kepada masyarakat,” ucap Roy.

Pejabat yang dilantik, lanjut Roy, juga harus terbuka dengan kemajuan teknologi kesehatan guna meningkatkan keahlian dan memaksimalkan pelayanan kesehatan. Selain itu, juga harus tanggap terhadap setiap ancaman prinsip kesehatan dan menyiapkan langkah-langkah mitigasinya demi mewujudkan ketahanan pelayanan kesehatan di Banua.

“Pejabat yang dilantik memiliki peran sebagai panutan baik itu bagi peserta didik dan rekan kerja,” kata Roy.

Kontribusi pejabat yang dilantik hari ini sangat diperlukan untuk mengahasilkan generasi penerus yang kompeten di bidang kedokteran dan mampu bersaing di tingkat global serta berorientasi sosial. Laksana Jabatan Fungsional ini dengan rasa penuh tanggung jawab, dedikasi, dan loyalitas yang tinggi. (MRF/RDM/RH)

Lakukan Imunisasi Lengkap Itu, Penting!

BANJARBARU – Imunisasi, tentu bukan kata yang tabu di kalangan masyarakat kita saat ini. Bahkan mungkin orang-orang lebih mengenalnya lagi pasca pandemi COVID-19. Ya, imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit menular dengan pemberian vaksin. Tujuannya tentu agar terjadi imunitas (kekebalan) terhadap penyakit tersebut. Vaksin sendiri adalah jenis bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau bahkan dimatikan untuk merangsang sistem imun dengan membentuk zat antibodi dalam tubuh. Antibodi inilah yang melindungi tubuh kita. Dengan kata lain, imunisasi adalah proses yang membuat seseorang kebal terhadap suatu penyakit melalui pemberian vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim, bahwa vaksinasi telah banyak mengurangi penyakit, disabilitas, kematian, dan bahkan ketidaksetaraan di seluruh dunia. Kementerian Kesehatan RI pun mendukung pemberian vaksin anak melalui program imunisasi rutin lengkap yang didalamnya terdapat pemberian imunisasi dasar dan lanjutan. Program ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.

Seperti kita tahu, imunisasi diberikan dengan maksud untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat membahayakannya, sejak ia lahir. Sehingga, anak bukan saja terhindar dari penyakit, tapi juga dapat memiliki tumbuh kembang yang optimal.

Pemberian imunisasi yang digalakan Kemenkes RI, disesuaikan dengan usia anak dan kesiapan tubuhnya. Sehingga masing-masing ada waktunya. Seperti untuk imunisasi dasar lengkap, bayi berusia kurang dari 24 jam, sudah seharusnya diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0), usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1), usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2), usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3), usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik), dan usia 9 bulan diberikan (Campak atau MR).

Sementara untuk imunisasi lanjutan, bayi bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR). saat ia menginjak kelas 1 SD/madrasah/sederajat diberikan (DT dan Campak/MR), kelas 2 dan 5 SD/madrasah/sederajat diberikan (Td). Vaksin Hepatitis B (HB) diberikan untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Imunisasi BCG diberikan guna mencegah penyakit tuberkulosis. Selanjutnya Imunisasi Polio tetes diberikan 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan untuk mencegah lumpuh layu. Imunisasi polio suntik pun diberikan 1 kali pada usia 4 bulan agar kekebalan yang terbentuk semakin sempurna. Untuk Imunisasi Campak diberikan agar mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare atau menyerang otak. Imunisasi MR diberikan untuk mencegah penyakit campak sekaligus rubella. Rubella sendiri, pada anak merupakan penyakit ringan, namun apabila menular ke ibu hamil, terutama pada periode awal kehamilannya, dapat berakibat pada keguguran atau bayi yang dilahirkan menderita cacat bawaan, seperti tuli, katarak, dan gangguan jantung bawaan. Selanjutnya adalah Vaksin DPT-HB-HIB, vaksin ini diberikan untuk mencegah setidaknya 6 (enam) penyakit yang kerap terjadi pada masyarakt kita. Seperti Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia (radang paru) dan Meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.

Meski pada tahun 2022, Kemenkes telah mencatat cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia melampaui target diangka 90 persen, karena capaiannya berhasil berada pada angka 94,3 persen dari sebelumnya hanya 84 persen pada 2021, pemerintah tetap harus gencar menyeru pada masyarakat, agar para orang tua memberikan imunisasi kepada anak-anaknya melalui pusat-pusat layanan kesehatan yang tersebar di seluruh daerah di negeri ini. Bukan hanya di perkotaan saja, tapi juga masuk ke pelosok-pelosok desa yang mungkin masih sulit memperoleh layanan kesehatan akibat akses transportasi yang belum memadai.

