Banjarmasin Kini Miliki Posyandu Kesehatan Jiwa Baiman

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin meresmikan Posyandu Kesehatan Jiwa yang dilakukan langsung peresmiannya oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Senin (11/10).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Se Dunia di Tahun 2022 ini, Pemerintah Kota Banjarmasin meresmikan Posyandu Kesehatan Jiwa, yang berlokasi di Rumah Singgah Baiman Banjarmasin,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Ibnu, saat ini untuk posyandu kesehatan jiwa tersebut, sudah ada pasien yang menjalani perawatan. Dari tingkat yang paling ringan, seperti susah tidur. Sehingga, diperlukan ke hati-hatian.

Oleh karena itu, lanjut Ibnu, pihaknya mengajak warga Kota Banjarmasin, untuk bersama-sama menjaga kesehatan jiwa.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengklaim Posyandu Kesehatan Jiwa Rumah Singgah Baiman, merupakan satu-satunya yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Posyandu kesehatan jiwa yang ada di Kota Banjarmasin ini, nantinya sebagai pintu masuk untuk pasien di tempat tersebut,” jelasnya.

Atau, tambah Ibnu, perawatan sementara bagi pasien pasien yang mengalami gangguan jiwa, sebelum dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Pada posyandu kesehatan jiwa tersebut, dilengkapi dengan tenaga medis, seperti dokter jiwa, perawat, serta lainnya,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

BPKP: Risiko Strategis dan Operasional Pemilu Serentak Tahun 2024 Harus Dimitigasi Sejak Dini

BANJARMASIN – Manajemen risiko dalam Pemilihan Umum Serentak tahun 2024 sangat penting dilakukan untuk memitigasi risiko strategis dan operasional. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan Rudy M. Harahap, kepada anggota dan sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rapat Koordinasi Dukungan Pelaksanaan Tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak tahun 2024 di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, akhir pekan tadi.

Rudy menyampaikan, bahwa pemahaman tentang risiko dan cara mengelola risiko yang tepat sangat krusial dalam proses Pemilu Serentak 2024. Karena itu, melalui pendekatan Strategic Risk Management, Alumnus Auckland University of Technology (AUT) di Selandia Baru itu menjelaskan, bahwa perlu adanya pembagian penanganan risiko berdasarkan level risiko, mulai dari risiko strategis milik Komisioner KPU hingga risiko operasional milik Sekretariat KPU.

“Pembagian risiko ini penting diterapkan guna menentukan respon terhadap risiko strategis dan risiko operasional yang telah diidentifikasi,” ucapnya.

Dalam mengidentifikasi risiko, pada pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2024, pihak KPU Provinsi Kalimantan Selatan dan dan KPU Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan harus berpedoman kepada peristiwa di masa lalu yang bisa menjadi risiko di masa depan.

“Di KPU Provinsi, peristiwa di masa lalu yang menjadi risiko saat ini adalah keterbatasan waktu pengadaan barang/jasa, kekurangan jumlah logistik vital, dan ketidaksesuaian spesifikasi logistik. Sementara pada KPU Kabupaten/Kota peristiwa di masa lalu yang menjadi risiko saat ini adalah keterlambatan pelaksanaan pengadaan barang/jasa, ketidaktersediaan anggaran, penyelewengan dana, dan pertanggungjawaban keuangan yang tidak memadai,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Rudy menegaskan bahwa seluruh KPU Daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, baik KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/Kota, harus mempunyai strategi untuk menyukseskan Pemilu Serentak tahun 2024 dengan menerapkan Governansi dan Manajemen Risiko, baik atas Risiko Strategis maupun Risiko Operasional.

Menutup pengarahannya, Rudy berharap dengan Governansi dan Manajemen Risiko, pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2024 sebagai wujud demokrasi dapat dilaksanakan dengan sukses dan sesuai dengan tujuan pelaksanaannya, yaitu berjalan sistem yang demokratis, tepat waktu, serta efisien dan efektif. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

Verifikasi Peserta, Registrasi Ulang MTQ Nasional XXIX Manfaatkan Teknologi Digital

BANJARBARU – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX di Kalimantan Selatan, dimulai dengan proses registrasi ulang peserta. Registrasi dilaksanakan di Asrama Haji Banjarbaru, mulai Senin (10/10) malam hingga Selasa (11/10).

