Paman Birin Dorong Prestasi Panahan Banua

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terus dorong kemajuan olahraga memanah di Banua. 

Paman Birin ingin, cabor panahan Banua dapat berbicara lebih banyak di kancah nasional maupun dunia.

Gubernur Kalsel berfoto bersama peserta Turnamen Panahan Tradisional

Untuk itu, Paman Birin meminta kepada pengurus Perdana Kalsel untuk menjaring  atlet-atlet panahan yang berbakat.

“Saya minta kepada pengurus Perdana Kalsel untuk menjaring  atlet-atlet panahan yang berbakat, lakukan pembinaan yang sebaik-baiknya, sehingga dapat bersaing di berbagai kejuaraan,” sebut Paman Birin saat menghadiri Turnamen Panahan Tradisional, di Halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel, pada Minggu (21/11) pagi.

Menurut Paman Birin, untuk menuai prestasi bukanlah sesuatu yang mustahil, jika kerja keras, kesungguhan dan perjuangan pantang menyerah tertanam dalam diri.

Menurutnya, sebuah hasil atau prestasi yang besar, selalu dimulai dari pembinaan dan kompetisi yang berjenjang serta kerja keras dan disiplin dari para atlet itu sendiri.

“Saya yakin, pengurus Perdana Kalsel sudah sangat memahami pentingnya pembinaan untuk meraih dan meningkatkan prestasi,” katanya.

Disampaikan Paman Birin, saat ini olahraga memanah mulai banyak diminati masyarakat.

“Saya melihat banyak klub atau perkumpulan masyarakat yang menggelar latihan olahraga memanah, sekarang dan ke depan olahraga memanah memiliki progres yang sangat baik,” katanya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Barito Kuala; Literasi Digital itu Mudah dan Menyenangkan

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021”. untuk wilayah Kabupaten Barito Kuala, di buka oleh Hj. Noormiliyani, A.S., S.H. – Bupati Barito Kuala dan di moderatori Dika Putra Wijaya. Sabtu (20/11) siang.

Menghadirkan narasumber Muhammad Alviansyah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Dr. Irwansyah, S.Sos., M.Si,  Dosen FISIP Univ. Lambung Mangkurat. Ica Lisnawati, Ns., M.Kep.Dosen Univ. Muhammadiyah Banjarmasin

Cukup menarik apa yang di sampaikan Key opinion leader Jihan Novitasari – News Presenter & Producer TV, yakni berbahasa yang baik dan benar didunia digital yang merupakan bahan utama untuk berselancar di internet, dan cerminan diri sendiri.

” Bahasa yang kita gunakan dengan baik belum tentu benar lo bagi orang lain, karena harus disesuaikan dengan situasi dan keadaannya,” ujarnya.

Ada yang harus diperhatikan dalam berbahasa, yakni etika, tata krama, filter diri sendiri, relevan dengan konten yang ada dan menghindari jerat hukum.

” Kita sadari bersama saat ini penggunaan bahasa banyak yang kacau, orang-orang ngomong kasar, ini menjadi trend dan teman-teman beberapa kali melihat di internet,” ungkapnya.

Dijalaskannya, bahwa bahasa yang digunakan di media sosial ada 4 macam, antara lain, bahasa formal, informal, bahasa daerah dan bahasa gaul.

” Bahasa gaul boleh-boleh saja, tapi harus beretika, kalau kita mengajak ya ajaklah dengan bahasa yang relevan sesuai konten, agar terhindar jerat hukum,” ujarnya lagi.

Banyak saat ini yang menggunakan bahasa gaul untuk meniru orang lain, sehingga membuat seseorang lupa akan identitasnya.

” tetaplah menjadi masyarakat Indonesia yang ramah dan sopan santun, toleransi dan memperhatikan tata krama,” jelasnya.

Ditambahkan, sedikit saja tata krama yang dilanggar bisa berdampak buruk, karena orang yang diajak komunikasi bisa salah tangkap, atau bahasa yang dinilai kasar hingga persepsi yang tidak jelas.

