Diskominfo Kalsel Gelar Rakor Indeks KAMI

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Indeks Keamanan Informasi (KAMI) bersama dengan sejumlah SKPD terkait. Rakor tersebut dilaksanakan di ruang rapat H Maksid Kantor Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, pada Selasa (14/11).

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhamad Muslim yang diwakili Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Suchianita Akbar menyampaikan, kesadaran akan pentingnya menerapkan sistem manajemen keamanan informasi dalam pengelolaan sistem elektronik sangat diperlukan agar menjaga informasi tersebut, mengingat semakin tingginya anomali siber dan insiden siber yang menyebabkan terganggunya proses pemanfaatan hingga terjadinya kerusakan pada data dan informasi yang terdapat dalam sistem elektronik tersebut.

“Semua pihak terkait penggunaan sistem elektronik di OPD baik sebagai pengelola sistem, pengelola data dan pengguna sistem harus menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) untuk menjaga kerahasiaan data dan informasi, integritas data dan informasi, serta ketersediaan data dan informasi yang ada pada sistem elektronik yang dikelola atau digunakan,” ungkap Suchianita.

Indeks KAMI adalah metode untuk mengukur seberapa jauh pelaksanaan sistem manajemen keamanan informasi dari sisi tata kelola keamanan informasi, pelaksanaan manajemen risiko keamanan informasi, mekanisme pengelolaan aset keamanan informasi, implementasi kerangka kerja keamanan informasi sampai dengan pemanfaatan teknologi keamanan informasi pada sistem elektronik yang dikelola atau dimanfaatkan lingkup OPD Pemprov Kalsel.

“Dengan melaksanakan penilaian Indeks KAMI, diharapkan dapat mengukur tingkat risiko keamanan informasi sistem elektronik dan menjadi acuan SKPD lingkup Pemprov Kalsel menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi, ” lanjut Suchianita.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan peserta terkait bagaimana penilaian indeks KAMI di seluruh SKPD lingkup Provinsi Kalsel yang nantinya akan mempermudah proses penilaian atau asessmen yang dilakukan oleh Bidang Persandian Diskominfo Provinsi Kalsel. (MRF/RDM/RH)

Sosialisasi Ideologi Pancasila, Paman Yani : Keutuhan Bangsa Mesti Diterapkan Di Lingkungan Kerja

TANAH BUMBU – Pancasila adalah warisan budaya paling berharga yang menjadi hak Warga Negara Indonesia saat lahir dari rahim ibu pertiwi. Sebab itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, terus memberikan wawasan tentang nilai-nilai ideologi Pancasila hingga ke pelosok Desa agar tidak luntur.

Suasana sosialisasi revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai ideologi Pancasila Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi di Desa Mekar Sari

Seperti ke Desa Mekar Sari, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (14/11).

Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi. Buktinya, sosialisasi wawasan kebangsaan dari wakil rakyat akrab disapa Paman Yani itu, bahkan juga dihadiri oleh puluhan manajemen dan karyawan PT Jhonlin Agro Lestari (JAL).

Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi dihadiri manajemen dan karyawan PT JAL

Paman Yani menyampaikan, menjaga keutuhan bangsa bukan saja dilakukan melalui semangat persatuan dalam bermasyarakat, tetapi juga bisa dibawa ke tempat kerja.

“Seperti menjaga kebersamaan antar karyawan, gotong royong, semangat diri untuk memberikan etos kerja yang tinggi. Dengan begitu, output yang dihasilkan untuk perusahaan juga akan luar biasa bagus demi perkembangan perusahaan maupun negara,” ungkap Paman Yani.

Paman Yani menilai, kehadiran manajemen dan karyawan perusahaan yang bergerak di bidang sawit itu juga sangat tepat. Sebab latar belakang karyawan dari berbagai suku dan ras sangat rentan terhadap isu radikalisme. Terlebih menjelang tahun politik seperti saat ini.

“Apalagi kalau bicara tentang sosial media. Kita tidak bisa menahan informasi apa saja yang beredar disana. Lewat sosial media siapa saja bisa masuk sana dan siapa saja bisa melihat,” tutur Paman Yani.

Kebebasan bermedia sosial tersebut, menurut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, memudahkan oknum-oknum untuk menyebarkan berbagai informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, termasuk paham radikalisme.

