Pemprov Kalsel Ciptakan Lapangan Kerja dan Bagikan 10.000 Bibit Cabe Untuk Kendalikan Inflasi di Banua

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan selatan (Kalsel) menggelar apel gerakan pengendalian inflasi Provinsi Kalimantan selatan. Apel ini dilaksanakan di Halaman Kantor Setda Provinsi Kalimantan Selatan, yang dipimpin langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pada Senin (24/10). Saat menjadi Inspektur Upacara, Gubernur Kalsel menyampaikan, untuk mengendalikan inflasi di Kalimantan Selatan Pemerintah Provinsi Kalimantan selatan akan menciptakan lapangan kerja untuk seluruh warga, sehingga pengendalian inflasi di daerah ini tidak hanya dilakukan jangka pendek, namun dalam jangka panjang. Selain menciptakan lapangan kerja, pihaknya juga akan membagikan 10.000 bibit cabe kepada masyarakat, dengan tujuan untuk membudidayakan dan menanam cabe di pekarangan masing-masing, sehingga dapat menjaga stabilitas harga cabe.

“Penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Kalsel untuk pengendalian inflasi yang tidak hanya dilakukan dalam jangka pendek, namun jangan menengah dan jangka panjang,” ucap orang yang akrab disapa Paman Birin.

Paman Birin menambahkan, Pemerintah Provinsi bersama seluruh stakeholder, akan terus memperkuat koordinasi, untuk membuat strategi kebijakan daerah presiden RI Joko Widodo, untuk mengendalikan inflasi. Salah satu cara untuk mengendalikan inflasi di Kalsel, Pemprov Kalsel telah menggelar pasar murah di 13 kabupaten/kota, yang berlangsung sejak September hingga Desember mendatang.

“Kita berharap kenaikan harga barang dan jasa seperti komoditas pangan dapat dikendalikan,” tutupnya.

Apresiasi hadiah kepada pemenang MTQ Nasional ke 22 dari Bank Kalsel dan Pemprov Kalsel

Untuk diketahui, pada apel pengendalian inflasi, Pemprov Kalsel membagikan ribuan bibit cabe dan tomat kepada seluruh jajaran SKPD lingkup Kalsel, hal ini bertujuan agar ASN dan tenaga kontrak di Pemprov Kalsel turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan inflasi dengan menanam cabe. (MRF/RDM/RH)

Gelar Enduro Banua Series 2, Paman Birin : Gali Potensi Olahraga Sepeda

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi-nya menggelar, Kejuaraan Enduro Series 2, di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Minggu (23/10). Dilepas langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah.

Dalam sambutannya Sahbirin Noor mengatakan, atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi, atas terselenggaranya, Pertandingan Enduro Banua Series 2 yang diselenggarakan oleh komunitas pesepeda banua dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur saat menyampaikan sambutan

“Melalui kegiatan ini, kita dapat terus menggali potensi yang ada di banua kita. salah satunya adalah potensi olahraga sepeda, yang memicu adrenalin,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin tersebut.

Menurut Paman Birin, banua ini dikaruniai alam yang luar biasa, yang dapat di gali dan dimanfaatkan potensinya, untuk berbagai kegiatan. Salah satu, lomba Enduro Banua Series 2 ini.

Menurutnya, Kawasan pegunungan di desa kiram memiliki potensi yang luar biasa. Selain memiliki potensi wisata alam, kawasan ini juga memiliki potensi untuk olahraga ekstrem maupun wisata olahraga.

