Tumbuhkan Kreativitas Peserta Didik, Disdikbud Kalsel Kembali Gelar Lomba Video Pendek

BANJARMASIN – Dalam Rangka menumbuhkan kretifitas peserta didik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dsdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Lomba Video Pendek.

Hal itu disampaikan, Kepala Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Raudati Hildayati, lewat pesan whatsappnya, kepada Abdi Persada FM, Jumat (21/7)

Raudati menjelaskan, kegiatan lomba Video Pendek ini dilaksanakan di Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalimantan Selatan, guna memperkenalkan Museum Wasaka, kepada peserta didik tingkat SMA dan SMK. Ia berharap, dapat memberi kesempatan bagi para peserta didik, untuk mengeskpresikan kreativitas, membuat inovasi, membangun semangat Kebhinekaan Nusantara, dan meningkatkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, serta mencintai Museum diwujudkan dalam bentuk Video Pendek Museum Wasaka Tahun 2023.

“Tahapan pendaftaran lomba Video Pendek dimulai tanggal 3-10 Juli, kemudian 11-23 Juli dilakukan proses pembuatan video, selanjutnya tanggal 24-25 Juli hasil pengumpulan video, tanggal 27 Juli dilaksanakan Penjurian, dan 31 Juli mendatang akan diumuman Pemenang dan Pembagian Hadiah di Museum Wasaka Banjarmasin,” ucapnya.

Disampaikan Raudati, dengan digelarnya lomba ini, bukan hanya mempromosikan Museum Wasaka, sebagai Museum Perjuangan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan, juga mencintai Museum yang diwujudkan dalam bentuk Video Pendek Museum Wasaka Tahun 2023, tentu nanti dapat memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat di Banua.

“Kami ingin mereka peduli dan bangga terhadap Museum khususnya Museum Wasaka dengan mempelajari, sejarah revolusi fisik, mengetahui koleksi sebagai bentuk pelestarian kekayaan bangsa,” pinta Helda

Sementara itu, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan, Arry Risfansyah, mengatakan, untuk tahun 2023 ini sasaran kegiatan Video Pendek Museum Wasaka adalah kalangan pelajar Siswa/Siswi tingkat pelajar baik SMA dan SMK, dalam rangka mengisi waktu libur sekolah. Saat ini sudah ada sekitar 11 pendaftar dari perwakilan 11 Kabupaten dan Kota.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Tema lomba Video Pendek ini tentang Jejak Langkah Revolusi,” jelasnya

Lebih lanjut Arry menambahkan, karya dalam lomba Video Pendek ini tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, politik, kekerasan, kata-kata kasar yang tidak sesuai dengan etika, ataupun menyerang, memojokkan pihak-pihak tertentu, kemudian karya bersifat orisinal, tidak melanggar hak cipta, hak kekayaan intelektual (HAKI).

“Ada tiga juri berkompeten dibidangnya masing-masing dalam memberikan penilaian,” tutup Arry

Untuk diketahui, sebelumnya pada tahun 2022 lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, melalui Bidang Kebudayaan di Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, menggelar lomba Video Pendek, dengan tiga kategori, yaitu dari kalangan SMA/ SMK sederajat temanya “Aku dan Museum Wasaka”, kemudian kategori Mahasiswa temanya “Revolusi Fisik Kalimantan tahun 1945-1949” dan kategori Masyarakat Umum temanya “Aku dan Pahlawan Nasional Kalimantan Selatan”. Namun, untuk tahun ini sasarannya kalangan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat, dengan total hadiah sebesar Rp 27 Juta Rupiah. (NHF/RDM/RH)

Ombudsman dan DPR RI Buka Akses Pelayanan Publik, Masyarakat Antusias Sampaikan Keluhan

BANJARMASIN – Ombudsman RI dan Komisi II DPR RI menjalin kolaborasi dalam rangka meningkatkan akses masyarakat dan menjaring keluhan/pengaduan yang dilaksanakan di salah satu hotel, Kamis (20/7).

Suasana Sosialisasi Dan Diskusi Publik Ombudsman RI dan Komisi II DPR RI

Kegiatan ini berlangsung secara dinamis dan proaktif dengan diikuti sekitar 100 peserta diskusi dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, perwakilan media, perwakilan perempuan, pedagang, Lembaga Swadaya Masyarakat/Non-Govermental Organization.

