Atlet Kalsel Siap Rebut Juara Pada Fornas di Sumsel dan Pesonas di Semarang

BANJARMASIN – Pemprov Kalsel melepas kontingen Kalsel pada festival olahraga rekreasi Nasional VI di Sumatera Selatan dan Pekan Special Olympic Nasional ke 1 Tahun 2022 di Semarang. Pelepasan tersebut dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalimantan Selatan Suparno, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, di Banjarmasin, Senin (27/6).

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Suparno mengatakan, keberangkatan kontingen Provinsi Kalimantan Selatan pada ajang Fornas ke Sumatera Selatan dan Pekan Special Olympic Nasional ke Semarang merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Keberangkatan para atlet ini sebagai bentuk dukungan Pemprov Kalsel, untuk peningkatan olahraga kreasi masyarakat di Banua ini,” ungkapnya.

Gubernur juga berharap, agar seluruh atlet yang berangkat ke Palembang dan Semarang dapat memberikan prestasi terbaik mereka untuk Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, 375 atlet kontingen Provinsi Kalsel siap merebut juara pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional VI di Sumatera Selatan dan 220 atlet ke Pekan Special Olympic Nasional ke 1 Tahun 2022 di Semarang.

Kadispora Kalsel Hermansyah saat memberikan sambutan

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini menargetkan, kepada seluruh atlet yang bertanding pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional di Sumatera Selatan dan Pekan Special Olympic Nasional di Semarang, agar dapat tampil dengan maksimal untuk menghasilkan prestasi juara,” ungkap Hermansyah.

Dengan mencapai hasil terbaik maka prestasi untuk Provinsi Kalimantan Selatan, akan semakin meningkat.

Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan, jumlah kontingen yang besar ini, nantinya dapat memberikan prestasi yang sebanding, untuk Banua ini.

“Pemprov Kalsel berharap para atlet dapat meraih prestasi terbaiknya,” ucapnya.

Sedangkan, atlet Airsoft Gun Kalimantan Selatan Alim mengatakan, saat ini pihaknya telah menjalani latihan rutin, baik secara teknis dan fisik. Maka, dengan begitu airsoft gun Provinsi Kalimantan Selatan siap merebut juara umum.

“Kami siap mempertahankan gelar juara umum seperti yang mereka peroleh, pada Fornas 2019 lalu. Pada Fornas di Palembang ini,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Pelatih Senam Asma Provinsi Kalimantan Selatan Fajar.

“Saat ini kami siap memberikan penampilan terbaik. Sehingga diharapkan dapat meraih medali emas. Seperti, yang ditargetkan oleh Ketua Yayasan Asma Provinsi Kalimantan Selatan Ibnu Sina,” ucapnya.

Alim dan Fajar meminta doa dan dukungan dari masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan, agar dapat memberikan prestasi terbaik. (SRI/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Serahkan 980 Eksemplar Buku ke Puspustakaan RSUD Ulin

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan menyerahkan sebanyak sembilan boks atau sekitar 980 eksemplar buku kepada perpustakaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Suasana Penyerahan Buku oleh Dispersip Kalsel ke RSUD Ulin Banjarmasin

Hal ini sebagai bentuk tindak lanjut dari permohonan pihak RSUD Ulin Banjarmasin tentang permintaan buku untuk layanan perpustakaan setempat kepada Dispersip Kalsel yang diajukan pada Desember 2021.

Penyerahan alih status penggunaan buku tersebut dilakukan oleh Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Kerja Sama Perpustakaan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar kepada Kepala Bidang Akutansi RSUD Ulin Banjarmasin, Faisal Rumarsi.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa memberikan 980 buku yang berkaitan dengan dunia medis yang mana bila ditotalkan senilai Rp97.241.474 juta,” kata Wildan usai penyerahan buku di RSUD Ulin Banjarmasin, Senin (27/6).

Wildan pun berharap dengan adanya alih status penggunaan buku ini dapat menambah bahan pustaka RSUD Ulin Banjarmasin, sehingga pelayanannya bisa lebih baik lagi.

“Kita harapkan fungsi perpustakaan disini bukan hanya sekedar untuk akreditasi saja, tapi juga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pegawai dan pengunjung yang ingin membaca buku sembari mengantar keluarganya berobat,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Akutansi RSUD Ulin Banjarmasin, Faisal Rumarsi menyambut baik dan berterima kasih atas gerak cepat dari Dispersip Kalsel yang telah menindaklanjuti permohonan yang diajukan oleh pihaknya tentang permintaan buku medis berkaitan dengan kesehatan, kedokteran, dan keperawatan.

