Pemprov Kalsel Apresiasi Terselenggaranya GKN Fest II 2023

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Fest II Tahun 2023.

Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM didampingi Staf Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Membuka GKN Fest II Ditandai Pemotongan Rangkaian Bunga

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Husnul Khatimah, saat pembukaan kegiatan GKN Festival II di aula gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Regional IV Kalimantan di Jalan Trikora, Kamis (9/3).

Gubernur berharap dengan adanya kegiatan GKN Fest II 2023 yang mengangkat tema “GKN Kalsel Membangun Kesetiakawanan Sosial Untuk UKM Sejahtera Menuju Indonesia Emas” dapat mendorong lebih banyak generasi muda di Kalsel untuk berwirausaha.

“Diberbagai kesempatan, khususnya di kalangan generasi muda, saya terus menekankan akan pentingnya mengubah pola pikir, yaitu mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja, sebagai wirausaha”, tegasnya.

Gubernur juga berharap dengan kegiatan GKN Festival II ini dapat menaikkan derajat UKM demi terwujudnya sumber pertumbuhan ekonomi dan mampu meningkatkan kinerja perekonomian di Indonesia, termasuk Kalsel.

Sementara, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, DR Yulius MA dalam sambutannya, menjelaskan terkait dengan promosi, hal yang perlu dilakukan pemerintah adalah berupaya mendorong prioritas-prioritas produk yang efisien dan efektif agar mampu memiliki nilai tambah.

“Target kita adalah mendorong agar produk-produk yang produktif dan diharapkan menjadi UMKM “Maker” artinya yang membuat. Kebanyakan UMKM kita adalah UMKM “Seller” jadi dia hanya menjual, mendapatkan fee sedikit-sedikit dan tujuannya supaya sekarang jualan, besok makan,” jelasnya.

Tentunya hal ini tidak bisa disesalkan juga, lanjut Yulius, karena hampir 70 persen angkatan kerja di Indonesia adalah lulusan SMP. Jadi agak sulit kalau mereka diajak untuk berbisnis. Disinilah peran Pemerintah agar mereka bisa mengembangkan bisnisnya, dengan melakukan berbagai kegiatan pelatihan seperti yang diadakan oleh GKN ini.

Sedangkan, Ketua DPD GKN Kalsel, Isna Alif mengungkapkan kegiatan GKN ini diikuti oleh puluhan UMKM dari 10 DPC GKN Kabupaten Kota di Kalsel, Dinas Koperasi, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Kementerian Keuangan, Program Keluarga Harapan (PKH) dan lain-lain.

“Kalau GKN sendiri lebih menampilkan produk yang kemasannya cukup baik dan sudah memiliki legalitas halal. Selain itu, juga produk kraf atau kerajinan seperti baju maupun tas dari kain sasirangan yang juga ditampilkan dalam fashion show tadi,” jelasnya.

Suasana Stand DPC GKN Tabalong Yang Menampilkan Atraksi “Acil Api”

Isna berharap dengan adanya promosi produk unggulan ini, seluruh lapisan masyarakat melihat bahwa UMKM-UMKM di Banua sudah cukup bagus dan maju sehingga mendorong mereka untuk mencintai dan membeli produk-produk lokal. (NRH/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Terus Dorong Peningkatan Program Siska Ku Intip

BANJARBARU – Komitmen dan inovasi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perkebunan dan peternakan mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Tim verifikasi dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengunjungi Kalimantan Selatan, pada Rabu (8/3), untuk mendengarkan presentasi dari Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terkait penghargaan Satyalancana Wira Karya.

Sahbirin Noor mengatakan, dirinya menggagas program sistem integrasi kelapa sawit sapi berbasis kemitraan usaha ternak inti plasma (Siska Ku Intip) untuk peningkatan produksi dan populasi sapi melalui pemanfaatan lahan sawit inti-plasma, pemanfaatan limbah industri sawit dan pelepah sawit untuk pakan ternak, penguatan pembiayaan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan penguatan rantai pasok ternak dan hasil ternak.

