TNI AL – Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Vaksinasi Maritim di Banjarbaru

BANJARBARU – Kegiatan yang positif dan bermanfaat kembali digelar Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin bertempat di jalan Kasturi Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru pada Senin (27/12), vaksinasi maritim ini untuk membantu dan mendukung program Pemerintah untuk menghentikan laju penyebaran dan memutus mata rantai Virus Corona dilapisan masyarakat dengan tuntas.

Peninjauan vaksinasi oleh Danlanal Banjarmasin di Kecamatan Landasan Ulin Utara

Harapan kedepan pemerataan Vaksinasi massal ini akan terus dikebut oleh Lanal Banjarmasin sekaligus mensosialisasikan tentang wabah COVID-19, terutama bagi warga yang tinggal di daerah pedalaman dan belum tersentuh Vaksinasi, dikarenakan tidak adanya Akses untuk menuju lokasi Vaksinasi atau terbatasnya sarana transportasi melalui Laut atau darat.

Saat meninjau vaksinasi maritim, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, M.Tr. Hanla menyampaikan, Vaksinasi yang digelar ini untuk mendukung program Pemerintah Daerah maupun pusat melalui TNI AL dalam rangka menanggulangi wabah COVID-19 sesuai target yang ditentukan, hal ini akan dilakukan secara berkelanjutan sampai Pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir.

“Terima kasih kepada para warga yang sudah melaksanakan Vaksinasi, semoga tertanam imun yang kuat untuk menjadi perisai tubuh agar terhindar dari serangan Wabah COVID-19. Dan diharapkan Masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat, guna menekan dan meminimalisir jumlah penderita yang terinfeksi Virus,” ungkap Danlanal Banjarmasin.

Ia menambahkan, Kegiatan vaksinasi maritim ini akan terus dilakukan kembali ditempat -tempat yang belum terjamah, sehingga program Pemerintah Pusat dalam capaian persentase vaksinasi massal sebesar 70 Persen diakhir tahun akan tercapai.

“Dalam rangka mendukung dan mensukseskan program pemerintah untuk menghentikan dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, supaya tercipta lingkungan yang sehat serta masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” tutup Danlanal.

Untuk diketahui, Vaksinasi dosis pertama dan kedua ini menggunakan Vaksin jenis Sinovac dengan melibatkan 13 Tenaga Kesehatan, sekaligus sebagai Tim Vaksinator dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin, yant telah berhasil memvaksinasi sebanyak 99 orang pendaftar. (LANALBANJARMASIN-MRF/RDM/RH)

Jumlah Wisatawan Kebun Raya Banua Meningkat Saat Libur Natal 2021

BANJARBARU – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kebun Raya Banua saat libur Natal 2021 kembali mengalami peningkatan. Seiring melandainya COVID-19 Kalsel, lonjakan ini berhasil naik dua kali lipat yang berada dikisaran 30 persen.

Kepala Seksi Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Ex-Situ Kebun Raya Banua, Syahril Jayansyah mengatakan, data yang diterima melalui pengelola retribusi hingga 26 Desember 2021 diakui meningkat tajam dari sebelumnya.

Kasi Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Ex-Situ Kebun Raya Banua, Syahril Jayansyah

“Kalau Sabtu dan Minggu untuk hari biasanya hanya mencapai sekitar 200 – 300 pengunjung. Namun, karena libur Natal 2021 memontumnya berbeda membuat jumlah angka wisatawan di lokasi Kebun Raya Banua naik 30 persen atau 800 orang,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Senin (27/12).

Terutama, lanjut Syahril, banyak warga di Kota Banjarbaru lebih memanfaatkan perayaan Natalnya ke Kebun Raya Banua (KRB) sebagai destinasi untuk mengisi waktu liburannya.

“Memang diakui mengalami peningkatan kunjungan. Terutama, bagi mereka yang memilih wisata yang ada pusat kota Banjarbaru,” bebernya.

Kenaikan angka kunjungan di kawasan wisata yang berada di wilayah perkantoran Pemprov Kalsel, selain kondisi ekonomi masyarakat yang kini mulai membaik. Menurunnya angka penularan COVID-19 juga mempengaruhi nilai positif atas destinasi tersebut.