Faisal juga menjelaskan bahwa keberadaan buku-buku yang diserahkan oleh Dispersip Kalsel ini sangat penting sekali, mengingat RSUD Ulin Banjarmasin saat ini juga berstatus sebagai rumah sakit pendidikan.

“Tentunya kami sangat memerlukan buku-buku yang berkaitan dengan medis tersebut, apalagi Rumah Sakit Ulin ini juga sebagai rumah sakit pendidikan, sehingga buku-buku ini sangat penting sekali untuk mengembangkan sumber daya manusia yang ada di RSUD Ulin,” tuturnya.

Selain diperuntukkan bagi pegawai dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di RSUD Ulin, Faisal berharap kedepannya perpustakaan RSUD Ulin ini juga bisa menjadi perpustakaan umum yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung yang datang.

“Untuk itu kami akan representatifkan ruang perpustakaan kami, sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan RSUD Ulin,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berencana untuk menyediakan pojok baca bagi pengunjung, hal ini sebagai bentuk dukungan RSUD Ulin terhadap program peningkatan literasi dan minta baca yang digalakan oleh Dispersip Kalsel.

“Karena pojok baca ini program dari Dispersip Kalsel, kami pun tentunya sangat mengharapkan juga ada di RSUD Ulin. Semoga hal ini bisa terealisasi dalam waktu cepat,” pungkasnya. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

PRSTS ‘Barakat Cangkal Bacari’ Kalsel Gelar Perpisahan Klien Pertama Tahun 2022

BANJARBARU – Setelah enam bulan menjalani masa pembinaan, sebanyak 67 orang klien angkatan pertama tahun 2022, Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat Cangkal Bacari binaan Dinas Sosial provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan perpisahan, di Aula PRSTS Barakat Cangkal Bagawi, Senin (27/6).

Kepala Dinas Sosial Kalsel Siti Nuryani saat melihat kerajinan hasil olahan Klien Panti

Seluruh klien yang terdiri dari 57 orang Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dan 10 orang laki-laki tuna sosial termasuk gelandangan dan pengemis dari seluruh kabupaten/kota di provinsi ini, telah menjalani pembinaan baik dari segi fisik, mental, maupun spiritual sejak Januari 2022 lalu.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Sosial Kalsel Siti Nuryani berharap, klien yang melaksanakan perpisahaan tersebut tetap melanjutkan hasil pelatihan dan pembinaan di PRSTS Barakat Cangkal Bacari, selain dilatih keterampilan, anak-anak panti juga diberika bimbingan keagamaan.

“Mereka harus tetap melanjutkan hasil pelatihan dan pembinaan di panti, sehingga diharapkan para anak-anak tidak melupakan bimbingan keagamaan , terutama sholat lima waktu dan kegiatan keagamaan lainnya,” harap Siti Nuryani.

Ditempat yang sama, Kepala PRSTS Barakat Cangka Bacari Kalsel Fathul Jannah mengatakan, selama masa pembinaan seluruh klien juga mendapatkan pelatihan keterampilan. Seperti tata boga, tata busana, tata rias dan otomotif.

Kepala PRSTS Barakat Cangka Bacari Kalsel Fathul Jannah

“Jadi mereka menjalani pelatihan dan pembinaan di panti selama empat bulan, lalu dua bulan berikutnya melaksanakan program magang dengan terjun langsung ke pelaku usaha yang telah bekerjasama dengan PRSTS BCB Kalsel,” ucap Fathul Jannah.

Fathul Jannah melanjutkan, klien yang menjalani pembinaan di PRSTS Barakat Cangkal Bacari Kalsel juga mendapatkan keterampilan tambahan. Seperti home industri pembuatan kain sasirangan, keterampilan air guci, sulam pita, bordir pakaian, komputer, dan olah vokal.

“Saya harap semua klien yang telah menjalani pembinaan dapat menunjukkan prestasi yang dapat dibanggakan, kami ingin seluruh klien kami dapat menjadi orang yang mandiri, terampil, berhasil dan sukses menjadi orang yang bermanfaat,” tutup Fathul Jannah.