“Telah terbentuk 20 klaster Siska Ku Intip yang tersebar di 4 kabupaten yaitu Tanah Bumbu, Tanah Laut, Barito Kuala, dan Tabalong,” ungkap Sahbirin Noor.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini melanjutkan, saat ini di Kalsel total populasi berjumlah 2.538 ekor sapi yang telah menghasilkan 59 ton daging sapi dan populasi akan terus bertambah seiring perkembangan program dengan target populasi 21.000 ekor sapi dan produksi daging 1.033 ton.

“Dengan adanya program Siska Ku Intip, harga biaya produksi sapi menjadi lebih terjangkau, memenuhi indikator keterjangkauan harga, jauh lebih efisien (57,37%) dibandingkan daging konvensional, sehingga mampu menyediakan daging sapi dibawah harga pasar,” lanjut Paman Birin.

Sebelum program Siska Ku Intip dilaksanakan di Kalsel, budidaya ternak sapi di Kalsel bersifat tradisional, biaya produksi sapi yang tinggi, penggembalaan sapi di kebun sawit kurang efisien baik dari segi waktu, biaya dan tenaga karena sapi digembalakan secara lepas liar. Dan setelah adanya program Siska Ku Intip, pola produksi sapi telah berubah menjadi berbiaya rendah karena memanfaatkan sumber pakan yang ada di kebun sawit.

Sementara itu, Kepala Biro Gelar, Tanda Jabatan dan Tanda Kehormatan Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono mengatakan, kunjungan kali ini adalah untuk verifikasi usulan dari Kementerian Pertanian, dikarenakan Gubernur Kalimantan Sahbirin Noor telah memenuhi syarat secara administrasi, terkait verifikasi ke lapangan, apakah benar inovasi Siska Ku Intip ini bermanfaat bagi para pekebun dan peternak

Kepala Biro Gelar, Tanda Jabatan dan Tanda Kehormatan Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono

“Hasil dari verifikasi akan disampaikan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) untuk menjadi pertimbangan layak tidaknya menerima penghargaan,” ucap Ludi.

Untuk diketahui, penghargaan Satyalancana Wira Karya akan disematkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI tahun 2023 di Kota Padang. Satyalancana Wira Karya adalah tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia, kepada para warganya yang telah memberikan darma baktinya yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia, sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain. (MRF/RDM/RH)

Peduli Korban Banjir, DPRD Kalsel Berikan Bantuan Kepada Warga Atasan Suton dan Penggalaman

BANJARMASIN – Walau sebagian wilayah di Kabupaten Banjar yang dilanda banjir sudah mulai surut, tetapi masih ada beberapa daerah yang saat ini masih dalam kondisi masih terendam karena daerah yang tersebut kondisi tekstur tanah cukup rendah, seperti di Kecamatan Martapura Barat dan Kecamatan Sungai Tabuk.

Oleh karena itu, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Isra Ismail bersama Anggota DPRD Kabupaten Banjar Ratu Juriah memberikan bantuan kepada warga desa Penggalaman dan Desa Antasan Suton Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Bantuan tersebut langsung diserahkan mereka kepada warga melalui posko siaga banjir dan dapur umum, Rabu (8/3).

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Isra Ismail mengatakan bahwa banjir yang sering terjadi di Kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Banjar, menjadi perhatian mereka sebagai anggota DPRD.

“Ini menjadi perhatian kami sebagai wakil rakyat, dan kami berharap banjir yang menjadi langganan ini bagi masyarakat dapat diatasi dengan cepat agar masyarakat tidak lagi kebanjiran,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (9/3).

Isra menambahkan bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi sedikit beban bagi warga yang terdampak banjir.
Menyusul bencana banjir yang terjadi, selain merendam lahan pertanian dan rumah-rumah mereka, juga melumpuhkan perekonomian.

