Masalah Ekonomi Akibat COVID-19 Masih Jadi Keluhan Warga Banjarmasin Utara

BANJARMASIN – Kegiatan penelaahan dan aspirasi masyarakat atau dikenal masa reses, untuk konstituen Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, telah menerima berbagai aspirasi dari warga.

Seperti yang disampaikan Anggota Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara, DPRD Kota Banjarmasin Ismail Ibrahim, kepada wartawan, pada Minggu (24/10) menyampaikan, dari hasil pertemuannya dengan warga, baik secara tertulis dan lisan, sebagian mengusulkan perbaikan jalan, titian, dan dampak dari pandemi COVID-19 dalam pendapatan ekonomi.

Anggota Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara, DPRD Kota Banjarmasin Ismail Ibrahim

“Warga meminta ada bantuan dari dinas sosial Banjarmasin, usulan ini akan kita tindaklanjuti,” ucapnya.

Ismail menjelaskan, selain infrastruktur dan persoalan ekonomi, sebagian warga juga meminta bantuan gerobak sampah, dan tempat sampah, di setiap lingkungan RT.

“Setiap usulan ini kami sampaikan, dan pemko nanti yang akan menentukan untuk skala prioritas,” jelasnnya

Sementara itu, Anggota Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim, menyampaikan, dalam masa reses ini, pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat, agar ikut vaksin COVID-19, khususnya bagi yang tidak mempunyai riwayat penyakit membahayakan, untuk bersama sama mencegah penyebaran virus corona.

Anggota Dapil Banjarmasin Utara, yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim

“Dari keterangan sebagian warga sujing, sudah banyak vaksin satu, sehingga kalau jadwal vaksin dua, jangan ada yang lupa, karena dosis vaksin itu harus dua kali,” katanya

Lebih lanjut Hakim menambahkan, menjelang di bulan Nopember 2021 nanti hari kesehatan nasional, diharapkan target vaksinasi dapat terpenuhi, dan di akhir tahun 2021 COVID-19 bisa melandai, seiring menurunbya angka kasus.

“Kami imbau warga meski sudah vaksin, tetap disiplin prokes,” tutupnya

Untuk diketahui, DPRD Kota Banjarmasim kembali menggelar kegiatan penelaahan dan aspirasi masyarakat atau dikenal masa reses, mulai 24 – 26 Oktober 2021. Dapil Banjarmasin Utara, beranggotakan Syarifah Sakinah, Bambang Yanto Permono, Muhammad Isnaini, Amalia Handayani, Taufik Husin, Sukrowardhi, Zainal Hakim, Ismail Ibrahim, Hendra dan Hari Kartono. (NHF/RDM/RH)

Ratih Juarai Lomba Cerpen Wisata 2021 Yang Digelar Dispersip Kalsel

BANJARMASIN – Ratih Ayuninggrum menjadi jawara dalam Lomba Cerpen Wisata Tahun 2021. Cerpennya berjudul Neptunus berhasil menyisihkan 118 cerpen lainnya pada lomba yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dewan juri yang terdiri dari para sastrawan dan jurnalis wisata memilih cerpen Ratih karena penggarapan yang apik serta kemampuannya menggabungkan dua konsep dalam sebuah cerita.

“Realis dan surealis bertemu padu dalam cerpennya,” kata salah seorang juri Aliansyah Jumbawuya, dalam rilisnya, Senin (25/10).

Sementara itu, Ratih mengaku sangat terharu setelah mendengar pengumuman yang dirilis Dewan Juri pada Minggu (24/10) malam.

“Alhamdulillah, terima kasih, saya terharu,” ucap perempuan yang berprofesi sebagai guru ini.

Selain Ratih, dua pemenang lainnya adalah Meutia Swarna Maharani yang berhasil menempati juara II dengan cerpennya Minggu Ujian. Sementara peringkat ketiga diisi oleh penulis asal Gambut, Kabupaten Banjar Zulfan Fauzi yang memukau juri dengan cerpennya Loksado dan Romansa Perjalanan.

Masing-masing para juara berhak atas hadiah Rp5 juta, Rp3,5 juta dan Rp2 juta. Penyerahan hadiah dilaksanakan pada Senin (25/10) di aula Dispersip Kalsel.

Sedangkan Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan lomba ini adalah salah satu agenda dan kegiatan Dispersip Kalsel dalam memajukan literasi dimana belum lama tadi, Kalsel mendapat penghargaan sebagai provinsi dengan Indeks Pembangunan Literasi (IPL) tertinggi se-Indonesia.

