Pemprov Kalsel Ikuti Arahan Pemerintah Pusat Terkait Syarat Wisatawan Masuk ke Kalsel

BANJARMASIN – Dibukanya tempat tempat wisata di Tanah Air oleh Pemerintah Pusat, dan menerapkan peraturan masuk bagi pelancong. Untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti arahan Pemerintah Pusat tersebut, terkait persyaratan masuknya wisatawan ke Banua ini.

Kasi Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Gusti Muhammad Yosalvina Yovani mengatakan, saat ini Pemerintah telah membuka Pariwisata, dan telah menetapkan persyaratan masuk ke daerah masing-masing.

Kasi Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Kalsel Gusti Muhammad Yosalvina Yovani

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat tersebut,” ucap Gusti Muhammad, pada saat menjadi narasumber di Program Topik Kita Hari Ini (TKHI) di Radio Abdi Persada, Selasa (2/11).

Gusti Muhammad mengatakan, persyaratan masuk seperti menggunakan pesawat terbang tidak lagi wajib PCR tetap cukup dengan swab antigen saja.

“Dengan bangkitnya pariwisata ini diharapkan, roda perekonomian kembali berjalan di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sedangkan, di tempat-tempat wisata yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.

Seperti yang diutarakan Kepala UPTD Kebun Raya Banua Agung Sriyono.

Kepada UPTD Kebun Raya Banua Agung Sriyono

“Untuk Kebun Raya Banua saat ini memang telah dibuka untuk umum,” ucap Agung.

Namun, lanjutnya, untuk jam kunjungan masih dibatasi dari Senin – Minggu dibuka dari jam 08.00 – 16.00 WITA, atau sama dengan jam kerja.

Menurut Agung, pada saat sebelum dibukanya Kebun Raya Banua ini untuk umum, pihaknya telah mempersiapkan protokol kesehatan COVID-19. Seperti, menyediakan tempat cuci tangan yang banyak, spanduk spanduk berisi himbauan penerapan protokol kesehatan tersebut, serta lainnya.

“Meski pandemi COVID-19 melandai, tapi pengunjung tempat wisata tetap diminta untuk terus menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat,” ucap Agung. (SRI/RDM/RH)

Siaga Bencana, BPBD Banjarbaru Siap Penuhi Keperluan Dapur Umum

BANJARBARU – Menghadapi cuaca hujan yang sering terjadi belakangan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Banjarbaru telah menetapkan siaga kebencanaan.

Berdasarkan pengamatan data terbaru suhu permukaan laut di Samudera Pasifik. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, di bulan bulan terakhir tahun 2021 sejumlah daerah termasuk kota Banjarbaru, akan merasakan dampak dari badai La Nina seperti intensitas hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang.

Merespon peringatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD kota Banjarbaru, Zaini Syahranie mengatakan telah melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang kemungkinan terjadi, dengan berkoordinasi bersama relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang tersebar di beberapa kelurahan di kota ini, Selasa (2/11).

“Kami (BPBD) juga melakukan pembinaan serta memberikan sarana dan prasarana kepada gerakan Masyarakat Peduli Bencana di 10 (sepuluh) kelurahan di kota ini. Agar masyarakat dapat melakukan pertolongan dini saat terjadi bencana,” ungkap Zaini.

Zaini melanjutkan, BPBD kota Banjarbaru juga telah berkoordinasi dengan SKPD terkait dalam upaya mengurangi resiko terjadinya bencana banjir seperti beberapa tahun terakhir.

“Untuk mencegah terjadinya banjir, di waktu yang singkat ini, kami berkoordinasi dengan Dinas PUPR kota Banjarbaru untuk melakukan pembersihan sungai serta drainase agar dapat mengalir ke embung yang ada di Kecamatan Cempaka,” lanjut Zaini.

Selain melakukan pencegahan, dikatakan Zaini, BPBD kota Banjarbaru juga telah menyiapkan logisitik yang cukup jika terjadi suatu bencana di kota berjuluk kota Idaman ini. Bahkan Zaini menjamin BPBD kota Banjarbaru akan selalu siap membantu Dinas Sosial dalam hal keperluan dapur umum.

“Jika warga di Kelurahan perlu, lapor ke BPBD, kami jamin peralatan dapur umum. Kami siap memenuhi keperluan dapur umum untuk 20 kelurahan di kota ini,” tegas Zaini.