Ditemui di Asrama Haji Banjarbaru, Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Al-Hadits Kemenag RI, Rijal Ahmad Rangkuty menjelaskan, registrasi ulang merupakan salah satu proses terpenting dalam MTQ Nasional. Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Sebanyak 1.676 calon peserta dari 34 provinsi mulai melakukan registrasi ulang mulai Senin (10/10) sampai Selasa (11/10) malam. Semua data dicek satu per satu,” ungkap Rijal.

Verifikasi data peserta ini, dilaksanakan dengan mencocokkan data calon peserta yang didaftarkan sebelumnya pada aplikasi e-MTQ.

“Verifikasinya dengan menempelkan sidik jari pada _finger print_, lalu semua data terbaca,” lanjut pria yang hafal 30 juz Al-Qur’an ini.

Terjadwal melakukan registrasi ulang pada Senin (10/10) malam sebanyak 8 provinsi. Meliputi Sumatera Barat (Sumbar), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Utara (Sumut), Kalimantan Timur (Kaltim), Maluku, Jawa Timur (Jatim), dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Sementara sisanya dilanjutkan pada Selasa (11/10) mulai jam 09.00 WITA. Meja registrasi dibagi ke dalam 8 bagian sesuai cabang musabaqah.

“Penggunaan teknologi merupakan bagian dari implementasi Transformasi Digital yang menjadi program prioritas Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Kita akan terus melakukan perbaikan hingga seluruh peserta yang terlibat dalam MTQ sahih datanya,” pungkas Rijal. (RIW/RDM/RH)

Bank Kalsel Lewati Triwulan III Dengan Mencatatkan Kinerja Positif

BANJARMASIN – Bank Kalsel terus mencatatkan kinerja positifnya. Terhitung sejak awal tahun 2022, Bank Kalsel terus berakselerasi baik di kancah daerah maupun nasional dengan menghasilkan capaian optimal terhadap target yang diharapkan.

Langkah-langkah strategis yang telah ditetapkan Bank Kalsel di tahun 2022, sejauh ini terbukti berhasil memberikan hasil positif terhadap kinerja.

Adapun strategi tersebut diterjemahkan dalam tiga fokus strategi. Pertama, Optimalisasi Pendapatan, sebagai upaya mempertahankan rentabilitas dalam tingkatan wajar, dimana salah satunya adalah dengan menjaga dan meningkatkan performa aset-aset bank yang potensial mendukung pendapatan bisnis.

Bank Kalsel berhasil menunjukkan hasil menggembirakan. Posisi aset per 30 September 2022 adalah sebesar Rp18,52 triliun, mampu tumbuh sebesar 18,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar Rp15,59 triliun (yoy).

“Hal ini juga ditunjang dari meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK), dimana per 30 September 2022 mampu mencatatkan sebesar Rp14,96 triliun atau tumbuh 19,31 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp12,54 triliun (yoy),” beber Hanawijaya, Direktur Utama Bank Kalsel.

Sebagai informasi, rincian pencapaian untuk DPK antara lain meliputi Giro, Tabungan dan Simpanan Berjangka. Per tanggal 30 September 2022, Giro berhasil mencatatkan pencapaian sebesar Rp5,96 triliun, tumbuh 37,85 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp4,33 triliun (yoy).

Untuk Tabungan, mencatatkan capaian sebesar Rp3,85 triliun, tumbuh 6,72 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp3,61 triliun (yoy). Sedangkan Simpanan Berjangka, berhasil tumbuh sebesar 11,74 persen dimana per tanggal 30 September 2022 mencatatkan capaian sebesar Rp5,14 triliun, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp4,60 triliun (yoy).

Kedua, Efisiensi Biaya, yakni meminimalkan/mengoptimalkan pos-pos pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Biaya – biaya yang akan dikeluarkan disusun berdasarkan skala prioritas, yang memang penting dan berdampak dalam mendukung kinerja bank.

“Strategi yang kami bangun, berhasil memberikan dampak efektif dalam kinerja kami, dimana per 30 September 2022, Bank Kalsel mampu mencatatkan BOPO sebesar 73,76 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 77,15 persen (yoy). Hal ini menunjukkan, Bank Kalsel telah berhasil menekan biaya-biaya yang timbul sesuai dengan skala prioritas yang dibutuhkan perusahaan. Imbas dari langkah ini, per 30 September 2022 Bank Kalsel berhasil mencatatkan Laba sebesar Rp317,58 miliar lebih tinggi dibanding perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp286,92 miliar (yoy) atau tumbuh sebesar 10,68 persen,” terang Hanawijaya.