Salah satu peserta kegiatan, Arif menyatakan kegiatan ini sangat bagus karena langsung direspon oleh Ombudsman dan DPR atas keluhan dan konsultasi yang disampaikan. Bahkan menurutnya kegiatan seperti ini harusnya rutin mengingat warga perlu didengar keluhannya dan direspon dalam penyelesaiannya.

“Harusnya kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan agar masyarakat dapat langsung menyampaikan keluhan,” ucap Arif.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalsel, Hadi Rahman mengatakan tujuan dari dibukanya akses pelayanan publik bukan semata-mata mendekatkan pelayanan Ombudsman dan menjangkau keluhan masyarakat. Tetapi juga mensosialisasikan keberadaan Ombudsman RI di tengah warga Kota Banjarmasin.

Hadi menerangkan kolaborasi antara Ombudsman RI dan Komisi II DPR RI menjadi hal yang penting guna memaksimalkan fungsi pengawasan sebagaimana UU No 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI dan UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Dimana dua lembaga ini berperan mengawal kualitas pelayanan publik negara.

“Kegiatan ini sudah lama ditunggu masyarakat dan menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan pengaduan atas layanan publik kota. Apalagi banyak keluhan yang disampaikan oleh warga seperti infrastruktur, bantuan sosial, dan pelayanan dasar lainnya, akan kami tindaklanjuti di Perwakilan,” jelasnya.

Sedangkan Anggota Ombudsman RI Hery Susanto mengungkapkan sebagai lembaga negara, penting bagi Ombudsman “dikenal” oleh publik. Selain itu pihaknya yang merupakan lembaga independen belum banyak dipahami fungsinya.

“Maka dari itu, dengan kolaborasi bersama DPR RI, akan semakin menjamin kehadiran negara,” tuturnya.

Selain itu, Hery menegaskan peran Ombudsman RI dalam upaya perbaikan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik perlu didukung dengan manajemen kelembagaan dan anggaran yang memadai, bagi Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Hery yang juga mantan Ketua DPP KNPI 3 periode ini berharap, perubahan atas Undang-Undang Ombudsman yang sedang dibahas di DPR RI bisa menambah efektivitas lembaga serta menguatkan fungsi Ombudsman sebagai lembaga yang aktif mencegah maladministrasi dan mempercepat penyelesaian laporan pelayanan publik.

“Kegiatan ini adalah komitmen Ombudsman dan DPR untuk hadir dan merespon serta menindaklanjuti keluhan publik” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPR RI Aida Muslimah. Menurutnya sebagai unsur penting dalam reformasi birokrasi di Indonesia, tantangan Ombudsman ke depan lebih dikenal dan difahami fungsi dan tugasnya.

Aida mengatakan bahwa gagasan pembentukan lembaga Ombudsman sebagai respon terhadap tuntutan rakyat yang tertuang dalam Agenda Reformasi Tahun 1998, yaitu untuk melindungi hak-hak warga negara (Pasal 1 dan 2 Keppres No. 44/2000) dan pencegahan korupsi (TAP MPR No. VIII/MPR/2003).

“Kegiatan ini supaya memudahkan masyarakat melapor atau konsultasi terkait pelayanan publik,” tegas Aida.

Anggota DPR RI asal Kalsel ini berharap melalui akses ini mayarakat dapat dibantu dalam mendapatkan pelayanan publik yang baik dan sesuai prosedur pelayanan publik.

Dari kegiatan ini Ombudsman dapat menjaring 93 konsultasi masyarakat dan akan ditindaklanjuti sebagaimana substansi laporan atau keluhan yang disampaikan. Selain itu, dibuka posko pengaduan yang dihadiri oleh Tenaga Ahli DPR RI, Staf Sekretariat Jenderal Ombudsman RI, dan Unit Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ombudsman Kalimantan Selatan. (RILIS-NRH/RDM/RH)

Warga Desa Sungai Tandipah Keluhkan Jalan Gelap ke Legislator Kalsel

BANJAR – Warga Desa Sungai Tandipah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar mengeluhkan jalan desa setempat sepanjang 4,5 kilometer yang tak ada penerangan.

Kondisi itu sudah berlangsung lama dan belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Banjar.

Akibatnya kondisi itu, warga kesulitan beraktifitas di malam hari. Belum lagi kekhawatiran munculnya aksi tindak kriminal karena kondisi jalan yang gelap gulita.

