Sejumlah Usulan Nama Jembatan Sungai Alalak Mancuat, DPRD Kalsel Gelar Rapat Bersama Eksekutif

BANJARMASIN – Mencuatnya sejumlah usulan nama jembatan lengkung megah sang penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Rapat kerja DPRD Kalsel bersama pihak Eksekutif

Berangkat dari hal tersebut, DPRD Provinsi Kalsel menggelar rapat kerja bersama bersama sejumlah perangkat eksekutif (SKPD) dengan mengagendakan penamaan jembatan yang membentangi sungai alalak tersebut pada Rabu, (13/10) di aula Ismail Abdullah Gedung B DPRD Kalsel.

Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK selaku pimpinan rapat, mengatakan sejauh ini ada sejumlah usulan dalam bentuk surat mau pun lisan yang rekomendasikan kepada dirinya selaku wakil rakyat.

“Di antara nama yang diusulkan adalah nama H. Aberani Sulaiman, yaitu seorang mantan gubernur kalsel periode tahun 1963-1969, yang juga sekaligus menjadi tokoh penting proklamasi kalimantan 17 Mei 1949 sebagai ketua panitia persiapan,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Siti Noortita Ayu Febria R, selaku cucu dari H. Aberani Sulaiman juga mengemukakan pendapat bahwa dirinya beserta keluarga merasa tersanjung dan mengucapkan terima kasih atas usulan tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Siti Noortita Ayu Febria R

“Kami selalu keluarga, jikalau nama tersebut diterima dan diresmikan menjadi jembatan megah tersebut tentunya ikut mendukung,” ucap Wakil Rakyat yang akrab disapa Tatum ini.

Pihak DPRD Provinsi Kalsel dengan ini memberikan kesempatan kepada pihak eksekutif untuk mengkaji secara komprehensif menentukan nama dan diusulkan kepada DPRD sehingga ke depan diresmikan melalui rapat paripurna.

“Iya, kita beri waktu sepuluh hari kepada eksekutif, untuk direkomendasikan ke DPRD sebelum jembatan tersebut diresmikan,” pungkas Supian HK. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Pengunjung Siring Nol Kilometer Diminta Tidak Membuang Sampah Sembarangan

BANJARMASIN – Untuk menghimbau pengunjung di kawasan Siring Nol Kilometer, Kota Banjarmasin, tidak membuang sampah sembarang. Maka, dikawasan tersebut dipasang spanduk himbauan tidak membuang sampah, serta denda yang akan dikenakan jika kedapatan membuang sampah sembarang.

Plt Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Marzuki mengatakan, pihaknya mendapatkan keluhan dari warga, jika di kawasan Siring Nol Kilometer, banyaknya sampah.

Plt Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Marzuki

“Kami mendapatkan keluhan dari warga mengenai sampah sampah tersebut,” ucap Marzuki, kepada sejumlah wartawan, Rabu (13/10).

Setelah, mendapatkan Keluhan tersebut  lanjutnya, pihaknya langsung menurunkan petugas kebersihan. Namun, warga masih saja ada yang membuang sampah sembarangan.

“Agar warga tidak lagi membuang sampah sembarang di kawasan tersebut, kami telah memasang spanduk,” ujarnya.

Menurut Marzuki, spanduk tersebut berisi tentang himbauan larangan warga tidak membuang sampah ditempat tersebut.

Bahkan, lanjutnya, pada spanduk tersebut juga bertuliskan denda larangan membuang sampah sembarang.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengunjung dikawasan Siring Nol Kilometer, untuk tidak membuang sampah sembarang tempat,” tutur Marzuki.

Mengingat, tambahnya, di kawasan tersebut disediakan tempat sampah yang berada tidak jauh dari kawasan Siring Nol Kilometer.

“Kawasan Nol Kilometer bukan tempat untuk membuang sampah,” ucap Marzuki. (SRI/RDM/RH)

DPRD Kalsel Bahas Rancangan RPJMD 2021-2026 Bersama Eksekutif

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat kerja pembahasan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada Rabu, (13/10) di gedung DPRD Provinsi Kalsel bersama pihak eksekutif Provinsi Kalsel.

