25 Oktober 2021

Kalangan Millenial Mendominasi Kunjungan Pameran Temporer di Museum Wasaka Kalsel

2 min read

Suasana diskusi permuseuman, dari Museum Lambung Mangkurat

BANJARMASIN – Museum Wasaka menggelar pameran temporer, yang diikuti dari Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan, dan Komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin, dengan menyajikan berbagai macam benda bersejarah sebagai koleksi, peninggalan para pejuang dan pahlawan, diantaranya keris, belati, parang, wafak, pisau, sumpit dan replika baju Pahlawan Nasional Pangeran Antasari.

Bidang Kebudayaan, melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Arry Risfansyah, kepada Abdi Persada FM, Kamis (14/10) mengatakan, sejak dibuka selama empat hari, mulai 11 – 14 Oktober 2021, partisipasi pengunjung lumayan banyak, namun lebih banyak didomimasi kalangan millenial seperti para mahasiswa. Hal itu disebabkan, adanya beragam rangkaian acara, mulai dari seminar kajian parang Kalimantan Selatan, bersama Balai Arkeologi dan Asosiasi Antropologi Indonesia, kemudian diskusi dari Forum pecinta dan pelestari senjata tradisional Kalimantan Selatan, tentang pengenalan senjata dari segi hukum dan pandangan masyarakat ,serta diskusi permuseuman dari Museum Lambung Mangkurat, terkait mengenal lebih dekat dengan museum.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Kami senang acara ini berjalan lancar, dan semuanya tetap disiplin prokes,” ucapnya.

Arry menjelaskan, kedepan pelaksaan pameran temporer ini akan tetap digelar, untuk lebih memberikan edukasi dan meningkatkan pendidikan melalui pembelajaran sejarah dari peninggalan benda pusaka. Rencananya kalau pandemi COVID-19 melandai, pameran tetap digelar di halaman dan Museum Wasaka akan dibuka, untuk pengunjung tidak dibatasi, serta waktunya sampai malam hari. Mengingat kegiatan ini hanya dimulai dari Jam 09.00 – 16.00 WITA.

“Batasan waktu karena masih PPKM level empat di Banjarmasin, membuat pengunjung lain yang masih bekerja, mengalami kesulitan untuk datang, apalagi kegiatannya bukan di akhir pekan,” jelas Arry.

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya Sejarah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Muhammad Salmani menilai, adanya pameran temporer ini, pihaknya sangatlah mengapresiasi, meski Kota Banjarmasin masih ditetapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat, tidak membuat sepi dari pengunjung. Benda yang dipamerkan, berupa senjata yang digunakan para pahlawan pejuang revolusi kemerdekaan di Kalimantan Selatan, hingga yang berusia ratusan tahun peninggalan masa kerajaan. Dirinya berharap, pandemi COVID-19 akan segera melandai, pameran ini akan kembali digelar, tanpa membatasi baik jumlah pengunjung dan waktunya.

Kabid Kebudayaan Erni Yulian Siddiq, didampingi Kasi Cagar Budaya Sejarah, Disdikbud, Kabupaten HSS, Muhammad Salmani

“Dengan ikut sertanya, pameran dari Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan, sebagai bentuk mengenalkan beberapa koleksi yang dimiliki, namun untuk lebih banyaknya ada di Museum sebanyak lima ratus koleksi,” tutupnya

Seperti diketahui, museum Wasaka menggelar pameran temporer di halaman, yang berlokasi di Jalan Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. Para pengunjung juga diberikan hiburan, melalui melalui lomba sumpit, dan penampilan madhihin dari sanggar karamunting Hulu Sungai Selatan.
(NHF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?