Wali Kota Banjarbaru Canangkan Kampung Literasi Guntung Manggis

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin hadiri sekaligus mencanangkan Kampung Literasi Guntung Manggis Program Bantuan dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Kursus, Koordinator Fungsi Keaksaraan dan Budaya Baca, Kemendikbudristek yang berlokasi di KBM Kuranji, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Senin (8/11).

Tampak hadir Direktur Utama PT Antang Gunung Meratus, Asisten Admintrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Arsi dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, Camat Landasan Ulin, Lurah Guntung Manggis, Ketua PKBM Kuranji dan undangan lainnya.

Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin dalam sambutannya menyampaikan, acara Pencanangan Kampung Literasi Guntung Manggis, yang merupakan program bantuan dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia ini, sebagai bentuk apresiasi semangat dan kreatifitas para penggiat literasi dalam upaya meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat.

“Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi dan aktif memodernisasikan diri,” jelasnya.

Keberliterasian dalam konteks ini menurut wali kota yang biasa disapa Ovie ini, bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesetaraan dan kesejahteraan bersama.

“Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif, sehingga dapat memenangi persaingan global. Sebagai bangsa yang besar, kita harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21, melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat,” ucapnya lagi.

Penguasaan 6 literasi dasar yang disepakati oleh world economic forum, disampaikan Ovie menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

“Pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ucap Ovie.

Diharapkannya, dengan meluasnya informasi kepada masyarakat tentang kampung literasi, akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangannya kedepan, untuk meningkatkan aktivitas pemenuhan pendidikan dan pembelajaran masyarakat.

Sementara itu, Ketua PKBM Kuranji Eva Febriany menyampaikan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama dalam upaya membangun dan meningkatan kualitas manusia Indonesia.

“Dalam upaya ini diperlukan sarana dan prasarana serta kemauan dan kesiapan setiap individu untuk melibatkan diri, berpikir maju dan mengembangkan kompetensi diri,” ujar Eva.

Kampung literasi disampaikannya, merupakan kawasan kampung atau desa yang dijadikan sasaran untuk meningkatkan minat baca masyarakat, mewujudkan masyarakat yang memiliki 6 komponen literasi dan membentuk masyarakat pembelajar sepanjang hayat.

“Kampung literasi Guntung Manggis di selenggarakan oleh PKBM Kuranji dibawah binaan Kemendikbudristek, Dinas Pendidikan, dan PT AGM serta bekerjasama dengan organisasi mitra, penggiat budaya baca masyarakat dan pihak terkait lainnya,” tutupnya. (HUMPRO.BJB-RDM/APR)

DPRD BANJARMASIN : NORMALISASI SUNGAI DIGENCARKAN

BANJARMASIN – Kalangan legislatif meminta gerakan normalisasi sungai, mulai sekarang harus semakin digencarkan.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini, kepada wartawan, Senin (8/11) dengan tingginya intensitas hujan mengguyur di kota seribu sungai ini, bahkan BMKG memprediksi beberapa daerah di Kalsel termasuk Banjarmasin, menjadi salah satu daerah yang cukup tinggi curah hujan hingga pekan depan, maka Pemerintah Kota
harus semakin gencar melakukan gerakan normalisasi sungai.

“Kami ingin semakin digencarkan program normalisasi sungai warga bersama para Ketua RT, didampingi Lurah setempat,” ucapnya.

Isnaini menjelaskan, berkaca pengalaman di pertengahan tahun 2021 lalu, mulai sekarang sangat penting mengantisipasi bersama-sama dalam mencegah terjadinya musibah banjir, dalam bentuk normalisasi sungai, diseluruh wilayah tidak hanya fokus di tengah kota, namun daerah pinggiran.