Zaini menghimbau kepada masyarakat, agar turut melakukan kewaspadaan terhadap hujan deras disertai angin kencang. Dengan salah satunya memangkas ranting pohon dan memastikan kebersihan resapan air di sekitar rumah guna mengurangi dampak yang disebabkan.

“Pohon besar dan tinggi kami imbau untuk dipangkas sedini mungkin supaya tidak roboh atau tumbang, resapan-resapan air agar diperhatikan dan dibersihkan untuk menghindari penyumbatan dan terhindar dari bencana banjir,” tutup Zaini. (TR21-01/RDM/RH)

Hasil Disertasi Diharapkan Bisa Dimanfaatkan Untuk Kesejahteraan Masyarakat

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Ujian Akhir Disertasi Program Studi Doktor Strata 3 Ilmu Pertanian Program Pascasarjana ULM atas nama Normalina, pada Selasa (2/11).

Rektor ULM Profesor Sutarto menyatakan bersyukur terlaksananya acara tersebut dan berharap ke depan akan semakin banyak doktor-doktor baru yang dilahirkan. Mengingat hingga kini, disamping bidang ilmu pertanian, ULM juga memiliki program doktor studi ilmu pembangunan, ilmu hukum dan ilmu lingkungan.

“Saya kira hal ini menjadikan ULM sebagai wadah yang sangat tepat bagi pembangunan Sumber Daya Manusia di Kalsel pada khususnya dan Kalimantan pada umumnya,” katanya.

Sutarto juga berharap hasil-hasil penelitian/disertasi Doktor ULM ini bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat. Termasuk, lanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Doktor Normalina yang berkaitan dengan kepemimpinan hijau yang dinilai merupakan topik yang sangat trendi pada saat ini.

“Karena kepemimpinan hijau ini diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kalsel untuk kemaslahatan bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalsel, Faried Fakhmansyah mengucapkan selamat kepada Normalina atas keberhasilannya meraih gelar Doktor dengan predikat Cumlaude. Hal ini tentu menjadi suatu kebanggaan. Kemudian disertasi yang ditulisnya tentang kepemimpinan hijau ini memiliki arti berpihak kepada lingkungan dan masyarakat.

Suasana Penyerahan Buku Model Kepemimpinan Hijau (Green Leadhership) sebagai Role Model Normalina dalam Pengelolaan SDA dan Lingkungan Hidup Berkelanjutan di Kalsel Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Program Pascasarjana ULM

“Tentu hal ini menjadi perhatian penuh Pemprov Kalsel, dimana salah satu visi dan misinya yaitu meningkatkan ketahanan lingkungan dan bencana. Jadi ke depan, isu lingkungan menjadi hal yang prioritas dan strategis,” ucapnya.

Karenanya, tambah Farid, Pemprov Kalsel bersyukur mendapatkan tambahan SDM yang berkompeten untuk nanti ikut berkiprah di bidang lingkungan hidup berkelanjutan. (NRH/RDM/RH)

Dispar Kalsel : MoU Hutan Lindung Dapat Menggali Potensi Wisata

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan menilai, MoU hutan lindung tidak hanya melindungi hutan. Namun dapat semakin menggali potensi wisata.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan baru-baru tadi, dengan adanya MoU antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, bersama Kelompok Usaha Perhutanan di Kabupaten, dalam pengelolaan hutan lindung, tentu akan dapat memudahkan dalam menggali potensi destinasi wisata di seluruh Kabupaten dan Kota.

“MoU ini membuat Dispar Kalsel akan semakin nyaman, dalam berkoordinasi dengan pihak Kabupaten dan Kota, dalam menggali potensi wisata yang ada di hutan lindung,” ucapnya.

Disampaikan Syarifuddin, saat ini hutan lindung yang dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan, ada memiliki tempat untuk bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Namun terkendala aturan sebelumnya dalam mengelola regulasi kehutanan.

“Kami lebih mudah membenahi destinasi wisata, yang ada kawasan hutan lindung, misalnya saja didekat air terjun,” katanya.

Lebih lanjut Syarifuddin mengharapkan, melalui MoU ini, hendaklah bersama-sama dalam membenahi dan mengembangkan destinasi wisata, tanpa menggangu fungsi hutan lindung tersebut.

“Kita tidak ingin terjadi benturan antara pengembangan destinasi wisata dengan pengelolaan hutan lindung,” tandasnya.