Suasana Raker DPRD Kalsel bersama pihak eksekutif

Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, selaku pimpinan rapat menjelaskan bahwa RPJMD ini merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah sebagai landasan dan pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan lima tahun.

“Mengingat pentingnya RPJMD ini, maka kami mengundang sejumlah perangkat eksekutif, sebagai bukti keseriusan bersama membangun banua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira memaparkan Rancangan awal RPJMD yang telah disusun dengan menampilkan gambaran umum Provinsi Kalsel secara geografis dan potensi.

Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira

“Isu strategis RPJMD meliputi lingkungan hidup, infrastruktur, sumber daya manusia, ekonomi, tata kelola pemerintahan dan gerbang ibu kota negara baru dan food estate,” jelasnya.

Diakhir pertemuan, Supian HK juga mengingatkan kompleksnya bahan RPJMD untuk lima tahun ke depan dan untuk memperdalam kajian, selanjutnya akan dilakukan pembahasan di masing-masing fraksi DPRD Provinsi Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Bawaslu Dorong Partisipasi Masyarakat Untuk Pengawasan Pemilu

BANJARMASIN – Upaya mendorong pengawasan partisipatif dari masyarakat terus dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam menjalankan tugas pengawasan. Salah satunya merekrut kader menjadi bagian dari Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP). Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tingkat menengah 2021 di Kalimantan Selatan, digelar Bawaslu RI mulai 12 – 16 Oktober 2021 di Banjarmasin.

Pembukaan yang berlangsung di Banjarmasin, Selasa malam (12/10) itu dihadiri Ketua Bawaslu RI Abhan, Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel Adi Santoso mewakili Gubernur Kalsel, dan anggota Komisi II DPR RI Rifqi Nizami Karsayuda, Ketua KPU Kalsel dan sejumlah anggota, serta undangan lain.

Ketua Bawaslu RI Abhan dalam arahannya mengatakan, para kader yang terlibat adalah mereka yang terpilih dari kelas dasar di kabupaten/kota, menjadi level menengah. Level berikutnya adalah kelas lanjut yang diselanggarakan di Jakarta. Dikatakan, SKPP satu satu program yang masuk dalam RPJMN sejak 2019. Tahun lalu dilakukan SKPP secara daring dan tahun ini dilakukan sistem tatap muka dengan prokes ketat. Program ini mendapat perhatian masyarakat yang ingin terlibat.

“Pendaftar semuanya ada sekitar 27.000, diterima sekitar 10.000 orang untuk tingkat dasar dan selanjutnya diseleksi ke menengah. Rata-rata mereka berusia muda, dari kalangan mahasiswa, ormas, dan organisasi kepemudaan,” ujarnya.

Abhan berharap, para kader nantinya jadi simbol atau pioneer di daerah masing-masing dan bagian penggerak pengawasan partisipatif. Program ini selaras dengan amanah undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal proses pesta demokrasi di indonesia.

Keberadaan kader penting ujarnya, karena tugas tupoksi Bawaslu multi kompleks, dari hulu ke hilir. Dari upaya pencegahan, pengawasan tahapan pemilu, penindakan jika ada pelangaran aturan, hingga menyelesaikan sengketa.

Terkait tugas pencegahan dan pengawasan ujarnya, Bawaslu harus menggandeng masyarakat untuk pengawasan partisipatif, demi meminimalisir pelanggaran yang masih sering terjadi seperti persoalan politik uang, politik transaksional, ujaran kebecian, hoax dan sebagainya.

“Semakin banyak masyarakat terlibat, makin baik,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutan yang dibacakan Plt Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Adi Santoso, mengapresiasi upaya yang dilakukan jajaran Bawaslu, melalui SKPP.

Disebutkan, masyarakat Kalsel memiliki tradisi damai dalam penyelanggaraan Pemilu. Misalnya Pilkada serentak 2020 lalu yang berjalan aman, tertib dan damai. Meskipun Kalsel masuk daerah paling rawan terjadi konflik di tengah pandemi.