“Mudah-mudahan dengan semakin turunnya angka penyebaran dari pandemi ini, pada saat tahun baru 2022 nanti jumlah pengujung diharapkan lebih meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya,” tuntas Syahril. (RHS/RDM/RH)

Kejar Target 70 Persen, Kalsel Buka 5 Sentra Vaksin COVID-19

BANJARMASIN – Dalam 5 hari kedepan, tahun 2021 akan berakhir. Begitu pula batas waktu bagi provinsi Kalimantan Selatan, mengejar ketertinggalan capaian vaksinasi 70 persen. Namun begitu, pemerintah provinsi tetap optimis, disisa waktu ini, target 70 persen itu dapat terlampaui.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Sebab hingga Minggu (26/12) malam, capaian vaksinasi suntikan pertama di Kalsel sudah mencapai 65 persen lebih. Itu berarti, Kalsel hanya perlu mengejar 5 persen target yang tersisa.

“Jika kita bisa melakukan vaksinasi sebanyak 1,4 persen dalam sehari, maka sebelum 31 Desember 2021, target 70 persen akan tercapai,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Muhamad Muslim, saat ditemui Abdi Persada, Senin (27/12).

Untuk mewujudkan angka 1,4 persen per hari itu, maka menurut Muslim, seluruh SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel dilibatkan untuk mencari orang-orang yang belum mendapatkan vaksin. Bahkan, sejumlah SKPD menawarkan hadiah bagi warga yang mau divaksin, atas ajakan mereka.

“Kita juga bagikan sembako kepada warga tidak mampu. Selain untuk membantu mereka, juga sebagai pembangkit semangat bervaksin,” ujar lelaki yang juga sebagai Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kalsel tersebut.

Warga yang mau diajak bervaksin, selanjutnya diarahkan ke 5 titik sentra vaksinasi yang sengaja dibuka pemerintah provinsi, hingga akhir tahun nanti. Yakni di kota Banjarmasin dan Banjarbaru, serta kabupaten Banjar.

“Sentra vaksin ada di sini, di Belitung Banjarmasin, kantor Dinas Kesehatan Provinsi, lalu di kantor Samsat 1 Banjarmasin di pal 6. Untuk kota Banjarbaru, dapat mendatangi kantor Bapelkes, dan Q Mal. Sedangkan di kabupaten Banjar, di kantor Samsat Martapura,” tutupnya.

Selain mendirikan sentra vaksin, pemerintah provinsi juga mengoperasikan 4 mobil vaksin untuk mendatangi warga, yang kesulitan menempuh perjalanan ke sentra-sentra vaksinasi didaerahnya. (RIW/RDM/RH)

Wisata Selanjung Sungai Biuku Banjarmasin Dibuka

BANJARMASIN – Destinasi wisata Selanjung Sungai Biuku, yang berlokasi di Jalan Sungai Andai RT 39 RW 03 Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, mulai dibuka untuk umum.

Kepada Abdi Persada FM pada Senin (27/12) Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Didi Wahyudi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai macam pembenahan kawasan wisata, agar tidak mambuat para pengunjung menjadi bosan, diantaranya edukasi alat-alat pancing ikan, ekobrik sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik, serta mendaur ulang dijadikan sesuatu yang berguna seperti pembuatan meja, kursi, beberapa gazebo, tempat berswafoto, dan kolam biuku.

Salah satu tempat wisata swafoto

“Selama tutup sejak pandemi COVID-19 tahun 2020 lalu, terus dibenahi kawasan wisata ini agar saat buka para pengunjung akan senang dan kembali lagi,” ucapnya

Disampaikan Didi, wisata Selanjung Sungai Biuku untuk sementara dibuka pada akhir pekan, yaitu hari Sabtu dan Minggu. Para pengunjung bisa memilih tiket masuk baik secara umum dan perpaket, untuk umum hanya Rp 5 ribu rupiah, sedangkan kalau perpaket satu orang biayanya Rp 15 ribu rupiah, dengan mendapatkan es cendol, lempeng balayung khas buatan warga Sungai Andai, serta wisata susur sungai, yaitu naik perahu kecil atau dikenal jukung selama 20 menit.

Salah satu kerajinan tangan berupa ekobrik, sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik, serta mendaur ulang dijadikan sesuatu yang berguna seperti pembuatan meja, kursi

“Kita buka mulai jam 08.00 – 17.00 WITA, semuanya harus tetap ketat menerapkan prokes,” jelasnya

Lebih lanjut Didi menambahkan, dari 30 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), semuanya sudah divaksin COVID-19, kemudian tersedia tempat mencuci tangan dan sabun di setiap sudut jalan, dan seluruh tempat wisata sebelum dan setelah dibuka selalu disemprot dengan disinfektan.