Seperti diketahui, hutan lindung adalah daerah hutan yang mempunyai fungsi isi untuk perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur kelola cairan, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi cairan laut, dan memelihara kesuburan tanah. (NHF/RDM/RH)

Lantik Pengurus Masa Bakti 2021- 2024, Gubernur Puji Kinerja TP PKK Kalsel

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) H Sahbirin Noor, secara resmi mengukuhkan dan melantik  pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalsel  Masa Bakti 2021-2024,  di Mahligai Pancasila, Selasa (2/11).

Gubernur Kalsel berfoto bersama dengan pengurus TP PKK Kalsel usai dilantik

Gubernur Sahbirin Noor mengucapkan selamat atas pengukuhan dan pelantikan Pengurus TP PKK Kalsel Masa Bakti 2021–2024.

Dengan dikukuhkan dan dilantinya  para pengurus TP PKK , diharapkan bisa semakin mendorong peran dan kinerja TP-PKK Kalsel sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah, dalam mendukung upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, demi mewujudkan Kalsel  Maju (Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan).

“Pengurus bisa segera menyusun program kerja dalam Visi dan Misi PKK Provinsi Kalsel  Masa Bakti 2021 – 2024 yang selaras dengan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Kalsel,”  pinta Paman Birin, sapaan akrabnya.

Paman Birin juga mengharapkan agar berbagai program pemberdayaan keluarga dan masyarakatnya dapat berjalan dengan baik, TP PKK Kalsel  tentu perlu memperkuat sinergisitas dengan seluruh stakeholders. Terlebih lagi, hingga saat ini  struktur organisasi dan  kader hingga ke tingkat desa, kelurahan hingga RT/RW.

“Tentu hal tersebut sangat potensial untuk mendukung keberhasilan program TP PKK,” ucapnya.

Paman Birin  meminta Tim Penggerak  PKK  lebih bersinergi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Saya minta SKPD yang terkait dengan PKK untuk lebih meningkatkan sinergi kolaborasi, untuk lebih memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut Paman Birin, dirinya mendapat pesan langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk lebih mensinergikan PKK dengan SKPD.

“Saya mendapat pesan langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk lebih mensinergikan PKK dan SKPD dengan baik, pesan ini saat pelantikan Ketua PKK di Jakarta beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Menurut Paman Birin, PKK memiliki peran strategis bersama pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, Ketua PKK Provinsi Kalimantan Selatan Raudatul Jannah mengatakan, pihaknya akan meningkatkan sinergi dan kolaborasi untuk membantu program-program pembangunan.

Raudatul Jannah  menyebut dirinya beserta pengurus segera melakukan konsolidasi dengan pihak terkait.

Menurutnya, banyak peran untuk mendukung program pemerintah seperti ikut menekan pernikahan usia anak, menurunkan angka stunting, mendorong tumbuhnya ekonomi keluarga, kemandirian pangan serta meningkatkan SDM terutama perempuan agar lebih berdaya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Capaian Realisasi UPPD Samsat Banjarbaru Hingga Oktober 2021 Lampaui Target

BANJARBARU – Hasil realisasi penerimaan yang dilaksanakan oleh UPPD Samsat Banjarbaru, pada Oktober 2021 lalu berhasil melampaui target pendapatan dengan total pencapaian hingga Rp8.705.839.097,41.

Kepala UPPD Samsat Banjarbaru, Tommy Hariadi mengatakan, capaian tersebut diakui merupakan hasil kerja keras selama masa diberlakukannya kebijakan relaksasi potongan 50 persen yang berjalan dari 9 Agustus – 9 September 2021.

“Alhamdulillah, selama berjalannya masa kebijakan tersebut realisasi dari pendapatan 9.9 Bauntung di Kota Banjarbaru berhasil tercapai bahkan melampaui target yang ditetapkan oleh Bakeuda Kalsel sekitar Rp8,7 miliar lebih,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Selasa (2/11) siang.

Ia menjelaskan, Pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Terdaftar yang ditetapkan oleh Pemprov Kalsel untuk UPPD Samsat Banjarbaru diketahui sebesar Rp7.909.903.747,41.

“Ini target yang ditetapkan selama masa relaksasi, tentunya sangat jauh sekali realisasi yang ada,” terang mantan pejabat Bakeuda Kota Banjarmasin itu.