Suasana Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila oleh Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Isra Ismail

Hal itu disampaikan masyarakat Desa Sungai Tandipah di sela kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail belum lama tadi.

“Saya menyampaikan keluhan dari masyarakat Sungai Tandipah yang ingin diadakan tiang penerangan jalan sepanjang 4500 meter. Nanti akan kami susul dengan proposalnya,” kata salah satu warga, Rusli.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Desa Sungai Tandipah, Safi’i. Ia berharap keluhan ini dapat segera ditindaklanjuti. Terlebih kondisi ini berhubungan dengan keamanan, kenyamanan dan ketentraman warga desa setempat.

“Kami disini sangat berharap ada bantuan pemerintah terutama Pemkab Banjar agar mengusulkan ke PLN dan dengan kehadiran Pam Isra bisa menyampaikan keinginan kami ini ke pihak-pihak terkait,” harapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Isra Ismail menyatakan akan menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi warga tersebut kepada pihak-pihak terkait, baik Pemkab Banjar maupun Pemprov Kalsel agar persoalan ini bisa segera dicarikan solusinya.

“Saya berharap keinginan warga ini bisa direalisasikan, baik dari Pemkab Banjar ataupun Provinsi,” jelasnya.

Untuk diketahui, sosialisasi nilai-nilai Pancasila ini menghadirkan tokoh agama setempat. Selain terkait Pancasila, warga juga diharapkan saling menghormati keberagaman agama yang ada di Kabupaten Banjar. (NRH/RDM/RH)

Rachmah Bekali Mahasiswa Kalsel Dengan Nilai Toleransi Kehidupan Bermasyarakat

BANJARMASIN – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rachmah Norlias melaksanakan sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila yang bertempat di aula Panti Hikmah Zam-Zam, Kamis (20/7).

Suasana Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila oleh Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias

Dalam sosialisasi tersebut, Rachmah mengangkat tema “Toleransi Kehidupan Bermasyarakat ” dengan menghadirkan narasumber yaitu Mairijani yang memaparkan materi tentang “Toleransi Kehidupan Bermasyarakat” dan Nuralisyah yang menjelaskan materi tentang “Etika Pergaulan”.

“Kegiatan ini menekankan tentang nilai toleransi sebagai salah satu implementasi dari Pancasila terutama sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa,” katanya.

Selain itu, lanjut Rachmah, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus memperkuat karakter toleran. Terlebih, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama hingga budaya agar persatuan dan kesatuan bangsa ke depan akan tetap terjaga.

Rachmah berharap melalui sosialisasi ini, nilai-nilai toleransi pada peserta yang berasal dari kalangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalsel maupun Ketua RT, Tokoh Masyarakat dan Ibu Rumah Tangga ini dapat lebih meningkatkan.

“Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, mereka juga dapat menyebarkannya kepada masyarakat disekitar,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Rachmah juga melibatkan petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin untuk membantu para peserta melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). (NRH/RDM/RH)

Nurul Fajri Resmi Gantikan Zainal A Husni Sebagai Anggota DPRD Banjarmasin

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin, menggelar Rapat Paripurna dengan agenda
Pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW), Zainal A Husni (alm) kepada Nurul Fajri, yakni Pengucapan Sumpah Janji anggota Dewan Banjarmasin, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, bertempat di ruang Rapat Paripurna Dewan Kota Banjarmasin, pada Kamis (20/7).

Kepada sejumlah wartawan, Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, ditemui di ruang kerjanya mengatakan, dengan dilantiknya Nurul Fajri ini dapat semakin bersinergi di sisa masa jabatan, dalam rangka untuk semakin memajukan kota seribu sungai yang lebih baik lagi.

Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya, saat diwancara awak media

“Nurul Fajri ini menggantikan Zainal A Husni, yang meninggal dunia pada bulan Mei tadi,” ucapnya

Disampaikan Harry, pelantikan ini tentunya dapat menjalankan tugas dan fungsi sebagai anggota dewan dengan baik, dan semakin memperjuangkan aspirasi seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya didaerah pemilihan Kecamatan Banjarmasin Timur juga untuk wilayah lainnya.