“Para komunitas trail sudah membuktikannya, bahkan sukses menggelar berbagai event, termasuk even internasional yang menghadirkan rider terbaik di dunia,” ujarnya

Untuk itu, lanjutnya, dengan berbagai event yang diselenggarkan, selain sebagai wahana bagi para pecinta sepeda ekstrem secara tidak langsung juga dapat menggerakan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap event seperti ini terus terlaksana secara rutin, bahkan dapat menggelar event dengan skala internasional,” ucap Paman Birin. (DISPORAKALSEL-SRI/RDM/RH)

Antisipasi Adanya Kasus Gagal Ginjal Akut, Polres dan Dinkes Banjarbaru Lakukan Patroli ke Fasyankes

BANJARBARU – Dua bulan terakhir, Indonesia digemparkan dengan adanya peningkatan kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak usia 6 bulan-18 tahun. Hingga beberapa hari yang lalu, Pemerintah mengumumkan, gagal ginjal akut misterius di Indonesia sudah tercatat sebanyak 241 kasus, dimana 131 di antaranya meninggal dunia.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Polres Banjarbaru bersama Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru melaksananakan pengecekan dan patroli ke setiap penjuru fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Idaman.

Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru AKP Tajudin Noor mengatakan, Polres Banjarbaru telah mengerahkan ratusan Personelnya yang tersebar dari mulai tingkat Polres hingga Polsek jajaran guna mengecek serta mengedukasi masyarakat untuk menghindari penggunaan obat sirup sementara waktu.

“Total ada sebanyak 165 Personel yang kita libatkan dalam kegiatan ini, bersama-sama dengan Dinkes Kota Banjarbaru sebagai motor penggerak, kami melakukan pengecekan sekaligus imbauan ke Rumah Sakit (RS), Apotek, Toko Obat, Klinik dan praktek mandiri tenaga kesehatan yang ada di Banjarbaru,” ujarnya.

Upaya tersebut menurutnya, merupakan tindak lanjut imbauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang sebelumnya telah menginstruksikan agar menghentikan sementara penjualan obat dalam bentuk sirup dan drops kepada masyarakat. Bagi para tenaga kesehatan juga diminta tak lagi memberikan resep obat sirup kepada pasien.

“Kami bersama-sama turun melakukan edukasi dan pemantauan ke fasilitas pelayanan kesehatan yang masih mengedarkan obat sirup berbagai merek yang mengandung Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Gliko (EG) yang telah ditarik dari peredaran oleh BPOM,” ujar Tajudin.

Sebagai informasi, dari pengujian yang dilakukan terhadap 39 bets dari 26 sirup obat sampai dengan tanggal 19 Oktober 2022, ada 5 merek obat sirup yang dilarang dan ditarik perederannya oleh BPOM sebagai berikut :

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @ 60 ml.
2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @ 60 ml.
3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml.
4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.
5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

“Imbauan itu dilakukan di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di daerah hukum Polres Banjarbaru agar sementara tidak menjual maupun menggunakan obat sirup yang sudah diumumkan oleh BPOM tersebut,“ tuturnya.

Tajuddin juga melanjutkan, dari hasil pengecekan dan pembinaan ke fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Banjarbaru, pihaknya mendapati, sebagian dari fasilitas pelayanan kesehatan yang didatangi sudah memasang imbauan larangan penggunaan obat sirup dan sudah menyimpan ketersediaan obat tersebut.

“Kedepannya, Dinkes dan Polres Banjarbaru akan terus bersinergi melaksanakan pengawasan dan penertiban melalui tindakan Preemtif dan Preventif terhadap Rumah Sakit (RS), Apotek, Toko Obat, Klinik dan praktek mandiri tenaga kesehatan yang masih mengedarkan obat sirup yang mengandung DEG serta EG, kami juga turut mengimbau kepada orang tua agar lebih berhati-hati dan tidak sembarangan dalam memberikan obat kepada anak khususnya Balita terutama jenis sirup, pastikan obat yang diberikan sudah berdasarkan petunjuk serta resep dari dokter,” imbaunya. (POLRES.BJB-RDM/RH)

Soswasbang di Sampanahan, Yani Helmi Soroti Penggunaan Gadget Yang Berlebihan

KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menyoroti penggunaan sosial media yang secara berlebihan digunakan sebagai penyampaian informasi berasas kebohongan dan berdampak tumbuhnya tindak radikalisme di kalangan generasi muda.

