Buka Puasa Bersama Anggota dan Pengurus Kwarda Pramuka Kalsel, Ini Pesan Acil Odah

Banjarmasin – Ketua Kwartir Daerah Pramuka Kalsel Raudatul Jannah, berbuka puasa bersama pengurus dan anggota di Gedung Pramuka, Jumat (8/4).

Diikuti seluruh pengurus dan anggota Kwarda Pramuka Kalsel, buka puasa yang digagas Raudatul Jannah ini selain untuk menjalin silaturahmi antar anggota, juga bertujuan sebagai upaya salah satu syiar Islam dalam peningkatan iman dan ketakwaan pada Allah SWT.

“Alhamdulilah, hari ini kita bisa berkumpul bersama dan berbuka puasa. Semoga kegiatan ini, semakin menjalin tali silaturahmi, juga bisa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” ungkap istri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor ini.

Pun berbuka puasa bersama, Acil Odah, sapaan akrab Raudatul Jannah ini tetap mengingatkan kepada seluruh anggota dan pengurus untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Meski perkembangan penyebaran COVID-19 cenderung menurun, Acil Odah tetap mengingatkan kepada anggota dan pengurus untuk melengkapi vaksin COVID-19 hingga vaksin ketiga (booster).

Pada kesempatan silaturahmi dan berbuka puasa bersama itu, juga disampaikan tausyiah oleh Ustadz Sakrani Muhtar.

Ustadz Sakrani Muhtar menyampaikan kuatamaan bulan Ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah dan ampunan, dimana segala pahala dan amal ibadah dilipatgandakan.

Pada bulan Ramadhan ini, tak hanya sekadar ibadah wajib, ibadah sunah yang dilakukan memiliki manfaat yang baik dengan berbagai amalan dan keutamaan.

“Semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa menjalani dengan baik serta segala amal ibadah kita diterima Allah SWT,” kata Ustadz Sakrani Muhtar.

Kegiatan berbuka puasa itu juga diisi salat Magrib berjamaah dan diakhir acara semua anggota dan pengurus diberikan paket Ramadhan. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Di Kotabaru, Vaksinasi Bergerak Diserbu Warga

Kotabaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengupayakan capaian vaksinasi COVID-19 dosis kedua dan ketiga, guna meningkatkan kekebalan masyarakat.

Melalui Vaksinasi Bergerak yang dicanangkan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diharapkan dapat menjangkau seluruh penjuru Banua, termasuk di Kabupaten Kotabaru, Jumat pagi (8/4).

Bertempat di Pasar Ramadhan Limbur Raya Kotabaru, vaksinasi dosis pertama, kedua dan ketiga itu pun langsung diserbu warga.

Selain ingin divaksin agar kekebalan tubuh tercipta, warga juga antusias mendapatkan paket sembako dan takjil untuk berbuka puasa.

Pada Vaksinasi Bergerak di Kotabaru itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar hadir mewakili Gubernur Sahbirin Noor.

Roy yang hadir meninjau pelaksanaan vaksinasi mengatakan, Vaksinasi Bergerak ini merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat Banua dari COVID-19.

Roy mengatakan,  dengan gerakan ini pihaknya ingin mendorong dan memotivasi warga untuk melakukan vaksin ini hingga tuntas.

“Target sasaran kita vaksinasi kedua dan ketiga atau booster, Alhamdulillah informasinya vaksinasi kedua di Kotabaru sudah 69 persen, kemudian vaksin ketiga baru 7 persen ini akan terus kita tingkatkan,” kata Roy.

Sehari sebelumnya Vaksinasi Bergerak digelar di kota Banjarmasin dan Batola.

Roy berharap kekebalan kelompok semakin meningkat sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sedia kala dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru Said Akhmad mendukung Vaksinasi Bergerak, dalam rangka memutus penyebaran COVID-19 hingga pelosok.

“Program yang dicanangkan Paman Birin sangat berperan penting menekan  paparan COVID-19 hingga ke pelosok, terima kasih yang telah memberikan perhatian begitu besar kepada masyarakat Kotabaru,” ucapnya.

Disampaikanya, vaksinasi kali ini menargetkan 1.000 orang. Sedangkan untuk capaian vaksinasi pertama mencapai 94 persen, vaksinasi kedua 69 persen dan vaksinasi ketiga atau booster sudah 7 persen.