“Selamat kepada para pemenang, kepada yang belum berhasil jadi pemenang, terimakasih sudah mengikuti lomba ini, teruslah berkarya, suatu saat karya kalian akan menemukan waktunya,” pungkasnya. (DISPERSIP.KALSEL-NRH/RDM/RH)

PAUD Omah Kepompong Diharapkan Jadi Role Model Sekolah di Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan serta pemerintah kota Banjarbaru mengapresiasi pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Omah Kepompong Banjarbaru, Senin (25/10).

Suasana simulasi pembelajaran yang diterapkan di PAUD Omah Kepompong Alam Eco School Banjarbaru

Dalam sambutannya pada peresmian sekaligus perayaan ulang tahun perama PAUD Omah Kepompong Banjarbaru, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan Faturrahman mengatakan pendidikan anak usia dini merupakan  awal yang fundamental bagi pembentukan karakter bangsa.

“Saya mengapresiasi kepada seluruh pengurus PAUD Omah Kepompong atas kontribusinya dalam pembangunan anak usia dini,” ucapnya.

Menurut Faturrahman, perkembangan kehidupan manusia dimulai dan didasari oleh pertumbuhan perkembangan anak sejak usia dini yang berlangsung sejak usia lahir hingga berusia 6 tahun. Karena pada umur tersebut ditambahkannya, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek.

“Kami pemerintah provinsi Kalimantan Selatan menginginkan agar PAUD Omah Kepompong dapat terus konsisten dalam membangun dunia pendidikan, terutama sebagai wadah terbaik pertumbuhan maupun perkembangan jasmani dan rohani anak agar siap memasuki tahapan pendidikan Sekolah Dasar,” pinta Faturrahman.

Dengan jumlah sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia dikatakan Faturrahman, anak merupakan potensi besar yang tidak boleh disia-siakan. Bahkan harus dipersiapkan sejak dini agar kualitas pembangunan manusia dapat terjaga dengan baik.

“Dengan dibangunnya PAUD Omah Kepompong ini saya harapkan dapat menjadi wujud awal untuk terus memberikan kontribusi kualitas pembangunan banua,” harap Faturrahman.

Di tempat yang sama, Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin mengatakan PAUD Omah Kepompong memiliki fasilitas serta sarana dan prasarana yang sudah sangat bagus bahkan melebihi standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Saya harap PAUD Omah Kepompong dapat menjadi role model bagi sekolah lain di Kalimantan Selatan dan kota Banjarbaru,” harap Aditya.

Sementara itu ketua Yayasan PAUD Omah Kepompong Amalia Rahmawati menjelaskan sekolah yang menerapkan konsep Eco School (Sekolah Alam) ini selain menerapkan kurikulum yang diberikan oleh Dinas Pendidikan, juga menerapkan kurikulum akar alam dari School of Universe yang mengajarkan akhlak, logika, kepemimpinan serta bisnis yang menanamkan pendidikan karakter kepada anak usia dini.

“Dengan konsep pembelajaran seperti ini kami harapkan anak anak dapat belajar dengan merdeka di alam terbuka sehingga dapat berfikir kristis dan kreatif,” terang Amalia.

Tak hanya pendidikan formal Paud dan TK, yayasan yang terletak di Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan ini, juga melayani penitipan balita yang orang tuanya sibuk bekerja. (TR21-01/RDM/RH)

Dispar Kalsel Sukses Menggelar Tiga Event Untuk Bangkitkan Pariwisata

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, sukses menggelar tiga event sekaligus pada Oktober 2021 ini.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, dalam sambutannya di Panggung Colloseum, kantor Gubernur lama Banjarmasin, pada Minggu petang (24/10) sekaligus menutup Festival wisata budaya pasar terapung, ketiga event itu South Kalimantan Travel Mart (Suka Travel Mart), Travel Fair, dan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung, yang digelar telah berjalan sukses.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh perwakilan kepala daerah kabupaten dan kota, SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi serta kabupaten dan kota, yang turut serta berpartisipasi dalam event ini,” ucapnya.