“Apalagi banjir yang terjadi dengan waktu yang cukup lama, membuat persedian sembako masyarakat menipis bahkan habis, mereka harus dibantu,” tuturnya. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dorong Kabupaten-Kota Miliki MPP

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar Pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) dan pelayanan Publik se-Kalsel dan serta pemberian penghargaan Reformasi Birokrasi (RB), Sakip dan Pelayanan Bulik (Yanlik) di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel pada Kamis (9/3).

Rakornis dan pemberian penghargaan tersebut merupakan dua agenda penting yang saling berkaitan satu sama lain, dengan tujuan untuk memberikan pengakuan dan apresiasi kepada instansi pemerintah yang telah berhasil melaksanakan reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Kalsel.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Setdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan, pihaknya mendorong agar seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan memiliki Mall Pelayanan Publik (MPP), sebagai salah satu upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik di masing-masing daerah.

Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar

“Di Kalsel baru terdapat 5 Kabupaten-Kota yang memiliki MPP, yakni Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru,” ucap Roy

Ia melanjutkan, Pemerintah Provinsi Kalsel memandang MPP sebagai sarana yang digunakan oleh Pemerintah untuk optimalisasi pelayanan publik sehingga dapat memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat.

“Untuk Kota Banjarmasin dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah diharapkan ditahun 2023 sudah memiliki MPP,” lanjut Roy.

Selain Hulu Sungai Tengah dan Kota Banjarmasin yang akan membuat MPP pada tahun 2023, Kabupaten-Kota lain pun, yang masih belum memiliki MPP diharapkan dapat segera merealisasikannya, MPP tidak hanya dalam bentuk Mall, namun dalam bentuk sederhana pun dapat dibuat untuk meningkatkan pelayanan.

Ditempat yang sama, Kepala Biro Organisasi Galuh Tantri Narindra menyampaikan, pihaknya mendukung penuh arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang mengarahkan setiap Kabupaten-Kota memiliki MPP masing-masing.

Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel Galuh Tantri Narindra

“Tidak harus megah, yang penting bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ucap Galuh Tantri.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan mendapat penghargaan terbaik pertama di dua kategori, yaitu kategori Reformasi Birokrasi dan kategori Akuntabilitas Kinerja. Sedangkan peringkat terbaik kategori Pelayanan Publik dan MPP diraih oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong. (MRF/RDM/RH)

Pembahasan Lanjutan RTRWP Kalsel Tunggu Rekomendasi KKP

BANJARMASIN – Pembahasan lanjutan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2023-2043 masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Suasana Rapat Pansus I DPRD Kalsel Pembahas Raperda RTRWP Kalsel 2023-2043

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan, kepada wartawan, usai menghadiri rapat bersama Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalsel di Banjarmasin, Rabu (8/3).

Solhan menjelaskan untuk pembahasan revisi ini sudah hampir rampung, namun masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

“RTRWP Kalsel 2023-2043 tidak hanya mengenai daratan, tetapi juga masuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, sedangkan wilayah daratan itu sudah disinkronisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Syaripuddin mengharapkan, RTRWP Kalsel Tahun 2023-2043 tidak mengalami masalah dalam penetapannya nanti, karena itu hendaknya dibahas betul-betul mulai dari bawah guna sinkronisasi.

Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad (tengah)

Untuk diketahui, dalam rangka pembahasan RTRWP Kalsel 2023-2043, Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalsel yang dipimpin Hasanuddin Murad, sebelumnya telah melakukan konsultasi ke Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI pada 2-4 Maret 2023 serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI di Jakarta, pada 5-7 Maret 2023. (NRH/RDM/RH)

Gubernur Berpesan PT PAM Bandarmasih Dapat Memberikan Pelayanan Prima

BANJARMASIN – Pada Peringatan Hari Ulang Tahun PT Air Minum Bandarmasih ke 50, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor berperan agar dapat memberikan pelayanan terbaik, kepada pelanggan.

Pesan ini disampaikan Plt Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel Subhan Noor Yaumil mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menghadiri Syukuran HUT PT Air Minum Bandarmasih ke 50 Tahun 2023, di Aula Kantor PT PAM Bandarmasih, Kamis (9/3).

