Bentuk Kecintaan Pada Nabi Muhammad SAW, Paman Yani Gelar Peringatan Maulid

BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (tengah) nampak khusyuk membaca syair maulid

Peringatan dilaksanakan di kediaman pribadinya, di Jalan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Rabu (4/10) malam.

Momen pembagian minyak wangi disela pembacaan syair-syair maulid

Kegiatan ini mengundang para habaib, tokoh agama serta ratusan warga sekitar.

“Alhamdulillah kita wajib bersyukur kembali dipertemukan pada bulan kelahiran Nabi kita Muhammad SAW. Tentu saja hal ini sangat membahagiakan,” kata Paman Yani sapaan akrabnya.

Peringatan Maulid sendiri bagi Paman Yani, merupakan suatu kewajiban sebagai umat Rasulullah SAW.

Menurut wakil rakyat Dapil VI Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, selain menunjukkan kecintaan terhadap pimpinan para umat muslim, kegiatan ini juga menjadi ajang berkumpul bersama keluarga besar sekaligus silaturahmi dengan tetangga sekitar.

“Malam ini malam yang membahagiakan, bukan saja kita memperingati maulid tetapi juga silaturahmi. Karena ketika menjalankan tugas kedewanan saya sangat jarang sekali ada dirumah, tetapi di momen ini, kita bisa berkumpul dengan kerabat-kerabat kita semua,” tutur Paman Yani.

Melalui peringatan maulid ini, Paman Yani berharap, Kalimantan Selatan bisa kembali pulih dari kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan.

Wakil rakyat bersahaja itu juga berharap, seluruh tamu yang hadir pada kegiatan bisa kembali dipertemukan pada peringatan Maulid tahun-tahun mendatang.

“Mudah-mudahan berkat peringatan maulid ini kita mendapat syafaat dari junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Dan mudah-mudahan banua yang kita cintai ini kembali pulih,” harap Paman Yani.(SYA/RDM/RH)

Bank Kalsel dan Pemkab HST Tandatangani PKS “BAMUDA”

HULU SUNGAI TENGAH – Demi meningkatkan ekonomi masyarakat di kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), terutama para pelaku usaha mikro, Bank Kalsel bersama pemerintah kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) lakukan penandatanganan kerjasama program BAMUDA (Program Bantuan Modal Usaha Tanpa Bunga) pada akhir September 2023 di Aula Auditorium Kantor Bupati HST.

Penandatanganan perjanjian kerjasama program BAMUDA, dilakukan langsung Bupati HST, Aulia Oktafiandi dengan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, yang disaksikan Sekda Kabupaten HST, Muhammad Yani; Plt. Kadisdag, Rapinorrahman. Turut juga berhadir Kepala Cabang Barabai, Muhaini Achyar; dan Koordinator dari Divisi Konsumer, Divisi UMK dan Divisi Komersil, dan Korporat.

Bupati Hulu Sungai Tengah, Aulia Oktafiandi mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan Bank Kalsel terhadap program pemkab HST dalam meningkatkan usaha mikro, kecil dan menengah.

“Saya mewakili seluruh masyarakat Kabupaten HST mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan khususnya untuk para pelaku UMKM. Semoga program ini bisa dipergunakan dan dimanfaatkan sesuai dengan modal yang dibutuhkan dalam mengakomodir usahanya, sehingga nantinya dapat meningkatkan perekonomian daerah,” ungkap Aulia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Hulu Sungai Tengah atas kolaborasi yang telah dilakukan bersama Bank Kalsel untuk kemajuan ekonomi masyarakat.