Salah satu penerima vaksin, Masniah mengucapkan terima kasih karena dapat melakukan vaksinasi. Dirinya mengaku sudah menjalani vaksinasi ketiga atau booster.

Perempuan 35 tahun ini berharap, ekonomi akan semakin pulih seiring meningkatnya kekebalan tubuh.

“Alhamdulilah, ulun sudah divaksin lengkap ketiga dan dapat sembako. Terima kasih Paman Birin,” ungkap Masniah dengan raut wajah gembira. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Kuatkan Ideologi, Yani Helmi Harapkan PMP Dapat Kembali Diterapkan di Satuan Pendidikan

TANAH BUMBU – Anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi memandang bahwa wawasan kebangsaan dan Ideologi Pancasila bisa kembali diaplikasi sebagai pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

 “Tahun 80 – 90an itu masih ada mata pelajarannya Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan sejarah bagaimana Indonesia bisa berdiri yang mana mengamalkannya bersama UUD 1945,” ujarnya usai menggelar
Sosialisasi Wawasan kebangsaan dan Ideologi Pancasila, di Kelurahan Gunung Tinggi, Batulicin, Tanah Bumbu, Jumat (8/4) sore.

Bisa diterapkannya ideologi Pancasila serta wawasannya di satuan pendidikan, menurut Wakil Ketua di Komisi II di DPRD Kalsel ini, merupakan bentuk marwah dalam menjaga kearifan lokal yang berdaulat dan bernegara di Indonesia.

“Ini penting, ketika melihat negara luar begitu hebatnya secara pembangunan baik dari politik dan ekonominya, tetapi, jangan sampai terlalu banyak mengadopsi budayanya dan itu tidak saya inginkan,” papar Politisi dari Fraksi Partai Golkar Kalsel.

Wakil Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kalsel itu juga menggambarkan soal kecintaan terhadap negara Indonesia yang tak hanya di dapatkan dari hasil sosialisasi melainkan bangku sekolah juga berperan penting dalam membentuk karakter.

“Karakternya ya kecintaan dalam membela negara kesatuan RI sehingga persatuan pun terjaga dengan baik terutama di Kalsel melalui mata pelajaran Wawasan Kebangsaan dan Ideiologi Pancasila yang dimasukkan secara ekslusif,” bebernya.

Selain itu, dirinya menyebut, kecintaan terhadap negara sudah tergambar sejak zaman penjajahan melalui pejuang kemerdekaan.

“Jadi generasi muda masih punya PR, apa itu, yaitu menjaga kesatuan dan persatuan sebagai bingkai NKRI yang berdaulat, cinta tanah air,” harap Paman Yani (sapaan akrab).

Sehingga, ia berharap, pembelajaran PMP sebagai landasan dan membentuk karakter Pancasila generasi muda yang kuat bisa dihidupkan kembali.

“Inilah yang selalu kita harapkan bersama. Supaya, kaum millenial di Kalimantan Selatan dapat terus memamahi karakter serta nilai-nilai ideologi pancasila sebagai wawasan bernegara,” pungkasnya. (RHS/RDM/APR)

Jaga Persatuan Bangsa di Tengah Konflik, Yani Helmi Minta Generasi Z Kalsel Jaga Kedaulatan Negara

TANAH BUMBU – Generasi muda Indonesia di Kalimantan Selatan dituntut sebagai agen pembawa perubahan dalam persatuan dan kesatuan. Konflik Rusia dan Ukraina kini menjadi gambaran bahwa menjaga kedaulatan negara adalah suatu kewajiban.

Disamping saat ini diterpa isu economic global akibat peperangan antar dua negara, harga minyak dunia pun diketahui juga mengalami kenaikan yang tak biasa alias melonjak secara dadakan. Sehingga, paham radikalisme dikhawatirkan mudah tumbuh berkembang.

Melalui kegiatan Sosialiasi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila, anggota DPRD Kalsel yang kini menjabat Wakil Ketua di Komisi II, Muhammad Yani Helmi, terus mengingatkan agar masyarakat, serta genarasi millenial tak mudah terprovokasi dan termakan isu yang belum tentu kebenarannya.

