SLB C Negeri Pembina Kalsel, Dukung Pelaksanaan PTM 100 Persen

BANJARBARU – SLB C Negeri Pembina Kalsel, mengapresiasi diadakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 Persen oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknplogi (Kemendikbudriset). Dengan adanya PTM 100 persen ini, maka para peserta didik di SLB C Negeri Pembina Kalsel dapat bertatap muka secara langsung dengan para murid dan guru, serta dapat berinteraksi sosial yang dapat meningkatkan kemampuan motorik mereka.

Hal ini diungkapkan, Kepala Sekolah SLB C Negeri Pembina Kalsel Rosita Sari, Kepada Abdi Persada FM belum lama tadi.

Rosita menyampaikan, sejak bulan Oktober 2021, pihaknya sudah melaksanakan ujicoba pelaksanaan PTM 100 persen. Ujicoba ini dilakukan dengan pembagian murid sebesar 50 persen perkelasnya, sehingga dengan berjalannya waktu para orang tua murid menganggap PTM merupakan hal yang bagus untuk kembali dilakukan.

“Orang tua murid menganggap ini hal yang bagus dan tidak terjadi apapun seperti penyebaran pandemi covid-19, sehingga PTM 100 persen langsung diberlakukan pada bulan Desember tahun 2021,” ungkap Rosita.

Rosita menambahkan, uji coba pemberlakuan PTM yang pihaknya lakukan dibulan Oktober, November, dan Desember, bertujuan untuk mengetahui tingkat keamanan pelaksanaan PTM 100 Persen dibulan selanjutnya.

“Kami sangat mendukung sekali, karena dengan kami yang hanya mempunyai murid sebanyak 245 orang, artinya kami tidak mempunyai masalah dalam penerapan PTM 100 persen ini,” lanjutnya.

Rosita melanjutkan, meskipun para murid SLB C Negeri Pembina Kalsel belum mencapai 70 persen dalam target vaksinasi, namun pihaknya memastikan tidak akan terdapat klaster covid-19 di SLB C Negeri Pembina Kalsel.

“Karena terkait dengan kekurangan Auto Imun mereka itu tidak menjadi masalah buat kami, karena penerapan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19 yang masih diberlakukan di sekolah ini,” sahut Rosita.

Selain para guru yang mendukung diadakannya PTM 100 persen, disampaikannya para orang tua murid pun, juga mendukung pelaksanaan PTM ini, hal ini dikarenakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk para murid yang terdiri dari para anak berkebutuhan khusus, dinilai tidak efektif dilaksanakan. (MRF/RDM/RH)

Tranformasi Digital, SPBE Kalsel Terus Ditingkatkan

BANJARBARU – Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya, Pemprov Kalsel  terus berinovasi melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika prov Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, mengungkapkan, pada tahun 2021 lalu pihaknya telah menciptakan sejumlah aplikasi untuk sejumlah instansi pemerintahan, guna mempermudah kinerja SKPD, terlebih di masa pandemi kemarin.

“Di tahun 2022 ini, kita akan membuatkan aplikasi untuk penerima BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi, Ticketing Banua, dan akan lebih banyak lagi aplikasi lain yang akan kami buatkan untuk beberapa SKPD,” ungkapnya, Kamis (6/1).

Dari sisi ASN sendiri, pihaknya sedang bekerjasama dengan BKD dan Bappeda provinsi, dalam mengembangkan Aplikasi Presensi dan Kinerja (APIK).

“Dalam aplikasi tersebut kita dapat melihat data diri kita seperti presensi (kehadiran), pangkat, pendidikan, hingga daftar pekerjaan kita setiap harinya,” paparnya.

Tak hanya itu, di tahun ini pihaknya juga akan menambahkan beberapa fitur lain dalam aplikasi tersebut seperti nota dinas, undangan, hingga Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).

“Kita akan gabungkan aplikasi SRIKANDI dengan pusat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Transformasi digital menjadi salah satu program utama pemerintah agar semakin maju dan adaptif, sehingga bisa memajukan dan mengembangkan potensi SDM di provinsi ini menjadi lebih baik lagi. (SYA/RDM/RH)

SMAN 3 Martapura Bagi Ruang Kelas Untuk PTM 100 Persen

BANJAR – Mengikuti arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknplogi (Kemendikbudriset), SMA Negeri 3 Martapura telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 Persen. Agar tidak terjadi klaster/ penyebaran pandemi COVID-19 di SMA Negeri 3 Martapura pada pelaksanaan PTM 100 persen ini, maka para peserta didik pun, yang dulunya satu ruangan dibagi menjadi dua ruangan.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Martapura Umi Masfi’ah, kepada Abdi Persada FM pada jum’at (7/1).