“Karena karyawan perusahaan ada disini saya sangat bersyukur. Sebab paham-paham radikalisme bisa kita tekan. Apalagi menjelang tahun politik banyak yang memberikan berita-berita hoax, berita ujaran kebencian. Setidaknya kita disini terimbas dari pengaruh-pengaruh orang luar,” ungkap Paman Yani.

Paman Yani berharap sosialisasi tentang ideologi Pancasila yang ia berikan, bisa membentengi diri seluruh tamu yang hadir dari paham radikalisme.

“Berbeda suku bangsa, tetapi kita disini memiliki visi yang sama yakni untuk mencari nafkah, jangan coba-coba mengganggu kenyamanan mereka bekerja dengan memasukkan nilai-nilai ideologi Pancasila,” tegas Paman Yani.

Sementara itu, General Manager PT JAL, Muhammad Husni Thamrin, menilai Paman Yani merupakan sosok idealis yang sudah lama tidak pernah ia jumpai.

“Saya menemukan orang yang betul-betul idealis NKRI dengan falsafah kita Pancasila. Saya juga telah melihat jejak rekam beliau yang memiliki jam terbang tinggi. Ibarat pesawat , kalau jam terbang pilot sudah diatas 35 ribu jam, kita pasti aman dibawanya,” ujarnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Yani Ingatkan, Hasil Pungutan Pajak Bakal Kembali ke Masyarakat

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, terus menyuarakan tentang pentingnya membayar pajak guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satunya melalui sosialisasi tentang Perda Pajak dan Retribusi, ke masyarakat di Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (11/11).

Dihadapan masyarakat di sana, Yani Helmi menjabarkan sejumlah pembangunan hasil dari pungutan pajak. Seperti jalan bebas hambatan Banjarbaru-Batulicin yang akan memangkas waktu perjalanan hingga separuhnya, dari akses jalan biasanya.

“Kalau biasa kita dari Banjarbaru ke Batulicin memakan waktu kurang lebih 6 jam. Lewat jalan bebas hambatan nanti hanya akan memakan waktu paling lama 3 jam. Uangnya dari mana ? tentu saja dari hasil pajak yang kita bayar. Insyaallah jalannya akan bisa dilalui Oktober 2024 nanti,” ujar wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani.

Ia juga menyebut Pemprov Kalsel saat ini tengah berencana melanjutkan pembangunan jembatan penghubung Pulau Laut – Pulau Kalimantan, menggunakan APBD Provinsi Kalsel ditambah Kabupaten Tanah Bumu dan Kotabaru  dengan total Rp500 miliar.

“Itu jumlah uang yang tidak sedikit, pemerintah tidak akan mempunyai dana sebanyak itu jika tidak dibantu dengan hasil pajak yang kita bayar. Kita harus membantu percepatan pembangunannya, karena tentu saja kita tidak ingin terus-terusan mengeluarkan banyak uang untuk menyebrang dari Tanah Bumbu ke Kotabaru,” tutur Paman Yani.

Disisi lain, Legislator Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu juga meminta Pemkab untuk memaksimalkan infrastruktur di daerah. Terlebih, dalam Perda Pajak dan Retribusi yang telah disetujui dalam paripurna DPRD Kalsel pada 11 Oktober lalu, Pemkab/Pemko akan menerima sebanyak 70 persen dari hasil pungutan pajak.

“Jumlah sebanyak 70 persen itu tentu saja harus dimaksimalkan oleh Pemerintah Daerah, infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat harus terjamin,” tutup Paman Yani. (SYA/RDM/RH)

Paman Yani Upayakan Bantu Turunkan Harga Pupuk

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DRPD Kalsel Muhammad Yani Helmi, akan berupaya membantu pekebun karet di Desa Karang Rejo, Kabupaten Tanah Bumbu, untuk mendapatkan pupuk dengan harga miring.

Wakil rakyat yanb akrab disapa Paman Yani itu, menilai harga pupuk yang dijual ke pekebun karet masih tergolong tinggi.

“Mungkin dengan harga yang agak miring dari harga pasar, ini kan sangat dibutuhkan oleh warga,” ujar Paman Yani di sela hari terakhir resesnya, baru-baru tadi.

Saat hari terakhir reses, sejumlah warga di Desa Karang Rejo juga menyampaikan aspirasi mereka untuk dibantu pengembangan perkebunan sawit.

Menurut Paman Yani, regulasinya akan tersebut terbilang sulit, karena PTPN mewajibkan perkebunan karet di Desa itu. Kendati demikian, Paman Yani mengaku akan tetap menyampaikan aspirasi warga ke Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel.

