11 Agustus 2022

Jaga Persatuan Bangsa di Tengah Konflik, Yani Helmi Minta Generasi Z Kalsel Jaga Kedaulatan Negara

2 min read

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, M. Yani Helmi saat menyampaikan materi Soswasbang

TANAH BUMBU – Generasi muda Indonesia di Kalimantan Selatan dituntut sebagai agen pembawa perubahan dalam persatuan dan kesatuan. Konflik Rusia dan Ukraina kini menjadi gambaran bahwa menjaga kedaulatan negara adalah suatu kewajiban.

Disamping saat ini diterpa isu economic global akibat peperangan antar dua negara, harga minyak dunia pun diketahui juga mengalami kenaikan yang tak biasa alias melonjak secara dadakan. Sehingga, paham radikalisme dikhawatirkan mudah tumbuh berkembang.

Melalui kegiatan Sosialiasi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila, anggota DPRD Kalsel yang kini menjabat Wakil Ketua di Komisi II, Muhammad Yani Helmi, terus mengingatkan agar masyarakat, serta genarasi millenial tak mudah terprovokasi dan termakan isu yang belum tentu kebenarannya.

“Ditengah guncangan perekonomian saat ini yaitu naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti solar dan sebagainya serta peperangan di Ukraina dan Rusia belum kunjung usia. Akan tetapi, hal terpenting saat ini adalah menjaga persatuan,” ungkapnya usai menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila, di Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (8/4) sore.

Saat ini, menurut politisi dari fraksi Partai Golkar Kalsel, radikalisme masih dianggap sebagai musuh besar yang dapat memicu perpecahan.

Peserta yang mengikuti kegiatan Soswasbang, di Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (8/4) sore

“Saya inginkan benar-benar memahami tentang wawasan kebangsaan yang mengantisipasi terhadap adanya paham radikalisme yang menyusup melalui sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Mudahnya radikalisme masuk dan menyusup ke dalam pikiran akal sehat, Wakil Ketua FKPPI Kalsel ini, menyampaikan, hal tersebut tidak lepas dari kemajuan dalam penggunaan teknologi dunia maya atau jejaring media sosial.

“Kami mengharapkan masyarakat dapat bijak dalam penggunaan medsos, sehingga, tidak mudah terprovokasi yang membuat radikalisme muncul ke permukaan dan dapat menyebabkan perpecahan,” ungkap anggota legislatif di DPRD Provinsi Kalsel dari Dapil VI Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Dari puluhan warga yang mengikuti Sosialisasi wasbang dan Ideologi Pancasila, dia mengharapkan, tidak ada lagi perpecahan dikalangan generasi muda yang rentan konflik bahkan mudah terprovokasi.

“Tentu yang diinginkan generasi Z kita bisa menjaga diri serta keluarga hingga kerabat dan sahabatnya sebagai bangsa yang berdaulat, cinta terhadap banua ini, jangan sampai ada perpecahan lagi ciptakan lah kedamaian dan toleransi di Kalsel,” pungkasnya. (RHS/RDM/APR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

yd Project. | Newsphere by AF themes.