Seluruh tahapan dan proses yang berlangsung memberikan pelajaran bagi semua pemangku kepentingan, betapa pentingnya partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam upaya mencegah terjadi pelanggaran pemilu.

Di tempat yang sama, anggota Komisi II DPR RI Rifqi Nizamy Karsayuda mendorong para kader untuk menggali wawasan terkait masalah ini, untuk bekal mereka yang ingin terlibat lebh lanjut, seperti menjadi anggota Bawaslu.

“Para kader sedang dalam usia potensial yang nantinya bisa menjadi anggota Bawaslu dengan modal wawasan yang diperoleh sekarang,” ujarnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Riding Amal Bank Kalsel Telusur Desa Balimau, Tebar Bantuan

BANJAR – Manajemen dan karyawan Bank Kalsel kembali mengadakan kegiatan positif dalam rangka pemberian bantuan kepada masyarakat, yang dibalut dengan acara bernama “Riding Amal Bank Kalsel”.

Kali ini, para peserta antusias menaiki kendaraan roda dua yang tergabung dalam wadah bernama Generasi Bank Kalsel atau disingkat GEN – K. GEN – K sendiri merupakan wadah resmi bagi seluruh generasi Bank Kalsel dalam rangka menyalurkan minat dan bakat terhadap kegiatan olahraga, seni budaya dan sosial keagamaan di lingkungan Bank Kalsel.

Start pada pukul 06.30 di Kantor Pusat Bank Kalsel, para peserta langsung menuju ke Kecamatan Aluh-Aluh di Kabupaten Banjar sebagai sasaran pemberian bantuan sembari menikmati pemandangan kawasan persawahan dan sungai di sana. Setelah itu, para peserta langsung menuju ke lokasi bantuan yaitu Masjid Azzumara dan Rumah Tahfidz Qur’an Ibnu Al-Jazariy yang sama-sama terletak di Desa Balimau, Kecamatan Aluh – Aluh untuk melaksanakan pemberian bantuan dana yang berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel.

Direktur Operasional Bank Kalsel, Ahmad Fatrya Putra menyerahkan bantuan langsung secara simbolis kepada Ustadz Abdul Haffaz selaku pengurus masjid dan Ustadz Haris Fadhilah selaku pengurus rumah tahfidz tersebut.

Selain dana bantuan, Fatrya juga menyerahkan bantuan berupa masker kepada pengurus mesjid dan rumah tahfidz untuk dibagikan kepada para jemaah, anak tahfidz maupun masyarakat di Desa Balimau. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat sekitar tetap menjalankan protokol kesehatan sehingga terhindar dari virus COVID-19.

“Saya mewakili teman-teman Bank Kalsel berharap dengan bantuan ini dapat membantu proses pembangunan masjid saat ini. Semoga masjid dapat segera rampung sehingga dapat dipergunakan lebih maksimal oleh masyarakat maupun jemaah di Desa Balimau dan sekitarnya untuk melakukan berbagai aktivitas keagamaan,” harap Fatrya.

Ahmad Fatrya Putra juga menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat membantu penyediaan sarana dan prasarana belajar di rumah tahfidz Qur’an.

“Teman-teman Bank Kalsel juga berharap bantuan ini dapat dipergunakan untuk membantu penyediaan sarana maupun prasarana belajar agar anak-anak tahfidz semakin bersemangat mempelajari Al – Qur’an,” imbuhnya.

Sebagai informasi, dana Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel yakni dana yang dihimpun dari pemotongan zakat/infak/sedekah dari gaji pegawai Bank Kalsel yang telah disisihkan untuk selanjutnya disalurkan kepada yang membutuhkan. Kegiatan ini terlaksana atas dasar komitmen Bank Kalsel dalam upaya memberikan kontribusi penuh terhadap pembangunan Kalimantan Selatan di bidang sosial, pendidikan maupun keagamaan. (ADV-RIW/RDM/RH)

Lepas Kafilah STQH Kalsel, Wagub Muhiddin Targetkan 3 Besar

BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalsel, Muhiddin melepas secara resmi keberangkatan Kafilah Provinsi Kalsel, yang akan mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVI Tahun 2021, di  Sofifi Maluku Utara, pada Selasa (12/10) malam.