Dia memaparkan, khusus penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) mengalami pergerakan positif sebesar 66,21 persen pada Triwulan ke III dengan nilai pendapatan sebanyak Rp 43.298.996.800.00 yang terhitung dari Juli, Agustus dan September tahun 2021.

“Kalau Triwulan ke II UPPD Samsat Banjarbaru hanya menerima realisasi sekitar Rp16.028.288.800,00. Tren positif ini dipengaruhi melandainya COVID-19 dan PPKM sudah mulai dilonggarkan,” ungkapnya.

Jika dilihat dari hasil penerimaan tertinggi di tingkat Kalimantan Selatan, UPPD Samsat Banjarbaru berada di posisi kedua setelah UPPD Samsat Banjarmasin II yang juga berhasil meraih realiasasi pendapatan di posisi pertama sebesar Rp12.239.835.977,00 dari Pokok PKB terdaftar Rp10.697.777.927,00. (RHS/RDM/RH)

Pemkab Banjar Buka Konsultasi Publik RDTR

BANJAR – Penataan tata ruang ditujukan untuk menciptakan penyelenggaraan pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan sehingga tercipta pemanfaatan ruang yang berkualitas. Didalam RDTR tersirat upaya-upaya dalam aspek penanganan lingkungan, pembangunan ekonomi, pemerataan, keadilan dan peningkatann kesejahteraan masyarakat. Demikian dikatakan Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur saat membuka resmi kegiatan Konsultasi publik Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perkotaan Gambut – Kertak Hanyar tahun anggaran 2021, oleh Dinas PUPR Banjar, di salah satu hotel dikawasan Kertak Hanyar, Selasa (2/10).

Disampaikan Saidi Mansyur, sesuai PP No 21 tahun 2021 tentang penyelenggaraan penataan ruang RDTR harus memegang prinsif pembangunan berkelanjutan dan bersinergi dengan seluruh aspek, mengacu pada tata ruang wilayah kabupaten serta dilaksanakan sesuai norma, standar dan kriteria.

Bupati Kabupaten Banjar, Saidi Mansyur

Penyusunan RDTR perkotaan Gambut dan Kertak Hanyar menjadi sangat penting mengingat dalam PP No 13 tahun 2017 tentang RTRW Nasional. Terdapat 8 wilayah di Kabupaten Banjar yang termasuk dalam wilayah stategis nasional Banjarbakula termasuk Gambut dan Kertak Hanyar.

“RDTR harus memprioritaskan kesejahteraan rakyat dan melakukan terobosan penataan yang solutif dan humanis. Oleh karena itu masing OPD, desa/kelurahan, stakeholder dan pengusaha agar hal ini bisa menjadi catatan dan rekomendasi sebagai bahan penyususan RDTR perkotaan Gambut Kertak Hanyar,” ucap Saidi Mansyur.

Sementara itu, Sekda Banjar Mokhammad Hilman mengatakan, diskusi ini sangat penting mengingat kalsel sebagai penyangga ibukota negara. Jika nantinya Kota Banjarmasin sudah penuh maka kawasan Gambut dan Kertak Hanyar menjadi pilihan untuk hunian. Maka dari itu luasan kapling maksimal untuk perumahan juga perlu dibicarakan dengan para pengembang.

“Diskusi ini memberikan gambaran kedepannya, mengingat kalsel sebagai penyangga ibukota negara. Sehingga dapat membangun Kwasan Gambut dan Kertak Hanyar,” ucap Mokhammad Hilman.

Untuk diketahui, Konsultasi publik yang di pimpin oleh Sekda Kah Banjar M Hilman ini, juga dihadiri Anggota Komisi III DPRD Banjar Iwan Bora, Camat Gambut dan Kertak Hanyar,  sejumlah Kepala SKPD Banjar, dan para Pengusaha. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin: Keterampilan Yang Wajib Dikuasai di Era 4.0

BANJARMASIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Keterampilan yang Wajib Dikuasai di Era 4.0” di Kota Banjarmasin, Selasa (2/11/2021) pukul 14.00 WITA. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Ronald Andretti, yang menghadirkan narasumber pertama Ratyuhono Linggar Putra, dengan materi tentang ‘Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital.’

Ratyuhono menuturkan, pergeseran media berpendapat saat ini berupa teknologi digital menciptakan negara Demokrasi yang partisipatif.

“Kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah hak setiap manusia dan diatur dalam UUD 1945 ayat 3,” ucapnya.

