Wujud Peduli Lingkungan, Dispora Ajak Pemuda Pepelingasih Menanam Pohon

BANJARBARU – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Aksi Peduli Lingkungan Tahun 2023, dengan menanam pohon, di Lapangan Golf Swargaloka, Banjarbaru, Selasa (30/5).

Kepala Dispora Provinsi Kalsel, Hermansyah diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi menjelaskan aksi ini dilaksanakan dengan melibatkan para peserta Pelatihan Berbasis Iptek, yang tergabung dalam Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih).

“Pada aksi penanaman pohon ini, kami melibatkan pemuda Pepelingasih,” ungkapnya.

Rokhyatin menyampaikan jenis pohon yang ditanam yaitu pohon trembesi dan mahoni sebanyak 75 pohon sesuai dengan jumlah peserta. Hal ini dilakukan agar disekitar lapangan golf tampak rindang dan sejuk.

“Bagian belakang kawasan lapangan golf sudah rindang, sehingga penanaman pohon dilakukan dibagian depan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Rokhyatin, aksi peduli lingkungan berupa penanaman pohon ini, merupakan arahan Gubernur Kalsel agar selalu menjaga lingkungan dengan menggencarkan program revolusi hijau dengan menanam pohon.

“Kami berharap aksi yang dilakukan ini, dapat bermanfaat dan sejalan dengan upaya Pemerintah Kalsel untuk terus menggelorakan revolusi hijau,” tuturnya.

Kegiatan tersebut dimulai dengan Apel Bersama, kemudian dilanjutkan dengan aksi penanam pohon yang dilakukan pejabat dilingkup Dispora Kalsel, diantaranya Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri, Kabid Pemberdayaan Pemuda Rokhyatin Effendi, Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono, Plt Kabid Pengembangan Pemuda Anugrah, serta lainnya. (SRI/NRH/RH)

Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak, UPPD Samsat Banjarmasin I Sosialisasikan PKB di Pasar Pekauman

BANJARMASIN – Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Satuan Adminstrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Banjarmasin I berkolaborasi dengan PT Jasa Raharja Cabang Kalsel dan Polda Kalsel melakukan sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ke Pasar Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (30/5).

Rombongan UPPD Samsat Banjarmasin I dipimpin Kepala UPPD Samsat Banjarmasin I, Ani Hanisyah didampingi Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja Cabang Kalsel, Jullyanto Eka P.N dan Pamin 1 SiSTNK Subdit Regident Direktorat Lalulintas Polda Kalsel, Ipda Nova Anggraeni beserta jajarannya masing-masing.

Suasana Sosialisasi PKB oleh UPPD Samsat Banjarmasin I, Polda Kalsel dan PT Jasa Raharja Cabang Kalsel di Pasar Pekauman

Kepala UPPD SAMSAT Banjarmasin I, Anni Hanisyah mengatakan kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak untuk membayar PKB. Mengingat, lanjutnya, hingga saat ini tunggakan PKB masih sekitar Rp1 triliun.

“Banyak tunggakan pajak di tempat kami hingga kini kisarannya sekitar Rp1 triliun”, katanya kepada wartawan, usai kegiatan sosialisasi.

Menurut Ani, hal itu disebabkan diantaranya masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang pembayaran pajak kendaraan bermotor yang terbagi menjadi dua yaitu pajak yang dibayar setiap tahun sekali dan pajak yang dibayar setiap lima tahun sekali yang disebut pembayaran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Jadi warga mengira bayar pajak kendaraan itu yang lima tahun sekali ketika bayar STNK. Tapi mereka tidak melihat notif pajak yang setiap satu tahun sekali harus dibayar juga”, jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Anni juga melakukan sosialisasi terkait program pemutihan pajak kendaraan yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juli 2023 mendatang.

“Ini salah satu program untuk mempermudah dan meringankan wajib pajak yang telat atau tidak membayar dengan menghapus maupun mengurangi pembayaran denda”, tambahnya.

Sementara, Pamin 1 SiSTNK Subdit Regident Direktorat Lalulintas Polda Kalsel, Ipda Nova Anggraeni menjelaskan tentang ketentuan penghapusan data kendaraan setelah STNK mati lima tahun tidak diperpanjang selama dua tahun yang akan segera diterapkan.