“Nah dalam hal ini juga saya sampaikan melalui kegiatan Soswasbang dan semoga tidak mudah termakan hoax (berita bohong),” ujarnya usai menggelar Soswasbang di SMA Negeri 1 Sampanahan Kotabaru, Senin (24/10).

Peserta Didik SMA Negeri 1 Sampanahan saat mendengarkan materi Soswasbang

Menurut Paman Yani (sapaan akrbnya) penggunaan sosial media yang bijak harus diimbangi dengan pembekalan edukasi tepat agar dapat memilah, termasuk dampak baik dan buruknya pada era digital sekarang ini.

“Apabila tidak bisa menyaring secara baik maka informasi yang didapatkan juga bisa menyesatkan dan ujung-ujungnya menjerumuskan ke hal yang negatif, itu perlu diperhatikan. Bahkan, kita tidak mau terkena pidana seperti terjerat UUD ITE ini jelas merugikan mereka,” ungkapnya.

Hendaknya, menurutnya langkah ini harus benar-benar disaring secara baik oleh generasi muda termasuk bagaimana menyikapi adanya paham radikalisme yang secara waras dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Makanya, dengan keberadaan Soswasbang ini lah tentu sebagai perisai mereka agar NKRI tetap terjaga dengan baik. Serta, sebagai generasi muda harus mampu menjaga kesatuan termasuk di banua kita di Kalsel,” harap anggota legislatif dari Dapil VI Kotabaru dan Tanah Bumbu ini.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sampanahan Kotabaru, Suyata, mengucapkan terima kasih atas kedatangannya yang selain bersilaturahmi juga turut bersedia memberikan edukasi kepada peserta didiknya untuk secara penuh dapat menangkal keberadaan paham radikalisme.

“Saya sangat berterima kasih bahwa paman Yani mau bertandang kesini serta mau bersilaturahmi ke sekolah kami. Semoga ilmu yang diberikan tadi bermanfaat dan pengaplikasiannya mampu berjalan sesuai harapan kita semua,” paparnya.

Apalagi, dia mengharapkan, peserta didiknya yang kini telah melek terhadap gadget dan memahami betul sistem digitalisasi dapat secara penuh menggunakan untuk hal yang positif.

“Gunakanlah gadgetnya secara bijak dan tidak merugikan diri sendiri serta orang lain,” ucapnya. (RHS/RDM/RH)

Bank Indonesia Tambah Kas Keliling ke Daerah Terluar Kalsel

KOTABARU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan kembali membuka Layanan Kas Keliling Bersama (Kaliber) Perbankan di wilayah terluar bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Jika sebelumnya, Kaliber Kotabaru hadir di Desa Teluk Tamiyang, Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, maka pada Minggu (23/10) kegiatan Kaliber terus diperluas jangkauan penukaran uang di Kotabaru pada daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Tim SP PUR Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan Pimpinan Perbankan Cabang Kotabaru. Kegiatan Kaliber Kotabaru merupakan kerjasama Bank Indonesia dengan 7 (tujuh) bank yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, BSI, Bank Mega, BPD Kalsel dan Bank Danamon dalam konteks pendistribusian uang rupiah hingga ke pelosok negeri. Sekaligus untuk menjunjung kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang direpresentasikan ke dalam uang Rupiah agar dapat mencapai wilayah-wilayah terluar.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel menyampaikan terima kasih kepada Perbankan yang telah ikut serta mendukung kegiatan Kaliber Kotabaru.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kotabaru dalam layanan penukaran uang Rupiah hingga ke daerah terluar. Hal ini sejalan dengan tujuan pelaksanaan kegiatan Kaliber antara lain untuk memperluas jangkauan pemenuhan kebutuhan uang Rupiah, mempercepat penarikan uang lusuh (clean money policy) dan menyediakan uang Rupiah Layak Edar dalam jumlah dan pecahan yang cukup kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI melalui penggunaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah. Selain itu, dalam kesempatan ini juga dilakukan kegiatan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dan pengenalan uang kertas Tahun Emisi 2022 yang memiliki 3 (tiga) aspek penguatan yakni Lebih Indah, Tahan Lama dan Aman (INTAN).

