Pesta Rakyat, Bappeda Kalsel Bagikan Ribuan Porsi Ketupat Kandangan

BANJARMASIN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) turut memeriahkan Pesta Rakyat Puncak Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-73 Provinsi Kalimantan Selatan, di Siring Nol Kilometer Banjarmasin, pada Selasa (15/8).

Kepala Bappeda Kalsel (tengah) saat foto bersama dengan pegawai Bappeda yang bertugas di stand

Dalam acara itu, Bappeda Kalsel menyiapkan kurang lebih seribu porsi makanan khas dari Hulu Sungai Selatan yakni Ketupat Kandangan.

“Mudah-mudahan dapat meningkatkan kecintaan warga terhadap makanan khas Kalimantan Selatan, khususnya Kandangan,” ujar Kepala Bappeda Ariadi Noor.

Selain Ketupat Kandangan, Bappeda Kalsel juga menyajikan kue khas lainnya yakni Pundut Gula. Kue yang kenyal dan lembut dibungkus dengan daun pisang ini, menjadi rebutan warga saat mendatangi stand Bappeda.

“Alhamdulillah masyarakat semua senang, kita juga senang karena bisa berbagi dan merayakan harjad bersama-sama,” tuturnya.

Hanya hitungan jam, ribuan makanan dan kudapan yang disiapkan Bappeda pada pesta rakyat itu langsung habis diserbu warga yang datang. (SYA/RIW/RH)

Gegatas Hingga Mie Habang, Hadir Pada Pesta Rakyat Makan Gratis Bersama Paman Birin

BANJARMASIN – Aneka jajanan pasar turut serta hadir pada peringatan Hari Jadi ke-73 Provinsi Kalsel, dalam Pesta Rakyat Makan Gratis Bersama Paman Birin, di kawasan Siring Nol Kilometer Banjarmasin, pada Selasa (15/8).

Mie habang disediakan stand RSUD Ulin Banjarmasin

Aneka jajanan pasar tersebut, disediakan stand RSUD Ulin Banjarmasin, Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel.

“Stand RSUD Ulin Banjarmasin menyediakan makanan tradisional seperti mie habang, buras, pundut nasi, serta lainnya,” ungkap Ketua Panitia Stand RSUD Ulin Banjarmasin, Faisal Rumiarsi, kepada Abdi Persada FM.

Faisal menjelaskan, pada Pesta Rakyat Makan Gratis Bersama Paman Birin ini, RSUD Ulin Banjarmasin turut serta menyediakan makanan tradisional, agar masyarakat semakin mengenal kuliner khas Banua.

“Pada Pesta Rakyat Makan Gratis Paman Birin ini, kami menyediakan sebanyak 1.000 porsi,” ujar Faisal.

Sementara itu stand Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel menyediakan aneka jajanan pasar lainnya, seperti gegatas serta gaguduh.

“Gegatas dan gaguduh kami sediakan pada Pesta Rakyat Makan Gratis Bersama Paman Birin,” ungkap Sekretaris Dishub Kalsel Siska Isyana.

Ia melanjutkan, dua macam jajaran pasar tersebut, disediakan sebanyak 1.000 porsi.

Sedangkan, stand Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel menyediakan sebanyak 2.000 bungkus makanan seperti pencok buah, buras, dan putu mayang.

“Untuk Dispora Kalsel menyediakan 2.000 bungkus pencok buah, buras, serta putu mayang,” ungkap Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono.

Terakhir, pada stand Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel menyediakan makanan, seperti selada Banjar serta laksa. (SRI/RIW/RH)

Paman Yani Apresiasi Stand Kotabaru, Kembali Raih Juara Satu Lomba Kampung Banjar

BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi yang akrab disapa Paman Yani, memberikan apresiasi atas keberhasilan stand Kabupaten Kotabaru yang kembali meraih juara satu Lomba Kampung Banjar Tahun 2023.

Lomba Kampung Banjar ini dilaksanakan dalam gelaran Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2023, yang merupakan rangkaian kegiatan memeriahkan Peringatan Hari Jadi ke-73 Provinsi Kalsel.

Apresiasi tersebut disampaikan Paman Yani, ketika mengunjungi stand Kabupaten Kotabaru di Kampung Banjar di kawasan Siring Nol Kilometer Banjarmasin, pada Selasa (15/8) siang. Ia menilai stand Kotabaru ini sangat unik karena menampilkan berbagai macam makanan khas Kalsel dan sebagainya.

“Bahkan tadi ada hidangan Astakona dengan berbagai lauk seperti udang, cumi-cumi, tembayangan (kerang dara), ikan selangat dan lain-lain”, katanya.

