Pemprov Kalsel Berkomitmen Percepat Transformasi Digital

BANJARBARU – Dalam rangka Penyusunan Instrumen Digital Leadership di Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalsel belum lama ini menerima kunjungan dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas). Kunjungan tersebut diterima Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar bersama sejumlah Kepala SKPD terkait seperti Diskominfo Kalsel, Bappeda Provinsi Kalsel Inspektorat Provinsi Kalsel, dan SKPD terkait lainnya.

Sekda Provinsi Kalsel, diwakili Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, M Muslim mengatakan, pada kunjungan tersebut Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Wantiknas melaksanakan rapat kordinasi terkait dengan komitmen percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Dalam upaya untuk percepatan penerimaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang dibahas pada pertemuan tersebut salah satunya perlu dibentuk Dewan TIK daerah yang melibatkan beberapa stakeholder yang nantinya dapat memberikan masukan terkait dengan transformasi SPBE ini,” ucap Muslim melalui sambungan telpon, Rabu (20/9).

Rakoor Wantiknas

Muslim menambahkan, bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel telah membentuk Dewan TIK daerah sejak beberapa tahun yang lalu.

“Untuk Dewan TIK Daerah kita sudah bentuk, namun ke depan akan kita lakukan sejumlah revisi sesuai dengan masukan dari Wantiknas agar perena mereka bisa lebih optimal,” lanjut Muslim.

Tranformasi pemerintahan berbasis digital sendiri memiliki dampak positif khususnya terhadap pelayanan publik di berbagai bidang bagi masyarakat Banua. Dengan adanya digital ini akan memberikan dampak kepada pelayan yang lebih cepat, transparan dan lebih mudah bagi masyarakat Kalsel. (MRF/RDM/RH)

Tiga Penjabat Bupati Resmi Dilantik Gubernur Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalsel resmi melantik tiga Penjabat (Pj) Bupati di gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel pada Rabu (20/9). Adapun tuga Pj Bupati yang dilantik tersebut, yakni Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman menjadi Pj Bupati Tanah Laut, Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Kalsel Hermansyah menjadi Pj Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Syarifuddin menjadi Pj Bupati Tapin.

Dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengucapkan selamat atas pelantikan tiga Penjabat Bupati. Jabatan tersebut merupakan suatu amanah yang yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya.

“Penjabat Bupati yang diangkat berasal dari jabatan pimpinan tinggi pratama, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini mencerminkan komitmen kita untuk memilih individu yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan integritas yang sesuai untuk mengemban tugas ini, ” ungkap Sahbirin Noor.

Pj Bupati yang baru saja dilantik diharapkan, agar segera bergerak, bekerja pada amanah barunya untuk menyejahterakan masyarakat.

“Kita doakan bersama penjabat yang baru dilantik selalu diberikan Allah kemudahan dan sukses hingga akhir jabatan,” tutup Sahbirin Noor.

Sementara itu, usai Pelantikan Pj Bupati, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin selaku Pj Bupati Kabupaten Tapin mengatakan, sesuai dengan arahan Gubernur Provinsi Kalsel selama menjabat sebagai Pj Bupati Kabupaten Tapin, dirinya akan fokus pada penurunan angka stunting, kemiskinan, pengangguran, karhutla, dan lainnya.

“Sesuai dengan arahan Gubernur setelah kita turun ke daerah kita akan menyesuaikan dengan tugas yang diberikan kepada kita,” ucap Syarifuddin.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kalsel Syamsir Rahman selaku Pj Bupati Kabupaten Tala, yang menyebutkan bahwa dirinya sudah Bergerak sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel, bahkan sebelumnya pihaknya telah menyalurkan air bersih ke beberapa titik untuk menanggulangi dampak dari musim kemarau.

Gubernur Kalsel (kanan) bersama Pj Bupati Tala

“Menghadapi kekeringan akibat kemarau ini kami telah mendistribusikan air bersih. Dan agar kekeringan ini tidak terulang, di tahun depan kita akan memprioritaskan ketersediaan air bersih utamanya di daerah Takisung, Panyipatan, dan Kurau” Sahut Syamsir Rahman.

Syamsir juga mengaku telah memetakan apa saja yang perlu di lakukan selama menjabat sebagai Pj Bupati Kabupaten Tala, untuk itu dalam waktu dekat ini dirinya akan melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda Kabupaten Tala.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel Hermansyah selaku Pj Bupati Kabupaten HSS mengungkapkan, pihaknya siap melaksanakan amanah yang diberikan dengan sebaik mungkin. Dia menjelaskan bahwa dirinya akan fokus untuk melaksanakan program pengentasan stunting, pengendalian inflasi, pembangunan infrastruktur, dan pencegahan karhutla di Kabupaten HSS.