“Ditengah guncangan perekonomian saat ini yaitu naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti solar dan sebagainya serta peperangan di Ukraina dan Rusia belum kunjung usia. Akan tetapi, hal terpenting saat ini adalah menjaga persatuan,” ungkapnya usai menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila, di Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (8/4) sore.

Saat ini, menurut politisi dari fraksi Partai Golkar Kalsel, radikalisme masih dianggap sebagai musuh besar yang dapat memicu perpecahan.

Peserta yang mengikuti kegiatan Soswasbang, di Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (8/4) sore

“Saya inginkan benar-benar memahami tentang wawasan kebangsaan yang mengantisipasi terhadap adanya paham radikalisme yang menyusup melalui sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Mudahnya radikalisme masuk dan menyusup ke dalam pikiran akal sehat, Wakil Ketua FKPPI Kalsel ini, menyampaikan, hal tersebut tidak lepas dari kemajuan dalam penggunaan teknologi dunia maya atau jejaring media sosial.

“Kami mengharapkan masyarakat dapat bijak dalam penggunaan medsos, sehingga, tidak mudah terprovokasi yang membuat radikalisme muncul ke permukaan dan dapat menyebabkan perpecahan,” ungkap anggota legislatif di DPRD Provinsi Kalsel dari Dapil VI Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Dari puluhan warga yang mengikuti Sosialisasi wasbang dan Ideologi Pancasila, dia mengharapkan, tidak ada lagi perpecahan dikalangan generasi muda yang rentan konflik bahkan mudah terprovokasi.

“Tentu yang diinginkan generasi Z kita bisa menjaga diri serta keluarga hingga kerabat dan sahabatnya sebagai bangsa yang berdaulat, cinta terhadap banua ini, jangan sampai ada perpecahan lagi ciptakan lah kedamaian dan toleransi di Kalsel,” pungkasnya. (RHS/RDM/APR)

PEMKO BANJARMASIN SERAHKAN SK CPNS dan PPPK GURU TAHAP 1 DAN 2

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menyerahkan, Surat Keputusan (SK) Pengangkatan PPPK CPNS, PPPK Guru Tahap 1 dan PPPK Guru Tahap 2 dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.

Penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan tersebut berlangsung di Lobby Balaikota Banjarmasin, Jumat (8/4).

Penyerahan dilakukan langsung Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, serta Kepala BKD Diklat Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto.

“Penyerahan SK Pengangkatan CPNS, PPPK Guru tahap 1 dan PPPK Guru tahap 2 dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin ini, merupakan berkah Ramadhan,” ungkap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Ibnu mengatakan, SK PPPK tahap 1 dan tahap 2 yang diserahkan secara simbolis ini sebanyak 20, mereka yang hadir ini mewakili 951 yang diterima.

Sedangkan, lanjutnya, untuk SK CPNS yang diserahkan secara simbolis kepada 10 penerima. Mereka mewakili 149 CPNS yang diterima.

“Dengan diserahkan SK tersebut, maka Pemerintah Kota Banjarmasin telah memberikan kepastian status kepegawaian mereka tersebut,” ucapnya.

Foto bersama dengan penerima SK PPPK Guru di Kota Banjarmasin

Ibnu mengatakan, saat ini masih ada sisa guru honor yang belum terangkat menjadi PPPK Guru sebanyak 400 orang.

“Sehingga, akan adalagi pengangkatan PPPK tahap 3, saat ini tinggal menunggu formasi dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Dan, lanjut Ibnu, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap seluruhnya dapat terangkat sebagai PPPK.

Sementara itu, salah satu penerima SK PPPK Guru dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin Ratna Nugraheni mengatakan, pihaknya bersyukur telah menerima SK Pengangkatan PPPK Guru dari Pemerintah Kota Banjarmasin. Ini merupakan berkah Ramadhan bagi mereka.

“Namun kami masih sedih mengingat masih ada teman yang belum semuanya diangkat sebagai PPPK Guru, masih ada yang tersisa,” ucapnya.