Legislator Kalsel Dapil VI meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru ini, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Pariwisata, sehingga stand Kabupaten Kotabaru berhasil meraih juara satu selama dua tahun berturut-turut.

Paman Yani mengajak semua pihak terus bersinergi dan bekerjasama dalam membangun Banua agar lebih maju dan berkembang di masa-masa mendatang.

“Tentu saja harapan kami, Banua Kalsel terus bergerak dapat menyejahterakan masyarakat dari Kotabaru sampai ke Tabalong,” harapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Kotabaru, Evi Yusnita menyampaikan tema stand kali ini yaitu “Kampung Tembayangan”.

“Jadi semua yang ditampilkan baik dari sisi interior maupun makanannya terkait Tembayangan (kerang),” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, diharapkan masyarakat lebih mengenal Kabupaten Kotabaru sebagai penghasil ikan/kerang Tembayangan yang merupakan salah satu hewan yang hidup di lautan yang padat protein yang cukup digemari masyarakat Jepang dan negara-negara di Asia. (NRH/RIW/RH)

Semakin Kekinian, Bank Kalsel Implementasikan Konsep Kantor Smart Hybrid Branch di Kantor Cabang Utama Banjarmasin

BANJARMASIN – Komitmen Bank Kalsel untuk hadir melayani masyarakat sesuai perkembangan zaman, terus dibuktikan. Terbaru Bank Kalsel menghadirkan layanan dalam bentuk “Smart Hybrid Branch” pada Kantor Bank Kalsel Cabang Utama Banjarmasin.

Jajaran direksi Bank Kalsel berfoto bersama perwakilan nasabah

Seremonial Soft Launching Smart Hybrid Branch sendiri dilakukan pada Senin (14/8) yang dihadiri Komisaris, Rizal Akbar Sarupi, Dewan Pengawas Syariah Darul Quthni, Direktur Utama Fachrudin, Direktur Operasional Ahmad Fatrya Putra, Group Head Mitra Damayanti, Kepala Divisi dan Kepala Cabang di wilayah Banjarmasin serta perwakilan nasabah Bank Kalsel.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin mengatakan, Smart Hybrid Branch merupakan layanan bank yang menyediakan layanan konvensional dengan menggunakan perangkat Terminal Perbankan Elektronik yang dibantu petugas bank agar nasabah dapat terlayani lebih cepat dan efesien.

Untuk Bank Kalsel sendiri layanan Smart Hybrid Branch saat ini tersedia empat layanan. Pertama Q-Entry untuk mengatur antrean nasabah yang mengambil nomor antrean di Banking Hall. Kedua Cash Recycle Machine (CRM) yaitu layanan transaksi setor atau tarik uang tunai. Ketiga Smart Branch System (SBS) yaitu layanan transaksi tarik atau setor tunai, transfer sesama Bank Kalsel maupun ke bank lain serta penarikan giro perorangan yang dibantu oleh teller SBS.

Lalu terakhir yakni layanan Customer on Boarding (CoB), yaitu layanan transaksi pembukaan rekening baru, aktivasi ATM dan registrasi e-channel melalui perangkat tablet petugas customer service, sehingga proses pelayanan dapat dilakukan dengan cepat.

“Kita pastikan layanan perbankan lainnya yang berbasis elektronik akan terus dikembangkan. Bahkan kalau soft launching ini berhasil layanan Smart Hybrid Branch akan kita lanjutkan ke seluruh cabang Bank Kalsel yang ada di daerah,” tegasnya.

Dirinya pun berharap melalui Smart Hybrid Branch ini nasabah dapat mengakses layanan perbankan Bank Kalsel dengan mudah, efektif, efesien serta memberikan experience baru kepada nasabah Bank Kalsel.

Sementara itu, M Nur Panji Islamy, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Diskucapil Banjarmasin mengaku senang, bisa merasakan langsung mudahnya melakukan tarik tunai melalui Smart Hybrid Branch yang dikembangkan Bank Kalsel.

“Mudah dan cepat sekali, tandatangannya pun pakai tandatangan elektronik. Ini pengalaman yang menarik sekaligus sangat bermanfaat bagi nasabah,” tuturnya.

Tidak berbeda, Dokter Muda Muhammad Aldi juga merasakan mudahnya melakukan setor dan tarik tunai melalui CRM yang ada dalam Smart Hybrid BranchBank Kalsel.

