RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Gelar Baksos ke SLB

BANJARMASIN – Dalam rangka menyambut Bulan Kesehatan Gigi Nasional tahun 2023, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, menggelar Bakti Sosial ke SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalsel, berlokasi di Jalan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Suasana Bakti Sosial di SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalsel

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Suparni Puji Lestari, melalui sambungan telepon, pada Jumat (24/11) mengatakan, kegiatan yang diberikan ini merupakan pertama kalinya pada Kamis 23 November, dan akan dilanjutkan pada 4 Desember mendatang, bertepatan Hari Disabilitas Internasional. Dengan mengangkat tema : Senyum Indonesia, Gigi Kuat Mulut Sehat.

“Pada tanggal 23 November ada sebanyak 125 peserta didik yang diberikan penyuluhan dan pelayanan kesehatan gigi,” ucapnya

Foto bersama

Disampaikan Puji, dari 125 peserta didik yang terdiri anak-anak dari taman kanak-kanak dan sekolah dasar, pihaknya juga telah memberikan penanganan diantaranya penambalan dan pencabutan gigi. Dalam kegiatan satu orang anak, wajib didampingi orangtua, diperiksa Dokter Gigi, Dosen dan Perawat Gigi.

“Giat akan dilanjutkan tanggal 4 Desember di SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalsel, dengan sasaran peserta didik tingkat SMP dan SMA,” jelasnya

Lebih lanjut Puji menambahkan, selain itu, dalam rangkaian memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional, pihaknya juga mempersiapkan untuk kegiatannya di RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, pada tanggal 17,18, dan 19 Desember, sebagai peringatan Hari Puncak KGN.

“Semoga kegiatan ini merupakan sarana edukasi sejak dini, cara menyikat gigi dengan benar dan dapat diamalkan terus nantinya,” tutup Puji

Untuk diketahui, Bakti Sosial yang digelar Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan ini, bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan Desiminasi Audit Kasus Stunting di Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Jumat (25/11). Dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

Arifin mengatakan, dengan adanya Diseminasi Audit Kasus Stunting sebagai bukti seriusan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam penanganan kasus Stunting.

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor

“Diseminasi Audit Kasus Stunting sebagai bukti seriusan Pemerintah Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini untuk melakukan evaluasi audit keuangan terhadap pelaksanaan kegiatan Stunting yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Dengan adanya evaluasi ini Pemerintah Kota Banjarmasin, diharapkan penanganan kasus Stunting semakin memadai secara program dan keuangan,” ucap Arifin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin Helfian Noor menjelaskan, target penurunan kasus stunting di Kota Banjarmasin, pada 2023 ini sebesar 21,5 persen.

“Target tersebut berdasarkan capaian penurunan kasus Stunting di Kota Banjarmasin pada tahun 2022 lalu sebesar 22 persen. Sehingga, ditahun 2023 ditarget sebesar 21,5 persen,” ungkap Arifin.

Sedangkan, lanjutnya, untuk hasil penurunan kasus Stunting pada tahun 2023 ini, akan diumumkan pada awal tahun 2024 mendatang.

“Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dapat berhasil kembali, dalam upaya penurunan kasus Stunting di Tahun 2023 ini,” ucap Helfi. (SRI/RDM/RH)

Komisi II DPRD Kalsel Kaji Tiru Terkait Perizinan ke Dinas PMPTSP Jatim

SURABAYA – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kegiatan kaji tiru ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Jawa Timur, Kamis (23/11).

Rombongan Komisi II DPRD Kalsel dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo yang bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi dan Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Iqbal Yudiannor.

Imam Suprastowo menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait perizinan. Pasalnya, Imam mengungkapkan, ada beberapa kendala yang dihadapi Kalsel dalam masalah perizinan.

“Ada beberapa jenis usaha yang belum masuk dalam aplikasi Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS),” jelasnya.

Sedangkan, ungkap Imam, dari pertemuan tersebut, Dinas PMPTSP Jatim sudah memiliki aplikasi Online Single Submission (JOSS) yang mengakomodir jenis-jenis usaha yang belum masuk dalam aplikasi OSS.