Ketiga, Menjaga Kualitas Kredit yang berkualitas baik dan mengoptimalkan penagihan. Hal ini penting dilakukan dalam rangka memastikan kinerja kredit Bank Kalsel selalu berada dalam kondisi comply.

“Untuk kredit dan pembiayaan, Bank Kalsel mampu mencatatkan sebesar Rp12,20 triliun di posisi 30 September 2022, dengan kontribusi Kredit Produktif sebesar Rp5,75 triliun atau 47,14 persen dan Kredit Konsumtif sebesar Rp6,44 triliun atau 52,85 persen. Catatan tersebut meningkat 12,53 persen jika dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp10.84 triliun (yoy).

“Raihan ini turut menjadi salah satu faktor keberhasilan Bank Kalsel dalam menjaga Peringkat Komposit di level 2, dimana NPL (gross) berada di posisi 3,52 persen lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yakni 3,96 persen (yoy). Ini mengindikasikan, Bank secara umum Sehat,” tukas Hanawijaya.

Atas pencapaian kinerja tersebut, tentunya patut disyukuri, dimana meskipun banyak dipengaruhi keadaan ekonomi global yang tidak menentu, kondisi kinerja keuangan Bank Kalsel tetap mampu bertumbuh positif.

Upaya pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM) yang ditetapkan regulator sebesar Rp3 triliun per 31 Desember 2024, menunjukkan progress yang positif, dimana per 30 September 2022 mencatatkan Modal Inti sebesar Rp2,02 triliun, dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp1,94 triliun (yoy).

“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pemegang Saham, Gubernur dan Bupati/Walikota se-Kalimantan Selatan serta DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Kalsel yang senantiasa memberikan dukungan, khususnya dalam upaya pemenuhan kewajiban yang ditetapkan regulator. Tak lupa saya ucapkan juga terima kasih kepada seluruh Insan Bank Kalsel yang sudah memberikan kinerja terbaiknya dalam upaya meningkatan pencapaian Bank Kalsel,” pungkas Hanawijaya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Sambut Kafilah MTQN ke-29, Paman Birin : Selamat Datang di Kalsel Babussalam

BANJARMASIN – Ahlan wa sahlan, selamat datang di Kalimantan Selatan Babussalam. Ucapan itu disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyambut kedatangan para kafilah dari seluruh provinsi di Indonesia yang akan mengikuti MTQ Nasional ke-29.
Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Sahbirin Noor, mengaku senang bisa menerima dan menyambut ribuan tamu yang menjadi peserta kafilah MTQ. Sejak dua hari lalu sebagian besar peserta telah berdatangan ke Kalsel.

“Ada rasa senang dan bahagia Kalsel bisa menjadi tuan rumah MTQ nasional. Selamat datang di Kalsel Babussalam. Semoga Banua kita bisa menjadi pintu selamat bagi semua tamu yang datang di Provinsi Kalsel, pintu gerbang ibu kota Negara baru,” kata Paman Birin.

Menurutnya, Kalsel Babussalam memiliki makna filosofis sekaligus nilai budaya yang melekat sejak masa dulu. Urang Banjar, ujar Paman Birin, memiliki tradisi yang kuat dalam menjaga dan mempertahankan nilia-nilai religius dalam kehidupan. Tradisi dan kebiasaan itu masih bertahan dan menjadi kepercayaan bahwa Tanah Banjar bisa membawa keselamatan dan keberkahan.

“Itulah mengapa ada ulama besar kita pernah menyebut Kalsel dengan ungkapan kalian selamat. Tentu apa yang disampaikan tuan guru dan ulama kita itu bukan sekadar ungkapan tanpa makna. Kalsel yang dimaknai dengan arti kalian selamat, sebenarnya adalah harapan dan doa dari tetuha dan tuan guru kita agar semua warga Banua bisa selamat. Tak hanya di dunia, tapi juga kehidupan akhirat,” kata Paman Birin.

Karena itu, Paman Birin berharap pelaksanaan MTQ tidak hanya sekadar seremoni yang menjadi kegiatan rutin tahunan saja. Tapi harus bisa memberi kesan mendalam untuk membumikan dan melestarikan tradisi membaca Alquran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga MTQ menjadi pengingat dan penggugah hati kita untuk menjaga tradisi dan nilai religius budaya Banjar. Karena dari bahari dulu, orang tua dan guru-guru mengaji kita mengajarkan bahwa hidup itu mencari selamat, di dunia dan akhirat. Ajaran dan petuah itu, hingga kini masih menjadi pedoman hidup bagi Urang Banjar,” ujar Paman Birin yang sering melakukan safari tadarus Alquran setiap bulan Ramadan ini.