“Jika hal itu terjadi maka akan dilakukan penghapusan data ranmor, sehingga ranmor tersebut tidak bisa berjalan di jalan raya”, tuturnya.

Sedangkan, Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja Cabang Kalsel, Jullyanto Eka P.N mengatakan ada beberapa manfaat dalam membayar PKB, diantaranya adanya asuransi dan santunan bagi pengguna wajib pajak jika terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Karena dengan meregistrasi ulang kendaraan dan membayar PKB, masyarakat sudah sekaligus membayar sumbangan wajib dana kecelakaan lalulintas angkutan jalan”, tambahnya.

Ditambahkan Jullyanto, PT Jasa Raharja Cabang Kalsel telah membayar santunan untuk pengguna wajib pajak yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas sesuai Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964, terhitung dari Januari 2023 hingga saat ini sebesar Rp11 miliar lebih. (NRH/RH)

Raih Juara 1 Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Provinsi 2023, Dispersip Kalsel Siap Dampingi SMKN 1 Amuntai Bersaing di Tingkat Nasional

Banjarmasin – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Amuntai berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Provinsi Tahun 2023, dan berhak mewakili Kalimantan Selatan ke tingkat nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Nurliani, melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Wildan Akhyar, kepada wartawan, usai acara penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba, di gedung teater Dispersip Kalsel, Senin (29/05).

Menurut Wildan, pihaknya akan melakukan pembinaan kembali terhadap SMKN 1 Amuntai agar dapat bersaing dengan provinsi lain dalam Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Nasional Tahun 2023 ini.

“Kita akan persiapkan, pasti kita akan bina agar dapat maksimal,” ungkap Wildan.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan SMKN 1 Amuntai, Ewi Hermawari, mengaku akan mempersiapkan segala sesuatunya agar bisa lebih baik di ajang nasional.

“Kita akan evaluasi dan benahi lagi dari berbagai sisi yang kurang. Semoga dapat dibantu dan didampingi Dinas Perpustakaan kabupaten dan provinsi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Juri Lomba, Muhammad menyampaikan, perlombaan tahun ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya, karena menitikberatkan pada peningkatan kualitas penyelenggaraan perpustakaan sekolah, dengan salah satu persyaratannya adalah harus terakreditasi minimal C.

Selain itu, instrumen penilaiannya pun juga berbeda. Kalau sebelumnya lebih melihat kepada fisik dan sarana prasarana, tahun ini diarahkan pada 2 komponen utama, yaitu transformasi perpustakaan dan implikasinya terhadap pembelajaran.

“Di situ salah satu indikatornya, seberapa banyak kegiatan yang bisa diciptakan oleh perpustakaan itu, hingga implikasinya terhadap prestasi siswa,” jelasnya.

Untuk diketahui, dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, ada enam daerah yang mengikuti lomba pada tahun ini, yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala, dan Kotabaru.

Adapun peringkat ke 2 diraih SMK Darusalam Martapura, juara 3 diraih SMA Negeri Marabahan, harapan 1 SMA Negeri 7 Banjarmasin, disusul harapan 2 oleh SMA Negeri 1 Kotabaru, dan SMKN 1 Tapin meraih Harapan 3. (NRH/APR)

BRIN Lakukan Riset Kebun Raya Banua, Kalsel Dijadikan Contoh Penerapan Bagi Daerah Lain

BANJARBARU – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tertarik untuk melakukan kajian di Provinsi Kalimantan Selatan. Apalagi salah satu yang menjadi lokasi utamanya adalah Kebun Raya Banua.

Pelaksana Fungsi Pemantauan Pelaksanaan Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Agus Widodo, menerangkan, hadirnya para rombongan peneliti ahli dari BRIN ke Kalsel ini tak lain untuk mempelajari secara mendalam metode apa saja yang dilaksanakan untuk pemanfaatan sebuah lokasi penelitian selanjutnya dapat diterapkan.

