Peringatan Hari Dongeng Sedunia, Kempho Antaka Hibur Ratusan Anak di Kalsel

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Dongeng Sedunia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadirkan pendongeng nasional, Kak Kempho Antaka untuk menghibur ratusan anak-anak di Kids Library Perpustakaan Palnam, Senin (13/3).

Tidak hanya menghadirkan Kak Kempho, pada peringatan Hari Dongeng Sedunia ini Dispersip turut menggandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalsel untuk menumbuh kembangkan rasa cinta terhadap mata uang rupiah.

Suasana Kegiatan Perpus Palnam Berdongeng

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Wildan Akhyar pada pembukaan Perpus Palnam Berdongeng mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya membumikan literasi kepada anak sejak usia dini.

“Kita hadirkan pendongeng nasional untuk merangsang otak mereka agar senang membaca buku dan cinta kepada perpustakaan. Alhamdulillah anak-anak sangat antusias dan kita berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan serupa kedepannya,” kata Wildan.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel, Bimo Epyanto mengatakan, anak usia PAUD merupakan usia emas yang perlu sejak dini dibuka wawasannya.

Untuk itulah, lanjut Bimo, pada peringatan Hari Dongeng Sedunia ini, pihaknya ingin menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa Indonesia kepada anak-anak usia dini.

“Karena sejak dini kita kenalkan konsep cinta, bangga, dan paham terhadap uang rupiah, diharapkan mereka kedepannya semakin bangga dan paham dalam menggunakan rupiah dengan baik dan benar. Tentunya penyampaian konsep tersebut disesuaikan dengan kemampuan mereka dalam menerimanya, salah satunya lewat dongeng,” kata Bimo.

Sedangkan, Pendongeng Nasional, Kak Kempho mengapresiasi kerja sama Dispersip Kalsel dengan BI Kalsel untuk menumbuhkembangkan rasa cinta kepada buku dan juga mata uang rupiah.

Dengan teknik visual storytellingnya tersebut, kak Kempho sukses mengibur dan mengedukasi ratusan anak-anak PAUD yang hadir di Kids Library Perpustakaan Palnam.

“Bercerita masih sangat efektif karena bercerita mempunyai kekuatan mendidik tanpa menggurui. Untuk itu, orang tua dan keluarga harus membiasakan lagi bercerita kepada anaknya, karena ini salah satu cara komunikasi orang tua yang efektif dan menyenangkan,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Kerjasama Perdagangan Kalsel dan Jatim Diharapkan Perhatikan Komoditas Kecil

SURABAYA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, nilai transaksi perdagangan antara Jawa Timur (Jatim) dengan Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah cukup besar, yakni total berada di angka Rp 25,98 triliun.

Suasana Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Kalsel ke Disperindag Jatim

Angka tersebut adalah total nilai penjualan Kalsel ke Jatim sebesar Rp 24,05 triliun, ditambah nilai pembelian Kalsel dari Jatim sebesar Rp 1,93 triliun. Angka penjualan cukup besar ini dinilai baik, namun jika dilihat dari komoditas yang dijual masih didominasi oleh batu bara pada urutan pertama.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim melalui stafnya, Sriyono pada kunjungan kerja Komisi II DPRD Kalsel Ke Disperindag Jatim pada Senin (13/3).

“Penjualan Kalsel ke Jatim cukup besar yakni sebanyak 24,05 triliun ini setara 17,88 % dari total seluruh pembelian Jatim dari seluruh Indonesia. Provinsi Kalsel menempati urutan kedua setelah DKI Jakarta,” paparnya.

Lebih lanjut, Sriyono mengungkapkan komoditas utama dari Kalsel didominasi oleh batu bara pada urutan pertama, berikutnya diikuti komoditas lain berturut-turut ialah dari ikan, udang beku, minyak kelapa sawit, kayu, bahan nabati, produk hewani dan produk pertukangan dari bahan kayu.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Imam Suprastowo menyambut baik dan menilai besarnya angka tesebut sejalan dengan nota kesepaham kerjasama perdagangan antara Jatim dan Kalsel.