Ratna berharap, Pemerintah melakukan pengangkatan kembali PPPK Guru, untuk sisa guru honor yang belum terangkat tersebut di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/APR)

DPRD Kalsel Siap Kolaborasi Guna Cegah dan Berantas Penyalahgunaan Narkotika di Banua

Banjarmasin – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pembahasan terkait implementasi Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2019 dan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 di Provinsi Kalsel, Kamis (7/4).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Abdullah Ismail Gedung B DPRD Kalsel dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel Muhammad Syaripuddin yang dihadiri Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalsel, Kanwil Kemenkumham Provinsi Kalsel, Dinas Kesehatan Kalsel, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalsel.

Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang solusi permasalahan penyalahgunaan narkoba di Kalsel yang kini sangat memprihatinkan. Mengingat saat ini, Kalsel tercatat berada di urutan 9 dari 34 provinsi di Indonesia sebagai pengguna narkoba.

“Ini harus jadi perhatian khusus. Kami dari komisi I, II, III, dan IV DPRD Provinsi Kalsel mencari formula agar bisa menurunkan peringkat penyalahgunaan narkoba. Ini kan sangat miris sekali di Kalsel, yang mana kita adalah daerah religius, tentunya harus bersama-sama,” kata Wakil Ketua DPRD Kalsel, M. Syaripuddin.

Menurutnya, dari pertemuan tersebut ada beberapa kesimpulan yang didapat, diantaranya memperkuat lembaga-lembaga dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang melakukan penanganan ini, baik dari segi struktur, anggaran, hingga sumber daya manusianya.

Sementara, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas menyampaikan pihaknya siap berkolaborasi dalam penyebarluasan atau penyampaian informasi terkait Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan memanfaatkan kegiatan seperti Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang).

“Kami dari DPRD memiliki kegiatan yang bisa sinkron dengan rencana P4GN, kami informasikan bahwa anggota DPRD Provinsi Kalsel setiap bulan ada melaksanakan sosialisasi terkait Peraturan Daerah (Perda). Ini bisa kita manfaatkan terhadap informasi bahaya narkotika. Kita ada 55 orang anggota. Dalam setiap sosialisasi yang kita lakukan, audiens yang hadir sekitar 50 orang perkegiatan, jika dikalikan dengan jumlah anggota, berarti ada sekian orang yang bisa kita suluh tentang bahaya narkotika,” jelasnya. (NRH/RDM/APR)

FKUB Kalsel Apresiasi Raperda Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Beragama

Banjarmasin – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi positif terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Beragama yang merupakan inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel. Hal itu disampaikan Ketua FKUB Kalsel, Iham Masykuri Hamdi kepada wartawan, usai mengikuti rapat pembahasan Raperda tersebut di ruang Komisi I DPRD Kalsel, Kamis (7/4). Pasalnya, menurutnya, perspektif penyusunan Raperda ini tidak hanya saat ini, tapi juga di masa mendatang.

“Kalau selama ini kita melihat bahwa posisi kehidupan beragama kita cukup bagus. Walaupun kita juga harus mengakui gesekan-gesekan kecil pada akar rumput masih ada. Ditambah lagi, Kalsel sebagai pintu gerbang Ibukota Negara dimana orang-orang yang datang bukan hanya potensi ekonomi tetapi juga membawa pemikiran ideologi. Hal ini semua harus diantisipasi sehingga ke depan kehidupan beragama dan bermasyarakat tetap harmonis dan damai dengan adanya Perda ini,” jelasnya.

Ilham menyarankan agar dalam Raperda tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat itu dapat mengakomodir mengenai bagaimana menyiapkan sumber daya manusia, cara pandang serta menghidupkan kembali kearifan lokal yang ada di masyarakat.

Sementara, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda tersebut, Haryanto mengharapkan, melalui Raperda tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat ini, ke depan agar kerukunan umat beragama di Kalsel lebih baik lagi. Pasalnya, dari hasil survey Indeks Kerukunan Umat Beragama di Kalsel masih kurang menggembirakan. Namun situasi dan kondisi di permukaan kerukunan kehidupan beragama tampak aman-aman saja.

“Survey yang dirilis dari Kemendagri tahun 2021 lalu menyebutkan Indeks Kerukunan Umat Beragama kalsel berada di urutan 24 secara nasional dengan nilai 72,51 dengan kategori cukup,” tuturnya.