Pelepasan Kafilah STQH Kalsel bertempat di Mahligai Pancasila diawali dengan sholat Maghrib dan sholat Hajat berjamaah, serta do’a bersama.

Wagub Muhidin berpesan kepada para Kafilah Kalsel agar STQH Nasional ini dapat dijadikan sebagai persiapan untuk menghadapi MTQ Nasional tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Kalsel.

“Jadikan event ini sebagai pembelajaran, persiapan, untuk menghadapi MTQ Nasional 2022 nanti di Kalsel,” pesannya.

Muhidin mengatakan, persiapan untuk MTQ Nasional tahun 2022 nanti, dipersiapkan sedini dan semaksimal mungkin.

“Tidak ada keberhasilan tanpa usaha dan perjuangan yang maksimal, dengan persiapan yang matang, paling tidak kita bisa meraih juara 2 di MTQ Nasional nanti, bahkan bisa jadi juara umum,” harapnya.

Muhidin juga berpesan kepada Kafilah, agar bisa menjaga kesehatan dengan baik, karena akan menjalani perjalanan yang cukup panjang.

Wagub Muhidin juga menyampaikan pesan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, agar para kafilah dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya di ajang STQH di Maluku Utara nanti, sehingga bisa mengukir prestasi dan mengharumkan banua.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin juga menghatapkan agar para kafilah dapat mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Selain prestasi, para kafilah saya harapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” pesan Paman Birin lewat sambutan tertulisnya yang dibacakan Wagub Muhidin.

STQH Tingkat Nasional Tahun 2021, akan diselenggarakan di kota Sofifi Provinsi Maluku Utara, pada 16 sampai dengan 23 Oktober 2021.

Sementara Kafilah Kalsel yang berjumlah 60 orang, dengan 18 diantaranya adalah peserta putra putri yang akan bertanding pada 4 cabang, berangkat ke Maluku Utara pada Rabu (13/10) pagi. Cabang yang diikuti utusan Kalsel, adalah Tahfiz, Tafsir, Tilawah dan Hadits. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Laga Paman Birin All Star Bertabur Gol Indah, Taklukan Tim Setda Tala 25-1

PELAIHARI – Pertandingan menarik dalam tempo tinggi, dihiasi dengan gol – gol indah spektakuler mewarnai laga persahabatan Tim Futsal Paman Birin All Star dengan Tim Setda Tanah Laut.

Foto bersama sebelum pertandingan persahabatan dimulai

Laga persahabatan ini berlangsung di Lapangan Futsal Aufar Pelaihari, dalam rangka memeriahkan  penutupan Turnamen Futsal Paman Birin Cup Tanah Laut Muda di Lapangan Futsal Aufar Pelaihari, Selasa sore (12/10).

Menariknya lagi sang jenderal lapangan Tim Paman Birin All Star, Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin  berhasil mencetak 8 gol dan membuat gol gol cantik dengan sontekan hingga menutup kemenangan dengan skor 25-1.

Bahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut, Dahnial Kifli selaku Kapten Tim Setda Tala, terlihat  menggelengkan kepalanya tampak terkesima melihat gol indah dari Paman Birin.

Usai pertandingan persahabatan, acara dilanjutkan dengan acara penutupan dan  penyerahan trofi pemenang.

Gubernur juga mengucapkan syukur karena di tengah pandemi ini Tanah Laut dapat menggelar kompetisi futsal dengan mengutamakan prokes ketat.

“Walau ditengah Pandemi, tapi Alhamdulillah Tanah Laut bisa level 1 PPKM nya dan bisa main futsal lagi,” kata Paman Birin.

Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin juga memberikan hadiah tambahan bagi juara 1, Best player serta Top Score.

“Kedepan saya berharap disetiap kabupaten kota ada trophy bupati/walikota,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut, Dahnial Kifli mengucapkan selamat kepada para juara yang telah beralaga dalam Paman Birin Cup Turnamen Futsal Tanah Laut.

