Musik Angklung Hiasi Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Kota Banjarbaru

BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menggelar upacara peringatan hari pahlawan ke 77 tahun 2022, di lapangan dr. Murdjani Kota Banjarbaru pada Kamis (10/11). Upacara yang dipimpin oleh Dandim 1006 Banjar Letkol Inf Imam Muchtarom ini juga dihadiri langsung oleh Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin bersama Ketua Dekranasda Kota Banjarbaru Vivi Zubedi, Kapolres Banjarbaru, Kejati Kota Banjarbaru, seluruh Kepala SKPD Lingkup Kota Banjarbaru, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kota Banjarbaru.

Pada peringatan hari pahlawan ke 77 tersebut, juga dihiasi dengan pertunjukan penampilan instrumen musik angklung dan pawai budaya oleh ratusan siswa dan siswi SDN 1 Komet Banjarbaru.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengajak seluruh warga Kota Banjarbaru untuk senantiasa dapat mewarisi semangat dan perjuangan para pahlawan.

Walikota Banjarbaru saat membuka pawai budaya memperingati hari pahlawan nasional ke 77

“Momentum untuk hari pahlawan ini dengan memperingati hari pahlawan semoga kita bisa mewarisi semangat dan perjuangan para pahlawan, kita sebagai generasi penerus harus tetap berjuang harus tetap mempertahankan kemerdekaan. Berjuang melalui bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kita terus membangun untuk Bangsa dan Negara kita,” ungkap Aditya.

Saat membuka secara langsung pawai budaya oleh ratusan siswa dan siswi SDN 1 Komet Banjarbaru. Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin menilai kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk melestarikan budaya, dan memperkenalkan alat musik kebudayaan yang ada di daerah Kalsel.

“Kita ada pawai budaya dan peragaan angklung, dan ini merupakan salah satu pelestarian budaya, menurut kami dan kita juga memperkenalkan alat musik kebudayaan yang ada di daerah kita, apalagi Banjarbaru sebagai kota yang multi etnis tentunya menjaga kebudayaan ini adalah menjadi kewajiban untuk kita semua,” tutup Aditya.

Untuk diketahui, pertunjukan penampilan instrumen musik angklung dan pawai budaya dalam memperingati hari pahlawan nasional ke 77, diikuti sebanyak 550 peserta yang terdiri dari para siswa dan siswi SDN 1 Komet Banjarbaru, tenaga pendidik SDN 1 Komet Banjarbaru, serta para orang tua murid. Pawai budaya tersebut menjadi salah satu data tarik masyarakat Kota Banjarbaru untuk ikut menyaksikan peringatan hari pahlawan tahun ini. (MRF/RDM/RH)

DPMD Kalsel Dorong Pemdes Optimalkan Dana Desa Untuk Tekan Pertumbuhan Inflasi

BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel mendorong upaya peningkatan perekonomian desa. Ini merupakan bentuk menekan pertumbuhan inflasi. Agar tak bertambah, salah satu langkah kongkritnya adalah penggunaan alokasi dana desa yang diharuskan tepat sasaran.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel, Farid Fakhmansyah menyampaikan, sesuai dengan visi misi Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, bahwa penekanan inflasi menjadi skala prioritas. Apalagi, desa menjadi ujung tombak perkembangan jangka panjang untuk pembangunan dari perekonomian.

“Penurunan angka inflasi saat ini menjadi titik fokus utama Paman Birin, tak hanya ditingkat perkotaan saja melainkan desa juga mendapat perhatian. Maka dari itu, Turun ke Desa (Turdes) dilaksanakan dan menjadi alasan kuat untuk mengetahui sejauh mana potensi kemajuan desa untuk berkembang,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (10/11) siang.

Menangani inflasi, lanjut Farid, setiap pemerintahan desa (pemdes) diperbolehkan menggunakan alokasi melalui dana desa untuk mengentaskan permasalahan ini. Bahkan, sebagai bentuk antisipasi hal tersebut telah tertuang resmi dalam peraturan.

“Dalam peraturan, ada yang namanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa dan di alokasikan sebesar 40 persen,” bebernya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan di desa, ia menuturkan, apabila ada pengerjaan fisik setidaknya dapat memberdayakan masyarakat sekitar yang saat ini belum memiliki pekerjaan tetap.

“Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan melalui dana yang dialokasi untuk program padat karya dan ini merupakan dorongan dari Gubernur Kalsel saat melakukan Turdes kemarin,” ucapnya.