“Jadi kami ingin melakukan praktik baik yang ada di Kalsel baik kajian dan model untuk dapat diterapkan di daerah lain,” ungkapnya, usai melakukan kunjungan kerja ke kantor BRIDA Kalsel diikuti perwakilan kabupaten/kota, di aula pertemuan utama BRIDA, Selasa (30/5) siang.

Terkait model yang akan jadi tujuan mereka untuk dilakukan kajian adalah Kebun Raya Banua.

“Ini merupakan best practice (praktik yang baik) yang akan kita tuliskan dan pelajari modelnya agar bisa diterapkan di daerah lain,” tambah Agus.

Suasana kunker yang dilaksakanan BRIN di aula BRIDA Kalsel yang diikuti seluruh perwakilan dari peneliti kabupaten/kota

Dalam kunjungan kerja (kunker) bersama tiga rekannya di BRIN, Agus membeberkan, usulan pembentukan BRIDA tak diinginkan ditingkat provinsi saja melainkan juga ternyata juga dikehendaki di kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

“Tadi ada juga beberapa kabupaten/kota mengusulkan menjadi BRIDA. Yang jelas, kami berharap daerah lainnya juga mengikuti jejak yang sama seperti Pemerintah Provinsi Kalsel,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BRIDA Kalsel, Muhammad Amin, menyambut gembira atas kunjungan yang dilaksanakan BRIN. Salah satunya penyelenggaraan untuk pembinaan BRIDA di Kalsel.

Suasana saat diskusi pada kunker yang dilaksanakan BRIDA Kalsel bersama BRIN dihadapan peneliti kabupaten/kota

“Dari kedatangan mereka. Kami dapat memanfaatkan agar BRIDA Kalsel lebih berkembang terutama kepada peneliti ditempat kita untuk dapat meningkatkan kapasitasnya baik Bimtek atau lainnya,” katanya.

Terkait riset yang akan dilaksanakan, Amin berharap Kebun Raya Banua bisa memberikan manfaat dan nilai yang lebih terhadap kemajuan daerah.

“Dengan kuatnya riset maka daerah akan semakin maju,” pungkasnya.

Selanjutnya, Rabu (31/5) besok, BRIN akan melakukan kunjungan ke lokasi tujuan mereka yaitu Kebun Raya Banua yang sekaligus melakukan pendekatan dalam pelaksanaan riset atau kajian. (RHS/APR)

Percepat Penurunan Stunting, BI Kalsel Serahkan Bantuan PSBI di Barito Kuala

Batola – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendukung upaya percepatan penurunan stunting guna menyokong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dukungan itu diwujudkan dalam bentuk penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), bertempat di Kantor Kecamatan Tabunganen, Barito Kuala, Senin (29/5).

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Kalsel, Wahyu Pratomo mengatakan, PSBI adalah program sosial yang dilakukan BI secara sistematis dan terencana melalui aktivitas pemberdayaan masyarakat dan kepedulian sosial.

“Bantuan PSBI untuk mempercepat penurunan stunting merupakan bagian yang terintegrasi dari upaya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat yang inklusif dan berkesinambungan,” tutur Wahyu.

Isu stunting telah menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah. Sebelumnya, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 yang dirilis Kementerian Kesehatan mengungkap, angka prevalensi stunting di Kalsel menunjukkan perbaikan. Yakni dari semula 30% pada 2021, menjadi 24,6% pada 2022.

Kendati demikian, angka prevalensi stunting Kalsel pada tahun 2022 tersebut masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 21,6%. Hal itulah yang melandasi pemikiran BI untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kalsel.

Penerima bantuan berfoto bersama Pj Bupati Batola, Kepala Perwakilan BI Kalsel dan Ketua TP PKK Provinsi

Dalam kesempatan itu, Penjabat Bupati Barito Kuala, Mujiyat mengapresiasi sinergi dan dukungan yang diberikan BI untuk penanganan stunting. Pihaknya juga berharap PSBI bisa mempercepat penurunan angka stunting sesuai targetnya.

“Diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak untuk menurunkan angka stunting agar target 14% bisa dicapai pada 2024. Untuk itu, kami mengapresiasi dukungan yang BI berikan guna mempercepat penurunan angka prevalensi stunting di Barito Kuala,” ucap Mujiyat.