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Subhan meminta kepada PT Air Minum Bandarmasih di usia yang ke 50 ini, dapat meningkatkan pelayanan, yang saat ini sudah mencapai 99 persen.

Plt Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil

“Kedepannya diharapkan untuk sisa satu persen tersebut, dapat terpenuhi,” ucapnya.

Sehingga, tidak adalagi warga di Kota Banjarmasin yang tidak mendapatkan layanan air bersih dari PT Air Minum Bandarmasih.

“Peningkatan pelayanan inilah, yang dapat terus dilakukan oleh PT Air Minum Bandarmasih. Demi kepentingan warga di Kota Banjarmasin,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi terhadap launching Aplikasi Bandarmasih Mobile. Diluncurkan bertepatan dengan Syukuran HUT PT Air Minum Bandarmasih ke 50.

“Aplikasi yang diluncurkan oleh PT Air Minum Bandarmasih merupakan pelayanan, yang diberikan untuk masyarakat,” ujarnya.

Karana aplikasi tersebut bertujuan, untuk mempermudah masyarakat dalam hal melakukan pembayaran, tagihan mereka.

“Aplikasi Bandarmasih Mobile juga dilengkapi fitur lainnya, seperti pengaduan gangguan serta lainnya,” ucap Gubernur. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Sarankan Bonus Peparprov NPC Dianggarkan Pada APBD P 2023

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif menyarankan, Pemerintah Kota dapat menganggarkan bonus bagi para atlet National Paralympic Commite (NPC), melalui APBD Perubahan tahun 2023. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah, pada Rabu (8/3).

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah

Awan menjelaskan, dari hasil Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komisi II DPRD Banjarmasin dengan pengurus National Paralympic Commite (NPC), pihaknya menerima aspirasi, ternyata anggaran bonus untuk atlet dalam Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) di Hulu Sungai Selatan tahun 2022, yang meraih medali emas, perak dan perunggu hanya Rp1,9 miliar, belum lagi operasional, maka menjadi sekitar Rp1,5 miliar, melalui APBD murni tahun 2023.

“Sebelumnya NPC Banjarmasin ini telah mengusulkan anggaran tahun 2023 sebesar Rp6 miliar,” katanya

Disampaikan Awan, dengan adanya kekurangan sekitar Rp4 miliar, pihaknya menyarankan Pemerintah Kota dapat menganggarkan kembali melalui APBD Perubahan tahun 2023. Selain itu besaran bonus atletnya disama ratakan yaitu peraih medali emas sebesar Rp25 juta, perak Rp15 juta dan perunggu Rp10 juta.

“Kami fasilitasi pertemuan Disbudporapar Banjarmasin dengan NPC ini, di Komisi II DPRD Banjarmasin sepakat kekurangan anggaran diusulkan pada APBD P 2023,” pintanya

Sementara itu, Sekretaris NPC Kota Banjarmasin Jumri mengatakan, anggaran yang disampaikan Pemerintah kota Banjarmasin untuk atlet National Paralympic Commite (NPC) hanya sebesar Rp1,9 miliar, tentulah sangat kurang. Pada Peparprov tahun 2022, para atlet NPC Banjarmasin meraih 209 medali, hingga meraih juara umum, dengan rincian, medali emas sebanyak 99 medali, medali perak 62 medali dan medali perunggu sebanyak 48 medali.

Sekretaris NPC Kota Banjarmasin Jumri, didampingi Ketua NPC Kota Banjarmasin Mohd Husaini

“Melalui aspirasi disampaikan ke DPRD Banjarmasin, dapat disetujui di APBD Perubahan 2023 ini,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan pengurus Atlet National Paralympic Commite kota Banjarmasin, dipimpin Ketua Komisi Dua DPRD Banjarmasin Awan Subarkah, bersama anggota. Dihadiri Ketua NPC Banjarmasin dan Sekretaris, sedangkan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, hanya diwakili Kepala Bidang Olahraga Roenissa. Rapat digelar di ruang Komisi II DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Pasien Cuci Darah Gagal Ginjal di RSUD Ulin Sebanyak 300 Orang Per Bulan

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin Memperingati Hari Ginjal Sedunia Tahun 2023. Peringatan ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara, di Halaman RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (9/3). Dipimpin langsung Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar.