Terlebih melalui dukungan kepala daerah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) juga dianggap sebagai langkah menjadi batu loncatan agar perekonomian masyarakat di desa mampu terpenuhi.

“Libatkan mereka apalagi yang kurang mampu, baik itu usaha pariwisata atau pun itu agar bisa memberikan dampak positif bagi penghasilan mereka,” ujarnya

Setelah seluruhnya berhasil dikembangkan, dipastikan Farid, desa yang sebelumnya terisolir alias tertinggal akan siap menjadi berkembang dan maju.

“Ini jadi fokus utama Gubernur dalam mengejar ketertinggalan status. Paman Birin mendorong hal itu agar perkembangannya dapat mencapai kemajuan serta kemandirian,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Produk Pakaian Jadi Sasirangan Kalsel Disukai Pasar

BANJARMASIN – Pada 2022 ini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan mulai memberikan pelatihan peningkatan produk jadi sasirangan kepada pengrajin di Provinsi ini.

Ketua Harian Dekranas Provinsi Kalimantan Selatan Mahyuni mengatakan, sejak awal tahun lalu berdasarkan arahan Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, untuk pemberian pelatihan kepada para pengrajin tidak lagi hanya berdasarkan bahan semata.

“Tahun ini kami mulai memberikan pelatihan peningkatan produk sasirangan kepada pengrajin,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.

Mengingat, lanjut Mahyuni, untuk potongan kain sasirangan dijual masih dengan harga tidak terlalu tinggi. Sedangkan, untuk bahan jadi seperti pakaian serta lainnya bisa dijual dengan harga tinggi.

“Selain itu pada industri produk jadi sasirangan ini, banyak pihak yang seperti penjahit serta lainnya,” ucap Mahyuni.

Oleh karena itulah pengrajin sasirangan dilatih, untuk dapat meningkatkan produk sasirangan mereka tersebut.

“Pakaian jadi Sasirangan atau fashion desainer saat ini disukai pasar,” ujarnya lebih lanjut.

Mahyuni mengatakan, saat pandemi berlangsung, arahan Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, kepada pengrajin untuk dapat meningkat produk sasirangan. Berupa, pakaian jadi serta lainnya.

“Ternyata pakaian jadi produk sasirangan disukai pasar lokal dan internasional,” tutur Mahyuni.

Dengan alasan, lanjutnya, pakaian jadi sasirangan dinilai lebih menarik dibanding, jika hanya bahan kain saja.

“Untuk pemenuhan permintaan pasar tersebut, maka pengrajin sasirangan, diminta untuk membuat produk jadi sasirangan tersebut,” ucap Mahyuni. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Akan Lakukan Operasi Pasar Demi Tekan IHK

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan melakukan operasi pasar untuk menekan tingginya Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 115,87 pada Oktober 2022.

Sekretaris Daerah Kalsel didampingi Kepala Biro Ekonomi saat memimpin Rakor Penanganan Inflasi di Aberani Sulaiman Setda Kalsel

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) ada 3 daerah yang menjadi penyumbang tertinggi IHK Kalsel dalam periode tersebut yakni Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tabalong dan Kota Banjarmasin.

Menurut Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Inflasi, di Aberani Sulaiman Setda Kalsel, Kamis (10/11), ada 3 komiditi bahan pokok yang menurut Roy perlu diberikan perhatian khusus yaitu beras, daging sapi dan daging ayam ras.

Suasana Rakor Pengendalian Inflasi di Ruang Aberani Sulaiman Setda Kalsel

Sehingga langkah cepat untuk menekan tinggi harga, lanjut Roy, yakni dengan melakukan operasi pasar dan pasar murah.

“Akan kita agendakan paling lambat dalam pekan depan (yaitu) operasi pasar. Begitu juga pasar murah yang akan terus kita lakukan hingga akhir tahun ini,” ujar Roy.

Sebagai langkah panjang Roy membeberkan, pihaknya juga tengah mendata komoditi apa saja yang dapat ditingkatkan produksinya.

“Kita tingkatkan produksinya, kita perbaiki distribusinya, penyalurannya, kemudian kita benahi permasalahan terkait peningkatan produksi di daerah yang menjadi lokasi penanaman,” papar Roy.

Pemprov Kalsel sendiri diakui Roy sudah menambah divisi baru di Perusahaan Daerah (Pusda) Bangun Banua, untuk produksi pangan. Sayangnya divisi tersebut masih dalam tahap reorganisasi hingga pencarian Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu menjalankan program divisi tersebut.

