Disdikbud Kalsel Gelar SMAS

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Seniman Mengajar Anak Sekolah (SMAS) yang berlokasi di halaman SMKN 4 Banjarmasin, Rabu (20/7).

Suasana kegiatan SMAS yang juga digelar MPLS SMKN 4 Banjarmasin

Disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, program ini dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sebelumnya bernama Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Tahun 2022 dilanjutkan dengan nama Seniman Mengajar Anak Sekolah (SMAS). Tujuannya untuk menjadikan kalangan pelajar dapat semakin menanamkan rasa kecintaan dan wawasan lebih luas tentang karya seni.

Foto bersama Kabid Kebudayaan, Kasi Kesenian, Kepala Bidang SMK Disdikbud Kalsel, dan Kepala SMKN 4 Banjarmasin

“Program ini dari Disdikbud Kalsel melalui bidang kebudayaan seksi kesenian, bekerjasama dengan SMKN 4 Banjarmasin, ke depan kami upayakan semua sekolah,” ucapnya

Disampaikan Raudati, dengan adanya Seniman Mengajar Anak Sekolah ini, para siswa-siswi dapat menyerap ilmunya, sehingga tumbuh minat dan bakat di bidang seni, baik teater, tari dan lukis. Apalagi pembelajaran bidang seni, diberikan saat di luar jam pelajaran sekolah.

“Kesenian di Kalsel harus terus berkembang sebagai warisan budaya bagi regenerasi,” ucap Helda (sapaan akrabnya)

Ditambahkan Kepala Seksi Kesenian Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kalsel Sunjaya Adhiarso, dalam kegiatan SMAS ini, materi yang diberikan kepada kalangan pelajar, berupa pertunjukan kesenian khas Banjar yaitu seni teater Japin Carita, yang merupakan hasil kolaborasi para seniman dengan para peserta didik.

“Dengan SMAS ini dapat membangun siswa-siswi lebih berkarakter kreatif dan inovatif,” tutupnya

Untuk diketahui, program Seniman Mengajar Anak Sekolah ini, diapresiasi Kepala Bidang SMK Disdikbud Kalsel Syamsuri, Kepala SMKN 4 Syafrudin Noor dan seluruh Dewan Guru di SMKN 4 Banjarmasin. Kegiatan itu juga digelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2022 – 2023, diikuti ratusan pelajar, menampilkan band musik dari Jurusan Seni Musik di SMKN 4 Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

600 UMKM Asal Banua Siap Ramaikan GBBI Warna Warni Kalsel di Siring 0 Kilometer

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah pelaksanaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) pada Juli 2022, yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), selaku Campaign Manager, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan GBBI Juli 2022 ini, mengusung tema “Jelajahi Warna-Warni Kalimantan Selatan” dan diselenggarakan pada 22 sampai 24 Juli 2022, di Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

GBBI adalah Gerakan Nasional yang bertujuan agar masyarakat Indonesia mencintai dan menggunakan karya anak bangsa, utamanya produk atau jasa dari UMKM lokal, demi mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM termasuk industri kecil dan menengah.

“Adapun target yang ingin dicapai dari even GBBI di Banjarmasin ini, antara lain peningkatan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, termasuk Pelaku Ekonomi Kreatif yang masuk dalam ekosistem digital. Kita juga menginginkan adanya peningkatan jumlah penjualan atau transaksi pembelian produk lokal, peningkatan daya beli masyarakat, perluasan pasar, akses permodalan, pelatihan, pendataan, dan percepatan siklus ekonomi lokal melalui belanja produk lokal,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah saat media briefing GBBI Warna Warni Kalimantan Selatan, disalah satu restoran di Banjarmasin, pada Rabu (20/7).

Penyelenggaraan GBBI Warna Warni Kalimantan Selatan di kawasan Siring 0 Kilometer ini, memamerkan produk – produk UMKM unggulan Kalimantan Selatan, baik di bidang fesyen dan aksesoris, home decoration, dan makanan dan minuman.