Kalsel Babussalam sejalan dengan Visi Kalimantan Selatan 2021-2026, yaitu Kalsel Maju sebagai Gerbang Ibu Kota Negara. Maju yang merupakan singkatan dari makmur, sejahtera dan berkelanjutan, juga memiliki makna terus bergerak ke depan.

“Dengan semangat Kalsel Babussalam Maju, mari kita tanamkan semangat untuk menjadikan Banua kita sebagai pintu keselamatan,” harapnya.

Sementara Kadis Kominfo Kalsel, Muhammad Muslim, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan MTQ telah dimulai. Sebagai tuan rumah, Pemprov Kalsel juga telah menyiapkan rangkaian agenda pelaksanaan MTQ.

“Pada Selasa malam dilakukan malam ta’aruf di Siring 0 Km Banjarmasin. Pada hari Selasa paginya dilakukan Pawai Ta’aruf, dimulai dan finish di Masjid Al Karomah Martapura. Pada Rabu malamnya dilakukan pembukaan MTQ oleh Bapak Presiden,” jelas Muslim.

Muslim mengajak seluruh masyarakat Kalsel untuk ikut memeriahkan rangkaian kegiatan MTQ yang dipusatkan di Martapura dan Kiram Park. Pemprov Kalsel juga menggelar pameran MTQ dan halal food selama kegiatan MTQ berlangsung.

“Mari kita meriahkan dan sukseskan rangkaian kegiatan MTQ nasional. Semoga Kalsel bisa menjadi tuan rumah yang baik untuk para kafilah yang datang dari seluruh provinsi di Indonesia,” harap Muslim. (PWI.KALSEL-RDM/RH)

Dekranasda Kalsel Gelar Lomba Desain Sasirangan Pewarna Alam

BANJARMASIN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, lomba desain motif kain sasirangan pewarnaan alam tingkat Provinsi Kalsel.
Lomba dilaksanakan di Aula Kantor Dekranasda Kalimantan Selatan, di Bnajarmasin, Minggu (9/10).

Ketua Dekranasda Kalimantan Selatan Raudatul Jannah mengatakan, tujuan dilaksanakannya lomba ini, untuk meningkatkan promosi, serta kreativitas pengrajin sasirangan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua Dekranasda Kalsel Raudatul Jannah

“Kain sasirangan pewarna alam ini merupakan kearifan lokal Provinsi Kalimantan Selatan, yang harus selalu dijaga keberadaanmya,” ungkapnya.

Raudhatul Jannah berharap, pemenang lomba desain motif sasirangan pewarna alami Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, minta dapat lebih kreatif dalam, menghasilkan karya produk sasirangan.

“Kepada seluruh pemenang lomba desain motif sasirangan pewarna alami Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2022 ini, untuk dapat lebih kreatif dalam membuat karya Sasirangan mereka,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Raudatul Jannah, pihaknya berharap kepada pemenang agar dapat selalu menjaga kualitas produk Sasirangan yang dihasilkan tersebut.

Lomba desain motif sasirangan alam ini mendapatkan juara, yang kedepannya dapat meningkatkan lagi produk sasirangan.

Pemenang lomba desain motif sasirangan pewarna alami Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2022, Desain sasirangan Kurikit kandang rasi dari Kota Banjarmasin hasil karya desainer Sandi Agustinus berhasil menjadi juara 1, Desain Sasirangan Hutan meranti dari Kabupaten Kotabaru hasil karya desainer Sabariah mendapatkan juara 2, serta juara 3 dengan desain Palm Ekor Ikan dari Kabupaten Tanah Laut hasil karya desainer Nurul Hikmah.

Juara 1 lomba Desain Sasirangan Pewarna Alami dari Kota Banjarmasin

Sedangkan, Harapan 1 desain sasirangan Baayun Mulud dari Kabupaten Balangan, Harapan 2 desain sasirangan Pusaka Raja Banjar dari Kabupaten HSS, serta Harapan 3 desain sasirangan Tiwadak Kambanh Durian dari Kabupaten Balangan. Serta Juara Favorit dengan desain sasirangan Karamunting dari Assalam Sasirangan Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Kalsel Diharapkan Tiru DKI Jakarta Terkait SDM Aparatur Pemerintah

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan berharap agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dapat meniru Provinsi DKI Jakarta terkait Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Pemerintah.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias kepada wartawan, usai berkunjung ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta, Senin (10/10).