“Memang memasuki akhir tahun, biasanya intensitas hujan lebih sering terjadi, dan perlu dilakukan langkah pasti, agar tidak terulang musibah serupa,” jelasnya

Lebih lanjut Politisi Gerindra DPRD Kota Banjarmasin menambahkan, gerakan normalisasi sungai mengupayakan, agar tidak ada di sungai yang tersendat alirannya akibat sampah menumpuk. Selain itu di Kecamatan Banjarmasin Timur, harus mendapat perhatian khusus dalam gerakan normalisasi, karena saat kejadian banjir pada pertengahan tahun 2021 lalu, merupakan kawasan terparah, dari Kecamatan Banjarmasin Utara dan Kecamatan Banjarmasin Selatan.

“Sungai dan drainase harus dilakukan pengecekan secara berkala, jangan sampai saat hujan deras dengan intensitas tinggi, tidak mampu menampung air,” tutupnya
(NHF/RDM/APR)

Kalsel Targetkan 70 Persen Untuk Capaian Vaksinasi

BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, menargetkan capaian vaksinasi di provinsi ini mampu terealisasi hingga 70 persen pada Desember mendatang.
 
“Saya menaruh harapan besar kolaborasi yang terbangun antar komponen tetap terjalin kokoh. Dimana, untuk realisasi capaian vaksinasi di Kalsel hingga Desember 2021 bisa diangka 70 persen,” ungkap orang nomor satu di Kalsel yang baru mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (HC) itu, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMA Negeri 2 Banjarbaru bersama Kadisdikbud Kalsel, M Yusuf Effendy dan Kadinkes Kalsel, M Muslim, Senin (8/11) siang.

Meski demikian, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini tetap mengingatkan betapa pentingnya menerapkan 5 M, meski telah mendapat suntikan vaksin.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat memberikan sambutan sekaligus menyapa siswa SMA Negeri 2 Banjarbaru pada pelaksanaan vaksinasi.

“Jangan lupa untuk tetap menerapkan prokes, dan kita jangan sampai lengah serta harus tetap waspada. Terutama, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan hingga mengurangi mobilitas,” imbaunya kepada peserta didik di SMA Negeri 2 Banjarbaru.

Usia menggelar Turun ke Desa (Turdes) di 13 kabupaten/kota di Kalsel, Paman Birin menyebutkan, kalau capainnya program vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 36,11 persen.

“Alhamdulilah, di Kalsel secara umum capaian vaksinasinya sudah berada pada angka 44,4 persen. Tentu, saya juga mengapresiasi untuk Kota Banjarbaru yang juga telah mencapai pada kisaran 62 persen lebih dan ini patut di apresiasi baik kepada Wali Kota beserta jajarannya atas kerja kerasnya selama ini,” ucapnya.

Ia optimis, sasaran 70 persen dapat tercapai hingga akhir Desember 2021 mendatang sesuai arahan dari Presiden RI, Joko Widodo.

“Tentu, ini bisa dicapai dengan kerja sama dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak,” tutupnya. (ADPIM-RHS/RDM/APR)

TNI AL – Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Pemerataan Serbuan Vaksinasi Maritim

BANJARBARU – serbuan vaksin maritim tersebut kali ini digelar di Desa Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Senin (8/11).

Saat meninjau vaksinasi,Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut  Herbiyantoko M.Tr Hanla yang diwakili ketua penyelenggara Mayor Laut dr. Meutia Indrasakti menyampaikan, Vaksinasi massal ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen Lanal Banjarmasin untuk mendukung dan mensukseskan program yang dicanangkan oleh Pemerintah secara totalitas, guna menghentikan laju pertumbuhan wabah COVID-19 dan segera memutus mata rantai penyebarannya.

“Dengan aksi kerja nyata ini, semoga pemerataan Vaksinasi terhadap warga cepat tuntas dan musim pandemi cepat berakhir, supaya tercipta tatanan kehidupan yang baru dan masyarakat Kalimantan Selatan bisa beraktifitas kembali normal seperti sedia kala,” ucap dr. Meutia

dr. Meutia menambahkan, saat ini angka kasus penderita wabah Covid-19 di wilayah Kalimantan Selatan secara bertahap sudah mulai bersurut dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah turun di Level Dua, namun tidak menutup kemungkinan penyebaran Virus Corona itu tetap ada dilingkungan masyarakat.

“TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan, dalam hal ini Lanal Banjarmasin kembali menyelenggarakan Serbuan Vaksinasi Maritim secara massal terhadap masyarakat kota maupun warga pesisir, dari usia remaja, pelajar hingga para Manula untuk membangun Herd Immunity (Kekebalan Kelompok),” tutup dr. Meutia.

Sementara itu, salah satu penerima Vaksinasi maritim yakni Nenek Riyam menyampaikan, ia mengucapkan terima kasih kepada Lanal Banjarmasin yang telah bersedia dan berpartisapasi menggelar Vaksinasi massal, diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi warga dan terlindungi dari serangan Virus Corona.

Untuk diketahui, penyelenggaraan Serbuan Vaksinasi Maritim yang ke-57 ini, 148 peserta yang mendaftarkan diri mereke untuk divaksinasi, dengan demikian jumlah keseluruhan sejak awal dimulainya Serbuan Vaksinasi Maritim sampai dengan saat ini, Lanal Banjarmasin sudah berhasil memvaksinasi 18.245 orang. (HUMASTNI-AL-MRF/RDM/APR)

Sektor Pertambangan Dominasi Pertumbuhan Ekonomi Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel mengadakan seminar nasional dengan tema Peran Geospacial Management terhadap potensi wisata dan pertambangan nasional, di Command Center Setaprov Kalsel, Senin (8/11). Mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat membuka seminar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalsel Syaiful Azhari menyampaikan bahwa Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan, masih didominasi Sektor Pertambangan.

Disampaikan Syaiful Azhari, Pertumbuhan ekonomi kalsel masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian selama beberapa puluh tahun terakhir, sehingga potensi sumber daya alam yang dimiliki kalsel memerlukan sistem pengelolaan data spasial yang optimal. Data pada sektor pertambangan yang terdiri dari perijinan kawasan, eksplorasi, pemetaan batas, hingga reklamasi, perlu disusun secara rapi, akurat, dan aman dalam penyimpanan.

“Sektor pertambangan saat ini menuju hilirisasi industri, hilirisasi sektor pertambangan memerlukan data spasial yang akurat, agar setiap pertimbangan dalam pengambilan keputusan sudah sesuai dengan yang dibutuhkan,” ucap Saiful Azhari.

Mewakili Gubernur Kalsel, Syaiful Azhari juga turut menyampaikan,bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel, berencana mengembangkan Sektor Pariwisata menjadi sektor unggulan. Rencana pengembangan Sektor Pariwisaga menjadi sektor unggulan dilakukan untuk meningkatkan perekonomian provinsi kalsel, berbagai potensi wisata mulai wisata alam dan buatan, sudah memberikan kontribusi besar bagi peningkatan perekonomian masyarakat sekitar obyek wisata.

“Dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan, maka diharapkan dapat mengejar sektor pertambangan dari segi pendapatan, ungkap Saiful Azhari.

Diungkap Saiful, pemanfaatan informasi Geospasial sangat berguna, sebagai sistem pendukung pengambilan kebijakan untuk mengoptimalkan pembangunan diberbagai sektor, khususnya dalam mengelola Sumber Daya Alam, Penyusunan rencana tata ruang, perencanaan lokasi investasi bisnis perekonomian, serta penentuan garis batas wilayah.

“Kami mengharapkan dengan diadakannya seminar Geospasial, maka pembangunan daerah di sektor pariwisata dan pertambambangan yang sedang dalam pemekaran, dapat lebih berkelanjutan,” tutup Saiful. (MRF/RDM/APR)

Tinjau Vaksinasi Di SMAN 4 Banjarmasin, Gubernur Kalsel Minta Siswa Tetap Disiplin Prokes

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, Dr. (HC) Sahbirin Noor kembali turun ke lapangan untuk melakukan monitoring pelaksanaan vaksinasi  COVID-19, pada Senin (08/11). Yakni vaksinasi di SMA Negeri 4 Banjarmasin, dan berlanjut ke SMA Negeri 2 Banjarbaru.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terus bersemangat menggelorakan kegiatan vaksinasi. Hari ini  fokus tinjauan kegiatan vaksinasi di kalangan pelajar,’  ucapnya saat meninjau kegiatan vaksinasi di SMAN 4.