“Sehingga ketika pertemuan ini nanti digelar ya kita akan ditanyakan apa hal yang sekiranya diperlukan oleh masyarakat kita bisa bantu,” tuturnya.

Paman Yani menegaskan, setiap tantangan yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat harus bisa diselesaikan oleh pemerintah melalui inisiasi anggota dewan yang sudah keliling ke pelosok desa.

“Saya hanya bisa mendo’akan siapapun masyarakat yang sudah kita temui, apapun program yang sudah kita dapat sebagai anggota dewan saya kembalikan lagi ke masyarakat. Setidaknya hari ini saya mengucapkan banyak terimakasih karena sudah dipercaya oleh masyarakat selama ini, terutama warga di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru,” tutupnya.

Untuk diketahui, pada hari terakhir tersebut, Paman Yani juga melaksankan reses di Desa Rejo Winangun, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu. (SYA/RDM/RH)

Erma Syahriani Resmi Dilantik Jadi PAW Anggota DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat paripurna istimewa pengambilan sumpah/janji Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kalsel Sisa Masa Jabatan 2019-2024 atas nama Erma Syahriani menggantikan Rizky Niraz Anggraini dari Partai Hanura.

Suasana Paripurna istimewa Pengambilan Sumpah/Janji PAW Anggota DPRD Kalsel, Erma Syahriani

Rapat paripurna istimewa ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Karmila dan diikuti sejumlah Anggota DPRD Kalsel diselenggarakan di ruang rapat paripurna gedung A DPRD Kalsel, Jum’at (10/11) siang.

Turut hadir antara lain Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, sejumlah pejabat lingkup Pemprov Kalsel serta Forkopimda Kalsel.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengatakan dengan dilantiknya PAW Anggota DPRD Kalsel Erma Syahriani, maka telah lengkap keanggotaan DPRD Kalsel yang berjumlah 55 orang. Ia berharap semua anggota DPRD Kalsel mampu memperkuat barisan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Alhamdulillah atas kerjasama yang baik selama ini antara Dewan dan Pemprov Kalsel mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang dimanfaatkan untuk pembangunan di Banua,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar berharap dengan integritas dan dedikasi yang tinggi, Erma dapat memberikan kontribusi terbaik dan melanjutkan perjuangan mengemban amanah rakyat Kalsel.

Ia juga berharap agar kerjasama dan sinergitas yang selama ini terjalin erat antara Pemprov dan DPRD Kalsel dapat terus ditingkatkan demi masa depan yang lebih baik.

“Selamat atas pelantikan PAW Anggota DPRD Kalsel, Erma Syahriani. Semoga semakin memperkuat DPRD yang selama ini bekerjasama dengan baik. Semoga di sisa masa jabatan ini, kita bisa bekerjasama dan berkoordinasi sehingga tujuan pemerintah bisa berjalan baik dan lancar,” harapnya.

Sedangkan, PAW Anggota DPRD Kalsel , Erma Syahriani menyatakan siap untuk melanjutkan tugas kinerja anggota Dewan terdahulu, khususnya di Komisi I DPRD Kalsel. Ia juga berharap, di sisa masa jabatan ini, dapat menjalin kerjasama dengan anggota dewan lainnya dalam menjalankan tugas dan fungsi anggota dewan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT, Ketua DPRD Kalsel dan pihak-pihak terkait sehingga acara pelantikan ini berjalan dengan baik. Semoga di sisa masa jabatan ini, saya dapat melaksanakan amanah sebagai wakil rakyat,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Peringati Hari Pahlawan ke 78, Pemprov Kalsel dan Forkopimda Kenang Jasa Para Pahlawan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke 78 tahun 2023 yang di laksanakan di halaman Kantor Gubernur di Banjarbaru, Jumat (10/11). Upacara peringatan Hari Pahlawan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang bertindak sebagai Inspektur upacara. Turut hadir pula Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Forkopimda Kalsel, Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar, sejumlah Pimpinan SKPD lingkungan Provinsi Kalsel, dan Pimpinan instansi lembaga vertikal.

Dalam momen ini, Gubernur mengharapkan agar para pemuda Banua terus mewarisi semangat para pejuang, khususnya pejuang asal Kalsel, Pangeran Antasari.

“Anak-anak muda sekarang harus mewarisi semangat para pejuang dalam menjalani aktivitas lantaran berkat mereka kita dapat menikmati kehidupan yang layak dan bebas dari penjajah” ucap Sahbirin saat memimpin Apel.