Kesepahaman ini ditetapkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Provinsi Jatim dengan Provinsi Kalsel yang telah ditandatangani pada 13 April 2022 lalu oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan serta Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan yang bertempat di salah satu hotel di Banjarmasin.

Imam juga berkeinginan agar PKS Peningkatan Perdagangan Antar Daerah yang bernomor : 12.23/86/PKS/011.3/2022 dan Nomor 21/PKS-PEMOTDA/2022 ini, diharapkan dapat memperhatikan komoditas-komoditas kecil lainnya.

“Mengenai kerja sama yang sudah dilaksanakan antara Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, kita ingin mendalami beberapa program-program yang sudah ditandatangani, apa saja yang sudah berjalan dan mungkin nanti ke depannya kita berharap ada tindak lanjut terhadap program-program itu, dan ada pendalaman lagi, yang kecil-kecil yang belum tercover dalam nota kesepahaman itu, kita akan lakukan dan perhatikan lagi. Jadi ke depan mungkin ada kerja sama yang lebih dalam lagi antara Jawa Timur dengan Kalimantan Selatan,” harapnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

BKOM Kalsel Pastikan Kebugaran 40 Finalis Putera Puteri Pariwisata Kalsel Tahun 2023

BANJARBARU – Sebanyak 40 finalis Putera-Puteri Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2023 menjalani pemeriksaan kebugaran, di Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Kalsel, Senin (13/3).

Para finalis Putera Puteri Pariwisata Kalsel Tahun 2023 saat mengikuti sesi senam bersama

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kebugaran para finalis sebelum mengikuti masa karantina dan pembinaan untuk menjadi Putra/Putri Pariwisata Kalsel Tahun 2023.

(ki-ka) Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin didampingi Kepala BKOM Kalsel, Sucilianti Akbar saat sesi wawancara

“Para finalis ini akan mengikuti karantina hingga pemilihannya pada 18 Maret 2023,” ungkapnya.

Adapun pengecekan kebugaran ini, juga merupakan tindak lanjut dari kerjasama antar Dinas Pariwisata Kalsel dengan BKOM Kalsel.

Kepala BKOM Kalsel, Sucilianita Akbar memamparkan, pengecekan kebugaran kali ini meliputi peregangan otot melalui senam bersama, pengukuran tinggi badan, berat badan, pengecekan kadar lemak dan kebugaran fisik lainnya.

“Hasilnya nanti akan dikonsultasikan kepada dokter dari BKOM,” paparnya.

Bentuk kerjasama ini, diakui Suci, merupakan salah satu inovasi terbaru dari instansi yang dipimpinnya.

Disisi lain, kerjasama ini juga sesuai dengan Visi Misi yang ditetapkan oleh BKOM Kalsel yakni “Sehat, Bugar, dan Produktif”. Sehingga melahirkan Putera Putri Pariwisata yang juga sehat, bugar dan produktif.

“Dan juga demi menunjang salah satu visi misi kami dan Dinas Kesehatan yakni untuk menggerakan masyarakat hidup sehat,” bebernya.

Diharapkan kerjasama ini dapat terus berlanjut dan bisa menjadi contoh bagi SKPD lainnya.

Sehingga juga akan berpengaruh positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) BKOM Kalsel tahun 2023.

“Seperti pengecekan kebugaran Nanang Galuh misalnya,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

BPAM Banjarbakula Persiapkan Kedatangan Presiden Joko Widodo

BANJARBARU – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, direncanakan bakal kembali menyambangi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 16-17 Maret 2023.

Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu, untuk memanen dan shalat Istighosah bersama di Kabupaten Tabalong.

Selain itu, Jokowi (sapaan akrab Presiden) juga akan mengunjungi pasar Batuah Martapura sekaligus meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahap II berkapasitas 500 liter perdetik di Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula, Banjarbaru.

Mengetahui hal itu, pihak BPAM Banjarbakula melakukan persiapan menyambut rencana kedatangan Presiden RI yang dijadwalkan pada Jumat (17/3).

Kepala BPAM Banjarbakula, Muhammad Berty Nakir mengatakan, persiapan yang dilakukan meliputi pengaspalan jalan menuju lokasi, hingga pembersihan sejumlah sarana dan prasarana BPAM Banjarbakula.