Dari data Kemenes RI beberapa daerah di Indonesia, capaiannya masih kurang dari target tersebut. Termasuk Kalimantan Selatan. Tahun 2022 lalu, capaian jumlah anak yang telah diimunisasi dari data di Dinas Kesehatan setempat, hanya berada pada angka 86,4 persen, atau dengan kata lain, hanya 60.411, dari total 69.933 anak yang telah diimunisasi.

Yakin atau tidak, soal kesehatan berpengaruh besar terhadap kesejahteraan dan keberlangsungan hidup kita. Sehingga bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi tugas kita bersama, untuk saling bersinergi membentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan imunisasi. Mengingat, saat ini masih ada saja orang tua yang berkeyakinan, bahwa imunisasi bukan hal penting untuk masa depan. Bahkan ada yang beranggapan, melakukan imunisasi malah justru memasukkan virus membahayakan ke dalam tubuh sang anak. Oleh karenanya, edukasi soal imunisasi ini sangatlah penting dilakukan.

Bila imunisasi dilakukan secara benar, maka dapat diyakini dapat menurunkan morbiditas (angka kesakitan), menurunkan mortalitas (angka kematian), terhindar dari kecacatan, dan eradikasi penyakit di suatu daerah atau negeri. Oleh karena itu, melindungi tubuh dengan imunisasi penting dilakukan saat ini.

“Ayo lindungi diri, keluarga dan masyarakat dengan imunisasi lengkap. Selamat memperingati Hari Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2023”. (RDM/RH)

Bupati Banjar Lantik 9 Pejabat Eselon II

BANJAR – Bupati Banjar, Saidi Mansyur melanti sebanyak 9 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemkab Banjar, di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Jum’at (28/4).

Pelantikan disaksikan Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al-Habsyie dan Sekda M Hilman serta para asisten, Kepala SKPD dan camat se Kabupaten Banjar.

Foto bersama Bupati Banjar (tengah) bersama dengan pejabat di lingkup Pemkab Banjar

Saidi berharap, pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi di lingkungan kerja yang baru. Serta mampu mengemban tugas dengan sebaik baiknya.

“Laksanakan program pelayanan dan kegiatan visi misi Kepala Daerah bisa dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.

Saidi menyebut, ke sembilan pejabat eselon II tersebut sudah melakukan beberapa proses untuk meningkatkan kinerja pejabat pimpinan tinggi pratama.

“Salah satunya mengikuti uji kompetensi melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Banjar beberapa waktu lalu,” bebernya.

Adapun sembilan pejabat tersebut yakni, Kepala Bappedalitbang Siti Hamidah, Asisten Administrasi Umum Rakhmat Dhany, Inspektur M Riza Dauly, Kepala Dispersip Tofik Norman Hidayat, Kepala Disnakertrans Hj Siti Mahmudah, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik I Gusti Made Suryawati, Kepala Dinsos P3AP2KB Aspihani, Kepala Dishub I Gusti Nyoman Yudiana, dan Kepala DKUMPP Kencana Wati. (SYA/RDM/RH)

KPU Kalsel Buka Pendaftaran Bacaleg DPRD Untuk Pemilu 2024

BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan, akan membuka pendaftaran bakal calon anggota DPRD Kalsel untuk Pemilu Serentak tahun 2024. Hal itu disampaikan, Komisioner KPU Kalsel Hatmiati, dalam sambungan telepon, kepada Abdi Persada FM, Jumat (28/4) sore.

Hatmiati mengatakan, tahapan pendaftaran selama 14 hari dibuka mulai 1 – 14 Mei 2023, partai politik dipersilahkan menyerahkan daftar kader yang akan dijadikan bakal calon legislatif DPRD Kalsel. Waktu mendaftar pukul 08.00 -16.00 WITA. Sedangkan pada hari Minggu 14 Mei 2023, pukul 08.00-23.59 WITA.

“Pendaftaran bacaleg DPRD Kalsel bisa datang ke Kantor KPU Kalsel, Jalan A Yani KM 3,5 No.212 Banjarmasin,” ungkapnya

Disampaikan Hatmiati, syarat pendaftaran dokumen surat pengajuan dan daftar bakal calon dapat diunduh di laman silon.kpu.go.id, menggunakan Formulir Model B yang diajukan oleh partai politik. Berkas dalam bentuk fisik, agar disampaikan secara langsung dan file serupa dengan format digital diupload di Silon (sistem pencalonan).

“Formulir Model B yang diisi dilengkapi dengan foto diri terbaru, dan dokumen persetujuan bakal calon dari ketum parpol atau sekjen,” jelasnya

Lebih lanjut Hatmiati menambahkan, setelah menerima berkas KPU Kalsel akan memverifikasi persyaratan dan mengembalikan jika berkas belum memenuhi kelengkapan.

“Dokumen yang dikembalikan bisa didaftarkan kembali hingga batas akhir pendaftaran,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version