BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-78, Bank Kalsel melalui Komunitas Sepeda Bank Kalsel gelar Fun Gowes 78K bersama Manajemen yang dihadiri oleh Komisaris Utama, Hatmansyah, Komisaris, Rizal Akbar Sarupi, Komisaris Independen, Syahrituah Siregar, Direktur Utama, Fachrudin, Direktur Kepatuhan, IGK Prasetya, serta beberapa Kepala Divisi dan Kepala Cabang dan para pegawai Bank Kalsel ikut memeriahkan dalam kegiatan tersebut, pada Minggu (27/8).
Ditandai dengan pengibaran bendera start, para peserta mengayunkan sepedanya dari Kantor Pusat Bank Kalsel dengan rute dari Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura hingga kembali ke Banjarmasin, dengan total jarak yang ditempuh peserta adalah ± 78 km.
Selain itu, kegiatan ini juga tetap menerapkan protokol keselamatan, seperti pemberian jarak antar pesepeda dan patuh lalu lintas saat di perjalanan. Pitstop atau pemberhentian sementara ditentukan pada beberapa titik, mulai Rest Area Kota Citra Graha (KCG), KC Banjarbaru, KC Martapura dan Warung D’Jaring Teluk Selong Martapura hingga kembali ke Kantor Pusat Bank Kalsel.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang merupakan Insan Bank Kalsel, yang turut serta memeriahkan perayaan Kemerdekaan RI ke-78 melalui Fun Gowes dengan total jarak tempuh ± 78 km.
“Syukur Alhamdulillah, Fun Gowes hari ini berjalan lancar, dengan tetap menjaga jarak dan keselamatan dalam bersepeda pada saat di perjalanan. Inisiasi mengadakan acara bersepeda ini sebagai ajang untuk menumbuhkan kegemaran berolahraga agar menjadi bagian gaya hidup sehat Insan Bank Kalsel. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi antar pegawai dan manajemen Bank Kalsel”, pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 39 tahun 2023, di Gedung Idham Chalid Setda Provinsi Kalsel, Senin (28/8). Dengan tema “Anak Terlindungi Indonesia Maju” dinilai sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa.
Peringatan HAN dihadiri langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, bersama Ketua TP-PKK Provinsi Kalsel Raudatul Jannah, yang dikukuhkan langsung pada kegiatan tersebut, sebagai Bunda Forum Anak Daerah Kalsel.
Pada kegiatan tersebut pula, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin pun mengajak ratusan anak-anak yang hadir untuk bernyanyi bersama-sama dengan riang gembira.
Dalam sambutannya Paman Birin menyampaikan, Pemprov Kalsel berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya kebijakan kabupaten/kota layak anak, agar terwujud provinsi layak anak, yang pada akhirnya akan mewujudkan Indonesia layak anak.
“Saya berpesan, agar seluruh lapisan masyarakat di Kalsel dapat mengutamakan hak anak, serta perlindungan dan kesempatan anak, agar anak dapat berkembang demi masa depan bangsa Indonesia, ” ungkap Paman Birin. Hari anak merupakan hari istemewa bagi kita semua, hari anak memberikan kegembiraan yang dipancarkan dalam berbagai momen, dan dapat mengakomodir bakat dan kemampuan anak.
“Daerah yang layak bagi anak pada akhir nya menjadikan daerah tersebut layak bagi seluruh komponen masyakarat, seperti kebutuhan lingkungan kondusif untuk tumbuh kembang,” lanjut Paman Birin.
Pada peringatan HAN 2023, juga dirangkai dengan pelantikan bunda forum anak daerah dan penandatanganan perjanjian kerja sama antara DPPPAKB Provinsi Kalsel, Badan Narkotika Nasional, dan Ikatan Motor Indonesia Provinsi Kalsel tentang pemenuhan hak anak, perlindungan serta penanganan perempuan dan anak.
Bunda forum anak daerah tentunya dapat mengambil peran strategis dalam memberikan panduan dan arahan kepada forum anak, agar lebih meningkatkan potensi kemampuan anak-anak yang bergabung dalam forum anak maupun anak anak secara menyeluruh di Kalsel.
“Bunda forum anak daerah diharapkan akan mampu berperan dalam pelaksanaan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, mampu menampung aspirasi dan suara anak, membimbing forum anak daerah dalam menyuarakan hak-hak anak serta menjalankan fungsi pelopor dan pelapor di Kalsel,” ucap Paman Birin.