Paman Birin mengemukan vaksinasi untuk kalangan pelajar terutama di tingkat SMA perlu lebih ditingkatkan. Ini karena mereka akan mengikuti proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Kegiatan vaksinasi merupakan salah satu upaya kita meningkatkan daya tahan tubuh dari COVID-19.  Semua harus turut mendorong dan memberikan edukasi terkait pentingnya vaksinasi,” terangnya.

Paman Birin juga mengingatkan, meski sudah divaksin, namun ketaatan terhadap protokol kesehatan harus diutamakan.

“Vaksinasi memang salah satu upaya menjaga kekebalan tubuh untuk menangkal serangan virus seperti COVID-19 yang sudah terjadi hampir dua tahun terakhir. Pokoknya jangan sampai lengah, tetap waspada. Tentu saja kita tidak ingin ada gelombang susulan COVID-19,” ingatnya.

Paman Birin juga mengapresiasi  SMAN 4 Banjarmasin karena sudah melakukan vaksinasi tahap 2 serta komitmen tinggi untuk mewujudkan PTM kembali.

Sementara itu, Kepala SMAN 4 Banjarmasin, Tumiran menyatakan, vaksinasi tidak saja dilakukan bagi kalangan siswa setempat, namun melibatkan masyarakat yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah.

Vaksinasi tersebut ujarnya, dalam rangka upaya sekolah untuk bisa melakukan PTM terbatas yang sudah ditunggu-tunggu para siswa dan dewan guru selama ini.

“Sampai saat ini, siswa SMAN 4 Banjarmasin yang sudah tervaksin tahap 1 mencapai 717 dari 848 siswa, dan sisanya yang belum di vaksin karena alasan tertentu seperti tensi tinggi dan baru sembuh dari sakit. Sedangkan hari ini Insya Allah semuanya akan divaksin,” kata Tumiran.

Tumiran mengaku SMAN 4 Banjarmasin sangat siap karena sudah menyiapkan sarana protokol kesehatan dan mengatur jarak siswa yang belajar, serta mengatur jadwal PTM. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Webinar Literasi Digital Banjarbaru; Literasi Digital itu Mudah! Kenali Aturan Mainnya

BANJARBARU – Dunia maya atau Cyber Space saat ini sangat mudah terkoneksi dengan media elektronik melalui teknologi digital seperti adanya komputer dan internet sehingga bisa berkomunikasi langsung secara cepat tanpa bertatap muka.

Demikian dikatakan Andy salah satu narasumber webinar literasi digital untuk wilayah Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (08/11/2021)pagi.

Webinar ini mengusung tema “Literasi Digital itu Mudah! Kenali Aturan Mainnya” dimoderatori Septi D Ajeng menghadirkan Keynote Speech Wakil Walikota Banjarbaru Wartono, Key Opinion Leader Aktris Marsha Risdasari dan beberapa narasumber seperti Restu Triandy seorang Musisi, Vokalis Band/rif, Eko Suhartono seorang Kepala SMK Telkom Banjarbaru serta Valerian Ezra Vyanza yang juga seorang Guru SMK Telkom Banjarbaru.

Menurut Musisi Band Rif tersebut Rekam Jejak Digital adalah semua aktivitas kita yang ada di media sosial (medsos) berupa unggahan atau data secara nyata seperti konten konten, komentar bahkan transaksi digital bisa terekam menggunakan perangkat digital.

“Semua kegiatan kita yang menggunakan perangkat digital, tanpa kita sadari semuanya akan terekam dan tersimpan di internet”, ungkapnya.