Syarifuddin menyampaikan, melalui event Festival Wisata Budaya Pasar Terapung, yang berlokasi di siring nol kilometer kota Banjarmasin, dan Travel Fair dipusatkan di salah satu hotel ternama Banjarbaru yang digelar selama tiga hari mulai tanggal 22 – 24 Oktober 2021. Kemudian event South Kalimantan Travel Mart (Suka Travel Mart), sejak 21 – 24 Oktober 2021, sebagai langkah tonggak kebangkitan di sektor pariwisata, karena paling besar yang terdampak akibat pandemi COVID-19, sejak tahun 2020 lalu.

“Event ini akan menghidupkan kembali destinasi wisata dan perekonomian di Kalsel,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kalimantan Selatan, Mutia Amana Nastiti sebagai salah satu mitra kerja Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan, selama empat hari dalam event South Kalimantan Travel Mart (SuKa Travel Mart) telah berjalan lancar. Para buyer di bawa berkeliling ke sejumlah destinasi wisata unggulan Kalimantan Selatan. Hari pertama berkeliling ke danau Riam Kanan, dilanjutkan naik bukit Matang Kaladan, yang terkenal seperti raja ampat Papua, serta menyaksikan kesenian bakuntau dan madihin. Tidak sampai disitu para buyer, juga diajak berkunjung ke destinasi wisata Loksado, untuk menikmati keindahan alam Geopark Meratus, bambu rafting yang memacu adrenalin, serta hari terakhir ke pasar terapung.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kalimantan Selatan, Mutia Amana Nastiti

“Para tamu mengaku sangat senang, dalam menikmati pariwisata, namun ada beberapa saran yang disampaikan diantaranya peningkatan sumber daya manusia (SDM) pengelola pariwisata, ke depan pemerintah setempat, dapat membantu memberikan pelatihan,” katanya panjang lebar.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Umum DPP ASPPI, Rudi Indriawan, peran dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) nantinya akan mampu meningkatkan pelayanan dan transportasi, untuk infrastruktur sudah baik.

“Sekarang ini sudah cukup baik, namun tidak ada salahnya ditingkatkan lebih baik lagi, kami siap membantu promosi di media sosial,” tutupnya.

Rombongan buyer setelah berkunjung ke pasar terapung

Untuk diketahui, dalam rangkaian penutupan, Dinas Pariwisata Kalsel, mengumumkan pemenang berbagai lomba Festival Budaya Pasar Terapung di antaranya, juara kelotok (perahu) hias antar SKPD dimenangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, lomba Kampung Banjar dimenangkan oleh Kota Banjarbaru. Kemudian, lomba acil jukung (perahu) dimenangkan oleh Nor Aisah, dan lomba jukung ber-6 dimenangkan oleh tim Buaya Kuning. Sedangkan lomba foto dan video akan diumumkan pada 5 November mendatang. (NHF/RDM/RH)

Dukung Program Peningkatan Produksi, Petani di Tapin dan HSS Minta Alat Mesin Padi Combine

BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Wahyudi Rahman turun ke Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel IV yang meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST) untuk menjemput aspirasi masyarakat.

Wakil Rakyat yang akrab disapa Gabas ini mengatakan, dalam reses kali ini, dirinya menyambangi ke beberapa titik kelompok pertanian yang ada di kabupaten Tapin dan HSS yang menyampaikan berbagai aspirasi. Salah satu diantaranya petani memerlukan alat mesin padi atau Combine yang memiliki banyak keunggulan.

“Combine adalah mesin panen yang sangat canggih cara kerjanya, hanya memerlukan waktu satu jam, bisa mencapai luas panen sekitar satu hektar,” katanya kepada wartawan, Senin (25/10).

Saat ini combine selalu dicari para petani karena sangat membantu dari segi biaya panen, dibanding mesin perontok padi atau Power Thresher yang dikerjakan secara manual.

“Kalau dilihat dari segi biaya ada selisih, menggunakan combine dalam satu karung biayanya sekitar Rp35 ribu dan yang secara manual dalam satu karung sekitar Rp50 ribu,” jelasnya.

Selain itu, hasil panen dari mesin Combine tersebut lebih bersih dibanding menggunakan Power Thresher. Disamping itu, cara kerja mesin Combine sangat cepat dan tepat untuk mendukung program pemerintah peningkatan produksi.

“Dengan cara peningkatan IP 100 menjadi IP 200, yang IP 200 menjadi IP 300 dan yang sudah IP 300 menjadi IP 400,” ucapnya.