“Divisi ini kita harapkan nantinya sama seperti Bulog kalau dari Pusat. Bedanya ini nanti khusus menangani kebutuhan pangan di daerah,” ungkapnya.

Sebagai upaya pemaksimalan, selain dengan koordinasi antar SKPD, Roy menyebut siap memaksimalkan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Untuk alokasinya kurang lebih 80 Miliar Rupiah, kita sudah gunakan sebanyak 50 persen dan akan kita maksimalkan lagi karena masih ada waktu hingga Desember mendatang,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Kawal MCP KPK, BPKP Kalsel Minta Para Inspektur Lebih Gigih Awasi Pemerintah Daerah

BANJARMASIN – BPKP Kalsel tegaskan siap mengawal upaya pencegahan korupsi di Kalimantan Selatan, bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu sebabnya, para Inspektur di Kalimantan Selatan harus lebih gigih mengawasi pemerintah daerah melalui Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK.

“Inspektur di pemerintah daerah harus lebih meneguhkan tekadnya mengawal proses intervensi MCP dari KPK,” ungkap Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Rudy M. Harahap, saat membuka verifikasi penilaian MCP dengan seluruh Inspektur dan tim verifikasi KPK, Kementerian Dalam Negeri, dan BPKP di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Kamis (10/11).

Pada acara verifikasi tersebut, Rudy juga mengungkapkan, tren capaian MCP di Kalimantan Selatan tahun 2018-2021 secara umum berada di atas capaian rata-rata nasional. Namun, pada capaian tahun 2022 yang masih berlangsung sampai dengan saat ini, beberapa area intervensi MCP belum memberikan sinyal yang positif.

Area intervensi tersebut adalah Manajemen ASN, Pengelolaan BMD, dan Tata Kelola Keuangan Desa. Area-area ini masih di bawah rata-rata nasional.

Rudy juga mengingatkan, belum ada pemerintah daerah di Kalimantan Selatan yang berhasil mencapai Manajemen Risiko Indeks (MRI) Level 3. Kemudian, hanya 1 pemerintah daerah yang mulai menerapkan Fraud Control Plan (FCP), yakni Pemerintah Kota Banjarmasin.

Selain itu, pelaksanaan kebijakan terkait Perencanaan dan Penganggaran, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan, Manajemen ASN, dan Tata Kelola Keuangan Desa belum berjalan dengan baik.
Sebagai contoh, terdapat potensi penerimaan daerah yang belum digali dan tunggakan penggunaan aset yang belum ditagih dibeberapa pemerintah daerah.  Hal ini menunjukkan kelemahan tata kelola (governansi) pemerintah daerah yang serius, yang berpotensi fraud dan diajukan ke meja pengadilan tindak pidana korupsi.

“Upaya pencegahan tindak pidana korupsi di Kalimantan Selatan harus menjadi kerja bersama”, katanya.

Upaya ini tidak hanya melibatkan aparat penegak hukum, tetapi semua unsur di pemerintah daerah, terutama para Inspektur.

“Karenanya, para Inspektur harus mempertajam kegiatan pengawasan dengan mengimplementasikan audit berbasis risiko (risk-based audit),” pinta Rudy.

Ia juga meminta penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah SPIP Terintegrasi, aplikasi Sistem Pengawasan Keuangan Desa (Siswaskeudes), dan percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di pemerintah daerah.

“SPIP saat ini juga sudah diintegrasikan dengan penilaian Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), MRI, dan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK),” tambah Rudy.

Hal ini akan mampu memberikan nilai tambah dalam pencegahan korupsi di pemerintah daerah.
Sementara itu, Siswaskeudes akan membantu pengawasan keuangan desa sehingga perencanaan dan pengelolaan keuangan lebih akuntabel, sebagaimana ditekankan dalam salah satu unsur penilaian MCP dari KPK.

Rudy juga mengingatkan, para Inspektur di Provinsi Kalimantan Selatan agar lebih meningkatkan pengawasan dan memantau pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan di pemerintah daerah.

“Hal ini akan meminimalkan peluang terjadinya tindak pidana korupsi di Kalimantan Selatan dan akan menjadi soft landing bagi kepala daerah yang akan mengakhiri masa tugasnya di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

DPRD Katingan Sharing Informasi Penempatan ASN dan PAD ke Banjarmasin

BANJARMASIN – Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah, sharing ke DPRD Kota Banjarmasin terkait informasi penempatan ASN capaian PAD, pada Kamis (10/11).