Ada beberapa ancaman yang akan terjadi dalam penggunaan bahasa dalam media sosial, diantaranya, sasaran buly, pelaku penyebaran hoax, pelaku propokator, buruknya rekam jejak, miss komunikasi dan terjerat pidana. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Banjarmasin; Perspektif Kota Sungai di Era Digital

BANJARMASIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 dengan Tema “Perspektif Kota Sungai di Era Digital” untuk wilayah kota Banjarmasin Kalsel, Sabtu (20/11) pagi.

Salah satu narasumber Tyovan Ari Widagdo dengan materi ” Tren Bisnis dan Pekerjaan di Dunia Digital”menjelaskan melalui skil digital yang dipunyai untuk pengembangan media internet ada beberapa pekerjaan untuk menambah pundi-pundi pendapatan kita.

“Apa saja pekerjaan yang bisa dilakukan secara online? banyak kok, diantaranya, Copy Writer atau penulis yang fungsinya lebih banyak menulis atau membuat konten untuk blog sebuah perusahaan, bahkan untuk sosial media peran Copy Writer juga dibutuhkan untuk membuat Caption dan materi promosi di dunia digital” jelas Tyovan.

“Pekerjaan berikutnya adalah Designer Grafis, saat ini banyak peran pekerjaan Design Grafis ini di dunia digital, kerena merupakan tren yang luar biasa dan secara siginifikan perannya juga sangat tinggi, karena dalam membuat sebuah promo di sosial media yang marak saat ini tak lepas dari peran seorang Designer Grafis tersebut, pekerjaan ini juga bisa dikerjakan dari rumah saja dan jika sebuah desain tadi diperlukan oleh sebuah perusahaan besar maka akan memberikan keuntungan materi yang cukup besar juga untuk kita”ungkap Tyovan.

Kemudian bidang pekerjaan lain yang sering didengar di dunia digital saat ini ada “Conten Creator” adalah si pembuat sebuah konten apa saja baik itu untuk Youtube, Instagram dan media sosial lainnya, konten sendiri pun beragam mulai dari konten makanan, traveling, hiburan dan masih banyak lainnya, jika kita membuat dan banyak mendapatkan viewer atau subciber di Youtube maka jelas ini akan mendatangkan keuntungan yang sangat besar bagi kita, tentu perlu pemikiran atau ide yang kreatif agar konten kita selalu mendapat perhatian besar ketika kita upload, nah jika kita hitung penghasilan disini maka tentu akan jauh lebih besar jika dibanding penghasilan kita jika bekerja di sebuah perusahaan swasta”tekan Tyovan.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI kali ini menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Ibnu Sina,Walikota Banjarmasin,moderator Sabrina Anwari ,Key Opinion Leader Nattaya Laksita – Host & Beauty Enthusiast
dengan pemateri handal
NARASUMBER:

  1. Akbar Rahman,Forum Ekonomi Kreatif Banjarmasin
  2. Tyovan Ari Widagdo Founder Edumo, Bahasa, Vemobo
  3. Dr Ira Mentayani, Kepala Pusat Studi Pembangunan Pemukiman, LPPM – ULM. (RILIS)

Pemko Banjarbaru Bangun Landmark Dengan Hiasan Akuarium di Tengah Kota

BANJARBARU – Pemerintah kota Banjarbaru membangun landmark Lapangan Murdjani, alun alun kota Idaman ini semakin menarik dengan adanya penambahan landmark baru yang berdiri megah di lapangan depan Balai Kota.

Landmark seringkali digunakan sebagai penanda sebuah kota atau tempat, kemudian berfungsi sebagai pengingat akan kenangan yang ada di satu wilayah.

Dengan tagline “Lapangan dr Murdjani” dan akuarium yang hampir seratus persen telah rampung, menjadi wajah baru yang akan menghiasi kota ini.

Kepala Bidang Pertamanan Pemakaman dan PJU Disperkim kota Banjarbaru, Sartono mengatakan, pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kota Banjarbaru.

“Saat ini kita masih dalam tahap finishing dan netralisir bak akuarium dengan cacahan batang pohon pisang untuk menghilangkan racun-racun yang masih menempel di dinding akuarium,” ungkap Sartono baru baru tadi.