Keuntungan selanjutnya dari mesin Combine yang dirasakan para petani yaitu jerami (limbah panen) secara tidak langsung kembali ke lahan, sehingga lahan tidak banyak memerlukan salah satu unsur yaitu unsur Nitrogen (N), karena unsur N secara tidak langsung akan terbentuk melalui pelapukan jerami di lahan tersebut.

Politisi PDI Perjuangan ini juga berharap ke depan, pemerintah baik di provinsi atau kabupaten di Kalsel harus lebih fokus terhadap infrastruktur pertanian, perkebunan dan peternakan dalam rangka pemulihan perekonomian.

“Infrastruktur itu seperti jalan usaha tani atau jalan produksi serta juga peralatan yang menunjang pertanian terhadap pemulihan ekonomi setelah terdampak pandemi meskipun Covid-19 ini belum berakhir,” harapnya.

Aspirasi masyarakat ini akan dihimpun dan disampaikan kepada pemerintah baik di Provinsi maupun Kabupaten untuk ditindaklanjuti.

Diketahui, Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Wahyudi telah melaksanakan reses selama delapan hari, yakni pada 17-24 Oktober 2021. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kepala Balai Pertanian Kecamatan Padang Batung Kabupaten HSS, Endah Susilowati. (NRH/RDM/RH)

Yani Helmi Wakil Rakyat Pertama Yang Berkunjung ke Kelumpang Selatan Kotabaru

KOTABARU – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menjadi dewan perwakilan rakyat daerah satu-satunya dan yang paling pertama mengunjungi sejumlah desa, di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru.

Sekretaris Camat Kelumpang Selatan, Akhamd Mawardi mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan oleh anggota dewan dari Dapil IV itu tentu sangat diapresiasi oleh warga, aparat kecamatan. Terlebih, kehadirannya pun sangat ditunggu-tunggu.

Sekcam Kelumpang Selatan saat menyambut kedatangan M. Yani Helmi pada pelaksanaan reses di ruang pertemuan Kecamatan Kelumpang Selatan, Minggu (24/10) siang.

“Keinginan kami akhirnya tercapai juga dan dapat bertatap muka langsung dan sebenarnya sudah lama menunggu kedatangan dari paman Yani,” ujarnya usai menyambut kedatang anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, dalam pelaksanaan reses, yang di gelar di ruang pertemuan Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru, belum lama tadi.

Bahkan, ia mengucapkan terima kasih atas pendistribusian vaksin di daerahnya tersebut untuk 1.000 orang dengan tambahan sebanyak 500 dari Dinas Kesehatan Kotabaru. Kendati melampaui target, bantuan yang diberikan cukup bermanfaat bagi warganya di seluruh kecamatannya menuju herd immunity.

“Semoga silaturahmi terus berlanjut dan kami berharap meski pengawasannya ditingkat provinsi setidaknya beliau tetap bisa membina dan mengarahkan dengan berkunjung di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru, bahkan paman Yani juga orang pertama dan satu-satunya yang datang ke tempat ini,” ucapnya. 

Menanggapi itu, anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi yang membidangi ekonomi dan keungan ini menyebut sudah sepantasnya daerah yang memenangkan dirinya mendapat perhatian khusus.

“Tentu kami sangat mengapresiasi. Terlebih, daerah ini juga merupakan dapil pemenangan saya dulu menjadi anggota DPRD Kalsel,” ungkap anggota dewan Kalsel yang akrab sering disapa paman Yani tersebut.

Meski begitu, anggota dewan Kalsel dari fraksi Golkar tersebut menyampaikan, kalau daerah pemilihannya yang lain pun diluar Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, juga akan tetap mendapat apresiasi penuh. Namun, dilakukan secara bertahap.

“Sabar dulu kan, nanti akan ada jadwalnya untuk didatangi. Tunggu saja, kecamatan mana saja nanti akan saya sambangi lagi,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Bijak Dalam Bersosial Media Bersama Literasi Digital

BANJARMASIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bijak dalam Bersosial Media bersama Literasi Digital” di Kota Banjarmasin, Senin (25/10/2021) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Rio Brama yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Lintang Ratri Rahmiaji dengan materi tentang Kecakapan Digital.

Lintang mengatakan, di era digital saat ini semuanya serba dimudahkan seperti mencari informasi dan sebagainya.

“Karena perkembangan internet kita saat ini sudah luar biasa, kita bisa memperoleh informasi dengan mudah melalui internet,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pekerjaan baru di era digital saat ini bermacam-macam seperti, content provider, content creator, cyber security, jurnalis online, digital PR dan sebagainya.