Secara keseluruhan, acara berlangsung meriah. Terlihat masyarakat Kotabaru antusias hadir menukarkan uang dalam kegiatan ini, dengan sebanyak 500 orang berhasil melakukan penukaran uang. Masyarakat yang melakukan penukaran Uang Rupiah dalam kegiatan ini telah melakukan pemesanan melalui https://pintar.bi.go.id terlebih dahulu. Melalui pelaksanaan kegiatan Kaliber, masyarakat semakin mengenal Rupiah sebagai mata uang Republik Indonesia, sehingga tumbuh rasa Cinta Bangga dan Paham terhadap Rupiah. (BIKalsel-RIW/RDM/RH)

Lepas Tim Ekspedisi Seven Summit Indonesia ke Bukit, Wakil Walikota Banjarbaru : Jaga Adat Istiadat Masyarakat di Sana

BANJARBARU – Wakil Walikota Banjarbaru Wartono melepaskan tim ekspedisi Seven Summit Indonesia Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Piranha Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di depan kantor Balai Kota Banjarbaru, Jumat (21/10) pagi.

Wartono mengatakan, dalam setiap perjalanan apapun hendaknya berhati-hati demi menjaga keselamatan diri. Tak luput Ia mengingatkan soal adab dan adat istiadat selama berada di kampung halaman orang lain.

“Harapan kami buat adik-adik yang melakukan perjalanan ke Puncak Bukit Raya ini pulang pergi dengan selamat,” Harap Wartono kepada Mapala Piranha.

“Kami berpesan karena yang dituju daerah baru untuk bisa menghormati dan menjaga adat istiadat masyarakat disana,” ujar Wakil Walikota.

Sementara itu salah satu pembina sekaligus senior Mapala Piranha Edy Budiono menambahkan, sebagai senior Mapala Piranha tentunya kerap mendukung penuh dengan adanya kegiatan ini dan kegiatan apapun..

“Sangat senang ya, kami sebagai senior tentunya mendukung penuh kegiatan ini dan juga memotivasi para pendaki yang akan pergi serta tidak luput dari para pihak sponsorship, media partner yang telah mendukung,” terang Edy Budiono

Ia membenarkan, ekpedisi pendakian tujuh puncak tertinggi di Indonesia tidak sampai tahun ini saja, tapi berlanjut ke tahun depan yang kemungkinan besar akan digelar di Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat dan Gunung Semeru di Jawa Timur, Malang.

Dalam upacara keberangkatan tim ekspedisi Seven Summit Indonesia yang dilepas resmi oleh orang nomor 2 di Kota Idmana Banjarbaru ini, turut dihadiri oleh sejumlah anggota dan senior Mapala Piranha serta pihak kampus yang diwakili oleh Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan FPK ULM.

Pelepasan ditandai dengan penyerahan tas carrier dengan coverback berwarna orange oleh Wakil Walikota Banjarbaru Wartono kepada satu dari 5 orang tim ekpedisi yang berangkat, Edi Zulkarnain yang didampingi oleh Ketua Mapala Piranha Syaima Meliani. (RILIS-RDM/RH)

Bank Kalsel Raih Penghargaan Indonesia Finance Award 2022

BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali meraih prestasi membanggakan pada ajang Indonesia Finance Award V 2022 (IFA-V-2022). Pada ajang tersebut Bank Kalsel berhasil memperoleh predikat 2nd The Best Finance for “Regional Development Bank” Asset Rp15 trilyun – Rp20 trilyun. Ajang tersebut diselenggarakan Economic Review bekerjasama dengan Indonesia Asia Institute, Ideku Group dan Indonesia Leaders Foundation beserta Ketua dan Dewan Juri yang independen serta profesional di bidang Finance.