Izzak menjelaskan, dilaksanakannya kegiatan ini sebagai pengingat, bahwa saat ini penderita ginjal semakin banyak.

“Tentunya Peringatan ini sebagai bentuk pengingat bagi kita semua,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Oleh karena itu, lanjut Izzak, masyarakat diimbau untuk dapat menjaga kesehatan ginjal, dengan mengkonsumsi makanan yang sehat.

“Saat ini pasien ginjal terus mengalami peningkatan, dan membuat anggaran pemerintah semakin membengkak, untuk membantu perawatan dari pasien ginjal tersebut,” jelas Izzak.

Karena itu, tambahnya, masyarakat diminta untuk bersama sama menjaga kesehatan ginjal tersebut.

“RSUD Ulin Banjarmasin terus memberikan sosialisasi serta pengetahuan kepada masyarakat bagaimana cara menjaga kesehatan ginjal,” tutur Izzak.

Sementara itu Kepala Instalasi Hemodialisis Enita Rahmawati mengatakan, saat ini jumlah pasien penyakit ginjal terus mengalami kenaikan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar bersama Kepala Instalasi Hemodialisis Enita Rakhmawati

Bahkan, lanjutnya, untuk pasien gagal ginjal yang menjalani perawatan cuci darah di RSUD Ulin Banjarmasin cukup banyak.

“Kami menerima pasien cuci darah akibat gagal ginjal kurang lebih 300 orang,” ungkapnya.

Masing masing pasien tersebut menjalani cuci darah, sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu.

“Untuk usia penderita gagal ginjal dari usia anak anak hingga orang dewasa,” ucap Enita.

Pada peringatan Hari Ginjal Sedunia Tahun 2023 dibagikan bingkisan kepada pasien gagal ginjal yang sedang menjalani perawatan cuci darah di RSUD Ulin Banjarmasin. Bekerjasama dengan Darma Wanita serta TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Masuki Usia ke 20 Tahun, SMA Negeri 1 Karang Intan Bidik Akreditasi A

BANJAR – SMA Negeri 1 Karang Intan, Kabupaten Banjar, diminta terus berkomitmen untuk berpartisipasi dalam menyiapkan generasi berkualitas dan unggul.

Permintaan itu disampaikan Bupati Banjar Saidi Mansyur, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan, Ikhwansyah, saat menghadiri puncak peringatan HUT SMA Negeri 1 Karang Intan, Kamis (9/3).

Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan Setdakab Banjar, Ikhwansyah, saat membacakan sambutan Bupati Banjar

Menurut Bupati, peserta didik yang saat ini menimba ilmu di sekolah itu merupakan generasi milenial yang 10 sampai 15 tahun mendatang, merupakan generasi yang sangat produktif.

Selain harus memiliki kecerdasan dan keahlian, generasi milenial ini menurutnya harus produktif serta berjiwa kreatif dan inovatif, agar memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di masa mendatang.

“Ini jadi tanggung jawab besar bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), untuk menjadikan mereka sebagai generasi yang mampu berkiprah dan memberikan peran terbaik dalam pembangunan,” ucapnya.

Seluruh jajaran sekolah, menurutnya, juga harus turut berkontribusi mencari langkah strategis dalam mengatasi berbagai problema dunia pendidikan di Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan.

“Sekolah Penggerak SMA Negeri 1 Karang Intan harus terus berkarya dan berinovasi dalam menyiapkan generasi yang berkarakter religius, berbudaya, cerdas, kreatif, dan inovatif serta mengutamakan akhlak yang mulia,” pintanya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Karang Intan, Ayu Herlina Rustam mengaku, domisili sekolah yang memiliki tingkat sosial serta budaya yang kuat, menjadi salah satu tantangan bagi PTK untuk membentuk kualitas peserta didiknya.