Umi Masfiah menyampaikan, dalam pelaksanaan PTM 100 Persen yang pihaknya laksanakan sejak Senin (3/1), untuk menghindari terjadinya klaster pandemi COVID-19 di wilayah sekolah pihaknya membagi para peserta didik yang dulunya satu ruangan menjadi dua ruangan. sehingga penerapan physical distancing (menjaga jarak) dapat optimal dilakukan pada pelaksanaan PTM 100 persen.

“Dengan jumlah murid disetiap kelas yang tidak terlalu banyak kecuali Kelas XI (11) yang ada 2 kelas dan terbilang penuh, sehingga kami menggunakan pola memecah dua ruangan untuk kelas XI yang dulunya dua ruangan menjadi empat ruangan, sehingga hanya setengah murid kelas XI yang menempati kelas masing-masing,” ungkap Masfi’ah.

Umi Masfi’ah menambahkan, selain kelas XI yang dipecah menjadi dua ruangan, semua murid kelas X (10) masih menggunakan ruangan yang sama dan tidak dilakukan pemecahan, hal ini dikarenakan setiap ruangan kelas X hanya diisi sebanyak 36 murid.

“Munculnya ide untuk membagi ruangan para peserta didik menjadi dua ruangan dikarenakan adanya ruangan baru di SMA Negeri 3 Martapura, yang sudah bisa dioperasikan dan baru saja diresmikan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada Rabu (29/12) tahun 2021 lalu,” lanjut Masfi’ah.

Umi Masfi’ah menambahkan, pelaksanaan PTM 100 persen di SMA Negeri 3 Martapura juga dibarengi dengan capaian persentase vaksinasi COVID – 19 yang tinggi di sekolah ini. Semua peserta didik (murid) dan para tenaga pendidik disekolah ini sudah melakukan vaksinasi sehingga persentase vaksinasi COVID-19 di SMA Negeri 3 Martapura pun mencapai 100 Persen.

“Para peserta didik dii SMA Negeri 3 Martapura berjumlah sebanyak 171 orang dan ratusan murid tersebut semuanya sudah melaksanakan vaksinasi COVID-19. Selain para murid, puluhan tenaga pendidik di SMA Negeri 3 Pun juga sudah melaksanakan vaksinasi sehingga capaian vaksinasi di sekolah ini dapat mencapai 100 persen,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

2022, PT Bangun Banua Optimis Bisnis Keagenan Gas Elpiji 3 Kg di Kalsel Sudah Mulai Jalan

BANJARMASIN – PT Bangun Banua yang merupakan perusahaan milik daerah (Perusda) milik Pemerntah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus menunjukkan perkembangan yang sangat baik.

Selain bisnis perhotelan dan batu bara, pada tahun 2022 ini, PT Bangun Banua juga akan segera merealisasikan salah satu pengembangan bisnis usaha barunya yaitu industri berbasis retail Liquified Petrolium Gas (LPG) bekerjasama dengan PT Pertamina yang akan menangani manajemennya dan PT Bangun Banua yang mendistribusikan gas elpiji tersebut ke masyarakat dengan sistem bagi hasil.

“Pada tahun 2021, PT Bangun Banua bekerjasama dengan PT Pertamina Retail untuk membangun keagenan LPG 3 kg di Kalsel. Hal yang pertama dilakukan PT Bangun Banua adalah mencari lahan, membangun kantor keagenan dan gudang, menyiapkan armada angkutan, pemasaran dan distribusi,” katanya kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (6/1/).

Dijelaskan Bayu, pada tahun 2021, perkembangan pembangunan kantor keagenan gas LPG 3 kg di 13 kabupaten kota di Kalsel sudah mencapai 90 persen. Ia optimis di awal tahun 2022 ini, bisnis keagenan gas LPG ini sudah mulai jalan.