“Kita yakin dengan penandatanganan yang dilakukan hari ini, akan menjadikan para pelaku usaha mampu mengambil manfaat dari Program BAMUDA yang telah diluncurkan. Berharap setelah ini, segera langsung mendatangi Kantor Bank Kalsel terdekat untuk pengajuan pinjamannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)

Pendidikan dan UKW Jadi Program Prioritas Ketua PWI Hendry Ch

JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat kepemimpinan Hendry Ch Bangun menyelenggarakan rapat perdana, yang berlangsung di Sekretariat PWI Pusat, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (4/10).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua terpilih Periode 2023 – 2028 Hendry Ch Bangun, dihadiri oleh Sayid Iskandarsyah, Raja Parlindungan Pane, Irmanto, Marah Sakti Siregar, Nasir, Firdaus Komar, Syarif Hidayatullah.

Dalam rapat perdana tersebut, membahas mengenai kepengurusan yang masih disusun, serta rencana untuk program kerja kedepannya, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat setelah terbentuk seluruh kepengurusan.

Begitu pula masalah pendidikan, juga menjadi konsen dari Ketua PWI Pusat serta menunda kegiatan uji kompetensi Wartawan.

“Kami menunda kegiatan uji kompetensi wartawan (UKW) selama sebulan dalam rangka memperbaiki direktorat UKW, agar sesuai dan searah dengan tujuannya” ujar Hendry.

Bidang pendidikan dan UKW menjadi program prioritas dari kepengurusan Hendry Ch Bangun, sebagaimana disampaikan saat pemaparan visi misi di Kongres PWI di Bandung 25-26 September lalu.

Selanjutnya setelah diumumkan kepengurusan, kegiatan pertama yang akan dilaksanakan audensi kepada instansi terkait dan para stake holder. (PWI/RDM/RH)

Meski Kabut Asap Pekat, Aktivitas Kapal Nelayan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Normal

BANJARMASIN – Kapal Nelayan yang masuk dan pergi di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin masih berjalan normal seperti biasanya, meski terjadi kabut asap pekat saat ini.

Kasi Kesyahbandaran UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Royani menjelaskan, karena pada bulan ini telah masuk musim ikan di lautan. Sehingga, hasil tangkapan ikan nelayan terus masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

Kasi Kesyahbandaran UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Royani

“Kabut asap saat ini belum mempengaruhi aktivitas nelayan di pelabuhan perikanan,” ungkap Royani, kepada Abdi Persada FM, Rabu (4/10).

Ditambahkannya, musim ikan terjadi sejak bulan September hingga Oktober. Ini menyebabkan tangkapan ikan menjadi banyak.

“Sebelumnya musim ikan di laut kapal nelayan yang masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin sempat mengalami penurunan,” ucapnya.

Namun, menurutnya sejak musim ikan di lautan, kapal nelayan kembali normal.

“Kapal nelayan yang datang dan pergi di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin tetap berjalan seperti biasanya,” jelasnya lagi.

Selain itu, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin belum menerima, adanya keluhan nelayan terhadap kabut asap yang terjadi saat ini.

“Sampai saat ini kami tidak menerima ataupun mendengar aduan dari pihak nelayan terhadap kejadian kabut asap ini,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Royani, kesyahbandaran belum mengeluarkan peringatan berlayar untuk nelayan. (SRI/RDM/RH)

Museum Wasaka Kalsel Gelar Program Publik Tahun 2023

BANJARMASIN – Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Program Publik di Museum Tahun 2023.

Suasana kegiatan Belajar Bersama di Museum

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, melalui Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Arry Risfansyah, pada Rabu (4/10) mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional pada 12 Oktober 2023, pihaknya menggelar Program Publik di Museum Tahun 2023, pertama kegiatan Belajar Bersama di Museum, Sosialisasi Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D, dan Seminar Hasil Kajian Tombak.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Kegiatan kita gelar selama tiga hari, mulai tanggal 4 – 6 Oktober 2023,” ucapnya

Disampaikan Arry, untuk hari pertama Belajar Bersama di Museum ini, diikuti sebanyak 152 peserta didik dari SMA/SMK di Banjarmasin, serta 1 Guru pendamping, menghadirkan dua Narasumber, Slamet Riyadi Triyanto dan Wajidi, menyampaikan tentang Museum sebagai Media Penunjang Pembelajaran, dan Saksi Patriotisme di Museum Waja Sampai Kaputing.