“Saya sebagai nasabah Bank Kalsel sangat senang dengan adanya perubahan semacam ini, karena membuat saya lebih efektif dan efisien dari sisi waktu saat melakukan transaksi perbankan di Bank Kalsel,” tukasnya. (ADV-RIW/RH)

Momen Harjad ke-73, Penerimaan Program Relaksasi Sudah 78 Persen

BANJARMASIN – Hari Jadi ke-73 Provinsi Kalsel, turut menjadi momen berharga dalam menyambut sejumlah keberhasilan. Salah satunya adalah capaian selama masa program relaksasi yang kini masih berjalan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalsel, Subhan Nor Yaumil menyampaikan, dari Juli hingga Agustus ini telah tercapai 78 persen. Artinya tinggal 22 persen lagi untuk merealisasi penerimaan bagi kas daerah 2023.

Kepala Bapenda Prov Kalsel Subhan Nor Yaumil saat menyampaikan capaian relaksasi di Harjad ke 73

“Semoga dengan adanya program relaksasi yang masih berjalan ini dapat terus mengalami peningkatan,” ujarnya, usai mengikuti puncak peringatan harjad ke-73 Provinsi Kalsel, di Kantor Gubernur di Banjarmasin, Selasa (15/8) siang.

Ia membeberkan, dengan adanya program pembebasan denda dan diskon pajak khususnya pada komponen kendaraan bermotor (PKB), dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Kalsel.

“Saat ini memang untuk PKB dan BBN-KB mengalami peningkatan,” tuturnya.

Pada momen Hari Jadi ke-73, Subhan, mengharapkan, Kalsel dapat terus bertumbuh secara positif dan maju.

“Kami dari Bapenda Kalsel tentunya terus mendorong agar penerimaan kas daerah berjalan lancar. Terutama, untuk pembangunan yang ada di provinsi ini,” tukasnya. (RHS/RIW/RH)

Paman Birin Apresiasi Pelaku Usaha Industri Pengolahan, Pada Puncak Harjad ke-73

BANJARMASIN – Sepuluh (10) pelaku usaha industri pengolahan di Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan nilai ekspor tertinggi, dan 10 pelaku industri pembayar pajak terbesar mendapat penghargaan atas apresiasinya oleh pemerintah provinsi Kalsel.

Penghargaan diserahkan langsung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, saat puncak peringatan hari jadi ke-73 Provinsi Kalsel, di Kantor Gubernur di Banjarmasin, pada Selasa (15/8).

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Mahyuni menyampaikan, pemerintah provinsi melalui Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, telah melakukan evaluasi terhadap perusahaan industri pengolahan dengan nilai ekspor terbesar. Untuk itu, pada harjad ke-73 Provinsi Kalsel, Paman Birin menyerahkan langsung penghargaan tersebut, kepada perwakilan dari 10 perusahaan pelaku industri pengolahan.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni

“Penghargaan diserahkan langsung Gubernur Kalsel sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku industri,” ungkap Mahyuni.

Ia melanjutkan, pihaknya mengharapkan, di tahun mendatang terdapat peningkatan nilai ekspor pelaku industri pengolahan, sehingga pembangunan di Banua semakin meningkat dan berkelanjutan.

Untuk diketahui, 10 pelaku usaha industri dengan nilai ekspor terbesar yang mendapat penghargaan, yakni PT Adaro Indonesia, PT Sime Darby Oils Pulau Laut, Basirih Industrial, Tanjung Selatan Makmur Jaya, Dharma Putra Kalimantan Sejati, Jhonlin Agro Raya, Tanjung Raya Plywood, Surya Satria Timur, Sinar Sawit Sentosa, Laguna Mandiri. (MRF/RIW/RH)

Wapres Sematkan Penghargaan Lencana Melati kepada Paman Birin, Semangat Memajukan Pramuka

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang merupakan Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Kalsel didampingi Ketua Kwartir Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah, menerima penghargaan Lencana Melati.

Gubernur Kalsel berfoto bersama Ketua Kwarda Pramuka Kalsel

Penghargaan diberikan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai bentuk apresiasi atas pembinaan dan pengembangan gerakan Pramuka serta atas pelaksanaan Kemah Bela Negara 2023 yang berlangsung sukses di Kalimantan Selatan.

Penyerahan penghargaan dilakukan saat Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-62 dan Pembukaan Raimuna Nasional XII di Lapangan Utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada Senin (14/8).

Penghargaan Lencana Melati disematkan Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin, didampingi Ketua Kwartir Nasional, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso dan disaksikan seluruh anggota gerakan Pramuka yang hadir.

Gubernur Kalsel bersiap menerima Lencana Melati dari Wapres RI

Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin selaku pembina upacara pada peringatan Hari Pramuka ke-62 tersebut mengatakan, Gerakan Pramuka mesti menggunakan cara-cara kekinian untuk membangkitkan rasa cinta tanah air.