“Tinggal 10 persen lagi mempersiapkan kantor keagenan gas LPG tersebut. Terkendala di Izin Membangun Bangunan yang memerlukan proses cukup lama. Mudah-mudahan di awal tahun 2022, PT Bangun Banua sudah bisa menjalankan dan mendistribusikan gas LPG 3 kg ke seluruh wilayah Kalsel,” jelasnya.

Perlu diketahui, Kalsel termasuk dari empat provinsi dari seluruh Indonesia yang dipercaya untuk bermitra dengan PT Pertamina dalam rangka mendistribusikan gas elpiji tiga kg bersubdisi ke masyarakat. Diharapkan dengan kerjasama ini maka distribusi gas elpiji bisa lebih merata dan bisa menetralisir harga sehingga lebih stabil. (NRH/RDM/RH)

2022, Disperin Kalsel Akan Gelar Pelatihan Bagi IKM dan Pelaku Industri

BANJARBARU – Setiap tahunnya, Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel selalu mengadakan pelatihan – pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan para pelaku Industri, baik yang sudah lama berkecimpung dibidang industri, maupun yang baru memasuki bidang industri. Dan ditahun 2022 ini, Disperin Provinsi Kalsel bukan hanya mengadakan pelatihan bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) namun juga pelatihan kepada Pelaku Industri besar di banua ini.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni, kepada Abdi Persada FM pada kamis (7/1) Sore.

Mahyuni menyampaikan, pelatihan yang pihaknya selenggarakan ditahun 2022 ini berbeda dibanding tahun 2021 terdahulu. Ditahun 2022 Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel bukan hanya mengadakan pelatihan bagi pelaku IKM, namun juga akan mengadakan pembinaan kepala pelaku Industri besar dalam hal pelaksanaan pengendalian limbah industri.

“Industri Besar kita lebih kepada pembinaan mereka pelaksanaan pengendalian limbah industri, juga berkaitan dengan laporan agar pelaku Industri besar bisa lebih tertib,” ungkap Mahyuni.

Mahyuni menambahkan, ditahun – tahun sebelumnya, pelatihan – pelatihan untuk pelaku Industri besar sangat sedikit difasilitasi oleh Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, namun ternyata pelaku Industri besar sangat memerlukan pelatihan.

“Pelatihan dan pembinaan kepala pelaku Industri kecil dan besar ini diharapkan dapat menambah wawasan mereka untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari limbah industri dan meningkatkan skill, kemampuan, serta wawasan pelaku industri,” tutup Mahyuni. (MRF/RDM/RH)

Tingkatkan Minat Baca, Anggota DPD RI Harap Masyarakat Manfaatkan Fasilitas Perpus Palnam

BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan Habib Zakaria Bahasyim mengharapkan agar masyarakat untuk bisa memanfaatkan keberadaan fasilitas Perpustakaan PalNam. Hal tersebut, menurutnya dalam rangka meningkatkan kegemaran membaca di Kalimantan Selatan.

“Setelah diajak berkeliling melihat pelayanan, serta fasilitasnya saya nilai sudah sangat baik. Koleksi bukunya juga sangat lengkap dan bervariatif,” kata Habib Zakaria kepada wartawan, usai berkunjung ke Perpustakaan PalNam milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (6/1).

Suasana Kunjungan Anggota DPD RI, Habib Zakaria Bahasyim ke Perpustakaan Palnam Banjarmasin

Dirinya juga berharap agar Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat dapat memprioritaskan peningkatan kualitas dan anggaran di bidang ini, agar dapat mencetak generasi berdaya saing.

“Kita tahu ini tentu perlu dukungan semua pihak, agar dapat berjalan maksimal, baik pelayanan di sini, maupun promosi literasi ke berbagai wilayah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar, merasa senang dengan kedatangan Anggota Komite III DPD RI ini. Dirinya berharap bisa mendapat dukungan penuh untuk meningkatkan kegemaran membaca, karena berdasarkan hasil survei tahun 2020 yang dirilis Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Kalsel masih berada di posisi 17 dari 34 provinsi se-Indonesia.

“Kami terus mencari ruang untuk bisa menambah layanan kami, hingga lebih banyak masyarakat yang berwisata literasi. Untuk itu, kita berharap gedung baru difabel dan teater ke depan dapat segera beroperasi dan dimanfaatkan. Pasalnya, gedung yang berasal dari Dana Alokasi Khusus Perpusnas RI ini, belum memiliki fasilitas penunjang di dalamnya,” katanya.