Untuk diketahui, PRSTS Barakat Cangkal Bacari Kalsel juga akan melaksanakan pelatihan dan pembinaan kepada klien angkatan kedua di tahun ini, yang akan dimulai pada awal Juli hingga akhir Desember 2022. (MRF/RDM/RH)

Kendalikan PMK, Capaian Vaksin di Kalsel Sudah 75,55 Persen

BANJARBARU – Provinsi Kalimantan Selatan diklaim sudah mampu mengendalikan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak, di 3 kabupaten. Yakni di kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah dan Tanah Laut. Bahkan, kasus PMK di kabupaten Hulu Sungai Utara, berhasil ditekan menjadi 0 kasus.

Gubernur Kalsel (kanan) saat menerima secara simbolis bantuan vaksin PMK dari Kementrian Pertanian

Hal ini disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, saat memimpin apel siaga Pengendalian dan Penanganan PMK di Kalsel, pada Senin (27/6) di halaman kantor Setdaprov di Banjarbaru.

Meski begitu, dalam sambutannya Gubernur mengingatkan pihak terkait, untuk tetap waspada terhadap penyebaran wabah PMK ini. Terutama jelang perayaan Idul Adha, dimana permintaan hewan ternak untuk kurban meningkat.

“Kita harus pastikan seluruh ternak di Kalsel, sehat dan terbebas dari penyakit termasuk PMK. Namun saya juga meminta masyarakat untuk tidak takut mengonsumsi daging kurban, karena penyakit PMK tidak menular kepada manusia. Ternak yang sudah dinyatakan sembuh dari PMK, dagingnya aman untuk dikonsumsi,” jelas Gubernur dalam sambutannya.

Lebih lanjut Gubernur juga berterima kasih kepada Kementerian Pertanian, yang sudah mengalokasikan 4.200 dosis vaksin PMK tahap pertama untuk Kalsel. Gubernur berharap, ikhtiar pemberian vaksin ini, menjadi jalan bagi Kalsel untuk kembali berstatus bebas dari penyakit pada ternak, khususnya PMK.

“Provinsi Kalsel termasuk 19 provinsi di Indonesia, yang terkena wabah PMK ini. Sehingga Kementrian Pertanian memberikan alokasi vaksin untuk Kalsel. Pemberian vaksin ini, harus selesai pada 29 Juni 2022 nanti, di 12 kabupaten penerima. Sehingga ini semakin memperkuat keyakinan masyarakat, terkait keamanan dan kesehatan ternak, jelang Idul Adha tahun ini,” tutup Gubernur

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel Suparmi memastikan, sebanyak 3.173 ekor ternak khususnya sapi, sudah mendapatkan vaksin PMK di 12 kabupaten, terhitung sejak Sabtu (25/6) hingga Minggu (26/6). Jumlah ini setara dengan 75,55 persen dari alokasi 4.200 dosis vaksin PMK, yang dialokasikan Kementrian Pertanian untuk Kalsel pada tahap pertama ini.

“Insya Allah, pada 29 Juni 2022 nanti, 4.200 dosis vaksin itu sudah diberikan kepada ternak sehat di 12 kabupaten di Kalsel, kecuali kota Banjarmasin. Capaian 100 persen akan terwujud, seiring dengan selesaikan pemberian 900 dosis vaksin di kabupaten Tanah Laut, yang dimulai pada hari ini, Senin (27/6)”, jelas Suparmi kepada wartawan usai mengikuti apel siaga.

Pada kesempatan apel siaga ini, Gubernur Kalsel menerima secara simbolis bantuan vaksin PMK dari Kementrian Pertanian. Selanjutnya Gubernur juga melepas Tim Pengawas dan Pemeriksa Hewan Kurban Provinsi Kalsel, ke 13 kabupaten kota. Tim ini bertugas untuk memastikan, seluruh ternak kurban tahun ini dalam kondisi sehat dan bebas penyakit, termasuk PMK. (RIW/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Berharap, Masyarakat dan Instansi Bersinergi Hadapi Karhutla

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan mengharapkan seluruh anggota Masyarakat dan Instansi agar dapat menjalin kerjasama untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Harapan ini disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat membuka apel siaga menghadapi bencana asap akibat Karhutla tahun 2022 di Halaman Setdaprov Kalsel, Senin (27/6)

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

Dalam sambutannya saat memimpin apel siaga bencana asap akibat Karhutla 2022 Sahbirin Noor menyampaikan, pihaknya mengharapkan kepada semua pihak agar dapat berperan aktif dalam mencegah pemicu timbulnya karhutla, baik dengan cara penyuluhan, kampanye, sosialisasi, dan penegakan hukum. TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten/Kota, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pelaku usaha, kiranya mampu menyatukan kekuatan dan saling berkerja sama dan selalu berkoordinasi dalam penanganan karhutla.