Senada dengan itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalsel yang juga selaku Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kalsel, Hj. Raudatul Jannah mengatakan, dukungan yang BI berikan sangat tepat sasaran mengingat Barito Kuala adalah daerah dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Kalsel.

“Dengan tingkat prevalensi stunting sebesar 33,6%, Barito Kuala menjadi daerah dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Kalsel. Untuk itu, kami mengapresiasi upaya BI mempercepat penurunan stunting melalui penyerahan bantuan PSBI,” ujar istri Gubernur Kalsel itu.

Para penerima bantuan PSBI

Total nilai PSBI yang diserahkan BI Kalsel sebesar Rp230 juta, terdiri dari empat jenis bantuan. Pertama, intervensi gizi spesifik berupa susu bagi baduta (bayi di bawah usia dua tahun) yang menderita stunting. Kedua, intervensi sensitif berupa alat kesehatan dan alat permainan edukatif untuk empat fasilitas kesehatan Barito Kuala, masing-masing berlokasi di Kecamatan Alalak, Belawang, Tabukan, dan Tabunganen.
Ketiga, intervensi sensitif berupa instalasi jamban komunal untuk sanitasi bagi kelompok masyarakat di Desa Tabunganen Pemurus. Terakhir, ada pula intervensi sensitif berupa instalasi pipa Pamsimas (program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) bagi kelompok masyarakat di Desa Samuda.

Selain penerima bantuan, seremoni penyerahan bantuan PSBI di Barito Kuala juga dihadiri oleh pimpinan dan anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Camat, Kades, warga, dan guru SD di Barito Kuala, serta BKKBN Kalsel selaku sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting Kalsel. (KPwBIKalsel-RIW/APR)

Kenalkan Pahlawan Sejarah Revolusi Fisik, Museum Wasaka Kalsel Gelar Lomba Menggambar

BANJARMASIN – Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) Kalimantan Selatan, dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel menggelar Lomba Menggambar untuk kalangan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dalam rangka memperkenalkan Sejarah Revolusi Fisik.

Salah satu peserta Lomba Menggambar di Museum Wasaka Kalsel

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Raudati Hildayati itu berlokasi di halaman Museum Wasaka Jalan Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Senin (29/5).

Juara Pertama Lomba Menggambar di Museum Wasaka Kalsel

Kepada wartawan, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati menjelaskan Lomba Menggambar ini dimaksudkan untuk menambah wawasan Sejarah Revolusi Fisik yang ada di Museum, dan dituangkan dalam gambar untuk menyalurkan kreativitas siswa-siswi.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, para peserta pelajar sebagai generasi penerus bangsa dapat menanamkan nilai dalam pendidikan karakter bangsa, diantaranya jujur, disiplin, kerja keras, dan kreatif, mandiri, cinta tanah air serta tanggung jawab.

“Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari Tupoksi Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel,” ucapnya

Disampaikan Raudati, tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Terima Kasih Pahlawanku”. Tema ini mengacu pada aktivitas Museum Waja Sampai Kaputing sebagai Museum Khusus tentang Perjuangan Brigjend Hasan Basry, dengan segenap perjuangan lain yang memperjuangkan Kedaulatan Republik Indonesia pada Masa Revolusi Fisik di Kalimantan Selatan.

“Semoga menjadi sarana pertemuan dan diskusi antara siswa-siswi dari berbagai sekolah,” kata Helda (sapaan akrabnya)

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah menambahkan, sejak dibuka
pendaftaran Lomba Menggambar secara gratis pada tanggal 17 – 22 Mei 2023 lalu, telah diikuti sebanyak 45 peserta, terdiri dari Kota di Banjarmasin 37 siswa/siswi (14 sekolah), Kota Banjarbaru 4 siswa/siswi (4 sekolah), Kabupaten Banjar 3 siswa/siswi (3 sekolah) dan Kabupaten Barito Kuala 1 siswi (1 sekolah).

Arry berharap kegiatan ini sebagai sarana untuk menanamkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta memperkokoh integrasi bangsa.