Lebih jauh Andy mengimbau agar masyarakat menggunakan internet sebagai sarana untuk mencari, berbagi, bertukar informasi atau hiburan bahkan mengembangkan pengetahuan baik di dunia pendidikan dan pekerjaan serta unggah hal hal yang berbau positif, bermutu juga menarik.

“Apapun yang diunggah dan diinformasikan dalam berinternet harus selalu menggunakan etika, bahasa yang santun agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan”, tutupnya.

Adapun topik yang dibahas adalah tentang “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital” yang termasuk dalam kerangka literasi digital yaitu Keamanan Digital.(*)

Webinar Literasi Digital Kotabaru; Lawan Balik Perundungan Digital di Era 4.0

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar webinar literasi digital dengan topik pembahasan Lawan Balik Perundungan Digital di Era 4.0 untuk Kabupaten Kotabaru,sebagai Moderator Ronald Andretti,Senin (8/11) pagi.

Webinar ini menghadirkan Narasumber berkompeten antara lain M.Aliansyah-Programmer,Iflahah Zuhriyaten,S.Ag,M.Pd-Dosen UHAMKA Jakarta dan Siti Safwati Putri Mawardi-Co Founder Jalanan Kita.

Salah satu Narasumber Iflahah Zuhriyaten menyampaikan materinya dengan tema Peran Orang Tua dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet untuk anak.Ia mengatakan yang dimaksud orang tua adalah pendidik yang pertama karena orang tualah yang pertama kali melakukan kegiatan pendidikan untuk memberikan pengaruh positif atau negatif,bahkan semenjak dalam kandungan.

“Orang tua juga sebagai pendidik yang utama karena anak menjalin hubungan yang sangat kuat dalam waktu yang panjang dan dalam ikatan emosional yang kuat dengan orang tuanya”katanya.

Iflahah menjelaskan saat ini orang tua banyak terjangkit penyakit orang tua seperti memanjakan anak dalam arti memberikan apa yang tidak dibutuhkan anak dan melakukan berbagai hal buat anak yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri sehingga membuat anak malas seperti mengambil makan sendiri.

“Tidak konsisten juga merupakan penyakit orang tua maksudnya adalah mengikuti semua kemauan anak,aturan sangat longgar dan tidak ada punishment ketika anak melakukan kesalahan”ujarnya.

Iflahah mengungkapkan akibat pandemi Covid-19 waktu yang dihabiskan anak-anak di dunia maya sangat mungkin meningkat drastis.Untuk itu keamanan anak di dunia maya penting untuk dilindungi oleh orang tua.

“Adapun dalam menjaga anak di internet antara lain dengan cara batasi waktu berinternet, manfaatkan fitur perlindungan teknologi,beritahu anak internet yang aman,jaga data pribadi anak,berikan anak ruang untuk berkreasi dan dampingi anak berinternet”ungkapnya.

Ia menambahkan ada lima tips agar anak tidak kecanduan internet yaitu buat aturan batasan waktu,berdiskusi dengan anak,membuat pengalihan artinya mengerjakan hobi lain dari anak selain internet,bawa anak bermain di luar rumah dan mengajak anak membuat kegiatan positif.(*)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Masuki Dunia Digital Kenali Aturan Mainnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Masuki Ruang Digital, Kenali Aturan Mainnya”untuk wilayah Hulu Sungai Tengah Kalsel, Senin ( 8/11/21) pagi.

Salah satu narasumber Romi Alfiannor dalam materi “Bijak Berkomentar di Ruang Digital” yang merupakan sub dari “Budaya Digital” menjelaskan definisi dari Literasi Digital yaitu kemampuan menulis dan membaca serta individu dalam mengolah informasi untuk kecakapan hidup, jadi kalau kita satukan makna Literasi Digital adalah kecakapan menulis dan membaca dengan memanfaatkan dunia digital secara beretika dan bertanggung jawab.

“Tujuan Literasi Digital secara umum adalah berpikir cerdas,kritis inovatif, berpikir kritis di sini maksudnya adalah berpikir skeptis terlebih dahulu jika melihat sebuah konten, sehingga kita dapat memahami data yang masuk menjadi lebih berguna dan memanfaatkan internet dengan bijak” ungkap Romi.