Gubernur Kalsel (kanan) bersama Pj Bupati HSS

“Kita akan sinergikan visi misi Gubernur Kalsel dengan pemerintah pusat khususnya berkaitan dengan program yang menjadi fokus kita. Besok saya akan laksanakan Rapat Koordinasi dengan Kepala SKPD dan Forkompimda setempat terkait dengan program kerja ke depan, semoga apa yang kita lakukan bisa menjadi yang terbaik bagi Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” tutup Hermansyah. (MRF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Apresiasi Penjelasan Gubernur Kalsel Atas Rancangan APBD 2024

BANJARMASIN – Fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi terhadap penjelasan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Hal itu sebagaimana yang disampaikan salah satu fraksi DPRD Kalsel, yaitu Fraksi Golkar dalam pemandangan umumnya yang dibacakan Muhammad Yani Helmi, pada rapat paripurna DPRD Kalsel, Rabu (20/9).

Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini mengharapkan kepada Pemprov dan DPRD Kalsel bersama-sama terus berjuang di pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan terhadap pelaksanaan program yang dapat dibiayai pemerintah pusat sehingga meringankan beban yang bertumpu pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Lebih-lebih Provinsi Kalsel sebagai pintu gerbang Ibukota Nusantara sehingga mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat, khususnga mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan perbaikan sumber daya manusia serta seluruh urusan wajib yang menjadi tanggungjawab penyelenggaraan pemerintah di daerah,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Fraksi PKS DPRD Kalsel dalam pemandangan umumnya yang dibacakan Gusti Rosyadi Elmi, yang mana Fraksi PKS mengapresiasi atas struktur/postur Pendapatan Daerah pada Rancangan APBD Kalsel 2024, yang disampaikan oleh Gubernur Kalsel sebesar Rp10,048 trilyun rupiah. Sedangkan Belanja Daerah pada Rancangan APBD 2024 yang dianggarkan sebesar Rp10,3 trilyun. Pada posisi penerimaan pembiayaan, yaitu pada jenis pembiayaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya, dianggarkan sebesar Rp108,7 milyar dan pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp57,4 milyar.

“Semoga apa yang dianggarkan semuanya menjadi sarana fokus untuk memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat banua,” harapnya.

Setelah pembacaan pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Kalsel, rapat dilanjutkan dengan agenda tanggapan/jawaban Gubernur Kalsel yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suparmi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel menyampaikan bahwa saran dan masukan dari Fraksi-fraksi DPRD Kalsel akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam penyusunan Rancangan APBD 2024 yang berorientasi untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Untuk diketahui, rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripudin didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Mariana serta dihadiri anggota DPRD Kalsel, pejabat SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan Forkopimda. (NRH/RDM/RH)

Perseroda Pasar Bauntung Batuah Upayakan Pedagang Konveksi Pasar, Bisa Tetap Eksis

BANJAR – Di tengah gempuran jual beli online saat ini, Perseroda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar berupaya agar pedagang tradisional khususnya bidang konveksi bisa tetap eksis.

Sejumlah kios di Pasar Batuah Martapura terlihat tutup karena sepi pembeli

Hal itu disampaikan Direktur Perseroda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, Rusdiansyah, di Martapura, Rabu (20/9).

Direktur Perseroda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, Rusdiansyah

Rusdiansyah mengakui, perkembangan digital membuat masyarakat lebih memilih berbelanja melalui e-commerce atau belanja online.

Imbasnya, dari total  776 kios khusus konveksi yang disiapkan di Pasar Batuah Martapura, ada sekitar 180 kios kosong karena pedagang gulung tikar atau memilih berjualan secara online.

Agar tidak semakin menyusut, pihaknya telah memberi beberapa tips kepada pedagang supaya bisa bersaing.

“Kita sosialisasi pedagang agar produk yang mereka jual di toko juga di foto lalu dipasarkan secara online,” ujarnya.

Menurut Rusdiansyah, media sosial dapat membantu pedagang membangun kesadaran merek, memperluas basis data pelanggan, dan terhubung dengan pelanggan saat ini.

Pihaknya juga mengimbau pedagang tidak menyetok barang dagangan terlalu banyak dan berimbas kerugian.

“Tren busana itu terus berkembang, kalau banyak yang tidak laku dikhawatirkan dagangan mereka dianggap ketinggalan zaman,” tuturnya.

Ia juga mengimbau pedagang agar memberi layanan terbaik kepada calon pembeli.