“Semoga Kalsel bisa menerapkan hal serupa sehingga sistem perizinan di Banua dapat mengakomodir semua jenis usaha, sehingga dengan kemudahan layanan perizinan ini, banyak investor yang berinvestasi di Kalsel,” harapnya. (NRH/ RDM/RH)

Jelang Nataru, Pemprov Kalsel Galakkan Gerakan Pangan Murah

BANJARBARU – Untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang natal dan tahun baru (nataru), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, kembali melaksanakan gerakan pangan murah (pasar murah), yang bertempat di halaman kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan di Banjarbaru, Jum’at (24/11).

Pasar murah tersebut menjual berbagai macam komoditi pangan dengan harga yang jauh berbeda dibandingkan dipasaran, dengan harapan dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat menjelang nataru.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman menyampaikan, pihaknya akan terus menggelar kegiatan pasar murah, apalagi sebentar lagi akan memasuki natal dan tahun baru, yang dikhawatirkan dapat berdampak dengan kenaikan harga komoditi pangan.

“Mudah-mudahan pasar murah ini dapat membantu masyarakat, apalagi akan memasuki natal dan tahun baru,” ungkap Syamsir.

Gerakan pangan murah yang merupakan inisiatif langsung dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, diharapkan dapat membantu puluhan masyarakat untuk mendapatkan pangan murah. Gerakan pangan murah hasil kolaborasi bersama Badan Pangan Nasional tersebut, menjual berbagai macam bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Diantaranya yakni bawang merah dan bawang putih, beras, telur, kecap, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain itu, pangan murah juga menjual berbagai aneka ragam makanan dan minuman produksi UMKM banua.

“Gerakan pangan murah juga merupakan inisiatif langsung dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, selain membantu masyarakat kurang mampu, juga dapat menurunkan angka inflasi di Kalsel,” tutup Syamsir. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Bentuk KWSB di 8 Kecamatan di Tanbu

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel telah membentuk Kawasan Siaga Bencana yang meliputi delapan Kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu.

Suasana Simulasi Penanganan Bencana Banjir

Adapun delapan kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu tersebut yaitu Satui, Kusan Tengah, Kusan Hulu, kepayang, Kusan Hilir, Batulicin, Angsana, serta Mentewei.

Suasana Penyuluhan Pembentukan KWSB di Tanbu

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Provinsi Kalsel, Achmadi mengatakan, pembentukan kawasan siaga bencana dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan risiko bencana dimana dampak bencana alam yang terjadi dapat menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan rusaknya prasarana dan sarana publik.

“Salah satu model penanggulangan bencana berbasis masyarakat yaitu Kawasan Siaga Bencana yang merupakan rangkaian penanggulangan bencana bertujuan untuk mengurangi jumlah korban atau pengurangan risiko bencana,” katanya, kepada Abdi Persada FM melalui WhatsApp, Jum’at (24/11).

Achmadi menjelaskan KWSB dibentuk dengan maksud untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan risiko bencana dengan cara menyelenggarakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada di sekitar lingkungan.

“Pembentukan Kawasan Siaga Bencana di Kabupaten Tanah Bumbu ini sebagai modal sosial percepatan penanggulangan bencana di wilayah Tanbu. Dengan bahu membahu, KWSB Bersujud langsung turun ke lokasi bencana alam banjir, bencana sosial kebakaran dan bencana lainnya yang terjadi di wilayah masing-masing,” tuturnya.

KWSB yang terjun ke lokasi bencana dapat memberikan pengurangan risiko bencana lebih diminimalisir, khususnya bencana alam banjir yang terjadi di Hulunya dan Hilirnya juga merasakan bencana yang sama.

“Oleh karena itu, Dinsos Kalsel bekerjasama dengan Dinsos Tanbu melakukan langkah strategis dengan membentuk Kawasan Siaga Bencana yang terdiri dari Kecamatan-Kecamatan rawan bencana khususnya bencana alam banjir yang selalu terjadi disaat musim penghujan,” tambahnya.

