27 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Pasar Murah, Wujud Sinergi Bank Indonesia dan Pemko Banjarmasin Kendalikan Inflasi

3 min read

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, berfoto bersama Wali Kota Banjarmasin dan responden terbaik

BANJARMASIN – Sebagai aksi nyata Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar “Pasar Murah dan Temu Responden 2022” pada Sening (14/11) di kawasan RTH Kamboja Banjarmasin. Sinergi ini bertujuan melindungi masyarakat dari dampak lanjutan (second round effect) penyesuaian harga BBM, melalui skema subsidi harga, agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan strategis dengan harga lebih murah.

Tercatat 90 (sembilan puluh) pedagang dari berbagai skala usaha, mulai dari pasar swalayan, pedagang eceran, pelaku industri kreatif, hingga UMKM se-Kota Banjarmasin, mengikuti kegiatan pasar murah. Dari pukul 08.00 WITA, terpantau 3.000 pengunjung turut berbelanja dan meramaikan kegiatan yang bertempat di Lapangan Taman Kamboja, Banjarmasin ini. Jumlah ini diketahui dari tiket doorprize yang dibagikan panitia kepada seluruh pengunjung, termasuk tenant atau peserta pasar murah.

Kepada wartawan usai pembukaan pasar murah, Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah mengakui, bahwa kota Banjarmasin adalah penyokong utama ekonomi dan potret inflasi Kalsel. Hal itu tercermin dari pangsa ekonomi Kota Seribu Sungai ini, yang mencapai 17,88 persen dari total perekonomian Kalsel, serta pangsa Nilai Konsumsi (NK) yang mencapai 83,40 persen dari total NK Kalsel.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel dan Wali Kota Banjarmasin saat memberikan keterangan kepada wartawan

Kegiatan pasar murah secara masif selama dua bulan terakhir, telah mampu meredam tekanan inflasi usai penyesuaian harga BBM. Inflasi Banjarmasin pada Oktober 2022 sebesar 0,28 persen (month to month) jauh lebih rendah dibanding September 2022 sebesar 1,56 persen. Inflasi Banjarmasin yang kian terkendali turut menurunkan tekanan inflasi Kalsel, dari semula 1,42 persen pada September 2022, menjadi 0,25 persen pada Oktober 2022.

“Ke depan, risiko tekanan inflasi akan tetap ada, sehingga memerlukan upaya yang lebih serius melalui operasi pasar jelang Natal dan Tahun Baru, Kerja Sama Antar Daerah (KAD), dan subsidi ongkos angkut untuk menjaga kelancaran distribusi pasokan, khususnya pada komoditas pangan bergejolak seperti beras, daging sapi, kedelai, gula, bawang merah, dan aneka cabai,” ujar Imam Subarkah.

Kepala Perwakilan BI Kalsel saat meninjau pasar murah

Selain itu, mendorong produksi pangan unggulan seperti daging dan telur ayam agar bisa mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat, serta memperkuat komunikasi efektif lewat TPID guna menjaga ekspektasi inflasi masyarakat untuk memastikan inflasi agar kembali ke kisaran sasaran 3±1 persen pada 2023.

Senada, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengapresiasi BI Kalsel atas dedikasi, upaya, dan sinergi pengendalian inflasi yang telah dan akan terus dilakukan. Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, pihaknya telah melakukan 6 (enam) kali kegiatan Pasar Murah, dan hingga akhir tahun akan dilakukan 20 (dua puluh) kali lagi guna melindungi warga dari dampak kenaikan harga-harga.

“Supaya dampaknya terasa masif, upaya pengendalian inflasi wajib dilakukan secara bersinergi, seperti halnya hari ini,” kata Ibnu Sina.

Pada kesempatan ini, pemko Banjarmasin juga mengapresiasi upaya BI dalam memantau aktivitas perekonomian dan dinamika harga lewat berbagai survei, serta mengajak responden BI untuk menjaga kualitas data dan informasi demi melahirkan kebijakan yang tepat dan akurat.

Penghargaan juga diberikan kepada responden terbaik BI, penyerahan undian berhadiah kepada pengunjung, penukaran uang Rupiah, serta dimeriahkan hiburan panggung rakyat.

Ke depan, sinergi kebijakan antara Pemerintah Daerah dengan BI melalui TPID dan GNPIP dalam mendorong ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, kestabilan harga, dan komunikasi efektif akan terus diperkuat untuk memastikan inflasi agar segera kembali ke sasaran yang ditetapkan. (RIW-BIKalsel/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.