24 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Pemprov Kalsel Optimis Geopark Meratus Menjadi UNESCO Global Geopark

2 min read

BANJARBARU – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan untuk merealisasikan Geopark Meratus menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp) ke-11 di Indonesia. Mulai dari kajian, pemenuhan visibilitas, infrastruktur, fasilitas, dokumen hingga serangkaian promosi dan publikasi telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk menjadikan Geopark yang sejak tahun 2018 lalu, sudah mendapatkan status sebagai Geopark Nasional.

Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, akselerasi menuju penilaian UNESCO Global Geopark (UGGp) terus dilakukan. Dengan terwujudnya Geopark Meratus sebagai UGGp, diharapkan dapat mendorong terciptanya usaha lokal inovatif serta dapat digunakan sebagai sumber pendapatan yang dihasilkan melalui geowisata dan geoproduk, dengan sumber geologi tetap terlindungi.

Ketua BPGM Kalsel Hanifah Dwi Nirwana (kiri) bersama Wakil Ketua BPGM Kalsel Nurul Fajar Desira (kanan)

“2023 ini kita melengkapi rambu penunjuk jalan menuju situs, papan informasi yang akan bercerita sejarah dan perkembangan situs,” ungkap Hanifah saat menghadiri kegiatan Coffe Talk, oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, baru-baru tadi.

Ia menambahkan, Pemberdayaan masyarakat juga terus diupayakan, terkait bagaimana masyarakat mengelola situs, melestarikan lingkungan termasuk warisan geologi, biodiversity, budaya, juga ekonomi masyarakat yang menjadi kunci penting tumbuh bersama geopark.

“Kemudian terdapat keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan tentunya dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi dan pembangunan berkelanjutan” tutup Hanifah.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Kalsel Nurul Fajar Desira menyampaikan, Pemerintah Daerah menginginkan Geopark Meratus menjadi sumber pendapatan masyarakat berbasis pariwisata, sehingga pendapatan ekonomi di Kalimantan Selatan tidak selalu bergantung pada pertambangan, tetapi dapat beralih ke ekonomi hijau yang lebih ramah lingkungan seperti Geopark Meratus.

“Langkah itu untuk mengubah pola pikir masyarakat bahwa sumber perekonomian utama tidak selalu tentang pertambangan batu bara saja, tetapi melalui pariwisata juga dapat membuka peluang besar berbagai sektor yang menjanjikan,” ucap Fajar.

Dilanjutkan Fajar, pada Oktober nanti pihaknya bersama Komite Geopark Nasional Indonesia (KGNI) untuk menyerahkan berkas ke UNESCO untuk mengajukan Geopark Meratus agar ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.

“Sejak 2018 Geopark Meratus sudah mendapatkan status sebagai Geopark Nasional sehingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan berbagai upaya agar situs warisan budaya tersebut mendapat pengakuan secara internasional,” tutup Fajar.

Untuk diketahui, Geopark Meratus mempunyai luas wilayah sekitar 3.645,01 kmĀ² meliputi enam kabupaten/kota, yaitu Banjarbaru, Banjarmasin, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Barito Kuala, yang terbagi empat rute, yakni rute utara, timur, selatan, dan barat dengan total 54 situs yang bisa dijelajahi. (MRF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.