Dijelaskan Ratyuhono, kebebasan berpendapat yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Opini. Harus berlandaskan fakta atau data dan dapat dipertanggungjawabkan jika tidak maka akan memunculkan hoax.
  2. Kritik. Pada dasarnya merupakan suatu hal atau tindakan yang baik, ketika dilakukan dengan tidak menyinggung atau menyakiti perasaan.
  3. Fitnah dan ujaran kebencian. Jelas hal yang negatif dapat berujung pada pencemaran nama baik.

Kemudian, tips menyatakan pendapat di media digital ialah:

  1. Hindari opini provokatif.
  2. Mengetahui isu secara detail.
  3. Memikirkan kembali pendapat.
  4. Menyampaikan dengan sopan dan santun.
  5. Perhatikan peraturan pemerintah.

“Ada atau tidak adanya hukum atau aturan maka kita tetap harus menghormati, bijak, dan paham beretika di media sosial,” tuturnya.

Narasumber kedua Naimah dengan materi tentang ‘Berdakwah Indah di Ruang Digital’.

Naimah mengatakan, pendidikan yang memperkuat pondasi pola pikir generasi bangsa agar tidak mudah terpengaruh dampak negatif dunia maya salah satunya adalah dengan cara berdakwah.

Dakwah lewat media online yaitu, kalian bisa memanfaatkan sosial media yang ada seperti Facebook, WA, Instagram, Twitter, YouTube dan lainnya untuk berbagi kebaikan.

“asal selalu bijak dalam menggunakan sosial media,” tuturnya.

Kemudian, yang perlu diperhatikan ialah Etika berdakwah di ruang digital yakni, niat karena Allah, menjaga akhlak mulia, isi dakwah bisa dipertanggungjawabkan, dan mampu menimbang manfaat dan mafsadat.

Selanjutnya narasumber ketiga Bara Zulfa dengan materi tentang ‘Tips dan Trik Menghindari Penipuan Digital’.

“Perkembangan teknologi digital tidak bisa kita hindari, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita mulai dari belajar bermain bahkan berbelanja dan menemukan jodoh pun kita menggunakan teknologi digital. Selain kita mahir dalam menggunakan produk digital kita perlu juga mahir dalam kemampuan literasi keamanan digital,” tuturnya.

Seiring perkembangan teknologi digital, berkembang pula dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut seperti pencurian data diri, penipuan peralatan komputer baik pribadi maupun organisasi yang semakin hari semakin marak terjadi.

Oleh karena itu kesadaran akan efek negatif tersebut atau yang disebut dengan literasi keamanan digital harus dimiliki oleh setiap pengguna teknologi digital agar tidak terkena dampak negatif atau minimal mengurangi angka korban dari dampak negatif teknologi digital.

Kemudian, selain SMS penipuan via sosial media juga kian aktif ada banyak akun-akun media palsu dengan konten dan profil yang sangat mirip dengan akun perusahaan resminya. Contoh saja penipuan makin canggih mereka memancing korban dengan cara pasang iklan berbayar di Facebook dan Instagram.

“Jadi yang harus kita lakukan adalah jangan langsung percaya, pastikan jenis undiannya berasal dari mana, jikalau diminta untuk transfer uang terlebih dahulu sudah dipastikan undian palsu, dan laporkan kepada yang berwajib,” ucapnya.

Jika sudah terlanjur maka hubungi call center Bank yang digunakan pelaku penipuan, lalu laporkan rekening pelaku ke cekrekening.id, pastikan pelaku tidak memakan korban lagi dengan melaporkan ke lapor.go.id kemudian buat laporan ke E commerce yang bersangkutan.

Terakhir narasumber Aulia Hayati dengan materi tentang ‘Hidup Produktif di Era Digital’.

Ia menjelaskan, revolusi industri 4.0 merupakan fenomena yang mengkolaborasikan teknologi cyber dan teknologi otomatisasi.

Konsep penerapannya berpusat pada konsep otomatisasi yang dilakukan oleh teknologi tanpa memerlukan tenaga kerja manusia dalam proses pengaplikasiannya.

“Mulai dari diri sendiri temukan motivasi yang kuat untuk menjadi produktif,” ucapnya.

5 hal untuk menjadi produktif ialah, mulai dari hal kecil, mau belajar, membangun komunikasi yang sehat, lingkungan yang tepat, dan now wasting time no killing Time. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Nyaman di Ruang Digital

HULU SUNGAI TENGAH – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Nyaman di Ruang Digital, Tangkal Ujaran Kebencian” untuk wilayah Hulu Sungai Tengah, Selasa (2/11/21) siang.