“Kami buka wisata ini selain disiplin prokes, juga memprioritaskan kebersihan, keamanan, kesehatan dan kelestarian lingkungan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Pembayar Retribusi Terbaik di UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dapatkan Penghargaan

BANJARMASIN – Sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada pembayar retribusi terbaik di UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Banjar Raya, maka Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan memberikan penghargaan.

Didampingi Plt Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Nadyah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono menyerahkan penghargaan kepada pembayar retribusi terbaik, pada akhir pekan tadi, dikawasan UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Banjar Raya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono

“Penghargaan sebagai pembayar retribusi terbaik diberikan kepada dua orang yaitu H Heru dan Sri Hartati untuk di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Banjar Raya,” ungkapnya.

Menurut Rusdi, diberikan penghargaan kepada pembayar retribusi terbaik ini, sebagai bentuk perhatian pihaknya, kepada pembayar retribusi yang tepat waktu dalam melakukan pembayaran.

“Diberikan penghargaan tersebut, karena UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin sudah dapat mencapai target Pendapatan Asli Daerah yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Rusdi mengungkapkan, untuk UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin tersebut, berhasil melampaui target realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 100 persen lebih di tahun 2021 ini.

“Dengan keberhasilan tersebut, tentu kami memberikan apresiasi kepada UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin yang telah berhasil mencapai melampaui target 100 persen lebih, untuk capaian Pendapatan Asli Daerah yang telah ditetapkan sebesar 673 juta rupiah per tahun, berhasil dikumpulkan sebesar 700 juta rupiah per tahun,” ungkapnya lagi.

Menurut Rusdi, tentunya capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras semua pihak yang ada dilingkup UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Banjar Raya.

“Capaian 100 persen lebih realisasi PAD tersebut tentunya untuk menambah besaran APDB Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Rusdi. (SRI/RDM/RH)

Sasar Lansia, BINDA Bersama Dinsos Kalsel Gelar Vaksinasi Sekaligus Perekaman E-KTP di PSTW

BANJARBARU – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Selatan bekerjasama pula dengan pemerintah kota Banjarbaru, melaksanakan vaksinasi COVID-19 di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera, Landasan Ulin Banjarbaru, Senin (27/12).

Kepada sejumlah wartawan disela kegiatan, Kepala PSTW Budi Sejahtera Kalsel Surya Fujiannorrochim mengaku bersyukur, pihaknya dalam hal ini Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan dapat melaksanakan Vaksinasi COVID-19 kepada penghuni panti, yang bekerjasama dengan BINDA Kalsel dan difasilitasi pula oleh puskesmas Landasan Ulin.

“Di PSTW Budi Sejahtera, hari ini lansia yang terdaftar untuk mengikuti vaksin jumlahnya mencapai 70 lebih. Selain itu ada beberapa lansia yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), hari ini pun, kami dibantu Disdukcapil dapat langsung melakukan perekaman e-KTP, sehingga proses vaksinasi pun dapat berjalan lancar hingga ke penginputan datanya,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan BINDA Kalsel, Satrio Bayu Pratama menyampaikan, pihaknya sengaja menyasar para lanjut usia (lansia) untuk mengejar target lansia yang tervaksin pada Desember 2021 ini.

“Kami berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi dan pemerintah kota Banjarbaru kali ini bukan hanya melakukan vaksinasi untuk mengejar target herd immunity lansia yang harus diangka 60 persen pada Desember ini, namun juga memfasilitasi perekaman e-KTP kepada para lansia yang belum memiliki NIK, agar para lansia yang telah divaksin dapat terdata,” ucapnya.

Dari pantauan Abdi persada FM, bukan hanya lansia yang ada di panti yang divaksin, tapi juga keluarga dari para lansia dan warga sekitar panti yang jumlahnya mencapai sekitar 150 orang.

Dan kegiatan vaksinasi kali ini, selain dipantau oleh Kepala PSTW Budi Sejahtera Kalsel Surya Fujiannorrochim dan perwakilan BINDA Kalsel Satrio Bayu Pratama, juga dipantau langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel Siti Nuryani. (RDM/RH)

Al-Qur’an Dengan Terjemahan Bahasa Banjar Jadi Souvenir MTQ Nasional 2022

BANJARBARU – Al-Qur’an dengan terjemahan Bahasa Banjar akan menjadi salah satu souvenir pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional tahun 2022 mendatang. Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalsel juga akan menyematkan Kitab Sabilal Muhtadin sebagai souvenir, yang rencananya akan dibagikan kepada tamu-tamu undangan VIP pada perhelatan MTQ nanti.