Kepala BPAM Banjarbakula, Muhammad Berty Nakir

“Persiapan ini sudah kita lakukan sejak kurang lebih satu bulan yang lalu,” ungkapnya, Senin (13/3).

Selain SPAM berkapasitas 500 liter perdetik, BPAM Banjarbakula juga memiliki SPAM berkapasitas 250 liter perdetik.

Dengan kedua SPAM itu, pada tahun 2022 lalu, SPAM Banjarbakula telah melayani 43.402 Sambungan Rumah (SR) di Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.

“Untuk wilayah kota Banjarmasin masih kami negosiasikan terkait harga,” bebernya.

Untuk diketahui, pembangunan tahap I SPAM Regional Banjarbakula berkapasitas 250 liter perdetik dengan bangunan reservoir berkapasitas 2.000 m3 telah diselesaikan pada 2016.

Sedangkan pembangunan tahap II berkapasitas 500 liter perdetik dilengkapi dengan bangunan reservoir berkapasitas total 3.000 m3 serta penerapan sistem Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) telah selesai pada akhir tahun 2021. 

Dengan total kapasitas sebesar 750 liter perdetik saat ini, ditargetkan sebanyak 74.202 SR secara bertahap dapat terlayani pada 2024. (SYA/RDM/RH)

Legislatif Banjarmasin Menilai Harmonisasi ke Kemenhumham Perlambat Proses Raperda

BANJARMASIN – Menurut Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, Darma Sri Handayani, kepada sejumlah wartawan, program harmonisasi Peraturan Daerah dengan Peraturan Perundang-undangan (PUU) ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dinilai memperlambat proses pembentukan rancangan peraturan daerah (Raperda).

“Kami kesulitan dan terhambat dalam melakukan proses pembentukan Raperda,” katanya setelah rapat evaluasi pada Senin (13/3).

Disampaikan Darma, selama ini evaluasi yang dilakukan ada beberapa Raperda telah berjalan lambat, karena harus menunggu proses penjadwalan dan penentuan waktu harmonisasi Perda dengan Peraturan Perundang-undangan di Kementerian. Padahal, ada beberapa raperda yang harus diselesaikan secepatnya, apalagi yang sudah diajukan pada tahun sebelumnya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, Darma Sri Handayani

“Proses harmonisasi berjalan lambat, memang kita maklum, karena banyaknya jumlah Raperda yang disampaikan, yakni tidak hanya dari Kota Banjarmasin, juga dari Kabupaten lain,” jelasnya

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD kota Banjarmasin Muhammad Yamin, setelah rapat evaluasi menyampaikan, pihaknya ingin Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, hendaklah sering mempertanyakan ke Kemenkumham terkait kepastian Raperda, agar bisa segera dilakukan finalisasi.

Wakil Ketua DPRD kota Banjarmasin, Muhammad Yamin

“Bapemperda dengan Bagian Perundang-Undangan Sekretariat Dewan Banjarmasin, bisa terus melakukan konsultasi,” pintanya

Yamin menambahkan, harmonisasi penting, sesuai keperluan daerah dalam mengatur dan menjaga kearifan lokal masing-masing. Supaya tetap dapat diakomodir dan sejalan dengan ketentuan diatasnya. Mengingat
semua pihak menginginkan proses pembentukan Peraturan Daerah dapat berjalan lancar dan cepat selesai.

“Saat ini ada lima Raperda yang masih dilakukan tahap harmonisasi,” tutupnya

Untuk diketahui, Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, menggelar rapat dengan Anggota Bapemperda dan Bagian Perundang-Undangan Sekretariat Dewan Banjarmasin, terkait evaluasi pembahasan Raperda tahun 2023.