“Jadi pembeli merasa lebih nyaman belanja secara langsung daripada online,” tandasnya.

Dengan segala strategi yang mereka berikan kepada pedagang, Rusdiansyah berharap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 800 juta tahun ini bisa tercapai.

“Target itu sudah termasuk dengan pajak parkir yang kita setorkan ke daerah,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

Sebulan Vakum, Operasi Pasar Murah TPID Provinsi Diserbu Antrean Warga Banjarmasin

BANJARMASIN – Setelah sebulan vakum, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Operasi Pasar Murah pada September 2023 ini. Kota Banjarmasin menjadi lokasi kedua pelaksanaan Operasi Pasar, Rabu (20/9) di Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

Suasana antrean Operasi Pasar Murah TPID Provinsi Kalsel

Hari pertama Operasi Pasar Murah ini, langsung disambut antusias warga kota Banjarmasin, yang sudah mengantre sejak pukul 07.00 WITA. Tidak hanya di satu stand saja, antrean panjang terjadi pada semua stand SKPD lingkup pemerintah provinsi, yang mengikuti kegiatan ini. Antrean paling panjang, adalah untuk pembelian beras Bulog.

Dari sekian banyak produk pangan yang dijual pada Operasi Pasar Murah kali ini, daging sapi segar menjadi primadona pembeli. Terbukti, hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam saja, daging segar langsung habis terjual.

“Ulun (saya) datang sekitar jam setengah 7 tadi, tidak lama sudah habis saja 100 kilogram,” papar Fitriani, pedagang daging Sentra Antasari Banjarmasin, yang diminta berdagang selama 3 hari di Operasi Pasar Murah TPID Provinsi.

Antrean pembelian daging ayam pada Operasi Pasar Murah

Kepada Abdi Persada FM Fitriani menuturkan, daging sapi yang Ia bawa, dijual dengan harga 110 ribu rupiah per kilogram, atau 40 ribu rupiah lebih murah dibanding pasar.

“Dapat subsidi 40 ribu dari Dinas Perkebunan dan Peternakan,” ujarnya lagi.

Karena tidak ada pembatasan pembelian, Fitriani mengaku menjual daging sesuai permintaan pembeli. Termasuk mereka yang memborong hingga 20 kilogram.

Selain daging sapi, komoditas telur ayam juga menjadi favorit pembeli di stand Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel. Harga yang ditawarkan, adalah 40 ribu rupiah per rak atau sebanyak 30 butir telur. Dalam sekejap, produk pangan inipun langsung habis terjual.

Sementara itu, di stand Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, produk ikan segar menjadi incaran para pembeli. Hal itu karena subsidi yang diberikan terbilang besar, sehingga harganya jauh lebih murah dibanding pasar.

“Subsidi paling besar 25 ribu rupiah untuk ikan Haruan. Di pasar harganya sudah 40 ribu, di sini kami jual seharga 15 ribu rupiah per kilogram,” ujar plt Kasi P2HP Dislutkan Provinsi Kalsel, Arif Indrajaya.

Untuk memudahkan pembeli ikan segar, pada Operasi Pasar Murah kali ini, Dislutkan Provinsi menyiapkan 2 orang yang bertugas membersihkan ikan. Mereka berdua sudah dibayar 100 ribu rupiah per orang per hari.

“Kalau ada yang mau memberi lagi, silahkan saja, seikhlasnya,” tambah Arif.

Antrean panjang juga terlihat di stand Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi serta Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel. Keduanya menjual paket sembako, dengan harga subsidi.

Contohnya paket sembako yang dijual Dinas Perdagangan, dibanderol dengan harga 66 ribu rupiah. Dengan harga itu, pembeli sudah mendapatkan 2 liter minyak goreng, dan masing – masing 2 kilogram gula pasir dan tepung terigu. (RIW/RDM/RH)

Lomba Baca Surat Yassin Ramaikan Peringkatan Harjad Banjarmasin ke 497

BANJARMASIN – Pemerintah kota Banjarmasin menggelar Festival Religi Lomba Baca Surat Yasin, dalam Rangka Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 497,di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (20/9).

Ketua Badan Kontak Majelis Taqlim Kota Banjarmasin (BKMT) Kota Banjarmasin Mahayah mengatakan, lomba ini digelar, agar masyarakat yang tergabung dalam Majelis Taqlim dapat membaca Surat Yassin tersebut, dengan baik dan benar.