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah, Budi Hermanto, Kepada sejumlah wartawan, menjelaskan, tujuan dipilihnya konsultasi ke Banjarmasin, karena di kota ini sering menjadi rujukan daerah lain, dalam sharing baik mengenai pendapatan asli daerah, kemajuan UMKM yang mampu bangkit kembali seiring melandai pandemi COVID-19 dan pengembangan destinasi wisata.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Katingan Provinsi Kalteng, Budi Hermanto, (baju kemeja putih)

“Kami sharing informasi penempatan ASN, mengingat Katingan merupakan kabupeten baru, yaitu daerah pemekaran di Provinsi Kalimantan Tengah,” ucapnya.

Disampaikan Budi, pihaknya studi banding terkait struktur organisasi Aparatur Sipil Negara (ASN), karena tahun ini Pemerintah Kabupaten Katingan, telah mendapat penambahan dua buah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru, sehingga ingin mengetahui cara penempatan dengan daerah yang lebih maju yaitu Banjarmasin. Selain itu kemampuan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) langkah yang dilakukan setiap tahunnya.

“Mutasi dan penataan ASN perlu dipelajari, agar menempatkan pegawai yang benar benar bekerja dengan lebih baik, maka berdampak dalam menaikkan PAD,” jelasnya

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Tugiatno, menilai, pihaknya sangat mengapresiasi selama ini menjadi salah satu tujuan sharing DPRD baik dari Kabupaten dan Kota di Kalsel juga Provinsi lain. Terkait hasil pertemuan dengan DPRD Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah, pihaknya mengatakan, selama ini terus menerus menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh SKPD dilingkup Pemko Banjarmasin.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Tugiatno

“Kita saling bersinergi dalam membangun di kota seribu sungai,” ungkap Politisi PDI Perjuangan DPRD Banjarmasin.

Lebih lanjut Tugiatno menambahkan, untuk pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahun selalu mengalami peningkatan, yaitu ada kenaikan signifikan dibandingkan dari APBD sebelumnya. Selain itu masih berlangsung pembahasan oleh Tim Badan Anggaran Eksekutif dan Legislatif terkait penyusunan RAPBD murni 2023.

“Tamu tadi juga konsultasi PAD dan pembahasan RAPBD 2023,” tutupnya.

Untuk diketahui, kunjungan tamu dari DPRD Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah, diterima Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Tugiatno, bertempat di ruang tamu DPRD Kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Hari Pahlawan ke 77, Gubernur Kalsel : Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa NKRI

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan ke 77 Tahun 2022 di halaman kantor Sekretariat Daerah Kalsel, Banjarbaru, Kamis (10/11) pagi. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bertindak sebagai inspektur upacara.

Suasana upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 77 di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kalsel

Turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel, Danrem 101 Antasari, Kapolda Kalsel, Danlanud, Danlanal, pimpinan instansi lembaga vertikal, para veteran serta tamu undangan lainnya.

Membacakan amanat Menteri Sosial RI, Sahbirin mengajak masyarakat kembali menghidupkan perjuangan pahlawan bangsa di dalam benak. Terutama pahlawan yang gugur dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan.

Peringatan hari pahlawan diharapkannya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, saling menghargai satu sama lain.

“Bersama kita kenang dan hormati perjuangan para pahlawan. Bersama kita bangun ingatan kolektif bangsa agar dapat implementasikan semangat dan nilai-nilai luhur pahlawan. Bersama kita perkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang merupakan amanat pahlawan bangsa,” kata Sahbirin.

Kemerdekaan dengan menjadi pahlawan menurutnya dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, dengan menjadikan semangat dan nilai–nilai kepahlawanan sebagai inspirasi dalam setiap langkah hidup dan kehidupan bersama.

Lebih jauh, lanjut Sahbirin, kesiapsiagaan menghadapi bencana alam termasuk pandemi COVID-19 serta kelangkaan sumber daya, menjadi suatu hal yang masih diperjuangkan secara bersama dengan kesungguhan.

Sahbirin juga mengajak seluruh masyarakat untuk berantas kebodohan, perangi kemiskinan dan upaya pecah–belah bangsa untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

“Kita lawan paham radikal, kita tumbuh kembangkan semangat gotong royong untuk menyongsong masa depan yang cerah. Pahlawan akan menjadi teladan bagi kita mengarungi masa–masa penuh tantangan. Teladan bagi kita menata masa depan dan menjadi pemenang,” imbuhnya.