Rapat dipimpin Ketua Bapemperda DPRD Banjarmasin Darma Sri Handayani, didampingi Wakilnya Siti Rahimah, dihadiri Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Yamin dengan anggota Bapemperda Taufik Husin, Abdul Rasyid Ridha dan Wakhid Husaini, serta Kabag Perundang-Undangan Sekretariat Dewan Banjarmasin Rahmat Riyadi Akbar, bertempat di ruang Komisi III DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Kapolres Banjarbaru Pastikan Tak Ada Kekerasan Saat Tindak Pelaku Balap Liar

BANJARBARU – Meninggalnya salah seorang pengendara aksi Balap liar yang sebelumnya diamankan oleh tim gabungan Polres Banjarbaru, Jumat (10/3) lalu, dalam giat penertiban di kawasan perkantoran Setdaprov Kalimantan Selatan (komplek gubernuran), dipastikan bukan karena unsur kekerasan petugas. Hal ini disampaikan Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah, kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (13/3).

“Benar, ada pengendara yang meninggal dunia berinisial MAA (24) asal Banjarmasin. Namun kita tidak mengetahui aktifitas yang dilakukan sebelumnya seperti apa.
Untuk yang bersangkutan juga sudah dilakukan visum, yang disaksikan langsung oleh ibu kandung dan keluarganya. Dan berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh dokter di rumah sakit, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh MAA ini,” kata Dody panjang lebar.

Diceritakan Dody, penertiban balap liar kemarin, kendaraan yang diamankan berjumlah 246 unit sepeda motor.

“Karena jumlahnya sangat banyak, pada saat itu kita tidak bisa melaksanakan pengangkutan langsung semuanya, maka kita arahkan untuk mendorong sepeda motor perlahan, sambil menunggu giliran armada pengangkut menuju Polres Banjarbaru,” ujarnya.

Bukan hanya itu, menurut Dody, saat pendorongan kendaraan tersebut ada juga anggota yang ikut membantu dan jika terlihat kelelahan, dibantu petugas hingga diminta berhenti untuk beristirahat dan minum.

“Untuk pengendara aksi balapan liat yang meninggal dunia, kami turut berbelasungkawa, namun sekali lagi kami memastikan tidak ada tindak kekerasan oleh petugas saat penertiban,” tambahnya.

Dody mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan kegiatan balap liar karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, serta alangkah baiknya mengisi kegiatan dengan hal yang positif saja.

“Selain itu, saya juga berharap, kedepan ada wadah atau lokasi yang tepat untuk menyalurkan bakat para pengendara ini, sehingga tidak membuat resah masyarakat dengan aksi balap liarnya,” tutupnya.

Seperti diketahui, maraknya aksi balap liar yang sering terjadi di komplek perkantoran gubernur Kalimantan Selatan, mendapat banyak komplain dan aduan masyarakat, karena sangat meresahkan dan membahayakan. Oleh karena itu, Polres Banjarbaru mengambil tindakan tegas untuk melakukan penertiban aksi balap liar ini. Selain itu, penertiban ini juga dilakukan guna menekan jumlah laka lantas yang semakin meningkat, terlebih menyambut bulan suci Ramadhan yang tak lama lagi. (RDM/RH)

BI Kalsel Raih Gelar Instansi Vertikal Terbaik, Pengelolaan Komunikasi Media

BANJAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) didapuk sebagai instansi vertikal terbaik di bidang pengelolaan komunikasi kepada media dan jurnalis di Kalsel. Apresiasi itu diraih pada pembukaan Journalist Camp III di Puncak Taman Hutan Raya Sultan Adam Mandiangin, Banjarbaru, Sabtu (11/03).
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, membuka secara langsung rangkaian agenda Journalist Camp III.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Paman Birin itu menyambut baik kegiatan ini, dan berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat bermanfaat bagi pengembangan kualitas insan pers di Banua.

Gubernur Kalsel bersiap memukul gong tanda dibukanya Jurnalistik Camp III

“Pemerintah Provinsi Kalsel menyambut baik kegiatan ini. Semoga ilmu yang diperoleh peserta dalam kegiatan ini bisa meningkatkan kualitas sumber daya insan pers di Tanah Banua, Kalsel Babussalam, yang sama-sama kita cintai,” tutur Paman Birin.

Journalist Camp III merupakan agenda rutin tahunan besutan beberapa media di Kalsel yang tergabung dalam komunitas media Baret78. Lewat kegiatan ini, peserta bisa memperoleh ilmu dasar jurnalistik, memilah sumber informasi kredibel, dan menangkal berita hoaks.