Dijelaskannya, bola beton yang terdapat di depan landmark berfungsi sebagai hiasan, juga bisa jadi tempat bersantai serta pembatas jarak antara akuarium dengan pengunjung.

“Landmark ini tidak sekedar untuk berswafoto, tapi juga dalam rangka edukasi bagi anak untuk mengenalkan ikan endemik Kalimantan dan beberapa ikan hias yang akan mengisi ketujuh sekat akuarium tersebut,” jelasnya.

Akuarium yang memiliki tujuh sekat ini, lanjut Sartono, akan diberikan informasi-informasi tentang ikan yang ada di dalam akuarium tersebut.

“Pembuatan ini juga untuk lebih mengenalkan lapangan Murjani kepada masyarakat di luar Kota Banjarbaru,” ungkapnya

Diharapkan dengan adanya landmark ini bisa menjadi tempat refreshing masyarakat Banjarbaru. Selain itu, pembangunan landmark ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan meningkatkan kepuasan masyarakat dalam hal pengelolaan RTH. Serta sebagai penguat identitas lapangan Murdjani itu sendiri. (TR21-01/RDM/RH)

Yani Helmi Sosialisasikan Perda Nomor 13/2018 di Desa Pesisir Selatan Kotabaru

KOTABARU – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi sosialisasikan perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang rencana zonasi wilayah dan pulau-pulau kecil bersama stakeholder terkait, di Desa Teluk Sirih, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.

Antusias warga mengikuti kegiatan sosper yang digelar oleh anggota Komisi II DPRD Kalsel, M. Yani Helmi, di Desa Teluk Sirih, Kotabaru.

Acara yang digelar, Jumat (19/11) sore dan dilaksanakan di kediaman Kepala Desa Teluk Sirih tersebut dihadiri puluhan warga pesisir yang mayoritas perkerjaannya adalah nelayan dan pembudi daya lobster.

Yani Helmi yang juga sebagai anggota Komisi II DPRD Kalsel membidangi ekonomi serta keuangan itu juga mengajak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel untuk memberikan pengetahuan soal zonasi wilayah pesisir terkait keamanan pemanfaatan hasil kelautan.

Selain bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengetahuan di sektor kelautan dan perikanan yang aman dan legal. Tak lupa, anggota Komisi II DPRD Kalsel dari fraksi Partai Golkar yang akrab disapa paman Yani itu juga menggelar silaturahmi dengan menyapa warganya dalam pelaksanaan sosialisasi perda ini.

Usai kegiatan, anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan menyampaikan, Peraturan daerah (Perda) yang masih berlaku hingga dua dekade, yakni dari 2018-2038 itu, menjadi kewajiban atau keharusan bagi setiap anggota dewan untuk mengedukasi warganya.

“Informasi Perda ini sangat penting sekali apalagi aturan ini terkait zonasi wilayah dan pulau-pulau kecil dan berlaku hingga 2038. Menurut saya, hal yang wajar kalau warga pesisir di daerah ini mendapatkan isi didalam perda tersebut bahkan boleh dishare nantinya bagi tidak berhadir,” jelasnya.

Disosialisasikannya Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang rencana zonasi wilayah dan pulau-pulau kecil di Kalimantan Selatan, menurutnya, merupakan haknya sebagai rakyat untuk mengetahui. Terlebih, materi ini diakui telah sesuai dengan letak geografis yang dikunjungi.

M. Yani Helmi menyerahkan salinan Perda Nomor 13 Tahun 2018 kepada Kades Teluk Sirih, Saepul Bakri

“Kenapa perda ini harus disosialisasikan, tentu merupakan hak daripada warganya sendiri. Ya, tinggal anggota DPRD itu sendiri mau tidak mensosialisasikannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Teluk Sirih, Saepul Bakri mengungkapkan, sangat mengapresiasi kedatangan dari anggota Komisi II dari DPRD Kalimantan Selatan.