Hari Pahlawan ke-78 ini, diperingati dengan mengusung tema “Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan”. Tema ini diangkat melalui renungan yang mendalam untuk menjawab ancaman penjajahan modern yang kian nyata.

“Inilah tantangan yang sesungguhnya bagi generasi penerus. Ancaman dan tantangan ini akan kita taklukkan berbekal semangat yang sama seperti dicontohkan para pejuang 10 November 1945,” ucap Sahbirin Noor, saat membacakan amanat Menteri Sosial RI Tri Risma Maharini.

Sahbirin Noor bersyukur, saat ini semangat untuk berantas kebodohan dan perangi kemiskinan dapat dilihat dan dirasakan denyutnya di seluruh pelosok Negeri. Semangat yang membawa menolak kalah dan menyerah pada keadaan, menyatukan dalam upaya mewujudkan kehidupan kebangsaan yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Serta memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Semangat yang berasal dari nilai perjuangan Pahlawan Bangsa di tahun 1945,” tutup Sahbirin Noor.

Apel peringatan hari pahlawan nasional

Untuk diketahui, usai upacara peringatan Hari Pahlawan, Gubernur Kalsel juga turut kembali memberikan paket bantuan secara simbolis kepada perwakilan dari para veteran pejuang.

Usai menggelar apel upacara peringatan Hari Pahlawan ke-78 tahun 2023, rombongan Forkopimda Kalsel, Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar, sejumlah Pimpinan SKPD lingkungan Provinsi Kalsel, dan Pimpinan instansi lembaga vertikal lainnya, mengunjungi taman Makam Pahlawan Nasional Bumi Kencana Kota Banjarbaru, untuk melakukan ziarah dan tabur bunga di makam – makam para pahlawan. Ziarah yang dipimpin Danrem 101/antasari, Brigjen TNI Ari Aryanto ini berjalan khidmat, untuk mengenang jasa – jasa para pahlawan.

Ziarah dan tabur bunga di makam pahlawan bumi kencana

Di kesempatan ziarah tersebut, Danrem 101/antasari Brigjen TNI Ari Aryanto menyampaikan, agar para generasi muda di Kalimantan Selatan dapat kembali mengenang dan mencontoh jasa – jasa perjuangan pahlawan.

“Perjuangan generasi muda tidaklah mudah, yakni menghadapi tantangan lingkungan seperti pengaruh negatif narkoba, pergaulan bebas,” ungkapnya.

Ia meyakini, Generasi Muda di Kalimantan Selatan yang terkenal dengan sifat religiusnya, bisa menghadapi segala tantangan dimasa sekarang. Sehingga perjuangan para pahlawan akan diteruskan oleh para generasi muda.

“Kami percaya generasi muda bisa menghadapi tantangan apapun,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Jadi Salah Satu Pilot Project, Kemnaker RI Gelar Sosialisasi Perpres 1/2023 di Kalsel

BANJARMASIN – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia menggelar sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) dan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) yang bertempat di salah satu hotel berbintang, Jum’at (10/11).

Ketua Tim Kerja Persiapam LPN, Prof. Bomer Pasaribu mengatakan kegiatan ini dilaksanakan karena Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu proyek percontohan (pilot project) pelopor penggerak Perpres Nomor 1 Tahun 2023 oleh Kemnaker RI. Mengingat Provinsi Kalsel dinilai potensial sebagai pemicu pertumbuhan nasional.

“Di luar pulau Jawa, hanya ada tiga daerah pilot project yang dipilih. Yaitu Sumatera Utara, Kalsel, dan Sulawesi Selatan,” katanya.

Bomer menjelaskan bahwa sisa era bonus demografi harus dimaksimalkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Sebab, 10 tahun pertama era bonus demografi tidak mampu dioptimalkan dengan baik.

“Dengan adanya Perpres 1/2023, kita akan mendayagunakan bonus demografi. Pada 2035 diharapkan Indonesia sudah menjadi negara berpendapatan tinggi. Kemudian 2045, sudah sebagai negara sejahtera makmur,” jelasnya.

Menurut Bomer, produktivitas setiap orang harus menciptakan nilai tambah. Baik dalam dunia ekonomi, pendidikan, pelatihan dan vokasi, hingga pemerintahan. Namun, menurutnya, saat ini sudut pandangan kebanyakan orang seolah produktivitas hanya fokus terhadap dunia ekonomi.