Paman Birin menambahkan, di 2023, forum anak daerah Provinsi Kalsel berhasil memperoleh penghargaan sebagai forum anak terbaik di Indonesia tengah, pada penghargaan data forum anak (dafa) award 2023,” ujar Sahbirin.
Selanjutnya, di tahun 2023 ini, Kalsel terpilih sebagai provinsi layak anak (provila) dan menjadi satu-satunya provinsi penerima penghargaan ini di Pulau Kalimantan. Disamping itu untuk kabupaten/kota yang sudah memperoleh penghargaan kabupaten/kota layak anak, agar terus tingkatkan kualitas pemenuhan dan perlindungan anak.
“Tahun 2023 ini juga, forum anak daerah Provinsi Kalsel berhasil memperoleh penghargaan sebagai forum anak terbaik di Indonesia tengah, pada penghargaan data forum anak (dafa) award 2023,” tutup Paman Birin. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta seluruh lapisan masyarakat di kota ini, untuk terus mewaspadai cuaca panas dengan selalu menjaga kesehatan.
Kepada wartawan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, pada Senin (28/8) mengatakan, saat ini telah terjadi peningkatan suhu panas khususnya di Kota Seribu Sungai, bahkan dalam satu bulan hanya satu kali saja hujan, ini artinya dinilai memasuki panas ekstrem.
“Kami minta terus menjaga kesehatan, diantaranya penyakit yang diwaspadai, ISPA dan Asma,” ucapnya
Disampaikan Matnor, masyarakat hendaklah kembali menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan banyak mengkonsumsi air putih, guna mencegah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) serta Asma, akibat terjadi cuaca panas ekstrem, apalagi udara sekarang ini menimbulkan asap.
“Masker prioritas dipakai, kalau dalam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua, kemudian konsumsi makanan bergizi dan seimbang, serta membiasakan minum air putih dua liter perharinya,” pintanya.
Lebih lanjut Matnor menambahkan, bagi warga yang mengalami Asma dan ISPA, hendaklah segera melakukan pemeriksaan ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat, untuk mencegah penyakit semakin parah.
“Warga harus segera berkonsultasi dengan dokter, terutama ke Puskesmas,” tutupnya.
Untuk diketahui, saat ini cuaca panas bukan hanya terjadi di kota seribu sungai, juga di seluruh kabupaten dan kota Kalimantan Selatan. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Dampak El Nino dan Langkah Antisipasi serta Penanaman Padi dan Perkebunan Sawit Rakyat.
Sosialisasi dipimpin oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi, di Aula Mathilda, Senin (28/8).
“Sosialisasi ini digelar dalam rangka untuk mempertahankan ketahanan pangan di Provinsi kalimantan Selatan, berdasarkan arahan dari Pemerintah Pusat,” ungkap Kapolda.
Kementerian Pertanian memiliki dua program dalam upaya ketahanan pangan pada saat El Nino terjadi ini.
“Program tersebut yaitu untuk lahan pertanian serta perkebunan,” jelasnya.
Karena itu, lanjut Andi, pihaknya mengundang narasumber dari Pemerintah Provinsi kalimantan Selatan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi kalimantan Selatan. Untuk mendengarkan penjelasan dari kedua Dinas tersebut.
“Berdasarkan arahan dari pemerintah, agar Polda Kalsel turut serta mengawal kedua program tersebut.
Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi kalimantan selatan turut serta menjaga ketahanan pangan di Kalsel ini. Dengan membantu para petani dalam melakukan penanaman padi di musim kemarau ini.
Seperti yang disampaikan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman.
“Penanaman padi yang dapat dilakukan pada saat musim kemarau ini, dengan melihat lahan yang masih memiliki kandungan air. Dengan masa tanam kurang dari tiga bulan, sudah bisa dipanen,” tutur Syamsir.
Untuk melakukan hal tersebut, lanjutnya, tentu petani tidak bisa melakukan sendiri. Maka, perlu dibantu oleh pihak pihak terkait lainnya. Seperti, TNI dan Polri. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Seiring dengan masih tingginya harga beras lokal Kalimantan Selatan, masyarakat pun mulai terbiasa mengonsumsi beras dari luar Kalsel, termasuk beras SPHP dari Bulog.