Pertunjukan drama kolosal dari mahasiswa ULM

Upacara juga dirangkai dengan nyanyian dari tim paduan suara Pondok Pesantren Darussalam Martapura dan ditutup dengan drama kolosal yang dipersembahkan oleh Prodi Pertunjukan Seni Pertunjukkan ULM.(SYA/RDM/RH)

Terima Kunjungan Puluhan Pelajar, Depo Arsip Kalsel Siap Beri Edukasi Tata Kelola Arsip

BANJARBARU – Depo Arsip Banjarbaru dibawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menerima kunjungan puluhan siswa yang ingin melihat langsung proses pembentukan hingga pemusnahan arsip, Rabu (9/11). Kunjungan kali ini berasal dari siswa SMK Negeri 1 Pelaihari.

Antusiasi siswa saat melihat arsip yang ada di Depo Arsip Banjarbaru

Rombongan yang dipimpin Wakasek Bidang Kehumasan, Ahmad Robbi serta Wali Kelas dan sejumlah Guru ini disambut hangat oleh Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Arsip, Riza Fahlevi, serta ASN di Depo Arsip Banjarbaru.

Kepala Bidang Pengelola Kearsipan Dispersip Kalsel, Riza Fahlevi

“Kedatangan mereka (rombongan) adalah untuk mengetahui bagaimana proses pemilihan, pembentukan, hingga pemusnahan arsip yang ada di Depo Arsip,” papar Riza.

Depo Arsip sendiri memang menyediakan wadah untuk pelajar maupun mahasiswa yang ingin mengenal lebih jauh tentang tata kelola kearsipan yang sesuai standar dan kaedah yang tertera dalam Undang-Undang.

Menurut Riza, semua hal tentang kearsipan sangat penting bagi pelajar dan mahasiswa, terutama yang mengenyam pendidikan di jurusan perkantoran. Depo Arsip diakuinya siap untuk mengedukasi siapapun yang datang berkunjung.

“Kita sangat terbuka, kita siap melayani siapapun yang datanf berkunjung ke tempat kita, baik lewat surat terlebih dahulu atau datang langsung. Asalkan kita tidak ada kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan,” ungkapnya.

Sementara Wakasek Bidang Kehumasan SMK Negeri 1 Pelaihari, Ahmad Robbi mengaku bangga atas pelayanan yang diberikan oleh Depo Arsip dibawah naungan Dispersip Kalsel ini.

Ia berharap, kunjungan rombongannya kali ini dapat meningkatkan tali silaturahmi antar sekolahnya dengan Depo Arsip Banjarbaru.

“Semoga nanti siswa kami bisa mengikuti program magang disini. Sebaliknya, dari Depo Arsip juga kami harap bisa jadi guru tamu kedepannya,” harapnya.

Untuk diketahui, SMK Negeri 1 Pelaihari mengikutsertakan 72 siswa kelas 11 dan 12 jurusan Manajemen Perkantoran pada kunjungan kali ini.

Puluhan siswa tersebut terlihat semangat ketika diajak mengelilingi lokasi penyimpanan arsip yang tertata rapi sembari dijelaskan tata cara pengelolaannya.

“Rencananya kita juga akan ajak siswa kelas 10 pada kunjungan kita di tahun depan,” tutup Robbi.(SYA/RDM/RH)

Diskusi Kajian Dana Transfer ke Daerah Bersama KPK RI Diharapkan Dapat Hasilkan Solusi Yang Konsultif

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar kegiatan diskusi kajian dana transfer ke daerah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Kegiatan ini dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil sebagai Moderator, Direktur Monitoring KPK RI Agung Yudha Wibowo, Bupati Kabupaten Tapin Arifin Arpan, Wakil Bupati Kabupaten Banjar Said Idrus Al-Habsyie, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Laut (Tala) Safarin, Serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut (Tala). Acara diskusi bersama KPK RI yang membahas terkait optimalisasi pajak sektor pertambangan, tata kelola batubara dan program dana transfer ke Daerah tersebut dilaksanakan di ruang rapat Pangeran Muhammad (PM) Noor Setdaprov Kalsel pada Rabu (9/11).

Direktur Monitoring KPK RI Agung Yudha Wibowo (batik biru)

Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil menyampaikan, diskusi bersama KPK RI tersebut diharapkan, dapat menghasilkan solusi yang konsultif, sehingga pembangunan di daerah dapat berjalan berjalan tepat waktu serta sesuai target dan sasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik. Melalui diskusi bersama KPK RI ini pula, kajian dana Daerah dapat dioptimalkan agar dapat melakukan pencegahan penyalahgunaan anggaran.

