Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Perdana Gamelan Banjar

BANJARMASIN – Demi memperkenalkan kesenian Gamelan Banjar, Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar lomba di tahun 2022.

Salah satu lomba yang dibuka Taman Budaya Kalsel

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti, pada Senin (20/6) mengatakan, dalam program Ragam Pesona Budaya Banjar tahun 2022 ini telah dipilih lomba Gamelan Banjar, sebagai bentuk memperkenalkan kesenian asli bagi masyarakat secara luas, dan tentu dapat semakin meningkatkan kreativitas para seniman di banua.

“Lomba Gamelan Banjar ini, perdana digelar dan dibuka untuk umum,” ucapnya

Suharyanti menjelaskan, selain lomba Gamelan Banjar, pihaknya juga menggelar lomba Bakisah Bahasa Banjar dengan Tema Cerita Rakyat Kalimantan Selatan, dan Tari Pedalaman yang dibuka untuk kalangan pelajar SMA/sederajat. Dalam lomba Tari Pedalaman ini tujuannya agar mengetahui lebih spesifik tarian khas Dayak Kalsel. Sedangkan lomba Bakisah Bahasa Banjar, sebagai upaya meningkatkan inovasi dan kreatifnya bagi regenerasi.

“Para Juri untuk tiga lomba ini nanti, dalam memberikan penilaian masing-masing yang berkompeten di bidangnya,” jelas Yanti.

Lebih lanjut Yanti menambahkan, sejak lomba dibuka sejak 17 Mei – 17 Juni 2022 secara daring, kemudian diperpanjang hingga 17 Juli 2022. Ia berharap lomba ini dapat semakin meningkatkan kemajuan karya seni di Kalimantan Selatan.

“Peserta dapat mempersiapkan penampilan yang terbaik dari sekarang, sebelum digelar lomba,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Ribuan Warga Terdampak COVID-19, Dapat Paket Bantuan Dari Polda Kalsel

BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan mengadakan bakti sosial dan menyerahkan bantuan sosial, kepada warga yang ekonominya terkena dampak pandemi COVID-19.

Baksos dan Bansos tersebut, dilepas langsung Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto bertempat di Depan Gedung RTMC Dit Lantas Polda Kalsel, pada Senin (20/6).

Suasana baksos dan bansos Polda Kalsel

Kegiatan yang dihadiri Kapolda Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda dan Pejabat Utama Polda Kalsel ini mengusung tema “Polri yang Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh – Indonesia Tumbuh”.

Sebelum melepas bantuan kepada masyarakat, Irwasum Polri didampingi Kapolda Kalsel beserta Pejabat Utama Polda Kalsel lebih dahulu menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada perwakilan warga. Diantaranya Mustafa (Buruh), Rais (Tukang becak), Arbani (Tukang ojek), Maulana (Tukang parkir), dan Rikmi (Sopir).

Total sebanyak 1.725 paket bantuan dibagikan Polda Kalsel dengan sasaran penerima yakni tukang ojek, buruh, juru parkir, sopir, dan tukang becak. Selain itu, bantuan sosial ini juga dibagikan kepada PP Polri, Kaum Dhuafa, Panti Asuhan, keluarga korban COVID-19, dan anggota dan purnawirawan Polri yang sedang sakit.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan Bakti Sosial (Baksos) dan Bantuan Sosial (Bansos) ini digelar serentak se-Indonesia, dalam rangka memeringati Hari Bhayangkara ke-76 yang jatuh pada 1 Juli 2022 mendatang.

“Bantuan berupa paket sembako ini akan dibagikan secara door to door atau langsung ke rumah warga yang membutuhkan sebagai salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara ke-76. Semoga bantuan ini bermanfaat, khususnya bagi masyarakat penerimanya,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i.