Penghargaan ini diperoleh Bank Kalsel atas kinerja keuangan perusahaan dari laporan keuangan tahunan per Desember 2021 yang telah diaudit dan dipublikasikan melalui laporan tahunan 2021 di website perusahaan, maupun data publik lainnya. Penghargaan tersebut diterima Suriadi selaku Kepala Divisi Seketaris Perusahaan Bank Kalsel, mewakili Direktur Utama Bank Kalsel secara daring via Zoom Meeting.

Dalam kesempatan tersebut, Suriadi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi yang diberikan oleh Economic Review kepada Bank Kalsel atas Penghargaan yang diraih dalam “INDONESIA FINANCE AWARD V 2022” (IFA-V-2022).

Menyikapi raihan tersebut, Suriadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pihak yang selama ini telah berkontribusi terhadap pencapaian positif ini.

“Mewakili manajemen dan seluruh insan Bank Kalsel, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya atas apresiasi yang diberikan Economic Review. Penghargaan ini sangat membanggakan bagi kami, di tengah situasi perekonomian nasional dan internasional yang tak menentu saat ini, Bank Kalsel mampu beradaptasi dan menunjukkan kinerja yang positif. Semua capaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh insan Bank Kalsel dan dukungan dari stakeholders, nasabah Bank Kalsel serta para pemegang saham,” ucap Suriadi.

Suriadi juga berharap, penghargaan ini menjadi stimulus perusahaan dan semakin memberikan sumbangsih pada perekonomian Indonesia khususnya Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RDM/RH)

Diskop UMKM Tenaga Kerja Banjarmasin Dorong Koperasi Baru

BANJARMASIN – Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, mendorong para pelaku UMKM mengajukan sebagai koperasi baru.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Isa Ansari, baru baru tadi menjelaskan, saat ini syarat pengajuan koperasi baru telah dipermudah yaitu minimal anggotanya sembilan orang, tidak seperti dahulu harus 20 orang, kemudian menyetujui simpanan wajib, simpanan pokok dan dana cadangan. Ia berharap dengan mulai banyak muncul pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah di kota ini, dapat mendaftarkan sebagai anggota baru koperasi.

“Ada empat jenis koperasi diantaranya koperasi konsumen, produsen serba usaha dan simpan pinjam,” ucapnya

Disampaikan Isa, masyarakat terutama pelaku UMKM harus mengetahui manfaat koperasi yaitu meningkatkan kehidupan ekonomi anggota koperasi dan masyarakat di sekitar, memajukan usaha, menambah permodalan dan membuat produk semakin dikenal secara luas, serta membantu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.

“Kami selalu beri dukungan bagi koperasi dalam bentuk pelatihan, pembekalan manajemen dan peningkatan usaha koperasi sebagai program prioritas setiap tahun,” jelasnya

Lebih lanjut Isa menambahkan, untuk data sementara ini, total koperasi di Kota Banjarmasin, ada sebanyak 520 koperasi, yang aktif 330 koperasi, sedangkan sisanya 190 koperasi sudah tidak aktif lagi. Namun dari 190 koperasi yang tidak aktif, masih bisa dipertahankan sebanyak 107 koperasi yaitu pihaknya berupaya melakukan pembinaan, agar tetap bertahan bisa bangkit kembali menjalankan usaha, seiring mulai melandai pandemi COVID-19.

“Bagi 83 koperasi yang tidak aktif sama sekali, sudah diajukan ke Kementerian Koperasi dan UMK RI untuk dibubarkan, karena baik kantor dan anggotanya tidak ada lagi,” tutup Isa. (NHF/RDM/RH)

Tiga Kabupaten Wakili Kalsel Pada Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional

BANJARMASIN – Tiga kabupaten di provinsi ini berhak mewakili Kalimantan Selatan, untuk mengikuti lomba masak serba ikan tingkat nasional di Sulawesi Tengah mendatang.