“Kami berharap, kalangan peserta didik, dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang Museum Wasaka serta Sejarah Revolusi Fisik di Kalimantan Selatan,” pintanya

Lebih lanjut Arry menambahkan, untuk hari kedua, akan digelar Sosialisasi Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D, ada tiga Narasumber yaitu Wajidi, Budi Kurniawan dan M Syahriel M Noor, masing-masing menyampaikan tentang
Sejarah Revolusi Fisik di Kalsel 1945-1949, Jurnalistik dan Sejarah di Zaman yang berubah, serta Majalah Dinding 3D

“Hari ketiga akan digelar Seminar Hasil Kajian Tombak, yang akan disampaikan beberapa Narasumber,” tutup Arry

Untuk diketahui, Program Publik di Museum Tahun 2023, diawali kegiatan Belajar Bersama di Museum, dibuka secara resmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, didampingi Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Kasi Kesenian dan Jajaran Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, bertempat di halaman Museum Wasaka Jalan Kampung Kenanga Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Gelaran Silaturahmi Akbar Awaliyyin se Kalimantan

BANJARBARU – Ribuan Awaliyyin se Kalimantan berkumpul di Ibu Kota Provinsi (IKP) Kalsel, di Banjarbaru. Kedatangan mereka, selain untuk mempererat silaturahmi juga mengetahui secara langsung kerabat Alawaliyyin di seluruh wilayah yang tersebar di pulau Kalimantan.

Gubenur Kalsel Sahbirin Noor, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov, Sulkan, mengungkapkan, turut mengapresiasi terselenggaranya penyelenggaraan tersebut.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel Sulkan saat membacakan sambutan Gubernur dalam kegiatan Silaturahmi Akbar 1.000 Alawiyyin Kalimantan

“Kita dapat bersama-sama mengatasi berbagai macam permasalahan yang ada ditengah masyarakat tentu dengan adanya acara silaturahmi ini sangat bermanfaat khususnya yang hadir pada hari ini,” ungkapnya dalam sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pada kegiatan Silaturahmi Akbar 1.000 Awaliyyin Kalimantan, di salah satu hotel yang ada di Banjarbaru, Rabu (4/10) siang.

Apalagi, menurut dia, dengan berhasil digelarnya kegiatan itu tentu tujuan untuk mengikat tali persaudaraan dapat terwujud.

“Acara silaturahmi akbar 1.000 Awaliyyin Kalimantan ini merupakan bukti nyata komitmen untuk memperkuat tali silaturahmi dan kerukunan antar sesama khususnya Rabithah Awaliyah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, melalui penyelenggaraan silaturahmi akbar yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan ini mampu mewujudkan bentuk satu kesatuan untuk mewujudkan kekokohan tali silaturahmi.

“Ribuan yang berkumpul ini menjadi contoh nyata bagaimana silaturahmi yang kuat dan mengumpulkan satu tujuan kita yakni meningkatkan kualitas berbangsa, sosial dan terpenting adalah dapat meningkatkan keimanam dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Seribu Awaliyyin se Kalimantan, Habib Zaid Shahab, menyampaikan, meski pelaksanaannya baru kali pertama digelar. Namun, jumlah Awaliyyin yang hadir mampu memenuhi ruangan pertemuan akbar tersebut.

“Jumlahnya mencapai 1.500 orang dan berkumpul dalam satu ruangan ini. Meski sempat hal mustahil bisa mengumpulkan ribuan tetapi ini bisa terwujud tentu kami sangat bersyukur atas izin Allah SWT,” singkatnya.