Usai pelaksanaan pelepasan, Tim Distribusi Bansos, Kapolda Kalsel beserta Pejabat Utama Polda Kalsel dan Bhayangkari Daerah Kalsel mengikuti kegiatan video conference bersama Mabes Polri. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Komisi IV DPRD Kalsel Sampaikan Sejumlah Permasalahan di Daerah ke KEMENPAN-RB

BANJARMASIN – Komisi IV Dewan Perwakilan Rayat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN RB) Republik Indonesia di Jakarta, Jumat(17/6).

Suasana kunjungan Komisi IV DPRD Kalsel ke KEMENPAN-RB

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Abdul Hasib Salim menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi fokus pembahasan dari keresahan di daerah Kalsel dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, permasalahan yang dikemukakan antara lain, terkait rencana penghapusan tenaga honorer, gaji dan tunjangan CPNS dan PPPK, sistem outsourcing dan masalah bonus untuk atlet yang berprestasi.

“Pertemuan tadi saya rasa sangat efektif, efisien, dan sangat cair sekali. Kami mempertanyakan beberapa hal yang menjadi persoalan di daerah, baik dari lingkungan kementerian pendidikan, kesehatan serta juga pemuda dan olahraga,” ungkapnya, baru-baru tadi.

Hasib Salim juga sempat menyinggung terkait pembayaran honor bagi PPPK yang sampai saat ini belum terealisasi. Dalam pertemuan tersebut, ternyata diketahui bahwa ada mekanisme keuangan yang berbeda.

“Itu memang dana pusat, tapi melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Nah DAU ini kan alokasinya umum, mau ke mana itu kebijakan daerah. Di situlah yang terjadi lalu untuk alokasi khusus tenaga PPPK ini tidak terbayarkan karena dianggap tidak ada anggarannya secara khusus,” jelasnya.

Terkait permasalahan pemuda dan olahraga, Komisi IV DPRD Kalsel juga menyampaikan saran agar atlet-atlet yang mempunyai prestasi di bidang olahraga diharapkan mendapatkan semacam prioritas karena mereka membawa nama dan mengharumkan daerah.

“Kita sudah menyampaikan masukan-masukan bagaimana semestinya, dan yang diharapkan masyarakat terkait olahraga ini dan itu sudah menjadi catatan, mudah-mudahan terealisasi,” harapnya.

Untuk diketahui, rombongan Dewan Kalsel ini diterima oleh Pranata Humas pada Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik, Rangga Wisena. (NRH/RDM/RH)

Optimalisasi PAD, Komisi II DPRD Kalsel Kaji Banding ke BPKA DIY

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggali informasi terkait upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengunjungi Badan Pengelola Keuangan dan Aset di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (17/6).

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo mengatakan dalam pertemuan tersebut berlangsung diskusi tentang solusi-solusi khusus berupa kebijakan yang dapat meningkatkan PAD.

“Berbicara soal meningkatkan pendapatan daerah sudah barang tentu kami ingin menggali informasi sumber-sumber pendapatan daerah DIY,” kata Imam kepada wartawan, belum lama tadi.

Suasana Kunjungan Komisi II DPRD Kalsel ke BPKA DIY

Imam berharap dari hasil studi komparasi ini nantinya didapatkan solusi untuk meningkatkan PAD Kalsel diluar dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Untuk diketahui, rombongan Dewan Kalsel diterima oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) DIY dan Kabupaten Bantul, Gamal Suwantoro didampingi Kepala Sub Bidang Retribusi Daerah, P. Dewi Admaja.

Turut berhadir Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Iqbal Yudiannor beserta Anggota Komisi II DPRD Kalsel diantaranya Habib Musa Assegaf, Habib Ahmad Bahasyim, Iskandar Zulkarnain dan perwakilan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (Bakeuda) Kalsel. (NRH/RDM/RH)

PPDB Serentak di Kota Banjarmasin Dimulai

BANJARMASIN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Banjarmasin dimulai serentak pada Senin 20 Juni 2022.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi mengatakan, untuk pendaftaran siswa baru tingkat SD dan SMP Negeri mulai dilaksanakan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi

“Pada saat ini untuk pendaftaran peserta didik baru telah dimulai di Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Pendaftaran, lanjut Nuryadi, dilaksanakan secara online, namun untuk orang tua yang tidak paham mengenai pendaftaran secara online, maka bisa mendatangi sekolah yang dituju.