Rachmah menjelaskan bahwa kunjungannya ke BPSDM DKI Jakarta untuk menggali informasi terkait implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Aturan ini menyatakan bahwa ASN berhak mendapatkan pengembangan kompetensi SDM minimal 20 jam pelajaran (JP) per tahun,” katanya.

Rachmah menilai BPSDM DKI Jakarta sudah maju dan baik dari segi sistem pelayanan atau sistem yang dilaksanakan, salah satunya dengan adanya “Podcast Rabu Belajar” dimana para ASN wajib mengikuti selama satu jam setiap hari Rabu.

“Sehingga dapat memenuhi pengembangan kompetensi SDM minimal 20 JP,” jelasnya.

Politisi asal PAN ini berharap hasil komparasi ke BPSDM ini dapat ditiru, baik dari sistem pembelajaran maupun pelatihannya. Selain lebih simpel, menurutnya, dari segi anggaran juga lebih hemat.

Untuk diketahui, pada Jum’at (5/10), kedatangan rombongan Komisi I DPRD Kalsel disambut oleh Kepala BPSDM DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary beserta jajarannya. (NRH/RDM/RH)

Gubernur Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda APBD 2023

BANJARMASIN – Pasca digelarnya agenda pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tentang APBD tahun anggaran 2023 pada Rabu (5/10) lalu, rapat paripurna dilanjutkan dengan agenda tanggapan dan atau jawaban Gubernur Kalsel atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tersebut, Senin (10/10).

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, anggota DPRD Kalsel, sejumlah pejabat SKPD lingkup Pemprov dan Forkopimda.

Dalam sambutannya yang dibacakan Fajar Desira, Gubernur Kalsel menyampaikan bahwa semua pihak sepakat bahwa angka-angka yang tersusun dalam APBD 2023, antara lain diarahkan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, optimalisasi sektor industri, UMKM, pertanian dan pariwisata serta memperkuat infrastruktur untuk pemenuhan pelayanan dasar dan pengembangan perekonomian daerah.

“Dengan meningkatnya sumber daya manusia, pengoptimalan sektor industri, UMKM, pertanian dan pariwisata serta ditambah dengan tata kelola pemerintahan yang memegang prinsip good government maka cita-cita dan impian mencapai Kalsel maju sebagai gerbang Ibukota Negara akan semakin dekat dalam kenyataan,” jelasnya.

Gubernur menambahkan ada beberapa catatan fraksi-fraksi Dewan tersebut seperti antisipasi terhadap kenaikan inflasi akibat kenaikan BBM, berhati-hati agar pengelolaan keuangan daerah tidak sampai terjadi kebocoran, melakukan inovasi dan terobosan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya mengoptimalkan PAD yang bersumber dari BUMD dan sumber lainnya yang bukan dari pajak.

“Pemprov Kalsel akan merespon sejumlah catatan dari Fraksi-Fraksi Dewan terhadap APBD 2023 dalam bentuk program dan kegiatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. menjelaskan sebelum dilanjutkan pada tahapan pembicaraan tingkat dua mengenai Raperda tersebut, terlebih dahulu akan mendapatkan pembahasan oleh Banggar DPRD Kalsel yang akan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kita harus membahas lagi, kan ada dua tahapan, nanti kita bahas di Banggar,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Museum Wasaka Kalsel Kembali Gelar Pameran Temporer

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Kebudayaan di Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, akan kembali menggelar Pameran Temporer tahun 2022, di halaman Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka), yang berlokasi di Jalan Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudhati Hildayati, kepada Abdi Persada FM, dalam sambungan telepon pada Senin (10/10) mengatakan, untuk memperingati Hari Museum Nasional Rabu 12 Oktober 2022, Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Kalsel, kembali menggelar Pameran Temporer, bekerjasama dengan Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, dan Museum Rakyat Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Selain itu melibatkan Komunitas Wasi Pusaka Banua, Komunitas Sumpit se Kalsel, serta Asosiasi Antropologi Indonesia.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudhati Hildayati

“Pameran Temporer ini kali kedua digelar, setelah mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat, pada tahun 2021 lalu,” ungkapnya.

Disampaikan Raudati, tema yang diangkat untuk memperingati Hari Museum Nasional ini, “Museum sebagai Inspirasi Bangsa,(Inspiring Museum)” dimaksudkan, pentingnya Museum bangkit kembali, setelah hampir dua tahun tutup, karena pandemi COVID-19.