Salah satu pengecer beras SPHP di pasar Sederhana
Tercatat ada 135 pedagang beras di 13 kabupaten kota di Kalsel, yang sudah berstatus sebagai pengecer beras SPHP dari Bulog ini. Dimana sebagian besar diantaranya, berada di 9 pasar tradisional dan ritel modern yang ada di kota Banjarmasin.
Kepada wartawan, usai melakukan sidak di pasar Sentra Antasari Banjarmasin pada Senin (28/8) pagi, Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Kalsel, Taufan Akib menjelaskan, penjualan beras SPHP melalui pedagang atau pengecer ini, untuk memudahkan masyarakat membeli tanpa harus menunggu dalam antrean.
“Selama ini kan penjualan beras SPHP dilakukan saat pasar murah atau operasi pasar. Kalo beli di situ kan lama mengantrenya. Nah dengan dijual melalui pengecer, maka masyarakat dapat dengan mudah membeli beras ini”, jelasnya.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Kalsel (dua dari kanan) saat sidak di pasar Sentra Antasari Banjarmasin
Lebih lanjut Taufan memastikan, harga jual beras SPHP di tingkat pengecer ini tidak jauh berbeda dengan kegiatan pasar murah atau operasi pasar. Yakni dengan kisaran 49 ribu hingga 49.500 rupiah per sak atau 5 kilogram.
Sementara itu, menurut pedagang beras di pasar Sederhana Teluk Dalam Banjarmasin, Ahmad, dalam sehari terbilang banyak orang yang mencari beras SPHP ini. Sementara jumlah stok yang dipasok Bulog kepada dirinya, hanya sebanyak 2 ton setiap pekannya.
“Ini sudah dibatasi 2 sak per orang. Kalo tidak dibatasi, bisa habis jatah pasokan dari Bulog sebelum satu pekan”, ujarnya kepada wartawan.
Sasaran sidak yang dilakukan Bulog Kanwil Kalsel kali ini, adalah pasar Sentra Antasari dan pasar Sederhana Teluk Dalam Banjarmasin. Di pasar Sentra Antasari, ada satu pedagang atau pengecer beras SPHP yang didatangi, yakni toko Adi Intalu. Sedangkan di pasar Sederhana Teluk Dalam, setidaknya ada 4 toko yang dikunjungi, termasuk toko Ahmad yang berada di bagian los pasar paling depan. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Untuk menjamin kebutuhan uang kartal bagi masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali memperpanjang perjanjian kerja sama (PKS) kas titipan dengan Bank Kalsel Cabang Batulicin. Penandatanganan PKS tersebut dilakukan di Kantor BI Kalsel, Banjarmasin, akhir pekan lalu. Perjanjian kerja sama kas titipan itu berlaku hingga dua tahun mendatang.
Kepala KPw BI Kalsel (dua dari kiri) berfoto bersama usai penandatanganan perpanjangan PKS kas titipan
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Kalsel, Wahyu Pratomo mengatakan, kas titipan merupakan kegiatan penyediaan uang Rupiah milik Bank Indonesia, yang dititipkan di Bank Umum untuk menjamin kebutuhan uang kartal di daerah yang sulit dijangkau kantor BI.
Kepala KPw BI Kalsel (pegang mic) didampingi Dirut Bank Kalsel saat memberikan sambutan
Hal itu, kata Wahyu, merupakan bentuk pelaksanaan fungsi pengelolaan uang Rupiah oleh BI yang diamanatkan oleh Undang-Undang No.7/2011 tentang Mata Uang. Dimana plafon layanan kas titipan Batulicin sebesar Rp150 miliar, untuk melayani kebutuhan uang kartal bagi masyarakat Tanah Bumbu dan sekitarnya.
“Selain Bank Kalsel sebagai bank pengelola kas titipan, saat ini ada 11 bank umum yang menjadi peserta kas titipan di Batulicin, yakni Bank Mandiri, BSI, BCA, BRI, Danamon, BNI, Bank Mega, Bank Sinarmas, BTN, dan Bank Panin,” tutur Wahyu.
Wahyu juga mengatakan, perpanjangan perjanjian kerja sama kas titipan dengan Bank Kalsel dilakukan secara cermat. Yaitu, BI Kalsel melakukan pemantauan secara menyeluruh. Dari hasil pemantauan tersebut, lanjut Wahyu, kehadiran kas titipan Batulicin mampu memenuhi kebutuhan stok uang layak edar, menampung uang kartal yang dimiliki, serta meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar untuk kebutuhan transportasi.