Ada 150 relawan dari delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu mengikuti pembentukan kawasan siaga bencana (KWSB) Bersujud yang diinisiasi oleh Dinas Sosial Provinsi Kalsel, pada beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah pelaksanaan apel serta pengukuhan KWSB Bersujud di kantor Bupati, dan mereka dikukuhkan langsung oleh Pak Bupati, Zairullah Azhar,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga digelar simulasi penanganan bencana banjir rob yang dilakukan oleh anggota KWSB yang telah dikukuhkan meliputi vertical rescue, dapur umum, lumbung sosial, gardu sosial, dan posko kesehatan. (NRH/RDM/RH)

Hadirkan Abuya Arrazy dan Tuan Guru Abdul Hadi, Paman Birin Gelar Pembacaan Manaqib Syekh Samman Al Madani

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin mendampingi Abuya Dr. H. Arrazy Hasyim, MA dan Tuan Guru H. Abdul Hadi Arsyad dalam acara pembacaan manaqib Syekh Samman Al-Madani di Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Kamis (23/11) malam.

Suasana pembacaan manaqib Syekh Samman Al Madani

Ribuan jemaah rela memadati Mahligai Pancasila sejak sore hari, untuk bersama-sama mengikuti acara pembacaan manaqib Syekh Samman Al-Madani tersebut.

Para jemaah yang memenuhi gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin

Diinisiasi Paman Birin, acara ini merupakan kali kedua pembacaan manaqib, yang sebelumnya juga dilaksanakan pembacaan manaqib Syekh Arsyad Al-Banjari bulan lalu.

Diawali pembacaan maulid habsy dari grup maulid Al-Husin dari Pekauman Lama Martapura, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ustadzah Gusti Fajrina pembacaan manaqib, tausiyah dan doa.

Dalam sambutannya, Paman Birin berterimakasih atas kehadiran masyarakat yang antusias mengikuti acara manaqib tersebut.

“Biasanya acara manaqib Syekh Samman digelar masyarakat di kampung-kampung. Dan Alhamdulillah, sekarang bisa kita laksanakan di Mahligai Pancasila Banjarmasin,” ujar Paman Birin.

Untuk itu, Paman Birin berharap acara semacam ini akan terus digelar tiap tahunnya, dan dengan semakin banyaknya masyarakat membaca manaqib, dirinya berharap Kalsel semakin berkah, maju dan sejahtera.

Sementara itu, Buya Arrazy dalam tausiyahnya mengaku bersyukur dapat berbaur dengan wali-wali Allah di bumi Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, biasanya agenda-agenda maulid cuma ada di kampung, berkat Paman Birin di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kemarin melaksanakan maulid selama 14 hari, ini sungguh luar biasa. Mudahan-mudahan ke depan ini bisa diperbanyak lagi,” ujarnya.

Dirinya juga memohon doa, untuk bersama-sama mendoakan saudara muslim yang ada di berbagai negara, termasuk di Palestina dan Suriah.

Sementara itu, saat membacakan manaqib Syekh Samman, Tuan Guru H. Abdul Hadi Arsyad atau Guru Hadi mengatakan, bahwa Syekh Samman merupakan ahli tarikat yang memiliki keistimewaan luar biasa.

“Bernama lengkap Sayid Muhammad bin Abdul Karim As-Samman Al-Madani Al-Hasani Al-Qadiri Asy-Syafei Al-Quraisyi, Syekh Samman begitu masyhur di Kalimantan Selatan. Bahkan nama beliau sering disebutkan almarhum Guru Sekumpul semasa hidupnya. Maka wajar bila masyarkat Banjar mencintai beliau,” ujarnya.

Syekh Arsyad Al-Banjari merupakan santri Syekh Samman Al-Madani yang setelah pulang dari menuntut ilmu di Mekkah, beliau mensyiarkan agama Islam di tanah Banjar.

“Alhamdulillah, lewat barokah beliau, bumi Kalimantan Selatan diberikan rahmat dan syiar-syiar Islam terus ada hingga sekarang. Untuk itu, mudah-mudahan melalui pembacaan manaqib ini, kita mendapatkan berkat sidin dan kita dikumpulkan dengan orang-orang sholeh di surga Allah nantinya,” tambahnya lagi.