“Yang jelas kami merasa diperhatikan. Saya dua periode jadi Kades disini, Alhamdulillah, baru paman Yani selaku anggota DPRD yang mau datang ke Desa Teluk Sirih dan langsung mensosialisasikan serta mengedukasi masyarakat. Semoga menjadi silaturahmi yang baik ke depannya,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Sulit Dapatkan SIM, Penyandang Tunarungu Sampaikan Keluhan ke DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Syarifah Rugayah melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di Kecamatan Handil Bakti pada Jum’at (19/11).

Suasana Sosper Perda 4/2019

Dalam kegiatan itu, menurut Syarifah, para penyandang tunarungu mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan SIM khusus Disabilitas atau SIM D. Mereka dinilai memiliki kekurangan yang berdampak buruk saat mengemudi, semisal tak mendengar suara klakson. Di sisi lain, dibutuhkan kepekaan pendengaran saat mengendarai kendaraan bermotor di jalan.

Penerjemah Bahasa Isyarat (jilbab Abu-abu) sedang menerjemahkan apa yang disampaikan nara sumber

“Kalau untuk penyandang disabilitas ada SIM D. Tapi penyandang tunarungu kesulitan untuk mendapatkannya karena dianggap “sakit” meskipun fisiknya normal,” katanya.

Oleh karena itu, mereka meminta Syarifah Rugayah untuk menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak-pihak terkait agar penyandang disabilitas tuli bisa memiliki SIM D.

Selain itu, para peserta juga menginginkan agar Perda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas segera ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur (Pergub) agar manfaat Perda inisiatif Komisi IV DPRD Kalsel tersebut bisa dirasakan.

Hadir sebagai Nara sumber dalam kegiatan ini yaitu Dosen UIN Antasari Barkatullah Amin dan diikuti beberapa komunitas penyandang disabilitas di Kalsel. Untuk memudahkan penyandang tunarungu, juga dihadirkan penerjemah bahasa isyarat. (NRH/RDM/RH)

Perbaikan Pasar Taibah Martapura Dipastikan Rampung Akhir Tahun

BANJAR – Juni lalu, telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa puluhan pertokoan di pasar taibah kawasan pasar batuah Martapura. Akibat adanya kebakaran ini sebanyak 12 toko milik pedagang rusak terbakar dan membuat mereka mengalami kerugian dan para pedagang yang mengalami kerugian seperti toko yang terbakar pun, langsung dipindahkan pihak Pemkab Banjar melalui PD Pasar Bauntung Batuah (PBB) Kab Banjar untuk menghuni toko lain agar mereka dapat melaksanakan jual beli sementara toko mereka diperbaiki.

Perbaikan pasar taibah diperkirakan akan selesai pada akhir tahun atau selambat-lambatnya pada awal tahun 2022 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar Rusdiansyah.

Direktur PD PBB Kabupaten Banjar Rusdiansyah

Disampaikan Rusdiansyah, pada jum’at 4 Juni yang lalu salah satu pertokoan di Pasar Taibah PD PBB Kabupaten Banjar mengalami musibah kebakaran yang mengakibatkan terbakarnya puluhan pertokoan. Dan perbaikan pertokoan tersebut akan selesai pada akhir tahun ini atau selambat-lambatnya pada awal tahun 2022 mendatang.

“Perbaikan akan selesai pada akhir tahun ini atau selambat-lambatnya pada awal tahun, sehingga para pedagang yang toko nya terbakar dapat kembali menempati toko mereka usai perbaikan selesai,” ungkap Rusdiansyah.

Rusdiansyah menambahkan, para pedagang yang toko nya mengalami kerusakan akibat terbakar di pasar taibah, tidak akan dipungut biaya apapun saat perbaikan toko mereka sudah selesai, dan hal ini merupakan salah satu perhatian dari Pemerintah Kabupaten Banjar, melalui PD Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar.

“Kami tidak memungut biaya apapun, sehingga para pedagang dipasar taibah dapat lebih ringan beban mereka saat hendak kembali menempati toko mereka dahulu yang selesai diperbaiki,” tutup Rusdiansyah. (MRF/RDM/RH)

BPBD Kalsel Bagikan Ribuan Masker Untuk Ingatkan COVID-19 Harus Tetap Diwaspadai

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel bagikan ribuan masker bagi pengguna jalan di kawasan bundaran Simpang Empat Banjarbaru, Jum’at (19/11) sore.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel Abriansyah Alam menyebut, pembagian masker ini sebagai upaya edukasi kepada masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19.