Ketua Panitia Festival Relegi lomba baca surat Yassin Evi Yanti di dampingi Ketua BKMT Kota Banjarmasin Mahayah

“Mengingat di Kota Banjarmasin ini terdapat banyak majelis Taqlim, dengan menggunakan microphone, sehingga bacaan tersebut keluar dan didengar,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Mahayah, dengan adanya lomba ini, anggota Majelis Taqlim pada saat membaca Surat Yassin tidak hanya sekedar membaca, tetapi harus baik dan benar.

“Panitia memberikan pengarahan bagaimana membaca Surat Yassin yang benar,” ucapnya.

Oleh karena itu, tambah Mayamah, pihaknya memberikan apresiasi kepada pemerintah kota Banjarmasin yang menggelar lomba baca Surat Yassin ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Relegi Baca Surat Yassin Hari Jadi Kota Banjarmasin Evi Yanti menjelaskan, Panitia membuka pendaftaran kepada seluruh Majelis Taqlim yang ada di Kota Banjarmasin.

“Pada saat pendaftaran pihaknya menerima sebanyak 60 majelis yang mendaftar,” ungkapnya.

Namun, lanjut Evi, 10 peserta mengundurkan diri dan yang saat ini bertanding sebanyak 50 perwakilan Majelis Taqlim Se Kota Banjarmasin, yang diwakili tiga orang.

Pada lomba baca Surat Yassin ini, peserta lomba memperebutkan Piala Walikota Banjarmasin dan uang pembinaan. (ADV/SRI/RDM/RH)

Kabar Gembira, Pemkab HSS Bersama Bank Kalsel Luncurkan Program “Bunga Numasera”

HULU SUNGAI SELATAN – Dalam mewujudkan peningkatan ekonomi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), khususnya pengembangan pada Usaha Mikro, Bank Kalsel lakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten HSS meluncurkan Program Bunga Numasera pada Senin (18/9) di Pendopo, Hulu Sungai Selatan. 

Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Program Bunga Numasera oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian, Siti Erma dengan Kepala Cabang Kandangan, M. Louthfi Rahmany, yang disaksikan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dengan Bupati HSS, H. Achmad Fikry.

Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Achmad Fikry mengucapan terima kasih atas dukungan Bank Kalsel terhadap Pemkab HSS dalam meningkatkan perekonomian daerah melalui para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel atas dukungan untuk para pelaku UMKM di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam mengembangkan usahanya. Dan kabar gembira untuk Masyarakat yang berdomisili di daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada hari ini telah diluncurkan Program Bunga Numasera atau pinjaman tanpa bunga. Berharap dengan adanya program ini benar-benar bisa dimanfaatkan, sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat akan meningkat” ungkap Fikry.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, pada hari ini telah dilaksanakan penandatanganan Kerjasama Program Bunga Numasera dengan Pemkab, dalam rangka penguatan modal usaha mikro dan usaha kecildi Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Alhamdulillah dengan adanya Program Bunga Numasera ini, diharapkan para pelaku usaha di Kabupaten Hulu Sungai Selatan agar memanfaatkan program ini dan segera datang langsung ke kantor Bank Kalsel terdekat untuk permohonan pinjamannya, ”ucap Fachrudin. (ADV-RIW/RDN/RH)

Pemprov Kalsel Yakini Panen Padi Tahun Ini Seluas 100 Ribu Hektare

BANJAR – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu lumbung pangan Nasional. Sebabnya, target panen padi Kalsel tahun 2023 ditambah menjadi 100.000 hektare.

Hasil produksi padi di Kalsel sudah hampir mencapai 800 ribu ton dari satu juta ton target tahun ini

Menanggapi hal itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, mengaku siap mewujudkan keinginan Mentan. Apalagi, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, panen padi sejak Juli lalu hingga sekarang sudah seluas 65 ribu hektare.

“Tinggal 35 ribu hektare lagi. Target Oktober nanti bisa separuhnya dan mudah-mudahan akhir Desember sudah tercapai,” harapnya saat syukuran panen padi sekaligus memimpin Gerakan Nasional Tanam Padi, di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Selasa (19/9).

Di sisi lain, Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman, mengatakan capaian tanam dan panen padi Kalsel merupakan yang tertinggi se-Indonesia.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman (khaki) saat memberi keterangan kepada wartawan

“Alhamdulillah, ini juga berkat pengawalan dari TNI dan Polri,” tuturnya.

Hasil capaian ini, lanjut Syamsir, menunjukkan Pemprov Kalsel tidak lengah menjaga ketahanan pangan khususnya beras dan padi. Terbukti, sampai hari ini produksi padi sudah hampir menncapai 800 ribu ton. Sementara kebutuhan di Kalsel hanya 350 ton.