Guru Hadi berharap, mudah-mudahan dengan meneladani kehidupan para alim ulama, Indonesia senantiasa diberikan keberkahan dan kedamaian dalam menghadapi segala tantangan.

“Apalagi sebentar lagi kita akan menghadapi pemilu. Jadi mudah-mudahan bangsa kita aman dan damai. Dan yang terpilih mudah-mudahan amanah,” tutupnya. (RIW-Biroadpim/RDM/RH)

Membasuh Luka Palestina, Bank Kalsel Serahkan Donasi ke BAZNAS Kalsel

BANJARMASIN – BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan menerima donasi sebesar Rp168.586.500,- dari Bank Kalsel dalam acara penyerahan donasi “Membasuh Luka Palestina”.

Donasi ini merupakan hasil sumbangan dari karyawan Bank Kalsel, nasabah, dan masyarakat umum yang peduli terhadap kemanusiaan.

Donasi diserahkan langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachruddin, didampingi Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi dan pejabat lainnya, pada awal pekan ini. Donasi diterima Ketua BAZNAS Kalsel, Irhamsyah Safari, didampingi para Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Kalsel.

Dalam sambutannya, Fachruddin menyampaikan, bahwa donasi ini mendapatkan respon positif dari berbagai pihak dan telah dilakukan selama satu bulan penuh.

“Semula kami tidak menduga respon karyawan, nasabah dan masyarakat sekitar begitu luar biasa. Donasi ini dibuka melalui rekening UPZ Bank Kalsel dan dibuka selama satu bulan penuh dan terus terbuka untuk donasi. Alhamdulillah, ternyata banyak pihak yang tertarik,” jelasnya.

Irhamsyah Safari, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan sumbangan yang diberikan Bank Kalsel dan masyarakat umum.

“Donasi ini akan sangat bermanfaat untuk membantu warga Palestina yang sedang membutuhkan uluran tangan kita,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa donasi yang telah terhimpun saat ini, baik itu dari BAZNAS Kabupaten/Kota maupun pihak lain termasuk Bank Kalsel sudah mencapai kurang lebih Rp2 miliar.

“Donasi yang sudah terhimpun nantinya akan disalurkan melalui BAZNAS RI atas nama masyarakat Kalimantan Selatan untuk kemudian disampaikan kepada warga Palestina melalui kementerian luar negeri,” terangnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Dinas Kominfo Kalsel Gelar Bimtek Arsitektur dan Peta Rencana SPBE

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dengan melibatkan seluruh perwakilan SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Suasana Bimtek Arsitektur dan Peta Rencana SPBE yang diikuti perwakilan SKPD lingkup Pemprov Kalsel

Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, di Banjarbaru, Kamis (23/11), dan dibuka Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar.

Dalam sambutannya, Roy meminta Diskominfo Kalsel segera menyiapkan pola kerjasama untuk membangun infrastruktur jaringan agar tidak terlalu membebani APBD.

Selain itu, Roy juga meminta rencana induk (Grand Design) SPBE dalam jangka 5-10 tahun kedepan. Sehingga mitigasi resiko bisa terlihat jelas dan dapat dikawal bersama.

“Dari situ akan terlihat tugas dan tanggungjawabnya, selain itu kita juga bisa melakukan mitigasi resikonya. Jika rencana induk ini sudah jelas baru ini bisa kita kawal bersama,” ujar Roy.

Dinas Kominfo Kalsel juga diminta menyiapkan agen-agen pendamping ke SKPD. Setiap agen ditutut bertanggungjawab untuk memetakan perkembangan SPBE untuk dijadikan bahan evaluasi pimpinan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, bimtek bertujuan memantapkan upaya percepatan dalam menyiapkan aristektur infrastruktur yang berkaitan dengan SPBE.

Muslim mengaku siap untuk menjalankan saran-saran yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar.

“Dalam satu tahun terkahir peningkatan indeks SPBE kita sudah cukup baik, meskipun masih ada kekurangan. Tahun depan kita akan menyiapkan dengan baik agar sistem informasi yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel bisa terintegrasi dan dapat menjangkau berbagai subjek pelayanan publik kita” pungkas Muslim.