“Ini adalah stimulan dan juga pengingat, bahwa COVID-19 belum berkahir,” jelasnya di sela pelaksanaan pembagian masker.

Alam berujar, meski COVID-19 di Banua saat ini terus mengalami penurunan, namun harus tetap siaga dan jangan pernah lengah.

Suasana pembagian masker di Banjarbaru, Jum’at (19/11)

“Stigma di masyarakat saat ini, COVID-19 sudah berakhir. Akhirnya jalanan penuh, tempat-tempat berkumpul juga penuh,” ujarnya.

Ia berujar, harapan dari semua pihak termasuk pemerintah juga sama dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat, yakni COVID-19 berakhir, namun yang terjadi belumlah sesuai harapan.

“Untuk itu, kita wajib mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Mengenai pembagian masker di Banjarbaru ini, Alam menyebut kegiatan ini juga akan dilaksanakan di 12 Kabupaten Kota lainnya. Yang mana pelaksanaan kegiatan bekerjasama dengan BPBD setempat.

“Hari ini di Banjarbaru kami siapkan 25ribu masker. Tergantung daerah, seperti Banjarmasin pasti lebih banyak,” jelasnya.

Secara total disampaikan Alam, pihaknya telah menyiapkan 200-300 ribu masker untuk dibagikan kepada masyarakat di 13 Kabupaten Kota se-Kalsel..

Untuk diketahui, data terbaru COVID-19 di Kalsel pada Jumat (19/11), ada 4 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19. Dengan begitu, angka kesembuhan menjadi 96,55 persen, atau total sebanyak 67.472 orang sudah sembuh dari COVID-19.

Data terbaru satgas penanganan COVID-19 Kalsel itu juga menunjukkan, ada tambahan 1 kasus baru terdata dan menjadikan angka kasus mencapai 0,03 persen. Dengan kata lain, dari total 69.886 kasus yang terdata sejak Maret 2020, tersisa sebanyak 24 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan karantina khusus serta isolasi mandiri. Sedangkan angka kematian hingga hari ini mencapai 3,42 persen. Total 2.390 orang dinyatakan meninggal dunia akibat COVID-19 di Kalsel. (ASC/RDM/RH)

Pemkab Banjar Gelar Pengujian Derajat Kebugaran Bagi Pelajar

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar, menggelar pengujian derajat kebugaran bagi pelajar SMA/Sederajat, SMP/ Sederajat dan dua perwakilan dari cabang olahraga gulat dan cabang olahraga panjat tebing di Stadion Demang Lehman Martapura Pada Jum’at (19/11). Meskipun pandemi COVID-19 telah melandai di Kab Banjar, namun Kegiatan pengujian derajat kebugaran ini tetap mematuhi protokol kesehatan, hal ini terbukti dengan diarahkannya semua pelajar yang mengikuti pengujian untuk memakai masker dan menjaga jarak oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banjar Ikhwansyah.

Saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banjar Ikhwansyah menyampaikan, pengujian derajat kebugaran bagi pelajar SMA, SMP/ Sederajat ini, juga harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, karena ia tidak menginginkan terjadi penularan COVID-19 saat pengujian sedang dilaksanakan.

Kadis Pemuda dan Olahraga Kabupaten banjar Ikhwansyah

“Dengan adanya pengujian derajat kebugaran bagi para pelajar, maka dapat meningkatkan indeks kesehatan para pelajar, wilayah Kabupaten Banjar,” ungkap Ikhwansyah.

Ikhwansyah menambahkan, ia mengimbau kepada para pelajar tingkat SMP, SMA dan Sederajat, agar dapat memberitahukan kepada teman-temannya terkait pentingnya menjaga kesehatan.menjaga kesehatan tubuh masing-masing merupakan hal yang sangatlah penting, apalagi disaat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, sehingga para pelajar yang telah melaksanakan pengujian derajat kebugaran, diimbau untuk memberitahukan kepada teman-teman mereka, agar pelajar lain juga dapat menjaga kebugaran tubuh masing-masing.