“Selain itu, secara mayoritas bank peserta kas titipan sangat puas dengan dengan ketersediaan jumlah uang dan jenis pecahan yang dibutuhkan, kondisi uang yang diterima, dan kapasitas khazanah untuk menampung kelebihan uang yang dimiliki,” ungkap Wahyu.
Wahyu juga menambahkan, BI Kalsel akan selalu memberikan pelayanan terbaik untuk penyediaan uang kartal bagi masyarakat. Hal itu tidak akan tercapai tanpa kolaborasi yang baik dengan Bank Kalsel selaku bank pengelola kas titipan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin mengatakan, perpanjangan kerja sama kas titipan di Batulicin ini merupakan bukti nyata bahwa Bank Kalsel Cabang Batulicin mampu memberikan pelayanan yang terbaik, khususnya untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat.
“Pada kesempatan ini, kami bersyukur dan mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan BI Kalsel kepada Bank Kalsel*, harapnya.
Momentum perpanjangan kerja sama kas titipan ini, juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan Bank Kalsel Cabang Batulicin kepada bank peserta dan masyarakat.
Fachrudin juga menegaskan, selain di Batulicin, Bank Kalsel juga dipercaya sebagai bank pengelola kas titipan di Tanjung, Kabupaten Tabalong. Dengan jumlah plafon yang sama, yakni sebesar Rp150 miliar.
Bank Kalsel Cabang Tanjung juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Banua. (BI.Kalsel-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – SMP Negeri 1 Kalumpang Hilir, Kotabaru, menjadi juara pertama pada Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM), yang diselenggarakan oleh Museum Lambung Mangkurat (Muslam) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai 25 hingga 27 Agustus 2023.
Kepala Muslam Kalsel, Muhammad Taufik Akbar mengatakan, LCCM diikuti oleh 12 sekolah perwakilan dari setiap Kabupaten atau Kota di Kalsel. Secara teknis, dijelaskannya, lomba Tahun 2023 terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu penyisihan, semifinal dan final dengan sistem nilai.
“Babak penyisihan terdiri atas 3 regu, dan 2 regu terbaik akan masuk pada tatap selanjutya. Sedangkan pada babak semifinal dan final bertanding 4 regu dalam satiap babaknya,” jelasnya.
Dari 12 regu yang bertading dibabak penyisihan, tinggal 8 pada babak semifinal. Mereka diundi kembali untuk menentukan lawan selanjutnya yang dibagi menjadi 2 babak semifinal. Babak semifinal pertama ada 4 regu, terdiri atas Banjarmasin, Kotabaru, Tapin dan Hulu Sungai Selatan. Sedangkan babak semifinal kedua juga 4 regu terdiri atas Balangan, Hulu Sungai Selatan, Banjarbaru dan Tabalong.
“Hasil dari 2 babak itu, didapatkan 4 regu terbaik lolos untuk Babak Final. Babak ini diikuti oleh Kotabaru, Hulu Sungai Selatan, Balangan dan Banjarbaru, dengan urutan Kotabaru sebagai Juara Pertama, Banjarbaru Juara Kedua, Hulu Sungai Selatan Juara Ketiga dan Balangan Juara Harapan Pertama,” terangnya.
Foto bersama Kepala Muslam Kalsel Muhammad Taufik Akbar (tengah) beserta panitia, juri dan para juara
Dengan demikian Kotabaru yang diwakili SMP Negeri 1 Kalumpang Hilir, berhak mewakili Kalimantan Selatan pada Lomba Cerdas Cermat Museum Tingkat Nasional.
Taufik menyebut, kegiatan ini merupakan salah satu tugas Museum yakni sebagai media informasi untuk menyebarluaskan benda warisan budaya Nusantara. Selain itu, kegiatan ini juga salah satu upaya mereka dalam meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Museum.
“LCCM merupakan salah satu upaya Museum untuk mencapai hal tersebut. Kegiatan LCCM merupakan bentuk nyata Museum Lambung Mangkurat dalam menyebarluaskan informasi mengenai museum,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu Taufik juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar perwakilan Kalsel dapat memperoleh juara pada pertandingan tingkat Nasional nanti.(SYA/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel, menggelar In House Training (IHT) Tangkal Berita Hoax, di Aula Diskominfo Provinsi Kalsel, Jum’at (25/8).
Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, kegiatan ini sangatlah penting, dikarenakan upaya Pemerintah Provinsi Kalsel dalam memberikan dukungan dan bantuan, sebagai seorang ASN dan Non ASN, yang berperan dan berkewajiban untuk menangkal isu-isu yang akan muncul menjelang Pemilu 2024.
“Sebagai seorang Staff di Diskominfo mempunyai kewajiban untuk menangkal isu-isu yang akan muncul bertubi-tubi menjelang pemilu,” ungkap Muslim.
Ia menambahkan, pihaknya mengharapkan ASN dan Non ASN tidak meneruskan pesan-pesan media sosial, apabila pesan tersebut terindikasi HOAX.
“Kita harus memberikan kontra bagaimana mengidentifikasi pesan-pesan terindikasi HOAX,” lanjut Muslim.
Kegiatan IHT tersebut, akan dilanjutkan ke jenjang yang lebih besar, yakni Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Provinsi Kalsel, agar semakin banyak yang memahami penangkalan berita HOAX.
“Bahkan akan kami lanjutkan ke masyarakat, agar semakin nanyak orang yang memahami, maka akan semakin banyak orang yang mengerti berita-berita yang mengandung HOAX,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajak penerbit dan produsen karya rekam untuk menyerahkan karya ke perpustakaan palnam.
Suasana Sosialisasi Undang-Undang Tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam yang dilaksanakan Dispersip Kalsel
Hal itu disampaikan, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani kepada wartawan, usai membuka acara sosialisasi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SS KCKR) di salah satu hotel berbintang, pada Kamis (24/8) kemarin.
Menurut Nurliani, dengan adanya sosialisasi Undang-Undang tersebut sejak tahun 2019 hingga sekarang, Dispersip Kalsel mendapatkan banyak buku deposit karya cetak para penulis Banua.
“Namun, untuk koleksi karya rekam masih kurang,” katanya.
Oleh karena itu, Nurliani mengajak penerbit dan produsen karya rekam untuk menyerahkan karyanya ke Dispersip Kalsel karena secara tidak langsung akan mendukung tersedianya koleksi bahan perpustakaan yang bisa diakses masyarakat.
“Apalagi Perpustakaan Palnam telah memiliki gedung teater yang dapat dimanfaatkan untuk menayangkan karya rekam,” jelasnya.
Ditambahkan Nurliani, Dispersip Kalsel juga pro aktif untuk menambah koleksi KCKR dengan berkunjung ke kabupaten/kota di Kalsel.
Sementara, narasumber sosialisasi, Pustakawan Ahli Muda Direktorat Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpusnas, Wijiyanto mengungkapkan Perpusnas telah menerima sebanyak 200 penerbit asal Kalsel yang menyimpan karya cetak dan karya rekam hingga tahun 2023.
“Hal ini membuktikan bahwa Kalsel merupakan salah satu provinsi yang cukup maju untuk pelaksanaan serah simpan karya cetak dan karya rekam,” terangnya.
Ditambahkan Wijayanto, sosialisasi pada tahun ini fokus kepada serah simpan karya rekam menjadi potensi di Kalsel karena karya rekam sebagai hasil budaya bangsa perlu dilestarikan dan menjadi bukti bagi perkembangan generasi bangsa nantinya.
Untuk diketahui, kegiatan yang mengangkat tema tentang “Literasi Informasi Melalui Karya Rekam” diikuti sekitar 100 orang peserta, antara lain Dispersip tingkat kabupaten/kota di Kalsel, penggiat seni di bidang karya cetak dan karya rekam, serta jurnalis. (NRH/RDM/RH)
KOTABARU – Komisi II DPRD Kalsel menyoroti sejumlah fasilitas yang ada di UPTD Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL) Kotabaru. Mulai dari masalah listrik hingga sebagian bangunan yang sudah mulai lapuk.
Paman Yani dan Akhmad Baihaki beserta jajarannya saat melihat langsung bangunan yang sudah lapuk dan harus segera mendapat penanganan (rehab)
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengungkapkan, berbagai fasilitas menjadi perhatian serius. Yang mana, masih ada terdapat bangunan yang dikatakan kurang memadai dalam pelaksanaan pembibitan benih ikan di UPTD milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel tersebut.
