18 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Optimis Diakui UNESCO, Geopark Meratus Usung Tema Hamparan Oviolit Tertua di Indonesia

1 min read

Kepala Bappeda prov Kalsel, Nurul Fajar Desira

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel optimis Geopark Meratus bakal diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) oleh UNESCO. Hal tersebut didasari asal usul dari pegunungan Meratus, berupa bebatuan Oviolit yang diperkirakan berusia 200 juta tahun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira, mengatakan, bebatuan di Geopark Meratus, bahkan lebih tua dibandingkan bebatuan di kawasan Gunung Sewu di Pulau Jawa yang telah lebih dulu diakui sebagai UGG.

“Bebatuan di Geopark Meratus hasil kejadian 200 juta tahun lalu, jenis batunya Oviolit makanya temanya adalah Hamparan Oviolit Tertua di Indonesia,” terangnya.

Tak hanya itu, Geopark Meratus juga memiliki keunikan lain. Yaitu terdapatnya bebatuan yang ditumbuhi hutan hujan (Rain Forest), atau yang lebih sering disebut bebatuan Serpentinit.

“Serpentinit hanya ada tiga di dunia yaitu di Geopark Meratus, Pegunungan Jaya Wijaya Papua dan Pegunungan Himalaya Nepal,” terangnya lagi.

Fajar mengungkapkan, terdapat lebih dari 70 Geosite yang ada di Geopark Meratus. Namun pada tahap pertama di tahun depan, hanya 5 Geosite yang akan diajukan.

“Kita sudah membuat dokumen rinci dan pengelolaan dengan baik oleh masyarakat serta bisa menjelaskan sejarah kejadian Geosite tersebut,” ungkapnya.

Tujuan pengembangan Geopark Meratus sebagai UGG, bebernya, adalah untuk menyelamatkan pegunungan Meratus dari pemanfaatan secara ekonomi tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

“Selain itu akan bernilai edukasi bagi khususnya generasi muda sekaligus jadi lokasi penelitian, kita beruntung punya keunikan Geopark Meratus yang bisa kita ceritakan,” pungkasnya. (TR21-01/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.