“Setidaknya ada 600 UMKM binaan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Bank Indonesia, pemerintah provinsi Kalsel dan pemerintah 13 kabupaten/kota di Kalsel, yang akan mengikuti acara ini. Dimana 67 diantaranya akan memamerkan produknya di tenda utama, di halaman kantor Gubernur di kawasan yang sama,” ujar Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Erwin Dwiyana, yang juga hadir pada media briefing tersebut.

Selain pameran, acara yang berlangsung 3 hari tersebut, juga mengumpulkan para investor, yang dibungkus dalam kegiatan bincang santai. Kegiatan yang dinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan didukung oleh KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan ini, akan mengundang pejabat di tingkat Kementerian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Bank Indonesia serta pelaku usaha potensial investor di Kalimantan Selatan untuk membahas mengenai potensi investasi di Kalimantan Selatan, khususnya dalam kaitannya dengan upaya pengembangan UMKM.

Tidak lupa, acara ini juga menyajikan hiburan kepada masyarakat, mulai dari peragaan busana, hingga pertunjukan musik dari sejumlah artis ibukota. Yakni penyanyi Fathur pada 22 Juli 2022, grup band Repvblik pada 23 Juli 2022, dan Aria Dinata (Ex-Vokalis Samson) pada 24 Juli 2022.
(RIW/RDM/RH)

DWP Kalsel Peringati Hari Anak Nasional Bersama Dengan Anak Disabilitas

BANJARMASIN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel memperingati, Hari Anak Nasional 2022, di Gelanggang Remaja Olahraga (GOR) Hasanuddin HM, Rabu (20/7). Acara ini mengundang anak anak berkebutuhan khusus serta dihadiri Perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari 13 Kabupaten/Kota di Kalsel.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan Aminatus Alifah Roy Rijali Anwar mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dispora Kalimantan Selatan, serta Bank Kalsel, yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua DWP Kalsel Aminatus Alifah Roy Rijali Anwar

“Kami berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Pemprov Kalsel, Dispora Kalsel, serta Bank Kalsel,” ucapnya, kepada sejumlah wartawan.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan serta Hari Anak Nasional Tahun 2022.

“Pada saat ini kami mengundang anak anak berkebutuhan khusus, sebagai wujud cinta terhadap sesama, dan sebagai bentuk dukungan terhadap anak anak tersebut,” ucapnya.

Peringatan Hari Anak Nasional ini dihadiri seluruh perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari 13 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Di tempat yang sama, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gowes Sepeda, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, pihaknya kembali melaksanakan kegiatan gowes sepeda mingguan, namun untuk saat ini dilaksanakan bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan, dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional di Tahun 2022.

“Tujuan dari gowes sepeda ini untuk bersama sama berolahraga, dalam rangka menjaga kebugaran tubuh,” ucapnya.

Gowes sepeda ini juga diikuti oleh anak anak yang tergabung dalam SoIna Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Rakor Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi ASN

BANJARBARU – Bekerjasama dengan Satgaswil Kalsel Densus 88, Pemprov Kalsel menggelar rapat koordinasi (rakor) Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah provinsi di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, di Banjarbaru, Rabu (20/7) pagi.

Kepala Satgaswil Kalsel Densus 88, Surya Putra, saat memberikan materi tentang pencegahan Radikalisme dan Intoleransi

Melalui Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra, Nurul Fajar Desira, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menyampaikan, paham Radikalisme dan Intoleransi harus terus dilawan agar tidak tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bangsa.

Suasana rakor pencegahan Radikalisme dan Intoleransi bagi ASN lingku Pemprov Kalsel

Radikalisme dan Intoleransi menurutnya juga akan sangat mengganggu dan mengancam keamanan, ketertiban, menimbulkan rasa takut masyarakat secara luas serta mampu menimbulkan perpecahan dan permusuhan.

“Paham ini bisa muncul di berbagai lingkungan dan lapisan masyarakat tanpa kecuali di kalangan kita ASN,” ucapnya.

Di berbagai media pemberitaan disebutkan Fajar Desira, cukup sering tersiar ASN yang terpapar paham menyimpang tersebut. Oleh karena itu lanjutnya, pencegahan Radikalisme dan Intoleransi ini sangat perlu digaungkan, sebelum informasinya sudah tersebar luas.