Kepala SMAN 1 Karang Intan, Ayu Helina Rustam, saat memberikan keterangan kepada wartawan

Komitmen dan keyakinan yang tinggi, serta kerjasama dan pendekatan yang berkelanjutan kepada peserta didik maupun orang tua/wali, menurutnya menjadi kunci kesuksesan sekolah yang berstatus sebagai Sekolah Penggerak di Kalsel ini.

“Dengan kasih sayang, dengan pembelajaran yang fokus pada anak. Kami yakin anak-anak kami akan bisa dirangkul dengan penuh kemandirian dan juga akan menjadikan manusia yang berkualitas,” ungkapnya.

Adapun di usia ke 20 tahun ini, Ayu bertekad menjadikan akreditasi SMA Negeri 1 Karang Intan menjadi A. Ia mengaku sudah membentuk tim yang beranggotakan PTK sekolah untuk bisa menyelesaikan dan mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kita sampai saat ini masih akreditasi B, jadi tahun ini kita ingin tingkatkan menjadi A,” bebernya.

Di sisi lain, sekolah yang juga dianugerahi penghargaan Adiwiyata Nasional pada tahun 2022 lalu itu, berencana untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional Mandiri di tahun ini.

“Kami tahun ini adalah target Adiwiyata Nasional Mandiri, kita nanti akan mengelola beberapa sekolah binaan. Nah kedepannya beberapa sekolah akan kita bina terutama di daerah Kecamatan Karang Intan ini,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Raih 2 Penghargaan Dari Pemprov Kalsel, MPP Banjarbaru Diganjar Predikat Terbaik

BANJARBARU – Pemko Banjarbaru menyabet dua kategori penghargaan Pelayanan Publik, Reformasi Birokrasi, dan SAKIP yang diberikan oleh Pemprov Kalimantan Selatan. Pemberian penghargaan itu berlangsung saat agenda Rakornis dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, di Gedung Idham Chalid, Kamis (9/3).

Adapun dua kategori penghargaan yang diraih Pemko Banjarbaru ialah Penerapan Reformasi Birokrasi di Kalsel Tahun 2022 dengan torehan peringkat Terbaik 3, predikat B, nilai 66,14. Serta penghargaan dalam Pelayanan Publik dan MPP (Mal Pelayanan Publik) di Kalsel Tahun 2022 dengan predikat Terbaik 2.

Wali Kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Said Abdullah, menerima kedua plakat penghargaan yang diserahkan oleh Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata kualitas pelayanan publik di Kota Banjarbaru yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Termasuk membuktikan prosedur birokrasi di era kepemimpinan Aditya Mufti Ariffin yang semakin cepat, mudah dan mengurangi berbagai hambatan.

“Alhamdulillah, kita menerima 2 penghargaan sekaligus dari Pemprov Kalimantan Selatan. Insya Allah kita akan berusaha lebih meningkatkan lagi. Terutama capaian SAKIP sebagaimana arahan bapak Wali Kota, target kita meraih predikat B maupun A,” kata Said Abudllah.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, menyampaikan apresiasi atas komitmen bupati/walikota dan jajarannya dalam menyelenggarakan pelayanan publik.

Tak sampai disitu Gubenur, ucap Roy juga mendorong agar seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan memiliki MPP. Pasalnya ini sebagai salah satu upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik di masing-masing daerah.

“MPP dapat memudahkan akses masyarakat terhadap layanan publik, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik, serta memberikan pelayanan yang ramah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelas Roy

Seperti diketahui, selain di Kota Banjarbaru, hingga saat ini hanya terdapat 4 daerah di Kalsel yang telah memiliki MPP. Yaitu di Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar.

MPP Banjarbaru sendiri terbilang paling unggul dengan andilnya membantu torehan prestasi Pemko Banjarbaru di kancah nasional. Salah satunya ialah predikat kepatuhan standar pelayanan publik tahun 2022 dari Ombudsman RI atas tingginya kualitas pelayanan publik. (MedCenBJB-RDM/RH)

Exit mobile version