Bimtek menghadirkan beberapa narasumber diantaranya perwakilan dari Kementrian PAN-RB dan Kepala Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel, Rudy M Harahap.(SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dorong Dukcapil Kabupaten/Kota Untuk Berikan Pelayanan Kependudukan Terbaik

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalsel, akan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan menghadirkan Disdukcapil 13 Kabupaten /Kota Se – Kalimantan Selatan, pada 7 Desember mendatang.

Kepala Disdukcapil Provinsi Kalsel Zulkifli menyampaikan, rakor tersebut bertujuan untuk memberikan dorongan dan apresiasi kepada Disdukcapil Kabupaten/kota, yang telah memberikan pelayanan kependudukan terbaik di daerah masing-masing.

“Pemberian penghargaan ini merupakan yang pertama kali digelar, dan hal ini merupakan penghargaan Provinsi Kalsel kepada Kabupaten/Kota terkait pelayanan kependudukan,” ungkap Zulkifli.

Disdukcapil Provinsi Kalimantan Selatan, terus melakukan pemantauan-pemantauan, terhadap pelayanan Disdukcapil Kabupaten/kota. Seperti kinerja perekaman, pemberian sistem identitas digital (IKD), pelayanan yang terukur, harus sesuai dengan ketentuan Pemerintah Pusat.

“Sehingga akan diketahui capaian target yang ditentukan nantinya,” lanjut Zulkifli.

Ia juga menghimbau agar Kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, dapat menyediakan Mall Pelayanan Publik (MPP), hal ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan satu pintu kepada masyarakat, sehingga pengurusan kependudukan dan pembayaran pajak, dapat dilaksanakan di satu tempat.

“Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, baru enam yang telah mendirikan MPP, yakni Kabupaten Tabalong, Kota banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten barito Kuala dan Kabupaten Tanah Laut, dan Kota Banjarmasin,” lanjut Zulkifli.

Peraturan Presiden (Perpres) No 89 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan MPP, mengamanatkan agar pemerintah Kabupaten – Kota se-Kalsel kiranya dapat mendirikan Mal Pelayanan Publik (MPP). Hal tersebut sebagai bentuk pelayanan masyarakat yang lebih baik dan menjadi salah satu indikator penilaian pelayanan publik. (MRF/RDM/RH)

MTQ KORPRI ke 7 Tingkat Provinsi Kalsel Resmi Berakhir

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, resmi menutup Pergelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke – 7 KORPRI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Penutupan dilaksanakan di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, Kamis (23/11).

Staff Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Khatimah menyampaikan, pihaknya mengapresiasi kepada seluruh panitia dan seluruh peserta MTQ KORPRI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, atas suksesnya penyelenggaraan MTQ ini. pemenang dan peraih prestasi di arena MTQ ini. Diharapkan menjadi perwakilan Kalimantan Selatan, yang mampu bersaing dan tampil sebagai juara pada saat mtq nasional nantinya.

Staff Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Khatimah

“Keberhasilan penyelenggaraan MTQ KORPRI adalah kesuksesan semua pihak, dalam menggemakan suasana religius, dan ketalentaan ASN diberbagai bidang pengetahuan agama,” ungkap Husnul.

Iapun mengapresiasi kemampuan ASN diberbagai instansi Pemerintah, dalam bidang tilawatil qur’an, dakwah, kaligrafi dan seni keislaman lainnya. Ini merupakan suatu pembuktian, bahwa Daerah kalsel sangat layak dan pantas menyandang sebutan sebagai daerah yang religius.

“Citra positif sebagai masyarakat agamis ini, sudah selayaknya diertahankan pada setiap aktivitas dalam lingkup pemerintahan,”tutup Husnul.

Untuk diketahui, dalam MTQ KORPRI ke – 7 tingkat Provinsi Kalsel tahun 2023, mempertandingkan 9 lomba, yaitu tilawah, tartil, tahfizh, dakwah, khot, azan, khutbah jum’at, Do’a, Makalah ilmiah Al-qur’an, serta diikuti 106 peserta. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version