Untuk diketahui, Turnamen tersebut dimenangkan oleh Tim futsal Black Castle dari Banjarmasin yang berhasil mengalahkan tim fitsal APM 253 FC dengan skor 4-2. (ADPIM/SRI/RDM/RH)

Kewenangan Proyek Strategis Kajian Kereta Bandara Dialihkan ke Dinas PUPR Kalsel

BANJARBARU – Imbas dari refocusing anggaran membuat kajian kereta bandara di Kalsel harus kembali tertunda. Terbaru, proyek strategis yang sejatinya akan diteliti oleh tim ahli dari Balitbangda dan akademisi perguruan tinggi kini resmi dialihkan ke Dinas PUPR.

Plt Kabid Ekonomi dan Pembangunan Balitbangda Kalsel, Fahrudinoor menyampaikan semula anggaran yang dialokasikan Pemprov Kalsel untuk kajian kereta bandara itu berkisar hingga Rp477 juta. Namun, dikarenakan adanya pemangkasan sekitar Rp160 juta maka menyisakan pagu sebesar Rp317 juta.

“Pengurangan dana tersebut digunakan untuk keperluan penanganan COVID-19 sehingga terjadi penundaan,” ungkapnya kepada Abdi Persada FM, beberapa waktu lalu.

Nilai investasi yang diklaim mencapai hingga Rp24 triliun itu, lanjut Fahruddin, kemungkinan akan dilimpahkan kewenangannya kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel.

“Informasinya akan dilanjutkan pada 2022 mendatang. Kalau tahun ini, tidak ada lagi kajian kereta bandara di Balitbangda,” ucapnya.

Terkait adanya penundaan, dia memaparkan, hal ini sudah diketahui sepenuhnya oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira

melalui diskusi panjang.

“Bersama Kasubbidnya kami sudah menghadap. Karena keterbatasan biaya anggaran sesuai intruksi maka kajian tersebut dihentikan sementara, sisanya kami akan menjalankan program yang sudah dipersiapkan pada 2022 mendatang,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira bilang, agar bisa mengundang investor untuk menanamkan modalnya ke dalam proyek strategis itu rute kereta utama adalah berada dilokasi Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, di Banjarbaru.

“Nanti mereka (investor) yang membangun dan Pemprov hanya menyiapkan lahannya saja, mengingat investasi diperlukan juga cukup besar” beber mantan Kepala Bappeda Kota Banjarmasin itu.

Dipilihnya bandara berstatus internasional itu sebagai akses jembatan penghubung antar kabupaten/kota di Kalsel, menurutnya, sangat strategis dan layak menjadi titik pemberhentian utama.

“Potensinya besar, kalau untuk anggaran nanti kita lakukan secara bertahap dulu,” ucapnya.

Langkah awal penggerak roda perekonomian baru, kereta bandara merupakan satu dari sekian banyak proyek strategis berskala nasional yang dicanangkan mampu terkoneksi dengan baik di lima provinsi.

Sesuai ketetapan, Kalimantan Selatan akan diproyeksikan sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia di Paser Utara, Penajam, Kalimantan Timur. (RHS/RDM/RH)

Ratusan Benda Pusaka Dipamerkan Museum Wasaka

BANJARMASIN – Sebanyak ratusan benda pusaka dipamerkan, berasal dari museum Wasaka, museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, museum Rakyat Hulu Sungai Selatan serta Komunitas Pecinta dan Pelestari Pusaka Kalsel.

Salah satu benda pusaka di pameran temporer

Ketua Komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin Rahmadi, kepada Abdi Persada FM, Selasa (12/10) mengatakan, pihaknya mengapresiasi diikutkan dalam pameran temporer, yang  diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui bidang kebudayaan seksi cagar budaya dan permuseuman provinsi Kalimantan Selatan, untuk memperingati hari museum Indonesia pada 12 Oktober 2021. Karena ada sekitar 70 koleksi benda bersejarah dipamerkan, sedangkan sisanya dari museum.