“Keinginan kita bersama seperti itu,” pintanya

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Banjarmasin, Hilyah Aulia menambahkan, setelah pelantikan ini Nurul Fajri ini, menjadi wajah baru menambah kekompakan dan kesolidan. Terkait kedudukan di Alat Kelengkapan Dewan, menempati posisi sebagai Anggota Komisi II dan anggota Badan Musyawarah Dewan Banjarmasin.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Banjarmasin, Hilyah Aulia, didampingi Anggota DPRD Banjarmasin, Nurul Fajri

“Kami senang pelantikan ini berjalan lancar, tentu wajah baru dapat membawa energi positif,” tutup Hilyah.

Pengangkatan Nurul Fajri berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0638/KUM/2023 tentang Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kota Banjarmasin Sisa Masa Jabatan 2019-2024, yang dibacakan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Iwan Ristianto.

Penandatanganan Surat Keputusan Pelantikan PAW Nurul Fajri, disaksikan Ketua DPRD Banjarmasin dan Rohaniawan

Untuk diketahui, Pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) ini dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, didampingi Wakil Ketua Muhammad Yamin, Matnor Ali dan Tugiatno. Dihadiri Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, kalangan legislatif serta eksekutif. (NHF/RDM/RH)

40 Pejabat Eselon III Lingkup Pemkab Banjar Jalani PKA

BANJAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2023 dengan diikuti 40 Pejabat Eselon III dari SKPD lingkup Pemkab Banjar.

Foto bersama peserta PKA Angkatan III Pemkab Banjar bersama dengan tamu yang hadir pada pembukaan

Pelatihan dibuka oleh Bupati Banjar diwakili Asisten Administrasi Umum Rahmad Dhani, di Aula Sultan Sulaiman BKPSDM, Martapura, Kamis (20/7).

Asisten Administrasi Umum Setdakab Banjar, Rahmad Dhani, saat membacakan sambutan Bupati Banjar

Melalui sambutan tertulisnya, Bupati Banjar Saidi Mansyur berharap, pelatihan ini mampu menjadi momentum dalam meningkatkan kemampuan, kapasitas dan kompetensi teknis manajerial Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Banjar, khususnya Pejabat Administrator.

“Kompetensi pelatihan ini adalah pemimpin perubahan dengan konsep kepemimpinan adaptif. Yaitu pemimpin yang mampu melakukan adaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya,” ujarnya.

Tipe pemimpin tersebut, menurut Bupati, sangat diperlukan di era globalisasi dan digitalisasi sekarang. Mereka dituntut bekerja lebih ekstra di tengah perubahan di masyarakat, terutama cepatnya informasi dan teknologi saat ini.

“Yang terpenting dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah bagaimana aksi perubahan. Para peserta harus dapat merealisasikan hasilnya dengan baik dan diimplementasikan dalam unit kerjanya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar Erny Wahdini mengatakan, PKA Angkatan III akan digelar selama 11 hari. Ia berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kompetensi manajemen leadership pada pejabat administrator.

“Sehingga secara tidak langsung meningkatkan indeks kualitas ASN,” tuturnya. (SYA/RDM/RH)

IKWI Kalsel Juara Nasional Lomba Video Menghias Tumpeng HUT IKWI ke- 62

BANJARMASIN – Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Kalimantan Selatan keluar sebagai juara pertama Lomba Video Menghias Tumpeng HUT IKWI ke-62 yang dilaksanakan secara daring, Kamis (20/7).

Hal ini setelah dilakukan penilaian terhadap 23 IKWI Provinsi yang mengikuti lomba tersebut. Hasil karya IKWI Kalsel ini dinyatakan juri memenuhi kriteria penilaian, yakni kreasi, variasi, komposisi, keindahan dan suasana yang ditampilkan dalam rekaman video.

Mengikuti Kalsel, IKWI Provinsi Lampung keluar sebagai juara 2 dan IKWI Yogyakarta sebagai juara 3.

Ketua IKWI Kalsel, Minarni Helmie ditemui usai dinyatakan juara mengatakan sangat bersyukur pihaknya menjuarai lomba HUT IKWI kali ini.

Ia pun mengapresiasi kerja keras jajarannya guna menampilkan hasil terbaik dalam kegiatan yang mengusung tema “Merajut Masa Depan yang Lebih Berkualitas” ini.

“Alhamdulillah kita bisa juara. Ini tak lepas dari kerja keras semua anggota IKWI dan dukungan PWI Kalsel,” ucapnya.

Capaian ini diharapkan dapat terus memacu kreatifitas seluruh anggota guna diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena ujarnya keberhasilan seorang suami, dalam hal ini wartawan tak lepas dari peran serta seorang isteri.