“Kondisinya memang sudah memprihatinkan. Lihat saja atapnya yang sudah mulai bolong semua dan kami juga menemukan alat filterisasi air laut juga sudah terbilang lama sehingga perlu diganti yang baru. Terlebih, apabila ini tidak disegerakan maka berpengaruh besar terhadap pengembangan pembibitan ikan disini,” ujarnya, usai meninjau sejumlah lokasi bangunan di UPTD BPBAPL Kotabaru dalam kunjungan kerjanya, Jumat (25/8).
Paman Yani saat memantau aktivitas produksi pembibitan ikan dan bangunan sudah banyak yang lapuk
Terlebih, ia menyebutkan, persoalan belum diserahkannya aset juga menjadi alasan belum dapat dimaksimalkannya perbaikan.
“Sebenarnya kita sudah urus itu, mulai dari tahun 2019 hingga sekarang ini. Bahkan, Sekdakab hingga dinas kelautan dan perikanan dari Pemkab Kotabarunya akan tetapi belum juga memberikan respon. Namun demikian, aset tetap menjadi perhatian kami termasuk sarana prasarananya bahkan tempat penangkaran pembibitan juga tak dapat digunakan karena atapnya yang bolong,” bebernya.
Sampai sekarang, kata Paman Yani (sapaan akrab), belum ada serah terima aset antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.
“Kondisi balai juga ada beberapa yang memprihatinkan. Mau kita ganti tetapi susah karena sampai saat ini belum ada penyerahan aset ke Pemprov Kalsel,” ungkap legislator dari Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Provinsi Kalsel.
Tak sampai disitu, ia juga mengharapkan, agar PT PLN Kalselteng juga dapat memberikan perhatian yang sama kepada wilayah terujung kepulauan di Kabupaten Kotabaru.
“Kita tahu kalau ini adalah diujung pulau. Persoalan listrik juga kadang nyala kadang padam. Tentu, kami berharap untuk memperhatikan daerah ini karena rencananya bakal ada dibangun industri besar yakni pelabuhan besar skala regional kalimantan yang bisa saja nanti diatasi. Meski begitu, nantinya juga akan berpengaruh terhadap keberlangsungan balai ini,” paparnya.
Terkait penangkaran bawal bintang, ia berpesan, Balai PBAPL Kotabaru harus benar-benar serius dalam pengawasan agar tak terjadi lagi pencurian dari bibit ikan tersebut.
“Tetapi Kepala BPBAPL sudah mengkondisikan supaya ada indukan baru. Treatmennya pun juga tidak mudah sehingga perlu ekstra, di mana bibitnya itu asli dari Taiwan. Nah, soal pencurian sudah diatasi bersama dengan Pemdes dan Polsek setempat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai PBAPL Kotabaru, Akhmad Baihaki, menyebut, alasan terjadinya pencurian ikan (bawal bintang) memang saat ini kondisi rumah jaga yang dimiliki kondisinya juga tak layak ditinggali. Sehingga, perlu mendapatkan perhatian serius.
“Petugas di sana juga kesusahan. Sehingga, kondisi ini yang dimanfaatkan orang yang tak bertanggungjawab untuk melakukan itu dan jangka panjangnya kami juga sudah bekerjasama dengan kepolisian ditambah lagi masalah itu sudah selesai. Selanjutnya, kami akan memperbaiki fasilitas rumah jaga dipenangkaran,” tuturnya.
Diakuinya, kondisi listrik di daerahnya memang sering padam. Apalagi, datangnya hujan deras hingga cuaca ekstrim sering menjadi kekhwatiran mereka dalam menjalankan tugas. Terlebih, juga mempengaruhi kondisi keberlangsungan bibit ikan.
“Itu sangat mengganggu kegiatan pembudidaya. Kita ketahui, listrik sangat berpengaruh besar terhadap aktivitas produksi di sini,” jelasnya.
Dia turut berterima kasih atas kunjungan yang dilaksanakan. Terlebih, ini menjadi momen perhatian dalam mendorong sektor ekonomi melalui pengembangan pembibitan perikanan di kepulauan Kabupaten Kotabaru.
“Kami sangat senang sekali karena Paman Yani mau melihat langsung kondisi balai di sini. Berharap juga, beliau bisa membantu tadi sempat melihat bagaimana sarana prasarananya. Karena selama kurang lebih 20 tahun kita hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin dan untuk rehab bangunan kami tak lakukan hal itu disebabkan belum adanya penyerahan aset,” tukasnya. (RHS/RDM/RH)