“Bagi orangtua yang tidak paham cara mendaftar online tersebut, maka bisa mendatangi sekolah,” ucapnya.

Selain sekolah, tambahnya, orangtua siswa pendaftar bisa juga ke Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

Menurut Nuryadi, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, membuka posko tempat pendaftar untuk bertanya dan mendapatkan bantuan dalam hal melakukan pendaftaran secara online tersebut.

“Begitu juga di sejumlah sekolah tersedia posko untuk orangtua mendapatkan bantuan dalam pendaftaran online tersebut,” tutur Nuryadi.

Sedangkan, lanjutnya, tingkat SMP Negeri saat ini dibuka untuk jalur prestasi dan afirmasi, yang juga dilakukan secara online.

“Untuk tingkat SMP Negeri pada dari Senin ini untuk pendaftar melalui jalur prestasi serta afirmasi,” ucap Nuryadi. (SRI/RDM/RH)

Hibahkan Alat Tangkap ke Nelayan, Paman Yani Apresiasi Gubernur Kalsel

KOTABARU – Keinginan nelayan di pesisir Kotabaru dan Tanah Bumbu, Kalsel, akhirnya terwujud. Puluhan lebih bantuan hibah alat bantu tangkap untuk perairan laut berhasil diserahkan.

Yani Helmi (berpeci)didampingi Kadislautkan Kalsel Rusdi Hartono (tengah) saat menyerahkan mesin kepada nelayan di Desa Saran Tiung Kotabaru.

Menanggapi itu Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi menyambut baik serta mengapresiasi adanya bantuan itu. Selain dapat meningkatkan taraf hidup nelayan, aspirasi yang selama ini diperjuangkannnya di gedung parlemen ditingkat provinsi ikut terwujud.

Yani Helmi saat memberikan sambutan kepada nelayan yang hadir di Kantor Desa Sarang Tiung Kotabaru

“Dengan adanya bantuan alat tangkap ini tentu yang kita harapkan adalah produktitas nelayan agar dapat terus bangkit sebagai penopang perekonomian mereka. Keberadaan alat ini tentu sangat menbantu mereka,” ujar Politisi Partai Golkar ini, Minggu (20/6) sore.

Dengan bantuan ini, harap paman Yani (sapaan akrab), mampu meningkatkan semangat para nelayan baik di Kotabaru dan Tanah Bumbu dalam melakukan aktivitas mencari ikan.

“Melalui bantuan Pemprov Kalsel yang jelas hal ini bukan awal atau diakhir dari permulaan tetapi akan terus berkelanjutan,” ungkap legislatif yang membidangi ekonomi dan keuangan itu.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono mengungkapkan bantuan alat untuk nelayan di dua daerah Kalsel yang disalurkan pihaknya itu merupakan wujud nyata kepedulian Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

“Ini adalah bentuk kepedulian serta perhatian paman Birin kepada nelayan pesisir. Yang mana, sebanyak sepuluh mesin telah diserahkan karena diketahui kelompok di Desa Sarang Tiung Kotabaru ini berjumlah 10 orang begitu juga di Kabupaten Tanah Bumbu,” bebernya.

Rusdi menyebutkan, sementara ini ada dua kelompok yang mendapatkan alat tangkap melalui hibah tersebut salah satunya di Desa Sarang Tiung, Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru.

“Yang jelas ini dapat dimanfaatkan oleh nelayan secara maksimal dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelasnya.