Demikian disampaikan Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Selatan Mustajab kepada Abdi Persada FM belum lama tadi.  Mustajab menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menyiapkan souvernir- souvenir Khas banua untuk para peserta dan pendamping MTQ Nasional tahun 2022 mendatang.

“Rencananya Al-Qur’an dengan terjemahan bahasa banjar dan Kitab Sabilal Muhtadin akan dibagikan kepada para tamu VIP,” ungkap Mustajab.

Mustajab menambahkan, souvenir-souvenir yang merupakan khas di banua ini dan sudah sangat langka beredar di pasaran. Sehingga sangat dianjurkan dijadikan sebagai cinderamata. Pada pelaksanaan MTQ Nasional tahun 2022 nantinya, pihaknya juga akan mengupayakan souvenir yang dibagikan kepada seluruh tamu undangan merupakan produk khas UMKM Banua.

“Selain tas purun khas Kota Banjarbaru, salah satu souvenir khas banua yang direncanakan, yakni makanan rabuk haruan yang dibagikan kepada seluruh para tamu undangan,” ungkap Mustajab.

Mustajab melanjutkan, selain souvenir – souvenir khas Banua yang masih dalam tahap perencanaan, pihaknya akan menetukan logo MTQ Nasional tahun 2022 mendatang. Pemilihan logo akan dilakukan langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dari para juara 1, 2, dan 3 dari sayembara pembuatan logo MTQ Nasional tahun 2022.

“Dari sayembara tersebut, kami akan segera menentukan juara 1, 2, dan 3 sayembara logo untuk diserahkan kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, agar beliau dapat memilih dan menentukan logo mana yang akan dipakai pada ajang MTQ Nasional 2022 mendatang,” tutup Mustajab. (MRF/RDM/APR)

Perangi Hoax, Yani Helmi dan Aparat Polri Minta Generasi Z Cerdas Sikapi Dunia Digital

TANAH BUMBU – Masyarakat Anti-Hoax  menilai rentang waktu kelahiran era 1990an – 2000an rentan ‘tertelan’ berita bohong. Maka dari itu, generasi millenial sekarang diminta perangi dan tangkal hoax secara cerdas.

Terlebih, dunia digital melalui jejaring internet sudah menguasai seluruh lini kebutuhan. Apabila tak cerdas menyikapinya, efek negatif justru makin memperparah psikologis hingga satu kesatuan kaum millenial.

Menurut, anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, makin tinggi tingkat dan luasnya kecanggihan dunia digitalisasi. Maka, kewaspadaan untuk menyaring informasi perlu ditelaah lebih bijak dan mendalam.

“Makanya kenapa kita libatkan generasi muda untuk ikut kegiatan wawasan kebangsaan tadi. Ya, Sampai hari kalau dilihat bahaya penggunaan media sosial pun sudah luar biasa,” ujarnya usai menggelar Sosialisasi Idelogi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, di Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (24/12) siang.

Apabila generasi muda di Kalsel telah terkontaminasi dengan sajian informasi yang sumbernya meragukan. Jelas, masalah akan muncul bahkan sikap intoleransi hilang, sehingga, terjadilah perpecahan.

“Jangan sampai berita bohong (hoax) mereka telah begitu saja, ini yang harus menjadi perhatian mereka juga,” ungkap anggota legislatif yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, M. Yani Helmi

Yani Helmi yang kini juga menjabat Wakil Ketua fraksi Partai Golkar di DPRD Kalsel itu, menghimbau, supaya generasi penerus bangsa di Kalsel ini cerdas dalam mengambil sikap. Serta, lebih berpikir bagaimana caranya agar bisa ikut berkontribusi dalam mengembangan daerah.

“Nah, ini juga menjadi kehati-hatian kita dalam memahami adanya undang-undung ITE tadi dalam bijak memggunakan media sosial. Saya juga mengimbau, agar generasi sekarang ini ikut memerangi dan menangkal adanya radikal berita hoax,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Karang Bintang, Ipda Sugeng, menuturkan, menyikapi banyak munculnya informasi palsu alias hoax. Terlebih, selaku dari pihak berwajib tidak memperkenakan adanya penyebarluasan itu.

“Khususnya kami dari pihak kepolisian untuk menyikapi adanya berita hoax terutama bagi generasi muda dan masyarakat pada umumnya agar bijak bermedia sosial salah satu langkahnya adalah tidak perlu disebarluaskan, cukup dibaca dan dipahami saja setelah itu dihapus,” paparnya.

Oleh karena itu, ia meminta generasi muda dan masyarakat pada umumnya agar tidak mudah termakan isu hoax yang belum tentu benar dengan kenyataan sebenarnya.