“Saya minta Gerakan Pramuka agar adaptif dan terus melakukan pembaruan dalam pembinaan para Pramuka. Optimalkan cara-cara kekinian yang efektif untuk membangkitkan rasa cinta Tanah Air dan bangga menjadi insan Indonesia,” kata Ma’ruf.

Wapres juga menuturkan, usia Gerakan Pramuka yang kini menginjak 62 tahun memang menandakan kematangan gerakan tersebut. Namun di sisi lain, jiwa muda yang responsif pada arus dan dinamika zaman, tentu harus tetap terjaga.

“Untuk itu, generasi Pramuka berani melakukan perubahan dan gebrakan. Pramuka mesti mengisi ruang – ruang pembangunan dengan berbagai terobosan. Terus asah dan kembangkan kapasitas diri sebagai bekal membawa Indonesia menuju kemajuan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Ma’ruf menyampaikan optimismenya bahwa Gerakan Pramuka mampu melahirkan calon-calon penerus bangsa yang cerdas, bertakwa, berakhlak mulia, dan berkarakter kebangsaan.

“Saya kira kepramukaan menjadi salah satu instrumen efektif untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul yang kita cita-citakan dan berharap Gerakan Pramuka dapat terus menjadi wadah pengembangan diri bagi manusia Indonesia di segala rentang usia, baik anak-anak, remaja, kaum muda, maupun dewasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor dalam kesempatan tersebut selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Kalsel, mengucapkan terimakasih kepada Wakil Presiden dan Kwartir Nasional yang telah memberikan penghargaan Lencana Melati kepada dirinya dan Ketua Kwartir Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Raudatul Jannah.

“Ini merupakan kado bagi rakyat Kalimantan Selatan yang akan merayakan hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-73,” ucapnya.

Paman Birin berharap, ke depan melalui penghargaan ini dapat makin memotivasi dan memberi semangat untuk terus mengembangkan dan memajukan Pramuka sebagai bekal membawa Indonesia menuju kemajuan.

“Semoga ini dapat menjadi semangat kita untuk terus memajukan Pramuka,” pungkasnya.

Raimuna Nasional XII diikuti sebanyak 25 ribu anggota Penegak dan Pandega dari kontingen seluruh Indonesia dan berlangsung dari 14-20 Agustus 2023 dengan 122 kegiatan. Salah satunya pembekalan lima pilar rains yang terdiri atas persatuan dan kesatuan, kebudayaan, teknologi, pengetahuan dan keterampilan, dan pengabdian masyarakat. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Usai Gambut Raya, BRIDA Kalsel Kembali Kaji DOB Tanah Kambatanglima

BANJARBARU – Usai Gambut Raya, Pemerintah Provinsi melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel kembali dipercaya turut ikut berkontribusi dalam mengkaji rencana pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Tanah Kambatanglima yang bakal memisahkan diri dari induknya Kabupaten Kotabaru.

Kepala BRIDA Provinsi Kalsel, Muhammad Amin, mengungkapkan, sejak awal tahun 2023 kajian tersebut sudah dilaksanakan.

Kepala BRIDA Prov Kalsel Muhammad Amin saat menyampaikan keikutsertaannya dalam penelitian DOB Tanah Kambatanglima

“Dari sekian kegiatan penelitian yang dilaksanakan tahun 2023. Salah satunya ada kajian terkait rencana pemekaran DOB Tanah Kambatang Lima,” ujarnya, di lobi kantor BRIDA Provinsi Kalsel, Senin (14/8).

Ia membeberkan, kajian terkait rencana pemisahan wilayah menjadi kabupaten baru itu segera selesai dilaksanakan.

“Kemarin, kami juga menerima kunjungan dari tim DPRD Kabupaten Kotabaru untuk melakukan audiensi ke BRIDA Provinsi Kalsel terkait pemekaran tersebut,” ungkapnya.

Selain dibantu tim ahli dari akademisi universitas ternama di Kalsel, Amin menyampaikan, juga melibatkan peneliti ahli dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tentu, juga menyiapkan tim ahli dari kami. Mudah-mudahan kajian yang masih berjalan ini diberikan kelancaran,” bebernya.