Narasumber kedua, Desy Arnita Dewy yang membahas materi tentang “Keamanan Digital”

Apa itu penipuan digital?

Ia memaparkan, penipuan digital merupakan penggunaan layanan internet yang terhubung dengan akses internet yang ditujukan untuk menipu atau mengambil keuntungan dari korban, misalnya mencuri data dan informasi pribadi.

“Modus penipuan dapat berupa sms, e-mail, dan telepon. Cara mengatasinya hindari upload foto yang memuat informasi pribadi, hindari memasukkan sata berlebihan, serta hindari memberikan kode OTP,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Nanda Candra yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Etika Digital”

“Cyberbullying merupakan kejahatan yang dilakukan secara sengaja dalam bentuk fitnah, cemooh, kata-kata kasar, pelecehan, ancaman, dan hinaan,” tuturnya

“Ciri-cirinya biasanya antara pelaku dan korban sangat sedikit melibatkan kontak fisik, namun ia manfaatkan teknologi seperti media sosial untuk melakukan aksi bullynya,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Muhammad Budi Zakia Sani yang meyampaikan materi tentang “Budaya Digital”

“Contoh kesenian yang ada di banjar adalah seni tari (tari radap rahayu dan baksa kambang, seni teater (mamanda dan japin carita), seni musik (panting dan gamalan banjar), dan seni rupa (topeng dan sasingaran),” jelasnya

“Agar kesenian banjar tetap eksis dan terjaga kita harus melakukan, seperti memanfaatkan teknologi untuk menjaga kelestariannya serta mengoptimalkan media sosial sebagai ruang promosi,” pungkasnya. (RILIS)

Festival E-Sport Piala Paman Birin Resmi Digelar

BANJARMASIN – Untuk mendukung perkembangan olahraga E-sport di Provinsi Kalimantan Selatan ini, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga-nya menggelar Festival E-sport Piala Paman Birin.

Peserta Festival E-sport Piala Paman Birin

Festival E-sport Piala Paman Birin Cup ini mulai dilaksanakan di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin, Senin (25/10).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, dilaksanakannya Festival E-sport ini merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terhadap perkembangannya olahraga E-sport di Banua ini.

“Gubernur Provinsi Kalsel Sahbirin Noor memberikan dukungan terhadap peningkatan olahraga di provinsi ini, salah satunya E-sport,” ungkap Hermansyah.

Menurut Hermansyah, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan melihat perkembangan olahraga E-sport ini cukup tinggi peminatnya dari kalangan generasi muda.

Sehingga, lanjutnya, perlu mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dengan adanya Festival E-sport ini diharapkan dapat melahirkan atlet atlet berprestasi,” ucap Hermansyah.

Pada Festival E-sport Piala Paman Birin Cup ini, diselenggarakan pada 25 – 28 Oktober 2021 di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan total hadiah puluhan juta, kepada pemenang pertandingan tersebut.

*Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan total hadiah Rp 40 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Indonesia E-SPORT ASSOCIATION (IESPA) Kalsel memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang telah melaksanakan Festival E-sport Piala Paman Birin.

Ketua IESPA Kalimantan Selatan Syaripuddin mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang telah memberikan dukungan terhadap peningkatan dan perkembangan olahraga E-sport di Banua ini.

“Dengan adanya Festival E-sport Piala Paman Birin ini, kami dapat melihat bakat bakat dari peserta,” ungkapnya.

Selain itu, dengan adanya Festival E-sport Piala Paman Birin ini, dipastikan pihaknya menambah jam tanding bagi atlet atlet E-sport di Provinsi Kalimantan Selatan. Sehingga, kemampuan mereka akan semakin meningkat lagi. (SRI/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Satukan Bahasa, Budaya, dan Bangsa Indonesia!

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) bersama Siberkreasi kembali menggelar Webinar Literasi Digital Nasional wilayah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (25/10/2021) Siang, melalui Zoom Meeting.

Salah satu narasumber Sri Astuty, Dosen Fisip ULM dan Japelidi menjelaskan terkait Keamanan Digital yaitu “Waspada kejahatan di ruang Digital”.

“Keamanan Digital (Digital Safety) yaitu kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari – hari”. jelas Sri Astuty.