Tak sampai disitu, ia membeberkan bahwa akan ada lagi bantuan lainnya untuk nelayan yang berada di pesisir Kotabaru dan Tanah Bumbu.

“Nanti ada lagi bantuan Gillnet dan Trammel net itu juga diperuntukkan di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru,” ungkapnya.

Dilokasi yang sama Kepala Desa (Kades) Sarang Tiung Muhammad Yohanies mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Terlebih, aspirasinya sebagai perwakilan nelayan telah direalisasikan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui perjuangan anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi.

“Terutama kepada Gubernur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel serta paman Yani yang telah membantu nelayan pesisir dalam keberlangsungan memenuhi kebutuhan dengan harapan dapat bermanfaat serta berkelanjutan yang diprogramkan oleh Pemprov Kalsel,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Kedatangan Para Investor Mesir

BANJARBARU – Sejumlah pelaku usaha dan investor asal negara republik Arab Mesir, mendatangi Kantor Setdaprov Kalsel pada Senin (20/6), kedatangan para Investor yang didampingi Wakil Duta Besar Indonesia untuk Mesir Muhammad Aji Surya dan Atase Perdagangan KBRI Cairo Irman Adi Purwanto Moefthi ini, disambut langsung oleh Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, di Ruang Rapat H Maksid Setdaprov Kalsel.

Investor asal mesir (berjas hitam) saat berbincang bersama pelaku usaha dari Kalsel

Dalam sambutannya, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Mesir Muhammad Aji Surya menyampaikan, kedatangan pihaknya bersama para pelaku usaha dan Investor asal Negara Republik Arab Mesir, yakni untuk mengetahui cara mempererat hubungan antara Negara Mesir dan Indonesia, mempererat tali silaturrahmi ini tidak hanya dinikmati oleh para Investor Indonesia, namun juga Masyarakat Kalimantan Selatan. Perlu disampaikan juga, mayoritas Penduduk Negara Mesir sangatlah mirip dengan mayoritas penduduk Indonesia, dikarenakan makanan yang dikonsumsi penduduk Negara Mesir adalah Roti Gandum, namun sudah beralih menjadi pemakan Mie Instan, dan hal ini merupakan kemiripan dengan Masyarakat Indonesia.

“Kita ingin ada peningkatan perdagangan yang tidak hanya terfokus ke beberapa Daerah di Indonesia, jadi saya kira semua Wilayah Indonesia berhak menikmati perdagangan dengan Mesir, karena perdagangan dengan Mesir Cukup Menjanjikan,” ungkap Aji Surya.

Sementara itu, Roy Rizali Anwar menyampaikan, pihaknya mengucapkan terimakasih terhadap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Mesir, yang telah berdatang ke Provinsi Kalsel dengan membawa sejumlah Pelaku Usaha dan Investor asal Negara Mesir. Harapannya juga Kalsel sebagai gerbang Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kaltim, sehingga semua perdagangan, bisnis dan usaha akan dimulai di Provinsi Kalsel terlebih dahulu.

“Kami berharap dari Mesir bisa menginvestasikan sebesar-besarnya investasi di Kalsel, saat ini Bandara Syamsudin Noor sudah berstatus Bandara Internasional, dan akan kita coba apakah memungkinkan terdapat penerbangan dari Banjarmasin ke Mesir,” ungkap Roy Rizali.

Ditempat yang sama, Atase Perdagangan KBRI Cairo Irman Adi Purwanto Moefthi menyampaikan, saat mendengar paparan dari para pelaku usaha asal Kalsel, provinsi Kalsel sangat berpotensi untuk meng ekspor produk-produk pertanian dan perkebunan berupa Kopi, beras, dan teh, karena produk-produk tersebut sangat diminati oleh para penduduk mesir.

“Lainnya seperti kerajinan tangan, ada juga produk berkaitan dengan investasi lahan pertanian, semua sangat berpotensi di Kalsel,” tutup Irman Adi. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version