“Dunia ekonomi memang sudah pasti, tapi jangan lupakan produktivitas dunia yang lainnya. Bila semua sudah terpenuhi, maka akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalsel, Irfan Sayuti mengaku merasa bangga dan termotivasi dengan adanya penunjukan Kalsel sebagai salah satu proyek percontohan serta berkomitmen untuk mewujudkan tujuan dari Perpres Nomor 1 Tahun 2023 tersebut.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti membuka acara sosialisasi Perpres 1/2023

“Ada 29 stakeholder yang diundang dalam sosialisasi ini. Tentu semua akan bergerak demi mewujudkan harapan Perpres itu,” katanya.

Irfan juga mengakui, era bonus demografi saat ini seakan tak dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu, menurutnya, upaya menggenjot produktivitas dan daya saing akan lebih ditingkatkan.

Suasana Sosialisasi Perpres 1/2023 di Banjarmasin

Dalam sosialisasi tersebut juga menghadirkan narasumber yaitu Ketua Tim Persiapan Kegiatan LPN, Bomer Pasaribu, Anggota Tim Persiapan Kegiatan LPN, Yunani Roaidah, Koordinator Pembinaan Kelembagaan, Promosi dan Kerjasama Peningkatan Produktivitas, Budhi Hidayat Laksana, Anggota Tim Persiapan Kegiatan LPN, Herry Wihasnanto, dan Subkoordinator Kelembagaan, Kris Wahyuni. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Bentuk KWSB di HSS

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel membentuk Kawasan Siaga Bencana (KWSB) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Suasana Penyuluhan KWSB di HSS

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Bencana Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel, Achmadi, menjelaskan KWSB dibentuk dengan maksud untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan risiko bencana dengan cara menyelenggarakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan berbasis masyarakat.

“Hal itu melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada di sekitar lingkungan ini,” jelasnya kepada Abdi Persada FM, melalui WhatsApp, Jum’at (10/11).

Menurut Achmadi, KWSB yang terjun ke lokasi bencana dapat memberikan pengurangan risiko bencana lebih diminimalisir, khususnya bencana alam banjir yang terjadi di hulunya dan hilirnya juga merasakan bencana yang sama. Oleh karena itu, lanjutnya, Dinsos Kalsel bekerjasama dengan Dinsos Kabupaten HSS melakukan langkah strategis dengan membentuk KWSB yang terdiri dari kecamatan-kecamatan rawan bencana, khususnya bencana alam banjir yang selalu terjadi di saat musim penghujan.

“Di HSS sendiri dari hasil survei kerawanan bencana tercatat ada sebanyak 11 kecamatan yaitu Loksado, Padang Batung, Kandangan, Simpur, Kalumpang, Sungai Raya, Daha Selatan, Daha Utara, Daha Barat, Angkinang dan Telaga Langsat. Jadi sebelas kecamatan ini rawan bencana, sehingga penanganan bencana dimulai dari hulu hingga ke hilir kabupaten tersebut,” terangnya.

Achmadi mengungkapkan tercatat relawan yang diikutkan dalam pembentukan kawasan siaga ini cukup banyak. Gunanya untuk menekan dan mengurangi resiko terhadap bencana melalui ketahanan bencana berbasis masyarakat.

“Ratusan relawan ini yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemerintahan desa serta selanjutnya tim dari aparat kecamatan,” terangnya.

Achmadi menambahkan pihaknya memberikan pembekalan dan pelatihan (beklat) kepada ratusan relawan tersebut agar mereka memiliki skill (keterampilan) lebih dalam menghadapi dan mencegah bencana serta memiliki respon yang cepat, tanggap dan tepat agar penanganan bencana mampu tertangani dengan baik.

“Kita laksanakan pelatihan penanganan bencana berbasis masyarakat di kawasan siaga bencana tersebut selama tiga hari yaitu 9-11 November 2023,” pungkasnya. (NRH/ RDM/RH)

Disela Reses, Paman Yani Tinjau Proses Pembangunan SMAN 1 Batulicin

TANAH BUMBU – Progres pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Batulicin sudah hampir 70 persen. Meski begitu, masih ada beberapa catatan dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, seperti minimnya ruang kelas hingga akses jalan yang masih terbilang sulit.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (kanan) saat bertemu dengan penanggung jawab proyek bangunan SMAN 1 Batulicin (biru)

“Memang ada beberapa yang jadi perhatian. Kalau saya lihat di sekitar sekolah terjadi karhutla yang bisa merusak bangunan sekolah, jadi mungkin nanti saya akan minta bantu ke Pemprov Kalsel agar dibangunkan pagar sekolah,” ujar Yani Helmi disela pelaksanaan reses, di Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (8/11).