“Kalau sudah dihapus, hoax itu tidak menyebar kemana-kemana dan ini juga merupakan pesan kepada generasi muda khususnya millenial,” tuntasnya. (RHS/RDM/APR)

2022, DISPAR KALSEL HARAPKAN TIM UNESCO NILAI GEOPARK MERATUS

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan, tahun 2022 mendatang, tim UNESCO akan menilai Geopark Meratus.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan belum lama tadi mengatakan,
saat ini Geopark Meratus masih berstatus Geopark Nasional, meliputi sekitar 34 geosite yang tersebar di 10 kabupaten dan kota, diantaranya Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, terbanyak berada di kawasan pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST).

“Kami berharap tim UNESCO bisa langsung melakukan peninjauan Geopark Meratus di Kalsel, dan memberikan pengakuan,” ucapnya.

Syarifuddin menyampaikan, pada Bulan November 2021 tadi, pihak Dinas Pariwisata Kalsel telah menjalin kerja sama dengan pengelola Geopark Rinjani, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, karena memiliki tipe yang sama dengan Geopark Meratus yaitu bebatuan, sehingga mempelajari berbagai macam yang akan disiapkan untuk tahun 2022, agar bisa segera mendapatkan pengakuan dari UNESCO.

“Pengelola Geopark Rinjani mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 2018 lalu, sebelumnya masih berstatus Geopark Nasional tahun 2016, dengan demikian melalui jalinan kerja sama bisa mengikuti langkah yang sudah mereka lakukan,” katanya.

Seperti diketahui, Geopark Meratus meliputi sekitar 34 geosite berupa hutan, goa, air terjun, danau, perbukitan, pegunungan, lembah serta kawasan pendulangan intan Cempaka Kota Banjarbaru. (NHF/RDM/APR)

Hadiri Hari Jadi HST, Paman Birin Disambut Tarian  Batumpang Apam

Hulu Sungai Tengah – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menghadiri Peringatan Hari Jadi ke-62 Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Barabai, Jumat (24/12).

Harjad mengusung tema, HST Muda, HST Kreatif dan HST Maju.

Prosesi peringatan dimulai  pengajian ayat suci Al Quran, pembacaan doa lalu tarian Batumpang Apam.

Terlihat Paman Birin (sapaan Sahbirin Noor) didampingi Bupati HST Aulia Oktafiandi, melakukan pengukuran tinggi badan dengan kue apam, kue khas daerah setempat.

Batumbang Apam salah satu  tradisi yang masih berkembang di masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan.

Pada dasarnya tradisi ini adalah ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang anak, dengan harapan setelah melakukan tradisi ini, sang anak akan cepat bisa berjalan dan tumbuh menjadi anak yang sehat, saleh, serta menjadi anak yang berguna di kemudian hari.

Biasanya, pelaksanaan Tumbang Apam dipimpin oleh seorang Sampang atau pemimpin yang mengetahui mantra-mantranya.

Ada beberapa hal yang dipersiapkan untuk batumbang, yakni kue apam yang ditusuk pada pelepah kelapa yang daunnya telah diserut hingga menyisakan lidi.

Tinggi pelepah kelapa setinggi dengan orang yang akan batumbang.

Di hadapan warga HST, Paman Birin mengingatkan, agar menghargai perjuangan para pendahulu terhadap Banua ini.

“Dalam menghadapi permasalahan yang ada, hendaknya terus bersikap sabar, dan  bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT,” pesannya.

Paman Birin juga mengungkapkan  penghargaan atas peningkatan capaian pembangunan di Kabupaten HST.

Sementara itu, Bupati HST, Aulia Oktafianfi dalam sambutannya menyampaikan, peringatan hari jadi ini sebagai penghargaan terhadap pendiri kabupaten yang bekerja keras menjadikan HST sebagai daerah mandiri.

Aulia juga menjabarkan makna tema yang diusung pada peringatan harjad tahun ini.

“Meski ada ombak atau rintangan yang ditemui, tapi ada juga capaian kemajuan pembangunan,” ujarnya.

Ombak besar atau rintangan dimaksud adalah pandemi COVID-19 dan bencana banjir yang melanda HST.

Bupati mengajak warganya agar kuat menghadapi cobaan yang dihadapi.

Terakhir Ia mengapresiasi upaya Gubernur Kalsel, yang terus mendorong peningkatan capaian vaksinasi di HST hingga mencapai target 70 persen hingga akhir tahun ini. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Exit mobile version