Salah satu narasumber Linda Widiyachristy  dalam materinya Digital Culture mengatakan dalam beliterasi digital harus diingat ada beberapa nilai – nilai yang sering terlupakan, kemudian ada beberapa macam cara memperkenalkan budaya di platform dunia digital.

“Kalo kita pandai melihat peluang, kita ini sangat kaya kita bisa melihat peluang untuk memperkenalkan budaya ke platform digital, kemudian bisa juga budaya lokal dijadikan konten positif bisa menggunakan medsos, juga aplikasi lainnya” ujar Linda.

“Secara non literal bagaimana kita bersikap di dunia digital mencerminkan budaya kita? maka bisa kita menjadi warga global dalam dunia digital tentu saja jangan melupakan id kita Indonesia agar orang di dunia digital mengetahuinya”tekan Linda.

Kemudian Linda juga berpesan dalam budaya digital atau Digital Culture , kita jangan sampai terbawa arus  globalisasi, jangan sampai kita melupakan budaya kita karena budaya kita sangatlah luar biasa, jangan sampai malah menjadikan penyakit mental bagi kita, hanya untuk sebuah sensasi, juga coba lihat apa yang ada di sekitar kita karena itu bisa menjadi peluang, jadi sedari sekarang kita bisa memanfaatkan paltform ruang digital untuk memperkenalkan budaya kita ke ruang digital.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI wilayah Hulu Sungai Tengah menghadirkan KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi, Bupati HST, Moderator Dika Putra Wijaya, KEY OPINION LEADER Amanda Nadzario,- Presenter, MC, Singer, & Duta PTKIN Indonesia, kemudian dengan narasumber:
1. Nanik Puspitasari
Pendidik & Pustakawan
2. Linda Widiachristy
Arsitek & Urban Researcher
3.H. Suyanto. Direktur Utama PT. Jamkrida Kalimantan. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Selatan; Menjadi Masyarakat Cerdas dan Cakap Digital

HULU SUNGAI SELATAN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Menjadi Masyarakat Cerdas dan Cakap Digital” di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (02/11/2021) pukul 10.00 WITA.

Acara dibuka oleh Bupati Hulu Sungai Selatan, H Achmad Fikry dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ovi Darin yang menghadirkan narasumber

Narasumber pertama yakni, Prihatin Kusdini dengan materi tentang “Mengenal Lebih Jauh tentang UU ITE Terkait Perlindungan Data Pribadi”.

Mengapa data pribadi perlu perlindungan?

Ia memaparkan, tersimpan di dalam data center terdiri dari data biografi, foto profil, total pengikut, pengaturan lokasi dan alamat jika ini terekspos maka hal ini adalah pelanggaran. Menjadi pengguna media sosial harus ada persyaratan layanan saat mengisi data akun agar tetap terjaga kerahasiaannya.

Narasumber kedua, Dr Taufik Hidayat yang membahas materi tentang “Kesehatan Mental dan Teknologi Informasi di Masa Adaptasi”

“Canggihnya teknologi di era saat ini membuat para penggunanya harus bisa beradaptasi dan menjaga kesehatan mentalnya karena banyak kasus seperti bullying yang terjadi mengakibatkan mental seseorang menjadi tidak sehat serta menimbulkan trauma pada orang tersebut. Cara mencegahnya kurangi mengeskpos diri sendiri ke media sosial agar kesehatan mental tetap terjaga,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Bella Putri yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Ada lima basic dalam digital skill, yakni writing, reseaeching, SEO copywritring, photographing and video graphing, editing. Kita bisa melakukan keguatan positif di media sosial dengan membuat konten yang bermanfaat bagi para pengikut media sosial kita. Agar orang tertarik dengan akun kita. maka buatlah sesuatu yang menarik serta buat highlight di instagram dan selalu aktif dalam membuat konten,” jelasnya

Terakhir, narasumber Hikmah yang meyampaikan materi tentang “Dampak Penyebaran Berita Hoax”

“Hoax merupakan berita bohong, ciri-cirinya seperti sumber berita yang didapat tidak jelas. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental, kepanikan publik, adanya manipulasi, dan mengganggu perekonomian. Kita dapat menangkal berita hoax dengan itropeksi, lakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan berita,” pungkasnya. (RILIS)

Exit mobile version