“Secara regional Kalimantan, hanya Kalsel yang surplus. Saya targetkan produksi padi bisa tembus satu juta ton tahun ini,” imbuhnya.

Demi mewujudkannya, Syamsir menyebut, pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 3miliar untuk membantu segala kebutuhan petani. Seperti bibit, pupuk dan obat-obatan tanaman padi.

“Semua kita berikan gratis kepada para petani,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Pimpin Gerakan Nasional Tanam Padi di Desa Sungai Rangas Hambuku

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar syukuran panen padi dan Gerakan Nasional Tanam Padi, dalam rangka penanganan dampak El Nino, di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Selasa (19/9).

Dipimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, panen dilanjutkan penanaman bibit padi di Desa itu, juga diikuti oleh Forkopimda Kalsel, Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al-Habsyie, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Syamsir Rahman.

Sahbirin mengaku bersyukur meski kemarau dan El Nino terjadi di Kalsel, petani tetap bisa panen dan menanam padi mereka. Sehingga Gubernur akrab disapa Paman Birin optimis, hasil panen petani tahun ini bisa surplus.

“Kita patut bersyukur petani kita masih bisa panen dan menanam meski kemarau dan El Nino ini. Petani Kalsel memang luar biasa,” ujarnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (tengah) didampingi para tamu VVIP saat menyerahkan bantuan kepada petani Desa Sungai Rangas Hambuku

Dalam kesempatan itu, Paman Birin turut menyerahkan beberapa bantuan berupa Alat Mesin (Alsin) Pasca Panen, Lahan Budidaya Padi Biofortifikasi, Budidaya Padi Biopresisi, serta Benih Padi Inbrida Sawah.

Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al-Habsyie, menyampaikan apresiasinya kepada Kementrian Pertanian, Pemprov Kalsel, serta instansi vertikal lainnya, karena telah peduli terhadap petani di Kabupaten Banjar.

“Tahun 2023 jadi tahun yang menggembirakan bagi petani Kabupaten Banjar, karena hasil panen tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Di tengah kemarau panjang saat ini, Wabup mengaku, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan DPKP Kalsel untuk mencari solusi lahan pertanian tidak mengalami kekeringan.

“Salah satunya seperti kegiatan hari ini. Yaitu Gerakan Nasional Tanam Padi sebagai antisipasi dalam menangani El Nino,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Pameran Foto Seni Budaya di Kalsel Resmi Dibuka

BANJARMASIN – Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, resmi membuka Pameran Foto Seni Budaya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, pada Selasa (19/9) dalam sambutannya mengatakan, Pameran Foto Seni Budaya ini pertama kalinya digelar, guna menyalurkan bakat dan kreativitas, yaitu setiap Foto telah memiliki makna dan cerita, agar menjadi edukasi terutama dari kalangan peserta didik di Banua.

Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, menyerahkan Piala dan Uang Pembinaan kepada Juara I Pemenang Lomba Fotografi

“Sebelum digelar Pameran Foto Seni Budaya, kami telah melaksanakan Lomba Fotografi,” ungkapnya

Foto bersama : Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Dewan Juri dan Pemenang Lomba Fotografi

Disampaikan Suharyanti, dari kegiatan Lomba Fotografi ini diikuti sebanyak 35 peserta dan 69 Foto, karena masing-masing boleh mengirimkan 2 foto, yaitu setiap peserta wajib meng-upload di media sosial tidak boleh diprivasi. Terkait materi tentang karasminan dan pergelaran di Taman Budaya Kalsel.

“Kami sangat apresiasi para peserta yang mengikuti lomba ini,” jelasnya

Sementara itu, Kasi Promosi dan Dokumentasi Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, menambahkan, Pameran Foto Seni Budaya akan digelar selama tiga hari mulai Selasa – Kamis, pada Jam 09.00 – 21.00 WITA, bertempat di Gedung Warga Sari Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.

“Mari manfaatkan waktu untuk berkunjung, melihat secara langsung hasil karya Fotografer,” tutupnya

Dalam rangkaian Pameran Foto Seni Budaya, sebelumnya juga diumumkan Pemenang Lomba Fotografi yaitu Juara I berjudul Kemeriahan Acara Festival Budaya, Juara II Seni Tari dan Juara II Semarak Festival Budaya, Juara Harapan I, Harapan II serta Favorit.

Untuk diketahui, Pameran Foto Seni Budaya, dibuka secara resmi Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, dihadiri jajaran Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Tiga Juri yaitu Latu Baskoro dari DKI Jogjakarta, Kaspul Anwar, Donny Sophandi dari Banjarmasin, dan puluhan Peserta Didik SMKN 2 dan SMKN 4 di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version