Proses pembangunan SMAN 1 Batulicin yang sedang dikerjakan oleh sejumlah pekerja bangunan

Selain itu, minimnya ruang kelas dan tidak adanya toilet untuk siswa, juga menjadi perhatian dari wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini.

Pasalnya SMA satu-satunya di Kecamatan Batulicin itu, hanya akan memiliki tiga ruang kelas. Sedangkan toilet siswa, sementara akan digabung dengan para dewan guru.

“Saya harap nanti bisa ditambah lagi ruangan dan toiletnya. Tanahnya juga disini kan tanah gunung, mungkin nanti kita akan bantu minta paving blok supaya lapangan sekolah bisa dimanfaatkan siswa untuk upacara dan kegiatan lain,” tutur Paman Yani.

Disisi lain, akses jalan menuju sekolah yang masih belum beraspal, lanjut Paman Yani, akan ia perjuangkan ke Dinas PUPR Kalsel.

“Pengerasannya saya rasa sudah bagus, dan untuk pengaspalan juga tidak banyak, hanya kurang lebih 1 kilometer. Saya harap pemerintah segera membangunkan akses jalan memadai untuk anak-anak peserta didik kita,” imbuh Paman Yani.

Meski dinilai masih kurang memadai, dewan Kalsel Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, tetap mengucap terimakasih kepada Pemprov Kalsel khususnya kepada Gubernur Sahbirin Noor serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, karena telah mendikasikan diri untuk terus membangun infrastruktur sekolahan yang dibutuhkan oleh rakyat terutama di Tanah Bumbu.

“Kami berharap dan berdoa semoga apa yang kita inginkan tadi bisa terwujud, sekolahnya benar-benar bisa layak untuk anak-anak mengenyam pendidikan,” harap Paman Yani.

Dengan progres pembangunan yang hampir 70 persen, Paman Yani berharap sekolah ini dapat memulai menerima pendaftaran siswa pada tahun ajaran baru 2024 nanti.

Sementara itu, Lurah Gunung Tinggi, Yudi Hanna menyampaikan apresiasinya kepada Paman Yani, karena telah mewujudkan aspirasi warga yang menginginkan bangunan SMA di wilayah mereka.

“Tentu saja ini bukti bahwa aspirasi kami bukan hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti. Kami sangat berterimakasih kepada Paman Yani,” katanya. (SYA/RDM/RH)

Siap Jadi Mitra IKN, Kalsel Gelar Simposium Nasional

BANJARMASIN – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Simposium Nasional IKN di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Kamis (9/11). Simposium yang mengangkat tema Konektivitas dan Sinergitas Kalimantan dalam Persiapan IKN ini, dibuka Gubernur, Sahbirin Noor secara daring. Acara yang mengundang 700 tamu secara offline dan online ini, sengaja digelar untuk menunjukkan kesiapan provinsi Kalimantan Selatan, sebagai daerah penyangga sekaligus pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Suasana Simposium Nasional IKN

Dalam sambutannya, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu mengatakan, untuk mendukung pembangunan IKN, diperlukan juga sinergitas pemerintah daerah se Kalimantan, bersama berbagai elemen masyarakat, guna menggali potensi dari berbagai sektor khususnya pangan, pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Saya sangat mengapresiasi para kepala daerah se Kalimantan, para akademisi dan praktisi yang telah berkontribusi mensukseskan simposium ini, guna menggali berbagai gagasan terkait aspek konektivitas dan sinergi antar wilayah di Kalimantan dalam persiapan IKN,” tutupnya.

Sementara itu, kepada wartawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, narasumber simposium ini berasal dari Otorita IKN, Kementerian PUPR, kepala daerah dan SKPD 4 provinsi di Kalimantan (Kalteng, Kaltara, Kalbar dan Kaltim), media massa, PWI, akademisi, mahasiswa, asosiasi, serta pengusaha.

Kadis Kominfo Kalsel memberikan souvenir kepada narasumber Simposium Nasional

“Intinya, simposium ini diharapkan mampu mewujudkan sinergitas pembangunan infrastruktur Kalimantan dalam mempersiapkan IKN,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version