Haryanto mengungkapkan banyak masukan yang didapatkan dalam rapat pembahasan Raperda tersebut, sehingga diharapkan Raperda ini nantinya dapat lebih mewakili aspirasi terhadap pembinaan stakeholder terutama yang terkait dengan kerukunan beragama. Selain itu, dengan adanya Perda ini nantinya, Indeks Kerukunan Umat Beragama di Kalsel bisa lebih meningkat.

Sedangkan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel yang diwakili Kepala Sub Bidang Ketahanan Seni Budaya yang juga menangani kerukunan umat beragama, pencegahan narkoba dan seni budaya, Grace A Manggalik menyampaikan selain pemberian hibah ke FKUB, pihaknya juga melaksanakan rapat koordinasi antar FKUB se Kalsel dalam rangka pembinaan kerukunan umat beragama di Kalsel.

“Tahun ini, pemberian hibah ke FKUB sekitar Rp450 juta untuk pertemuan maupun penyuluhan terkait toleransi beragama. Meskipun sebagian besar sudah diambilalih oleh FKUB, tapi kami juga masih melaksanakan rakor antar FKUB di Kalsel dengan mengundang Kabupaten/Kota untuk dapat hadir dalam pertemuan tersebut. Kemudian mereka melaporkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan kami evaluasi,” pungkasnya. (NRH/RDM/APR)

LEGISLATIF DUKUNG LAPANGAN SEPAK BOLA DI BANJARMASIN BARAT

BANJARMASIN – Kalangan legislatif mendukung dilakukan pembangunan lapangan sepak bola di Kecamatan Banjarmasin Barat.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Arufah Arif, kepada wartawan pada Rabu (6/4), dari lima Kecamatan hanya di Banjarmasin Barat yang tidak memiliki lapangan sepak bola, padahal sangat penting untuk meningkatkan prestasi olahraga terutama bagi kalangan millenial.

“Hasil rapat tim banggar tahun ini telah dianggarkan sebesar Rp15 miliar, untuk pembebasan lahan dan pembanguan,” ucapnya

Arufah menjelaskan, untuk lokasinya direncanakan dekat polsek Banjarmasin Barat Kelurahan Pelambuan, ia berharap
dapat menjadikan kalangan millenial akan semakin gemar berolahraga dan mencetak pemain bola baik di Kalsel hingga bisa mencapai ke tingkat Nasional.

“Kita ingin generasi muda terus memberi prestasi tidak hanya dalam teknologi, juga olahraga sepak bola,” pintanya

Lebih lanjut Arufah menambahkan, dengan adanya lapangan sepak bola, tidak hanya bermanfaat untuk olahraga, namun juga untuk perkembangan ekonomi dan menjadi perekat persatuan dan kesatuan dalam bermasyarakat.

“Lapangan sepak bola itu bisa multifungsi, yaitu dapat digunakan kegiatan olahraga lain seperti senam, dan lari,” tutup Arufah. (NHF/RDM/APR)

Lanjut Ke Batola, Paman Birin Tinjau Vaksinasi Bergerak Di Berangas

Barito Kuala– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pemerintah kabupaten/kota dalam mempercepat pencapaian target sasaran vaksinasi tahap dua hingga booster.

Dukungan ini diberikan melalui Vaksinasi Bergerak yang digelar Pemprov Kalsel di sejumlah lokasi seperti yang dilaksanakan di UPT Puskesmas Rawat Inap Berangas, di Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala pada Kamis (7/4).

Vaksinasi dipantau langsung Gubernur H Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi plt Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Sukamto dan turut dihadiri Bupati Batola Noormiliyani AS, beserta camat dan lurah setempat.

Vaksinasi Bergerak merupakan salah satu upaya pemerintah Provinsi Kalsel dalam meningkatkan angka vaksinasi di Kalsel.

Warga yang mendapat suntikan vaksin, juga diberi bantuan paket sembako.

Kepada masyarakat, Paman Birin menyampaikan, vaksinasi yang dilakukan penting untuk mendapatkan kekebalan tubuh (herd immunity) yang berdampak pada kekebalan kelompok.

Meskipun keberadaan COVID-19 yang terjadi  dua tahun terakhir tidak terlalu merisaukan masyarakat, namun kewaspadaan tetap selalu dijaga melalui penerapan protokol kesehatan.

“Jangan takut COVID-19, mari kita lawan bersama,” seru Paman Birin.