“Kegiatan Lomba Menggambar Tingkat SD ini melalui DPA SKPD Disdikbud TA 2023,” tutupnya

Untuk diketahui, tiga Dewan juri yang memberikan penilaian dalam Lomba menggambar ini dari Ikatan Pelukis Kalimantan Selatan (IPKS).

Juara Pertama Lomba ini diraih Putri Siska Amelia dengan nilai 269 dari SDN Pasayangan Selatan Kabupaten Banjar. (NHF/NRH/RH)

Dispora Kalsel Gelar Pelatihan Berbasis IPTEK Untuk Pemuda Peduli Lingkungan

BANJARMASIN – Dalam rangka meningkatkan peranan pemuda peduli lingkungan berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pelatihan Berbasis Iptek, di salah satu hotel berbintang, Senin (29/5).

Pelatiham yang diikuti perwakilan pemuda di 13 Kabupaten/Kota di Kalsel, Senin (29/5), dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel, Hermansyah.

Kadispora Kalsel Hermansyah

“Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan serta kepedulian pemuda terhadap isu lingkungan,” ungkapnya.

Melalui pelatihan tersebut, Dispora Kalsel berharap dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan pemuda, sebagai upaya pemberdayaan pemuda dalam proses pengelolaan sampah yang merupakan bagian pembelajaran bagi pemuda untuk lebih bermasyarakat.

“Sehingga pada program pelatihan pemuda berbasis iptek ini, untuk memberikan pemahaman bagi pemuda tentang bagaimana mengelola bank sampah di masyarakat agar lingkungan dapat terjaga,” jelasnya.

Mengingat, tambah Hermansyah, peran para pemuda sangat diperlukan dalam pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan.

“Sampah plastik merupakan sampsh yang sulit untuk dikelola, sehingga perlu dikelola dengan baik,” katanya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pemuda, dapat berperan aktif dan meoptimalkan sebagai subjek atau pelaku dari berbagai upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup seperti daur ulang sampah, pengurangan penggunaan sampah plastik dan penanaman pohon.

“Dengan pengelolaan sampah yang baik tersebut, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dengan menerapkan pengelolaan bank sampah,” tuturny

Sementara, Panitia Pelaksana, Gusti Ismia Ruhyanti mengatakan, kegiatan pelatihan pemuda berbasis iptek ini diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 29-31 Mei 2023 dengan menghadirkan narasumber yaitu Dispora Kalsel, Dinas Lingkungan Hidup, Arief Community Waste Bank, Bank sampah induk kota Banjarmasin dan Bank sampah sekumpul Kab Banjar.

“Jumlah peserta sebanyak 50 Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) dari 13 Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan,” tambahnya. (SRI/NRH/RH)

Lepas Keberangkatan Kloter Satu, Paman Birin Doakan Mabrur Jemaah Haji Kabupaten Banjar

BANJARBARU – Musim haji 1444 Hijriah atau tahun 2023 Masehi, resmi dimulai di provinsi Kalimantan Selatan dengan diberangkatkannya kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Embarkasi Banjarmasin, pada Senin (29/5) dari asrama haji. Pelepasan keberangkatan kloter pertama jemaah haji Embarkasi Banjarmasin ini, dilakukan langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor.

Gubernur Kalsel saat menyalami para jemaah haji yang hendak naik ke atas bus menuju bandara

Kepada wartawan, usai melepas keberangkatan kloter pertama di asrama haji Embarkasi Banjarmasin, Gubernur mengatakan, dirinya selalu mendoakan para tamu Allah ini mendapatkan status mabrur, saat pulang ke tanah air nanti.

“Saya juga doakan, semoga para jemaah tiba dengan selamat di tanah suci, dan juga pulang kembali ke tanah air dengan selamat”, harapnya.

Lebih lanjut Gubernur yang biasa disapa Paman Birin ini, juga meminta para jemaah untuk menjaga kesehatan selama berada di tanah suci. Mengingat kondisi cuaca di sana saat ini sangat ekstrem, dengan suhu udara mencapai 41 derajat Celcius.

“Jangan dipaksa jika memang sudah lelah, perbanyak istirahat dan minum air putih”, pesannya.