“Mari kita galakkan anti propaganda, anti radikalisme, pada pendidikan formal dan keluarga,” serunya.

Disamping itu, ungkap Fajar Desira, peningkatan efektifitas, keterpaduan dan sinergi dalam pencegahan Radikalisme dan Intoleransi ini, melalui kewaspadaan dini yang melibatkan semua unsur atas semua lapisan masyarakat.

“Baik di tingkat provinsi, kabupaten kota, kecamatan, hingga kelurahan desa termasuk di lingkungan kita,” ungkapnya.

Kalsel sendiri beber Fajar Desira, bukan termasuk provinsi yang tinggi dalam tindak Radikalisme dan Intoleransi ini. Hal tersebut menurutnya, terlihat dari sejarah yang menujukkan warga Kalsel yang hidup secara heterogen, alias mampu berdampingan dengan suku, ras, dan agama yang berbeda.

“Kita bersyukur selama ini kita mampu hidup dengan tentram dan damai meskipun ada beberapa kasus yang belum masuk kategori mengancam,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Alumnus IAI Darussalam Martapura Keluhkan Ijazah Yang Belum Terbit, Ini Penjelasan WR Akademik

BANJAR – Alumnus Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Martapura masih dibuat gelisah, meski tercatat di dalam Forum Laporan Pendidikan Tinggi (Forlap Dikti) namun kenyataannya ijazah dari beberapa prodi belum juga diterbitkan.

Salah satunya, Hendra, alumni lulusan tahun 2020 -2021 yang hingga saat ini diakuinya belum mengetahui apakah ijazahnya sudah diterbitkan atau belum. Bahkan dirinya belum mengambil fisik ijazah dari institusi tersebut.

“Wisuda itu tahun 2021 artinya tertunda setahun karena COVID-19 setelah melandai baru bisa digelar dan kebetulan ijazahnya belum keluar. Tetapi, ada tidaknya sekarang belum tahu,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, Selasa (19/7) siang.

Hal senada juga disampaikan alumnus lain yang tidak mau disebutkan namanya, ia juga mengaku masih menunggu informasi terkait penerbitan ijazah.

“Sempat tidak bisa mendaftar untuk mengikuti seleksi CPNS,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik IAI Darussalam Martapura, Ahmad Fauzan Saleh saat dikonfirmasi mengakui, masih ada beberapa prodi yang tengah disibukkan dengan persiapan akreditasi. Namun setidaknya ada sekitar empat fakultas di perguruan tinggi tersebut telah menerbitkan ijazah untuk alumnus.

Wakil Rektor I Bidang Akademik IAI Darussalam Martapura, Ahmad Fauzan Hasan saat dikonfirmasi diruang kerjanya

“Seperti Ahwal Al Syakhsiyah, Syariah, PGRA dan PAI ini sudah tidak masalah dan ijazah telah diterbitkan silahkan bisa dicek diwebsite institusi kami. Untuk total ada enam prodi,” paparnya.

Bahkan, dirinya memastikan Forlap dikti alumnus yang sempat bermasalah akibat perpindahan status dari sekolah tinggi ke institut, telah berhasil tercatat dan terinput seluruhnya pada website tersebut.

“Memang perpindahan ini diakui sebagai problem nasional karena dari perubahan status dari STAI ke IAI itu tidak bisa instan bahkan masih banyak yang harus dibenarkan seperti nama mahasiswa beserta alumnusnya, tentu ini disesuaikan,” ucapnya.

Untuk memastikan keberadaan ijazah, dia mengungkapkan alumnus dapat mengunjungi website resmi Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Martapura dan bisa berkonsultasi langsung ke perguruan tinggi agama berstatus swasta yang berdiri di Kabupaten Banjar tersebut.

“Urusan alumni yang kesulitan melakukan legalisasi ijazah sekarang ini sudah dapat diakses secara online, karena sistem IT kan, dan semuanya sudah bisa dilihat,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version