“Dengan adanya kerjasama yang kuat dari segala pihak maka diharapkan ditahun 2022 ini tidak terdapat Karhutla yang menimpa wilayah Kalsel,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

Paman Birin menambahkan, bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan, dampaknya bukan hanya menimbulkan permasalahan lingkungan, tetapi juga mengakibatkan gangguan kesehatan, hambatan transportasi, serta kerusakan lingkungan.

“Ada lebih 1000 personil disiapkan dalam penanganan Karhutla Kalsel 2022.
Sementara di Kalsel sudah ada tiga kabupaten kota yang telah menerapkan status siaga bencana asap akibat Karhutla 2022, yaitu Tapin, Banjarbaru dan Batola,” ucap Paman Birin.

Sementara itu, Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Kalsel Sahruddin menyampaikan, apel siaga menghadapi bencana asap akibat Karhutla merupakan kesiapsiagaan Pemerintah Provinsi Kalsel dalam menangani bencana karhutla, dan merupakan rangkaian dari kegiatan haail rapat BNPB pada tanggal 6 April 2022.

“Sampai saat ini sudah ada tigakabupaten/kota yang ditetapkan berstatus siaga yakni Kabupaten Tapin, Barito Kuala dan Kota Banjarbaru. Kami masih masih menunggu daerah lain dalam menetapkan status siaga bencana,” ungkap Sahruddin.

Untuk diketahui, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah menepatkan status Kalsel dalam siaga Karhutla tahun 2022 per 15 Juni hingga 15 November 2022. Apel siap siaga juga diisi dengan penampilan atraksi pemadaman Karhutla oleh TRC BPBD, relawan serta TNI Polri. (MRF/RDM/RH)

Juara Duta GenRe 2022 : Turunkan Angka Stunting di Kalsel

BANJARMASIN – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Selatan, mengharapkan Juara Duta GenRe tahun 2022 ini, dapat menurunkan angka stunting di Kalsel.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Ramlan, pada Sabtu (25/6) malam menjelaskan, digelarnya pemilihan Duta GenRe Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2022 ini, sebagai upaya membantu penurunan angka stunting di Kalsel, karena di targetkan tahun 2024 mendatang, sebesar 24 persen. Mengingat stunting ini sangat merugikan, yaitu nanti tidak bisa bersaing, diantaranya dari segi pekerjaan, disebabkan gizi yang tidak terpenuhi, mulai dimasa pertumbuhan embrio sampai berusia dua tahun, yakni masa tumbuh kembang otak anak tersebut.

Foto : Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Ramlan

“Kami sangat apresiasi acara ini, dan meminta para Duta GenRe, akan segera mensosialisasikan ke kalangan remaja, mulai dari tidak menikah terlalu muda, menghindari perilaku seks pranikah, dan bantu turunkan stunting,” ucapnya

Disampaikan Ramlan, dengan canggihnya teknologi sekarang ini, tentu memudahkan para Duta GenRe, memberikan sosialisasi di media sosial, baik sebagai motivator, dan pelopor, sehingga membantu pemerintah menyiapkan generasi muda yang sehat, produktif dan berkualitas.

“Duta GenRe ini harus mampu memberi edukasi ke masyarakat, sebagai penyambung lidah dari BKKBN,” pintanya.

Sementara itu, salah satu pasangan Duta GenRe tahun 2022 yang terpilih sebagai juara pertama, Tajmila mewakili dari Kabupaten Banjar, menjelaskan, pihaknya akan meneruskan program sosialisasi bagi semua lapisan masyarakat terutama kalangan remaja, melalui tidak hanya berkomunikasi secara langsung, juga mengggunakan media sosial.

“Kita bersama finalis lain tetap jalin kerjasama memberi sosialisasi, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja, bahaya seks pranikah, dan menurunkan stunting di Kalsel,” tutupnya

Foto : Juara I Duta GenRe tahun 2022, Tajmila

Untuk diketahui, Grand Final Pemilihan Duta GenRe Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2022, dibuka secara resmi Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan Ramlan, digelar disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Sabtu (25/6) malam. Terpilih Juara pertama Duta GenRe pasangan Angga Eki dari Banjarbaru dan Tajmila dari Kabupaten Banjar, Juara kedua pasangan M. Fauzan dari Banjarmasin dan Melati Normaulidya Kabupaten Tabalong, dan Juara tiga diraih pasangan M Syarif dari Banjarmasin dan Marsyanda dari kota Banjarbaru. (NHF/RDM/SYA)

Exit mobile version