Ketua Pelaksana Journalist Camp III, Sayyid Maulana Ahmad mengatakan, acara tahunan ini tidak hanya diikuti jurnalis, tetapi juga masyarakat umum, seperti pelajar, akademisi, organisasi, komunitas, pemuda, hingga institusi pemerintah dan swasta.

“Sebelum belajar ilmu jurnalistik, para peserta juga akan diberikan materi kepemimpinan oleh salah satu tokoh pers Kalsel, yaitu Bapak Fathurrahman,” ujar Sayyid.

Terpisah, Kepala Tim Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah BI Kalsel, Priatna Utama, menyambut baik apresiasi yang diberikan panitia. Menurutnya, apresiasi itu tidak terlepas dari tiga strategi utama pengelolaan komunikasi yang secara konsisten dijalankan pihaknya, guna mendukung efektivitas bauran kebijakan BI.

“Pertama, konsisten dalam menyediakan konten komunikasi berkualitas. Kemudian, inovatif dalam mengeksekusi penyampaian materi komunikasi kepada publik. Yang terakhir, sinergis dalam pengelolaan relasi dengan media, jurnalis, dan pemangku kepentingan di daerah”, ujarnya.

Selanjutnya, mewakili pimpinan BI Kalsel, Priatna mengucapkan terima kasih kepada awak media dan rekan jurnalis. Penghargaan ini tentu akan menambah semangat BI Kalsel dalam meningkatkan kualitas pengelolaan komunikasi, yang selaras dengan tugas dan wewenang BI di daerah.

Pada kegiatan tersebut, BI Kalsel juga memberikan materi edukasi tentang Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Dua pegawai BI Kalsel yang menjadi narasumber, Nampati Y. Ginting dan Zanu Adi Guna, berharap seluruh peserta dapat memaknai uang Rupiah, tidak hanya sebagai alat tukar dan transaksi ekonomi, tetapi juga simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kita perlu sama-sama memahami peran dan kedudukan mata uang dalam perekonomian. Dalam konteks Indonesia, selain pondasi perekonomian nasional, Rupiah juga merupakan simbol kedaulatan negara,” tutup Nampati dan Zanu. (BIKalsel-RIW/RDM/RH)

BSF ke 7 Tahun 2023 Resmi Ditutup Wakil Walikota Banjarmasin

BANJARMASIN – Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) secara resmi ditutup oleh Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, di Panggung Tongkang Sungai Martapura, Minggu Malam (12/3).

Dalam sambutannya Arifin mengucapkan, rasa syukur atas suksesnya acara BSF yang dilaksanakan selama 3 hari ini.

“Jajaran Pemko Banjarmasin sangat menyambut baik event tahunan ini, untuk memperkenalkan produk Sasirangan kepada masyarakat,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Arifin, saat ini event BSF masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kemenparekraf RI.

“Tentu ini juga sebagai cara msngangkat harkat dan martabat kain sasirangan menjadi salah satu kain tradisional milik Provinsi Kalsel. Baik skala nasional maupun internasional,” ujarnya.

Selain itu, semua pihak diajak untuk terus gaungkan agar Sasirangan menjadi semakin terkenal di seluruh pelosok dunia.

“Kami berharap pada tahun depan gelaran BSF bisa kembali masuk agenda kalender event pariwisata nasional Indonesia tahun 2024,” ucapnya.

Dan kembali mengharumkan nama Sasirangan dikancah nasional. Oleh karena itu, jadikan kain Sasirangan sebagai salah satu kain utama yang selalu digunakan masyarakat kota Banjarmasin.

Pada closing seremoni tersebut ditutup dengan penampilan Pasha Ungu, yang disambut meriah oleh ribuan pengunjung Siring Nol Kilometer. Sebelumnya, ditampilkan juga karya busana Sasirangan dari Desainer lokal terkenal Catherine Ambarsari, serta Desainer Nasional Erdan, serta pembagian hadiah kepada juara lomba motif Sasirangan tekstil dan alam. (ADV/SRI/RDM/RH)

Exit mobile version