Ketua Tim Juri Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Agus Sasirangan, pada saat membacakan pengumuman pemenang, Kamis (20/10), mengatakan, untuk peserta yang berhak mengikuti lomba masak ikan tingkat nasional mewakili Provinsi Kalimantan Selatan, ada tiga kategori masing masing diwakili pemenang dari Kabupaten dan kota yang ada di provinsi ini.

Ketua Tim Juri Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Kalsel Agus Sasirangan

“Untuk kategori menu kudapan diwakili oleh Kotabaru, menu balita diwakili Tanah Bumbu, menu keluarga diwakili oleh Kabupaten Hulu Sungai Utara,” ungkapnya.

Ketiga kabupaten inilah yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan pada lomba masak serba ikan tingkat nasional pada bulan Nopember 2022 di Sulawesi Tengah mendatang.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono mengungkapkan, bahwa konsumsi ikan di Kalimantan Selatan diatas rata.

Kadis Kelautan dan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono

“Untuk konsumsi ikan di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sudah diatas rata rata konsumsi nasional,” ucapnya.

Rusdi menjelaskan, untuk konsumsi ikan di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 60 kilo perkapita per tahun per orang. Sedangkan, konsumsi ikan nasional sebesar 56 per kilo per kapita per orang tahun. (SRI/RDM/RH)

Samsat Batulicin Realisasikan 53,8 M Sejak Pemberlakuan Diskon dan Pembebasan Denda PKB

TANAH BUMBU – Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Batulicin telah mengumpulkan penerimaan sebesar Rp53,8 miliar lebih atau sekitar 83,84 persen. Realisasi ini dipicu setelah diberlakukannya program Pembebasan denda administrasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Antusias wajib pajak di UPPD Samsat Batulicin

Kepala UPPD Samsat Batulicin, Hairuraji, melalui Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB, Hariyadi, mengatakan seiring adanya program diskon yang diberlakukan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) melalui kebijakan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor membuat animo masyarakat terkait pembayaran meningkat.

Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB UPPD Samsat Batulicin, Hariyadi saat memantau kegiatan layanan kesamsatan

“Tercatat hingga 21 Oktober 2022, memang ada pergerakan yang cukup positif untuk penerimaan. Di samping itu pula, pendukungnya adanya pemberlakuan diskon atau lebih tepatnya pembebasan denda administrasi PKB tadi,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (21/10) siang.

Dibandingkan September lalu, ungkapnya, penerimaan pada Oktober 2022 cukup mengalami kemajuan. Apalagi hitungan hari diberlakukannya pembebasan denda administrasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) itu sontak membuat kantor induk UPPD Samsat Batulicin dipenuhi wajib pajak.

“Hingga sekarang masih ada saja yang datang. Tercatat dari September hingga Oktober ini terjadi peningkatan sebesar 7 persen kalau dihitung-hitung ada kenaikan sekitar Rp4,8 miliar dan ini selama penerapan diskon tadi,” bebernya.

Bahkan, penerapan diskon yang diberikan mulai dari 5 – 10 persen berakhir pada 24 Desember itu ternyata berlaku bagi wajib pajak yang membayar tepat waktu. Ditambah lagi, program relaksasi pembebasan denda administrasi (pemutihan) juga diberikan keringanan untuk yang menunggak.

“Nah, manfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya. Baik diskon atau pun pemutihan,” kata Hariyadi.

Sebelumnya, kata dia, UPPD Samsat Batulicin diberikan target setiap bulannya sebesar 4 – 5 miliar. Namun, dengan adanya program diskon dan pembebasan denda administrasi membuat penerimaan mereka naik secara drastis.

“Dari data yang diterima hari ini pendapatan UPPD Batulicin melalui PKB sudah mencapai Rp4,8 miliar sejak diberlakukannya program tersebut,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version