Perlu diketahui, kedatangan Anggota DPD RI perwakilan Kalsel Habib Zakaria Bahasyim ke Pepustakaan Palnam Banjarmasin dalam rangka implementasi Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Dispersip Kalsel / Wildan Akhyar, Habib Zakaria diajak berkeliling melihat fasilitas yang tersedia, mulai dari ruang perpustakaan umum, perpustakaan anak, gazebo dan gedung perpustakaan disabilitas yang baru selesai dibangun. Ia juga menjadi Anggota Perpustakaan Palnam dan mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA). (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Capaian Angka Vaksinasi Lansia di Banjarmasin Rendah

BANJARMASIN – Untuk angka capaian vaksinasi COVID-19 untuk lansia di Kota Banjarmasin sampai saat, ternyata masih rendah.

“Untuk capaian angka vaksinasi untuk lansia di Kota Banjarmasin masih rendah, mengingat untuk target vaksinasi lansia untuk Kota Banjarmasin lebih tinggi, di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi, kepada sejumlah wartawan, Kamis (6/1).

Kadinkes Kota Banjarmasin Machli Riyadi

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini melakukan percepatan capaian vaksinasi untuk di lansia di Kota Banjarmasin ini.

“Pemko Banjarmasin bersama pihak pihak terkait lainnya telah melaksanakan rapat untuk percepatan capaian vaksinasi untuk lansia tersebut,” ucapnya.

Menurut Machli, untuk capaian angka vaksinasi lansia di Kota Banjarmasin saat ini masih berada dikisaran dibawah 60 persen.

Untuk meningkatkan minat lansia untuk bervaksin, maka Pemerintah Kota Banjarmasin akan membagikan paket sembako.

“Berdasarkan hasil rapat percepatan vaksinasi untuk lansia di Kota Banjarmasin. Maka, Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil strategi untuk menarik minat lansia, agar mau bervaksin COVID-19. Dengan memberikan paket sembako untuk para lansia tersebut,” ungkap machli.

Sedangkan, lanjutnya, paket sembako untuk vaksinasi lansia tersebut, akan disediakan oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

“Penyediaan paket sembako nanti disediakan oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin,” ucap Machli. (SRI/RDM/RH)

Polda Kalsel Sambut Kedatangan Ratusan Personil Bintara Remaja

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melaksanakan apel dalam rangka menyambut kedatangan Bintara Remaja (Baja) sebanyak 206 personil, ditempatkan di satuan kerja (Satker) Polda Kalsel.

Suasana apel penyambutan personil Bintara Remaja

Apel tersebut berlangsung di Lapangan Utama Mapolda Kalsel yang dipimpin oleh para Perwira Biro SDM dan Direktorat Samapta Polda Kalsel, Kamis (6/1).

Pada kesempatan terpisah, Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs. Rikwanto melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengucapkan selamat datang di Mapolda Kalsel, kepada seluruh Bintara Remaja.

Ia berpesan agar dalam mengemban tugas kedepannya, para Bintara Remaja dapat selalu menjunjung tinggi Marwah dan Nama baik Institusi serta menjadi Anggota Polri yang membanggakan semua pihak terutama Keluarga.

Diharapkan kepada seluruh Bintara Remaja agar dapat menjalankan tugas dan kewajiban sesuai dengan tupoksi dan jangan sungkan untuk selalu belajar dengan para senior.

“Silahkan belajar kepada senior, yang perlu diperhatikan tugas Polri adalah sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayanan masyarakat yang baik. Maka daripada itu jadilah Polri Presisi yang di cintai dan dekat dengan masyarakat, serta jangan sakiti dan kecewakan masyarakat,” pesannya. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Layanan Disdukcapil Banjar Kini Ada di Kecamatan Gambut

BANJAR – Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, kini sudah memiliki layanan administrasi kependudukan. Lokasi yang tak jauh dari kantor kecamatan dan kelurahan itu berhasil dioptimalkan Pemkab Banjar.

Kepala UPT Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Gambut, Faisal Wardhana, mengungkapkan, hadirnya kantor layanan ini tentu sangat memudahkan warganya yang jauh dari pusat kota untuk bisa mendapatkan kartu identitas kependudukan.

“Tentu ini sangat membantu sekali, bahkan, yang katanya jauh dari ibu kota kabupaten sudah bisa mengurus administrasinya tanpa harus ke kantor induk di Martapura,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (6/1).

Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPT) yang dibentuk langsung oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) itu memiliki kewenangan wilayah di enam kecamatan di Kabupaten Banjar.

“Lingkup ini tak hanya diprioritaskan bagi warga Gambut saja. Melainkan, lima kecamatan lainnya seperti Aluh-aluh, Tatah Makmur, Kertak Hanyar, Sungai Tabuk dan Sungai Lulut juga kami layani dalam penyelesaian adminduk ini,” jelasnya lagi.

Meski sempat terjadi pembatasan jam operasional akibat tingginya penyebaran COVID-19 pada awal dibukanya layanan ini. Tak berselang lama, seiring juga melandainya wabah tersebut akhirnya kantor bekas pelaksana penerimaan pajak milik Bapenda Kabupaten Banjar itu pun kembali berjalan normal.

“Layanan disini tergolong masih baru dan sudah berjalan tiga bulan, terhitung sejak Oktober 2021 kemarin. Sekarang layanan UPTD Dukcapil Gambut telah beroperasi sesuai dengan jam operasionalnya yakni dari Senin hingga Jumat 08.00 – 16.00 WITA. Sedangkan Jumat 08.00 – 11.00 WITA,” ungkapnya.

Layanan yang dilaksanakan itu, tutur Faisal, mendapat respon yang cukup positif dari berbagai warga yang sebelumnya pernah mengurus administrasi kependudukan.

“Banyak, bahkan, ada warga dari Aluh-aluh yang datang mengurus data kependudukan,” tuntasnya.

Untuk diketahui, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Banjar selain mempunyai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kecamatan Gambut, pihaknya juga mempunyai instansi yang sama di Kecamatan Mataraman. (RHS/RDM/RH)

Kunker ke Biro Adpim Pemprov Kalsel, Komisi III DPRD Tabalong Pelajari Pengelolaan Press Room

BANJARBARU – Keanggotaan press room Pemprov Kalsel harus berasal dari media yang terverifikasi Dewan Pers. Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Kalsel, R Suria Fadliansyah, saat menerima kunjungan Komisi III DPRD Tabalong, Kamis (6/1) di Ruang Rapat Sekdaprov Kalsel.

“Mereka yang bergabung di press room Pemprov Kalsel harus memiliki pengalaman, memiliki kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta media sudah terverifikasi oleh Dewan Pers,” ujarnya.

Selain itu, wartawan yang tergabung di press room Pemprov Kalsel, harus memiliki surat tugas dari media tempat mereka bekerja. Kemudian memiliki pengalaman atau sudah menjadi wartawan selama 5 tahun dan memiliki kartu UKW.

Dijelaskan Suria, pengelolaan press room di Pemprov Kalsel ini dituangkan dalam SK Gubernur Kalsel yang didalamnya menjelaskan tugas dan kewajiban dari anggota press room Pemprov Kalsel, dan pengelolaan dilakukan oleh Biro Adpim.

“Saat ini tercatat 23 wartawan pada media lokal dan nasional tergabung dalam press room Pemprov Kalsel,” sebutnya.

Ditambahkan Suria, setiap tahunnya dilakukan evaluasi keanggotaan press room berdasarkan keaktifan dalam memberitakan kegiatan maupun kebijakan pemprov Kalsel.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Tabalong Sopoyo, mengatakan, kunjungan kerja yang dilakukan Komisi III DPRD Tabalong, untuk menggali informasi dan sharing pengalaman terkait pengelolaan Press Room Pemprov Kalsel.

“Kedatangan kami ke sini, ingin mempelajari terkait pengelolaan press room yang berada di Pemprov Kalsel,” ujarnya.

Sebelumnya sebut Sopoyo, Biro Adpim bersama anggota press room Pemprov Kalsel, berkunjung ke Tabalong untuk menggali potensi pembangunan di Kabupaten Tabalong. Hal ini membuat Komisi III DPRD Kabupaten Tabalong bersama dengan Prokopim Tabalong, tertarik untuk mengetahui bagaimana cara Pemprov Kalsel mengelola keanggotaan press room.

“Kami tertarik untuk belajar pengelolaan press room Pemprov Kalsel, karena sebelumnya, mereka datang ke Tabalong dan mengeksplore potensi pembangunan di Tabalong,” pungkasnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version