Apalagi ujarnya pekerjaan wartawan memiliki kompleksitas dan tekanan yang tinggi. Sehingga dibutuhkan peran seorang isteri yang mampu mengimbanginya.

“Sesuai dengan tema HUT IKWI ke-62 ini, yakni Merajut Masa Depan yang Lebih Berkualitas, semoga anggota IKWI dapat memberikan kontribusi bagi keluarga hingga menciptakan kehidupan yang lebih berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie mengucapkan selamat kepada IKWI karena telah mengharumkan nama Kalsel di ajang nasional. “Kita berharap IKWI Kalsel terus berkarya dan berkreasi untuk mendukung kerja wartawan,” pintanya. (PWI.KALSE/RDM/RH)

Paman Birin Terima Anugerah KPAI 2023, Kategori SIMEP Perlindungan Anak

JAKARTA – Komitmen Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor terhadap perlindungan anak, dianugerahi penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2023.

Penghargaan diterima Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu yang diserahkan oleh Ketua KPAI Ai Maryati Solihah melalui Wakil Ketua KPAI Jasra Putra, di Jakarta Barat pada Kamis (20/7).

Keberhasilan Paman Birin mendapatkan anugerah KPAI tahun 2023 ini membuktikan komitmen dan kepedulian orang nomor satu di Kalsel ini terhadap perlindungan anak di Banua.

“Alhamdulilah. Terima kasih atas apresiasi KPAI ini sebagai bukti upaya pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak di Banua,” kata Paman Birin.

Paman Birin menyebut, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus terus tumbuh berkembang dan maju meraih cita-citanya.

“Anak-anak adalah generasi penerus dan wajib dijaga dan dibina sebagai penerus estafet bangsa Indonesia,” ungkap Paman Birin.

Penghargaan yang sama juga diraih kabupaten Hulu Sungai Utara yang diterima Penjabat Bupati Zakly Aswan.

Selain Kalimantan Selatan, ada 2 provinsi lainnya yang juga meraih penghargaan KPAI 2023 kategori SIMEP, yakni Jawa Tengah dan Sumatera Barat.

Untuk tingkat kabupaten kota, yang masuk nominasi penerima Anugerah KPAI, yakni, Kota Yogyakarta, Kota Mataram, Kota Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Dompu, Kabupaten Pesisir Selatan.

Disamping itu, ada KPAI Daerah yang menerima anugerah, yakni Ketua KPAID Kota Yogyakarta, Ketua KPAID Kabupaten Bogor, Ketua KPPAD Provinsi Bali.

KPAI memberikan apresiasi dan penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan inovasi kepada kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, kabupaten kota terhadap capaian penyelenggaran perlindungan dan pemenuhan hak anak berbasis aplikasi SIMEP.

Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah mengungkapkan, penilaian SIMEP ini dilakukan sejak 24 Januari hingga 15 Mei 2023 dengan verifikasi awal pada 6 kementerian/lembaga, 6 provinsi, 10 kabupaten/kota. Selanjutnya dilakukan verifikasi akhir pada 12 Juni sampai 6 Juli 2023.

Ai Maryati juga menyebut, hingga Juni 2023 ini saja sudah ada 1.662 pengaduan dari masyarakat.

“Ini menunjukan peran negara, pemerintah pusat, kementerian, provinsi, kabupaten/kota dan serta berbagai masyarakat menjadi tantangan dalam merespon permasalahan tersebut,” kata Ai Maryati.

Pelaporan masyarakat, sebut Ai Maryati menjadi kepercayaan publik untuk mengakhiri berbagai permasalahan anak.

Untuk itu, KPAI ungkap Ai Maryati, saat ini terus melakukan penguatan kualitas pengasuhan anak, menekan angka korban kekerasan hingga mencegah perkawinan dini pada anak.

Anugerah KPAI tahun 2023 itu turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Kabareskrim Mabes Polri, Wakil Mahkamah Agung, Ketua KPI RI hingga pengurus KPAD seluruh provinsi di Indonesia.