Menurut Sri Astuty, ada 4 Pilar Aman Bermedia Sosial yakni Digital Skills, Digital Culture, Digital Ethics dan Digital Safety.

“Digital Skills (Cakap/terampil) keterampilan gunakan media digital secara optimal, Digital Culture (Budaya) wujud kewarga negaraan digital (hak kewajiban), Digital Ethics (Etis) panduan berprilaku terbaik di ruang digital dan Digital Safety (Aman) panduan bagi individu agar dapat menjaga keselamatan dirinya terkait instrumen hukum positif “. ungkapnya.

Ditambahkannya, Ada 5 yang menjadi Tantangan Keamanaan Digital Pertama Ancaman digital terus berkembang, pembaruan proteksi harus terus dilakukan, Kedua Kompleksitas identitas dan data pribadi makin sulit dilindungi, kesadaran akan pentingnya data menjadi penting, Ketiga Strategi penipuan makin beragam, kejelian mendeteksi upaya penipuan harus diasah, Keempat Rekam jejak sulit dihapus dan selalu menjadi incaran, Kelima konten digital yang semakin menarik dan makin terbatasnya ruang bermain meningkatkan risiko kecanduan pada anak.

Webinar yang bertema “Satukan Bahasa, Budaya dan Bangsa Indonesia” ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti dan menghadirkan narasumber yaitu Khairullah Anshari, Dosen dan ASN Pemkab Banjar tentang Budaya Digital, Risa Dwi Ayuni, Dosen Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari mengenai Etika Digital, Sri Astuty, Dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) JAPELIDI terkait Keamanan Digital dan Key Opinion Leader Angel Meryci, Journalist dan Sosial Media Specialist tentang Kecakapan Digital. (RILIS)

Vaksinasi COVID-19 Dosis 2 Rampung, SMPN 1 Banjarbaru Siap PTM 50 Persen

BANJARBARU – Ratusan pelajar di SMPN 1 Banjarbaru divaksinasi COVID-19 dosis 2, Senin (25/10).

Vaksin sendiri merupakan bantuan dari PT. Arutmin dan Badan Intelijen Nasional (BIN) Banjarbaru yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat.

Sebelumnya vaksinasi COVID-19 dosis pertama sudah dilakukan, 21 September lallu.

Kepala SMPN 1 Banjarbaru, Undi Sukarya mengatakan, dengan rampungnya rangkaian vaksinasi hari ini, maka total siswanya yang sudah divaksin mencapai sekitar 98 persen.

Kepala SMPN 1 Banjarbaru, Undi Sukarya

Dimana 2 persennya lagi kata Undi tidak divaksin dikarenakan belum bisa divaksin atau termasuk komorbid.

“Vaksinasi kedua ini jumlahnya ada 550 siswa,” ujarnya.

Dengan begitu, SMPN 1 katanya siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan kapasitas 50 Persen.

“Rencananya Senin pekan depan kami PTM 50 persen, ini masih perputaran PTM 30 persen sampai Jumat besok,” jelasnya.

Seperti diketahui, PTM di SMPN 1 Banjarbaru sebelumnya dilaksanakan maksimal 30 persen siswa dengan 2 mata pelajaran mulai dari jam 08.00 – 10. 00 WITA.

Adapun untuk rencana PTM kapasitas 50 persen dalam pelaksanaan nantinya, menjadi hingga pukul 12.00 WITA dengan 3 mata pelajaran per harinya.

Sementara kebijakan sekolah jelas Undi, untuk kantin tetap tidak dibuka walaupun jam PTM diperpanjang. Sehingga orang tua diimbau agar menyiapkan bekal makanan untuk anaknya.

“Dalam pekan ini kami akan mensosialisasikan PTM 50 persen ini kepada orang tua,” tuntasnya.

Sementara itu, Perwakilan PT Arutmin Banjarbaru, Fitriansyah mengatakan, bantuan vaksin untuk pelajar tidak lain guna mendukung Pemerintah Kota mencapai target cakupan vaksinasi nasional.

“Ini kami berkolaborasi dengan BIN dan Dinkes Banjarbaru. Dengan vaksin ini kami berharap program Pemkot untuk PTM 50 persen bisa terealisasi, dan mampu mencapai target 70 persen,” katanya.

Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi pelajar oleh PT Arutmin dan BIN pada hari ini dilakukan di dua lokasi yakni SMPN 1 dan SMPN 2 Banjarbaru. (RDM/RH)

Exit mobile version