“Kemajuan teknologi yang sangat cepat memang tak dapat kita indahkan sekarang ini, kita ketahui pula anak – anak sekarang memang lebih lihai dalam menggunakan sosmed, tapi selain kemampuan teknis kita juga dituntut mengetahui budaya penerapannya maka penting bagi kita bijak dalam berinteraksi dalam dunia digital” pesan Romi.

“Kita juga mengetahui jika menurut sebuah survei dari Microsoft mengatakan jika Netizen Indonesia adalah Netizen paling tidak sopan se Asia Tenggara, tentu ini sangat miris karena peran anak muda di sini sangat banyak karena pengguna internet terbanyak dari kalangan anak muda, hal tersebut mengacu pada cyber bulliying, Hoax dan ujaran kebencian”jelas

“Jadi diharapkan kepada pengguna internet sedari sekarang untuk sadar dan bijak bersosial media, jangan merasa jika karena tak mendapatkan proses apa apa dengan berkomentar tidak sopan di sosmed lantas kita mengabaikannya, kita perhatikan bagaimana jika kita berada di posisi korban yang dijelekan atau di bully serta dicemarkan nama baiknya, jadilah netizen yang selalu menghormati pendapat orang lain, dan tak menyakiti atau merugikan orang atau pihak lain”tambahnya.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi,Bupati HST,Moderator Rio Brama ,Key Opinion Leader Bella Citra- Announcer & Content Creator, NARASUMBER:

  1. Romi Alfianor Humas DPRD Prov. Kalsel.
    2.H. A. Ali Imran Sadiq,Widyaiswara pada Kementrian Agama
  2. Laila Qadariah,Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNISKA.(*)

Berlangsung 4 Hari, Capaian Vaksinasi Bergerak Jilid 2 Tembus  119.524 Penerima

Banjarmasin – Vaksinasi Bergerak jilid 2 yang digelorakan Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) H Sahbirin Noor bersama Forkopimda hingga seluruh  Kabupaten Kota di Kalsel,  dimulai 3 – 6 November 2021, berhasil meningkatkan minat masyarakat untuk ikut divaksin. Jumlah penerima vaksin meningkat jika dibandingkan Vaksinasi Bergerak sebelumnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, pada Sabtu (6/11) sore, jumlah penerima vaksin  sebanyak 119.524. Angka ini meningkat jika dibandingkan Vaksinasi Bergerak jilid pertama yang sebesar 111.628 suntikan.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, saat dikonfirmasi terkait realisasi kegiatan Vaksinasi Bergerak pada Senin (08/11) mengucapkan syukur atas meningkatnya minat masyarakat untuk divaksin.

“Alhamdulillah, kita akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi rakyat dari virus COVID-19,” ucap Paman Birin saat ditemui di SMA Negeri 4 Banjarmasin.

Paman Birin  juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat seperti Pemkab, Pemkot, TNI, Polri, Swasta, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan yang lainya.

Vaksinasi Bergerak merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat banua dari COVID-19.

Menurut Paman Birin, melawan COVID-19 tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu segenap usaha untuk memutus penyebarannya.

Disampaikan Paman Birin, percepatan vaksinasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Terlebih vaksinasi harus diberikan kepada 70 persen penerima dari jumlah masyarakat Kalimantan Selatan.

Kepala daerah yang dikenal dekat dengan rakyat ini juga mengingatkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan meski angka kasus COVID-19 mulai menurun.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan,
kegiatan Vaksinasi Bergerak  merupakan salah satu upaya Pemprov Kalsel  bersama segenap komponen dalam percepatan membentuk kekebalan tubuh dari COVID-19. Di samping  edukasi upaya melakukan perubahan perilaku pada masa new normal.

“Alhamdulillah data menunjukkan transmisi yang melandai selama beberapa minggu terakhir ini,” kata Muslim. (Biroadpim-RIW/RDM/APR)

Exit mobile version