Ketua Komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin, Rahmadi

“Benda pusaka dipamerkan mulai dari keris, parang, belati, pisau, dan sumpit,” ucapnya.

Haji Adi (sapaan akrabnya) menyampaikan, dengan adanya pameran temporer ini,  bertujuan untuk lebih memberikan pengenalan kepada seluruh masyarakat, tentang senjata tempo dulu dan memberi edukasi bagi regenerasi.

“Kami berharap, melalui pameran ini warg akan lebih mengenal benda bersejarah peninggalan para pejuang, dan mengetahui makna dari sebuah senjata,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung dari Kota Banjarmasin Aminah mengatakan, dirinya baru pertama kali ke pameran temporer, dan ternyata senjata tradisional bukan hanya digunakan untuk berperang, namun bisa menjadi pelindung diri, salah satunya kegunaan wafak dan babatsal.

“Selama ini hanya mengetahui cerita dari nenek moyang, namun dengan pameran, meliat secara langsung yang disampaikan cerita dari mulut ke mulut,” tutupnya.

Selain pameran, beragam rangkaian juga dilaksanakan, seperti seminar kajian parang dan forum diskusi pecinta dan pelestari senjata tradisional Kalimantan Selatan, serta diskusi permuseuman museum Lambung Mangkurat, dilanjutkan penampilan madhihin sanggar karamunting Disdikbud Hulu Sungai Selatan.

Untuk diketahui, museum Wasaka menggelar pameran temporer di halaman, yang berlokasi di Jalan Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. Para pengunjung juga diberikan hiburan, melalui melalui lomba sumpit, masing-masing peserta dibatasi, dengan hadiah hiburan. (NHF/RDM/RH)

Pelajari Pengelolaan Layanan Perpustakaan dan Pustakawan, IPI Kalteng Kunjungi Perpus Palnam

BANJARMASIN – Sebanyak 5 orang Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Wilayah Kalteng melakukan kunjungan ke Perpustakaan Palnam milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan. Kunjungan mereka yang dilaksanakan pada Rabu (12/10) tersebut dalam rangka kaji banding pengelolaan layanan perpustakaan serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pustakawan di Kalsel. Rombongan IPI Kalteng diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel Nurliani.

Suasana Kunjungan IPI Kalteng ke Perpustakaan Palnam

Dalam sambutannya, Kadispersip Kalsel yang akrab disapa Bunda Nunung ini menyampaikan bahwa pengembangan SDM Pustakawan sangat diakomodir di Perpustakaan Palnam.

“Hal ini tentu dalam rangka meningkatkan minat baca dan pembangunan literasi di Kalsel,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) IPI Kalteng, Yose Hernando mengucapkan terima kasih atas kesediaan Dispersip Kalsel menerima kunjungan kerja mereka. Ia juga memberikan apresiasi terhadap pengembangan layanan perpustakaan dan peningkatan SDM Pustakawan di Kalsel.

“Strategi Kalsel dalam merangkul Pustakawan akan menjadi percontohan untuk IPI Kalteng di masa akan datang,” ungkapnya.

Selain berdiskusi, rombongan PD IPI Kalteng dibawa berkeliling melihat layanan perpustakaan di Perpustakaan Palnam. Mereka sangat terkesan atas perubahan yang sangat signifikan dibanding lima tahun sebelum kepemimpinan Bunda Nunung.

“Hal ini mencerminkan Kadispersip dapat memberdayakan Pustakawan dan Menghidupkan DPD IPI secara signifikan,” jelas perwakilan IPI Kalteng.

Menanggapi hal itu, Bunda Nunung kembali menyampaikan bahwa setiap Dispersip di seluruh Indonesia mempunyai karakteristik yang berbeda beda seperti bangunan, SDM, lokasi, yang bisa menjadi unggulan untuk peningkatan pembangunan literasi dan minat baca di daerah masing-masing,

“Tetaplah semangat mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan profesi pustakawan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dispersip Kalsel juga menerima kunjungan Dispersip Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalteng pada Selasa (28/9) serta Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalsel pada Kamis (7/10) lalu. (HUMASDISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version