Dewan juri Anugerah KPAI 2023 ini terdiri dari Prof Rhenald Kasali, Prof Dr. Sutanto dan Prof Siti Ruhaini Dzuyhayatin. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

UPZ Bank Kalsel Serahkan Bantuan Kepada 18 KK Korban Kebakaran Simpang Pilot

BANJARMASIN – Musibah kebakaran yang sering terjadi akhir-akhir ini di kota Banjarmasin, turut menjadi keprihatinan Bank Kalsel. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Bank Kalsel kembali melakukan kunjungan sekaligus memberikan bantuan berupa uang tunai, untuk 18 Kepala Keluarga (KK) yang terkena musibah kebakaran di Gang Simpang Pilot RT 17 RW 2, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, belum lama tadi.

Bantuan secara langsung diserahkan Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi kepada Hernadi, perwakilan warga yang terdampak akibat kebakaran, dengan disaksikan Lurah Kuin Cerucuk, Haris Fadilah beserta Ketua RT 17 dan staf dari Divisi Sekretaris Perusahaan, Nova Safri Prabowo.

Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi mengatakan, turut berbela sungkawa atas musibah kebakaran yang terjadi. Dirinya pun berharap masyarakat yang menjadi korban tetap tabah dan semangat untuk melanjutkan hidup yang lebih baik lagi kedepannya.

“Semoga bantuan yang diberikan Bank Kalsel pada hari ini melalui Unit Perngumpul Zakat (UPZ) dapat meringankan masyarakat yang terdampak dari musibah kebakaranyang terjadi dan dalam kesempatan ini juga mengimbau masyarakat lebih waspada akan musibah kebakaran dan diharapkan kita bersama-sama menjaga lingkungan tempat tinggalnya,” ucap Fajri.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Kuin Cerucuk, Haris Fadilah menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), atas bantuan yang telah diserahkan kepada warga yang terkena musibah kebakaran yang telah lalu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada UPZ Bank Kalsel terhadap bantuan yang diberikan untuk 18 Kartu Keluarga (KK) yang terkena musibah korban kebakaran. Bantuan ini tentunya sangat mereka perlukan untuk kembali menyambung hidup dan membangun rumah akibat kebakaran yang terjadi, agar layak untuk ditinggali kembali,” ungkap Haris.

Sebagai Informasi, bantuan yang diberikan sebagian besar berasal dari zakat yang disisihkan para pegawai Bank Kalsel setiap bulannya. Dana yang terkumpul dan disalurkan kembali kepada 8 golongan orang yang berhak menerima zakat. Bagi Donatur yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara yang membutuhkan, dapat ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui rekening Bank Kalsel Syariah dengan nomor 6500844928 (Zakat) dan 6500846214 (Infak dan sedekah) atas nama Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel dan untuk konsultasi dan konfirmasi transfer bisa melalui WA Center UPZ Bank Kalsel di nomor 0811505153. (ADV-RIW/RDM/RH)

Raperda Lansia di DPRD Banjarmasin Telah Finalisasi

BANJARMASIN – Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Lanjut Usia (lansia) DPRD Banjarmasin, telah melakukan finalisasi.

Hal itu disampaikan, Ketua Pansus Raperda Pemberdayaan dan Perlindungan Lansia, Amalia Handayani, kepada wartawan baru-baru tadi.

Ketua Pansus Raperda Pemberdayaan dan Perlindungan Lanjut Usia (lansia) DPRD Banjarmasin, Amalia Handayani

Amalia menjelaskan, setelah digelar beberapa kali rapat, akhirnya disepakati baik dari kalangan legislatif dan eksekutif untuk memfinalisasi, dan saat ini pihaknya masih menunggu hasil evaluasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk disahkan menjadi peraturan daerah (Perda).

“Payung hukum ini dibuat meningkatkan perhatian dan layanan terhadap lansia,” ungkapnya

Disampaikan Amalia, selama pembahasan Raperda Pemberdayaan dan Perlindungan Lansia, ada pasal mengatur fasilitas dan sarana publik yang ramah, agar dapat terpenuhi hak-hak para lansia di kota ini.

“Kita atur pelayanan kesehatan, kemudian perlindungan terutama masih usia produktif, meski lansia tetap bisa berorganisasi,” jelas Amel.

Lebih lanjut ia menambahkan, kedepan pihaknya juga mendukung rencana Pemerintah Kota Banjarmasin untuk membangun panti Lansia. Sehingga, tidak ada lagi lanjut usia yang terlantar akibat beragam permasalahan di keluarga besarnya.

“Kami ingin lansia menjalani hidup dengan aman, damai dan mendapat perhatian dari semua pihak,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version