“Dari kolaborasi tiga Museum di Kalsel, akan memberi semangat baru tentang permuseuman, sehingga dapat memginpsirasi kepada para pengunjung,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan Arry Risfansyah, dalam kegiatan Pameran Temporer ini digelar selama empat hari, mulai Rabu – Sabtu pada tanggal 12 – 15 Oktober 2022, jam 09.00 – 21.00 WITA. Tahun ini dipilih pengenalan benda bersejarah yaitu Wafak dan Mandau di Kalsel, karena tahun 2021 lalu, difokuskan bendanya Parang.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Provinsi Kalsel, Arry Risfansyah

“Selama Pameran Temporer, kita akan gelar seminar kajian tentang ragam Wafak, dan Mandau senjata Etnik Dayak di Kalsel. Kemudian penyampaian materi dari Muslam Provinsi Kalsel, Museum Rakyat Kabupaten HSS, Komunitas Wasaka dan Sumpit se Kalsel,” jelasnya.

Arry menambahkan, di akhir kegiatan Pameran Temporer, pihaknya juga akan mengumumkan pemenang Lomba Video Pendek, lomba ini diikuti tiga kategori, yaitu dari kalangan SMA/ SMK sederajat temanya “Aku dan Museum Wasaka”, kemudian kategori Mahasiswa temanya “Revolusi Fisik Kalimantan tahun 1945-1949” dan kategori Masyarakat Umum temanya “Aku dan Pahlawan Nasional Kalimantan Selatan”. Tujuan lomba ini untuk semakin memberikan rasa cinta terhadap Museum, dengan kriteria penilaian ada beberapa aspek yaitu ide cerita dan pesan yang disampaikan.

“Kita pilih juri yang berkompeten dibidang masing – masing,” tutupnya.

Untuk diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, melalui Bidang Kebudayaan di Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, menggelar Lomba Video Pendek, yang telah dibuka pada 12 -18 September 2022 tadi, para pemenang juara 1,2 dan 3 akan mendapatkan uang pembinaan dengan total hadiah sebesar Rp33 Juta. (NHF/RDM/RH)

Diskop UKM Kalsel Fasilitasi Penyambutan dan Pengantaran Dewan Hakim MTQN ke 29

BANJARMASIN – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai, kepada Abdi Persada FM, melalui sambungan telepon, pada Senin (10/10) menjelaskan, dalam gelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke 29, pihaknya mendapat tugas utama memfasilitasi penyambutan dan pengantaran Dewan Hakim, Pengawas, Panitera dan Panitia Pusat.
Menurutnya ada sebanyak 250 orang, dan pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan Kementerian Agama Kalimantan Selatan.

“Armada yang disiapkan 70 buah mobil. Kita mulai melakukan penjemputan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, sejak tanggal 9 hingga 11 Oktober 2022,” katanya

Rifai mengatakan, selain itu pihaknya juga mendapat tugas melayani kafilah dari Provinsi Bengkulu, ada sebanyak 65 orang, baik peserta, pendamping dan pelatih, yang akan mengikuti sembilan cabang lomba tersebar di seluruh venue, mulai di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Banjarmasin.

“Kita menyiapkan armada transportasi untuk mengantar jemput kafilah menuju venue acara, hingga selesai MTQN,” ucapnya.

Lebih lanjut Rifai, yang juga sebagai Wakil Koordinator Bidang Pameran MTQ dan Kalsel Expo Nasional ini menambahkan, pihaknya mempersiapkan stand bagi pelaku usaha kecil menengah sebanyak 40 buah di panggung utama Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Nasional di Kiram Park, serta di sekitaran Mesjid Bambu, Kiram. Ia berharap para UMKM mempromosikan dan menjual produknya, untuk meraih peluang pasar baik Nasional hingga Internasional, karena para pengunjung yang datang tidak hanya berbelanja keperluan selama berada di Kalsel, pasti akan membeli buah tangan, saat kembali ke Provinsinya masing-masing.

“Ada banyak produk yang dijual seperti makanan, minuman, yang siap saji, kemasan dan herbal, hasil kerajinan diantaranya kain sasirangan, tas purun, anyaman serta batu permata khas Kalsel,” tutupnya

Untuk diketahui, sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Kalsel, mendapatkan tugas untuk melayani kafilah yang datang dari seluruh provinsi di Indonesia, diantaranya Dinas Perdagangan Kalsel akan melayani kafilah Provinsi Kalimantan Timur, dan Dinas Pariwisata Kalsel melayani kafilah dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version