Sebelumnya, BRIDA Kalsel juga sempat melaksanakan kajian rencana pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Gambut Raya. Yang mana, ada enam kecamatan di Kabupaten Banjar setuju memekarkan diri menjadi sebuah daerah otonom baru. (RHS/RDM/RH)

Milad ke-19 Tahun, Pencapaian Kinerja Bank Kalsel Syariah Membanggakan

BANJARMASIN – Bank Kalsel Syariah sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel kini genap berusia 19 tahun. Secara simbolis pelaksanaan Milad ke-19 Bank Kalsel Syariah kali ini, digelar secara sederhana berupa syukuran sekaligus pemotongan tumpeng yang dihadiri jajaran Direksi Bank Kalsel, pada Senin (14/8) di Bank Kalsel Kantor Cabang Syariah Banjarmasin.

Penyerahan bantuan dalam rangka milad Bank Kalsel Syariah

Selain itu dalam kegiatan kali ini juga turut diberikan bantuan operasional kepada panti asuhan, anak panti hingga tahfidz Qur’an, sebagai bentuk rasa syukur atas segala pencapaian yang sudah diraih Bank Kalsel Syariah di usianya yang kini menginjak 19 tahun.

Disela kegiatan, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, mengapresiasi segala pencapaian yang sudah diraih Bank Kalsel Syariah. Baik itu pencapaian dalam hal dana pihak ketiga, bagi hasil usaha, hingga pertumbuhan aset. Ketiga hal tersebut perkembangannya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Bahkan untuk aset dari hanya sekitar 7 sampai dengan 8% kontribusinya bagi Bank Kalsel, kini sudah naik menjadi 11 hingga 12%. Melihat kenyataan ini tentunya kami merasa bangga dengan pencapaian Bank Kalsel Syariah hingga hari ini,” tegasnya.

Walau begitu dirinya mengaku masih banyak hal yang harus dipenuhi oleh Bank Kalsel Syariah, agar dapat semakin berkembang dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Salah satunya yakni memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang Perbankan Syariah yang mengharuskan Bank Kalsel Syariah melakukan Spin Off, karena keberadaannya sudah lebih dari 15 tahun berdiri.

“Masalah Spin Off ini yang terus kita carikan solusinya agar Bank Kalsel Syariah bisa memenuhi ketentuan POJK dan juga dari sisi bisnisnya dapat semakin berkembang kedepannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bank Kalsel Syariah Cabang Banjarmasin Yuanita Evayanti menambahkan, Bank Kalsel Syariah terus berupaya menghadirkan berbagai layanan jasa perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari pemberiaan pembiayaan untuk keperluan komsumtif dan produktif, tabungan maupun untuk keperluan investasi hingga program baru yaitu tabungan haji muda, juga dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin pergi haji di usia muda.

“Semua ini tentunya kami hadirkan agar keberadaan Bank Kalsel Syariah bisa menjadi solusi bagi segala kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang perbankan dan keuangan,” tukasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

BKOM Kalsel Optimis Tingkatkan Target PAD 2023 Jadi Rp 400 Juta

BANJARBARU – Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berencana meningkatkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) mereka tahun 2023 menjadi Rp 400 juta.

Rencana peningkatan PAD itu akan diajukan Kepala BKOM Kalsel Susi Hermina, pada anggaran perubahan tahun ini.

Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina

Bukan tanpa sebab, menurut Susi, masih banyak program yang bisa meningkatkan PAD mereka hingga tutup tahun nanti. Sementara hingga Juli tadi, PAD yang mereka hasilkan sudah mencapai 85,67 persen dari target awal Rp 250 juta.

“Nominal penghasilan kita itu Rp 224.191.500 hingga 31 Juli 2023 lalu,” beber Susi, Senin (14/8).

Beberapa strategi peningkatan PAD, diungkapkannya, seperti rencana kerjasama dengan Dispora, Dinkes dan KONI Kabupaten/Kota se-Kalsel.

“Kami ingin kerjasamakan agar atlet-atlet mendapat pelatihan dan pengukuran kebugaran di BKOM, karena kita punya konsep pengecekan kebugaran yang Baik, Benar, Terukur dan Teratur (BBTT),” ungkapnya.

Selain itu, Susi menyebut, juga ingin lebih mengenalkan BKOM ke masyarakat luas. Yakni melalui Bimtek ke Kabupaten/Kota serta penambahan waktu operasional selama 6 hari.

“Dengan begitu tidak menutup kemungkinan kalau PAD BKOM tahun 2024 bisa tembus Rp 500 Juta,” tuturnya.

Lebih jauh, Susi berharap, kedepannya BKOM Kalsel mampu menjadi Sport Healt Center untuk atlet regional Kalimantan. Terlebih, Kalsel merupakan Pintu Gerbang IKN.

“Semoga semua keinginan ini dapat terwujud. Demi kemajuan pembangunan Kalsel kedepannya, terlebih bagi atlet kita agar bisa bersaing di level Nasional bahkan Internasional,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version