Sementara itu, dalam laporannya, Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin mengatakan, bahwa tahun ini ada 5.430 jemaah haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin. Yakni dari provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 3.818 jemaah dan sisanya dari provinsi Kalimantan Tengah.

“Total ada 17 kloter yang berangkat. Dengan 12 kloter dari Kalsel, empat dari Kalimantan Tengah, dan satu kloter gabungan”, paparnya.

Proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin, berlangsung mulai 29 Mei hingga 22 Juni 2023. Sementara pesawat yang digunakan adalah dari jenis Airbus A330 -300, dengan kapasitas 328 penumpang. (RIW/NRH/RH)

Kabupaten Tala Raih Juara Umum Cabor Judo POPDA Kalsel Tahun 2023

BANJARMASIN – Kabupaten Tanah Laut (Tala) berhasil meraih juara umum dalam cabang olahraga (Cabor) Judo, pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Tahun 2023.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, Hermansyah kepada sejumlah wartawan, usai mengalungkan medali kepada pemenang cabang olahraga Judo, Minggu (28/5).

Kadispora Kalsel Hermansyah

“Saat ini perkembangan olahraga Judo di Provinsi Kalimantan Selatan semakin meningkat,” ungkapnya.

Hal tersebut, menurut Hermansyah, terbukti dengan raihan prestasi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah Tingkat Provinsi di Kota Banjarmasin dimana Kabupaten Tanah Laut berhasil merebut juara umum.

“Sebelumnya, cabang olahraga Judo ini hanya dikuasai oleh Kota Banjarmasin saja,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Hermansyah, Kabupaten Balangan juga berhasil berada di peringkat ke dua, kemudian disusul oleh Kota Banjarbaru di peringkat ke 3, dan Kota Banjarmasin berada di peringkat ke 4.

“Melihat hasil tersebut, maka pola yang dilakukan oleh Judo Kalsel, membuktikan pembinaan yang dilakukan sudah terstruktur dan bagus,” pujinga.

Dengan pola pembinaan terstruktur tersebut, diharapkan atlet-atlet Judo junior ini dapat terus dibina, agar kedepannya, pada saat mengikuti kejuaraan nasional serta internasional, dapat membawa nama harum serta meraih prestasi bagi Banua ini.

“Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, terus melakukan pembinaan kepada cabang olahraga Judo, agar terus melakukan peningkatan prestasi mereka,” pungkas Hermansyah. (SRI/NRH/RH)

Verifikasi Data Pemilih Pemula, KPU Kolaborasi Dengan Dinas Dukcapil Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut berkolaborasi dalam penyelarasan data kependudukan bagi pemilih pemula. Akselerasi ini pun merupakan hasil kerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Dukcapil) Kalsel, Zulkifli, mengungkapkan, sebagai tindaklanjut dalam memberikan kelancaran untuk keperluan verifikasi data bagi pemilih pemula. Maka, Dinas Dukcapil Kalsel turut andil agar melakukan proses penyertaan hak menjelang pelaksanaan “Pesta Demokrasi” tahun 2024 supaya bisa berjalan lancar.

“Koordinasi ini dalam rangka untuk mengupdating terhadap data-data yang sudah kami miliki,” katanya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Selain itu, Zulkifli mengungkapkan, program yang membersamai dengan KPU Kalsel itu ingin mengetahui lebih jauh data pendudukan yang masuk kategori aktif dan tidak aktif sebagai langkah mengentaskan data fiktif pemilih dalam PEMILU 2024.

“Ada yang biasanya orang sudah meninggal, terus juga ada naik dari umur 16 ke 17 ini akan terus kita data. Terlebih, ini menjadi perhatian kita,” ungkapnya.

Dalam hal ini, tutur Zulkifli, pihaknya turut rutin berkoordinasi dengan KPU Kalsel untuk pencocokkan data kependudukan yang akan digunakan untuk kepentingan pelaksanaan dalam pemilihan legislatif hingga kepala daerah baik ditingkat Gubernur atau pun bupati/wali kota.

“Jangan sampai orangnya banyak tetapi tidak terdata. Ada pula orang yang sudah meninggal namun tercatat dan itu tidak kami inginkan,” pungkasnya. (RHS/NRH/RH)

Exit mobile version