Sementara itu, Bupati Batola Noormiliyani mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan program Vaksinasi Bergerak yang digulirkan Paman Birin dan jajarannya.

Batola yang memiliki angka sasaran sekitar 244.779 orang ini ujarnya, diberi target capaian vaksinasi tahap 2 sebesar 70 persen hingga akhir April ini.

“Kurang 9 persen atau 24 ribuan sasaran yang masih harus kita capai,” ujarnya sembari menyampaikan terima kasih kepada Paman Birin.

Pada kesempatan ini, petugas medis menyiapkan 800 dosis vaksin yang diberikan kepada warga mulai pagi hingga sore.

Paman Birin juga menyerahkan bantuan keagamaan untuk Mesjid Raudatul Jannah di Kecamatan Alalak senilai Rp150 juta, Mesjid Hidayatus Muhtadin di Kecamatan Belawang Rp50 juta dan Langgar Nurul Taqwa Sungai Limbah Alalak Rp34 juta.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Sukamto menambahkan, saat ini capaian vaksinasi dosis kedua di Kalsel sudah 69 persen. Sehingga target 70 persen sebelum lebaran ini, dipastikan terlampaui. Apalagi saat ini, program Vaksinasi Bergerak terus berlangsung.

“Karena semangat Pak Gubernur untuk terus meningkatkan vaksinasi di atas 70 persen,” ujarnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

BI Kalsel Siapkan Uang Tunai 2,5 Trilyun Rupiah, Catat Jadwal Penukarannya

Banjarmasin – Demi memenuhi kebutuhan masyarakat Banua menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1443 Hijriah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalsel menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,5 trilyun atau meningkat sebesar 15% dibanding tahun 2021.

Langkah tersebut juga dilakukan, seiring momentum pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut, serta mengantisipasi peningkatan transaksi masyarakat sejalan dengan pandemi yang mulai terkendali.

“Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan peningkatan aktivitas masyarakat saat Ramadhan dan Idul Fitri diperkirakan meningkatkan aktivitas ekonomi dan pembayaran. Makanya untuk tahun 2022 ini kita sediakan uang tunai hingga mencapai 2,5 trilyun,” jelas Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel, Imam Subarkah, dalam siaran persnya.

Selain menyiapkan uang tunai, pihaknya juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran non tunai seperti digital banking, uang elektronik dan QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang dapat meminimalisir kontak fisik dalam bertransaksi.

“Kami juga senantiasa berkoordinasi dengan perbankan dan lembaga terkait untuk memberikan layanan sistem pembayaran tunai dan non tunai guna mendukung kelancaran transaksi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri,” tambahnya.

Layanan penukaran uang Rupiah pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, dilakukan mulai 4 sampai 29 April 2022. Kegiatan tersebut tersebar di 198 titik layanan penukaran (168 titik layanan bank umum dan 30 titik layanan BPR) yang tersebar di seluruh wilayah kerja KPwBI Provinsi Kalsel atau bertambah 20 persen dari tahun lalu.

Sementara penukaran uang di mobil kas keliling KPwBI Provinsi Kalsel, dapat dilakukan pada 5, 11, 12, 18, 19, 25 dan 26 April 2022 di Lapangan Kamboja Banjarmasin. Penukaran uang melalui kas keliling kembali hadir setelah vakum 2 (dua) tahun akibat pandemi.

“Guna menghindari kerumunan, masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) sebelum hadir ke lokasi kas keliling,” timpalnya.

Dalam kesempatan ini pihaknya juga mengajak masyarakat untuk berperilaku belanja bijak sesuai kebutuhan, berhemat dan merawat Rupiah guna mendorong kesadaran masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga dan Paham Rupiah.

“Cinta Rupiah dapat dilakukan dengan mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah, merawat Rupiah serta menjaga Rupiah. Bangga Rupiah dengan memahami bahwa Rupiah adalah merupakan simbol kedaulatan negara, alat pembayaran yang sah dan alat pemersatu Bangsa. Sedangkan Paham Rupiah dilakukan dengan mengenal fungsi Rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian yaitu bertransaksi, berbelanja serta berhemat,” pungkasnya. (HumasKPwBI/RIW/RDM/APR)

Exit mobile version