“Meskipun sudah banyak pasien COVID-19 yang telah sembuh, namun hal ini tidak menampik akan adanya pasien lain yang akan terpapar virus, sehingga kebugaran tubuh para pelajar sangatlah penting untuk dijaga,” tutup Ikhwansyah.

Untuk diketahui, pengujian derajat kebugaran merupakan pengujian kesehatan bagi pelajar, sehingga dapat diketahui, kemampuan para pelajar dibidang olahraga. (MRF/RDM/RH)

Kunker ke Polda Kalsel, Komisi III DPR RI Bahas Penanganan COVID-19

BANJARMASIN – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto didampingi Wakapolda Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono dan Pejabat Utama Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), menyambut Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi III DPR RI, pada Jum’at (19/11).

Kunjungan kerja rombongan Komisi III DPR RI tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh dengan anggota Arteria Dahlan, Gilang Dhielafararez, Safaruddin, dan Rudy Mas’ud.

Kemudian, Endro Hermono, Muhammad Rahul, Ary Egahni Ben Bahat, Agung Budi Santoso dan R. Achmad Dimyati Natakusumah.

Saat tiba di Polda Kalsel, rombongan menerima penyematan Kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan dari Nanang Galuh, dilanjutkan Jarmat (Jajar kehormatan) dari personel Polwan Polda Kalsel. Tarian Tradisional Banjar pun menyambut kedatangan rombongan Komisi III DPR RI di Polda Kalsel.

Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ini, Kapolda Kalsel menyampaikan terkait upaya yang dilakukan Satgas PEN Polda Kalsel dalam melakukan pencegahan dan penegakan hukum terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran pemulihan ekonomi nasional tahun 2021.

Tindakan yang dilakukan oleh Satgas PEN Polda Kalsel yakni Preemtif, Preventif dan Represif/Gakkum. Selain itu Polda Kalsel juga mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan perkembangan penanganan kasus-kasus terkait Pandemi COVID-19, serta kerjasama dengan instansi terkait dalam penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Hingga 16 November 2021 penyaluran dana program bantuan tunai pedagang kaki lima dan warung (BTPKLW) telah terealisasi sebanyak Rp. 8.521.200.000,- atau 85,55 persen dari Rp. 9.960.000.000,- yang dialokasikan oleh Pemerintah”, paparnya.

Sementara vaksinasi yang dilaksanakan oleh Polri dalam hal ini Polda Kalsel dari Juli hingga November 2021 yakni sebanyak 647.208 dosis. Bahkan Polda Kalsel telah melakukan berbagai upaya dalam percepatan vaksinasi kepada masyarakat.

Seperti melaksanakan pengawalan pendistribusian vaksin, pelatihan vaksinator, membuka Gerai Vaksin Presisi, Vaksinasi dan Bhakti Sosial dari Alumni Akabri / Akpol.

Apresiasi pun disampaikan oleh Ketua Tim rombongan Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh kepada Polda Kalsel dan Jajaran atas penanganan COVID-19 bekerjasama, koordinasi dan kolaborasi dengan instansi terkait.

IPangeran Khairul Saleh, mengatakan bahwa Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ke Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) terkait penegakan hukum dibidang pemulihan ekonomi dan pelaksanaan COVID-19.

“Tadi Kapolda Kalsel memaparkan bahwa dari 3,1 juta jumlah penduduk Kalimantan Selatan yang telah mendapatkan vaksinasi yakni sebanyak 44 persen dan ditargetkan hingga akhir tahun 2021 telah tercapai 70 persen seperti yang diinstruksikan Bapak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi),” terang Pangeran Khairul Saleh, selaku Ketua Tim.

Dia pun berharap kepada pelaku usaha batubara yang ada di Kalimantan Selatan dapat berkontribusi dalam penanganan COVID-19, baik dalam membantu alat kesehatan (Alkes), vaksinasi maupun hal lainya.

Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ke Polda Kalsel ini turut hadir Kajati Kalsel Rudi Prabowo Aji didampingi Asisten dan Staf Jajaran Kejati Kalsel. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version