“Melalui diskusi ini nanti, kajian dana transfer Daerah dapat dioptimalkan efektifitas dan akuntabilitas penggunaannya,” ungkap Subhan.

Subhan melanjutkan, dengan adanya Diskusi bersama KPK RI, diharapkan dapat melakukan pencegahan penyalahgunaan anggaran dari tingkat pusat, daerah, hingga tingkat desa. Melalui diskusi bersama KPK RI ini juga, dirinya mengajak seluruh Pemerintah Kabupaten-Kota untuk terus bersinergi dan berkolaborasi untuk bersama-sama mengelola program pembangunan.

“Mari kita jadikan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebagai Instrumen untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Subhan.

Sementara itu, Direktur Monitoring KPK RI Agung Yudha Wibowo menyampaikan, diskusi ini merupakan momen yang baik untuk bersilaturahmi menjalankan amanah tugas-tugas negara. Direktorat Monitoring KPK RI ingin berdiskusi bersama 3 Kabupaten-Kota terkait beberapa tugas dari pusat, yakni membahas terkait optimalisasi pajak sektor pertambangan, tata kelola batubara dan program dana transfer ke daerah.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalsel yang telah menyiapkan tempat, sarana dan prasarana diskusi ini, ” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya diskusi ini, maka kita bisa bersama-sama menemukan solusi, merumuskan jawaban persoalan-persoalan yang ada di Daerah Provinsi Kalsel, untuk bisa diteruskan ke Pemerintah Pusat.

“Kehadiran kami di sini, dalam rangka melaksanakan tugas-tugas monitoring, yakni memetakan potensi-potensi korupsi yang ada di Program-Program Pemerintah Pusat, ” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

20 Kecamatan di Kabupaten Banjar Siap Dialiri Jaringan Internet

BANJAR – Kabupaten Banjar kembali mendapatkan bantuan menara Base Transceiver Station (BTS) dari pemerintah pusat sebanyak 17 unit. Bahkan, fasilitas ini bakal siap menjangkau 20 kecamatan hingga menembus ratusan desa di dalamnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar, Aidil Basith menuturkan, dengan menggunakan fiber optik diharapkan bisa lebih memudahkan untuk berkomunikasi antar kecamatan.

Suasana rakor bersama dengan camat se Kabupaten Banjar soal bantuan 17 unit menara BTS

“Alhamdulillah, kita mendapatkan kabar tadi malam bahwa Pemkab Banjar kembali mendapatkan bantuan BTS sebanyak 17 unit dari pusat,” ujarnya melalui penyampaian rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh camat, di Ruang Command Center Manis Banjar, Rabu (9/11).

Sebelumnya, lanjut dia, Pemkab Banjar juga pernah menerima bantuan 30 unit menara BTS untuk beberapa kecamatan. Hal ini bertujuan memudahkan masyarakat mengakses jaringan internet.

“Apabila ditotalkan keseluruhan ada sekitar 47 BTS,” bebernya.

Artinya, menurut Aidil, peran camat yang hadir dalam rapat koordinasi itu tentu sangat mendukung atas keberadaan dari bantuan pengadaan ini.

“Dukungan dari camat untuk memberikan informasi wilayah mana yang blank spot agar nantinya dapat ditindaklanjuti Kominfo,”

Dari 17 unit BTS, dia menargetkan, pembangunannya akan dilakukan dalam waktu dekat. Sehingga, 2024 seluruh ruang lingkup kecamatan di Kabupaten Banjar suda bisa menikmati jaringan internet.

“Semoga dapat terlaksana tanpa kendala,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 17 desa di empat kecamatan di Kabupaten Banjar yang bakal terkoneksi dengan jaringan internet setelah tiang menara BTS resmi dipasang. Di antaranya Aranio, Pengaron, Cintapuri Darussalam dan Sambung Makmur.

“Tiwingan Baru, Tiwingan Lama, Surian Hanyar, Banua Hanyar, Sumber Sari, Simpang Lima, Keramat Mina, Atiim, Lubang Baru, Penyiuran, Maniapun, Gunung Batu, Batang Banyu, Sungai Lurus, Batu Tanam dan Pasar Baru,” pungkasnya. (PEMKAB BANJAR-RHS/RDM/RH)

Exit mobile version