Sekedar diketahui, kegiatan ini tak hanya dihadiri ribuan Awaliyyin dari berbagai daerah di Kalimantan. Melainkan sejumlah perwakilan pejabat dilingkup Pemkab Banjar, Pemkot Banjarbaru, Polres Banjar turut ikut diundang dalam pelaksanaan tersebut. Tak lupa pula, sejumlah habaib dan ulama yang masuk dalam keluarga besar Rabithah Alawiyah juga menyempatkan untuk hadir. (RHS/RDM/RH)

Kolaborasi Dengan Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta, Muslam Kalsel Gelar Pameran Temporer Ke-3

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar pameran temporer ke-3 tahun 2023. Pameran kali ini bertajuk “Hibah Koleksi ke Museum” dengan tema Menjaga yang Ada, Merawat yang Tersisa.

Pameran yang diadakan museum dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel ini, berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Museum Kotagede, mulai dari tanggal 3 Oktober hingga 6 Oktober 2023.

Kepala Disdikbud Kalsel Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, mengatakan sebagai jendela budaya dan sejarah Kalsel, museum dituntut memberikan yang terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Museum merupakan wahana yang memiliki peran strategis terhadap penguatan identitas masyarakat. Para ahli kebudayaan meletakkan museum sebagai bagian dari pranata sosial dan media edukasi, untuk memberikan gambaran tentang perkembangan alam dan budaya manusia kepada publik,” ujarnya.

Melalui pameran itu, ia berharap mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya. Sehingga masyarakat luas terutama generasi muda dapat mengetahui, mempelajari dan mengembangkannya, baik dari bidang teknologi, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

“Saya harap kegiatan ini juga berdampak positif terhadap pembangunan Kalsel,” tutupnya.

Sejumlah siswa tengah mengabadikan benda yang ditampilkan di pameran temporer ketiga di Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Sementara itu, Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Soni Saepudin berharap, pameran temporer ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat Kalsel khususnya Kota Banjarbaru. Sekaligus menjadi ajang mempromosikan potensi museum yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta kepada masyarakat.

“Secara khusus mempromosikan potensi museum yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta kepada masyarakat agar lebih mengenal Yogya melalui museum, salah satunya museum Kotagede,” ujar Soni.

Pameran ini juga merupakan bentuk apresiasi pihak museum kepada masyarakat yang telah bersedia menghibahkan barang dan koleksi pribadi mereka.

Keputusan masyarakat menghibahkan barang bersejerah dan memiliki nilai ini sangat membantu pihak museum untuk melestarikan nilai nilai pelestarian budaya dan sejarah agar generasi selanjutnya akan mengingat dan melihat sisa-sisa sejarah yang bisa dijaga.(SYA/RDM/RH)

Disambut Antusias, Pusling Palnam Sasar SDN Anjir Pasar Kota II

BATOLA – Layanan Mobil Keliling Perpustakaan (MPK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali bergerak ke berbagai pelosok Banua.

Dengan membawa misi meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat, kali ini pihaknya menyasar Kabupaten Barito Kuala, mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Anjir Pasar Kota II, di Jalan Handil Air Mas, Kecamatan Anjir Pasar.

Antusias peserta didik terlihat, dengan langsung diserbunya MPK untuk mencari buku yang ingin dibaca.

Kepala SDN Anjir Pasar Kota II Muthmainnah, merasa senang atas mampirnya tim MPK dari Dispersip Kalsel ini.

“Anak-anak sangat antusias. Ini tentu dapat mendukung pembelajaran kami, dan semoga dapat meningkatan minat baca anak-anak kami,” ungkapnya melalui siaran pers Dispersip Kalsel, Selasa (3/10).

Ia berharap, Dispersip Kalsel melalui MPK bisa terus mengunjungi sekolahnya.

“Mudah-mudahan program Dispersip Kalsel ini kembali ke sekolah kami,” pungkasnya. (Dispersip.Kalsel-NRH/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Minta DLH Kaji Letak Pembangunan TPS 3R

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, melakukan pengkajian tata letak rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di Kota ini

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, Selasa (3/10) mengatakan, adanya wacana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R, dari Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, tetapi mendapat penolakan, dengan alasan berdekatan komplek perumahan dan pemukiman masyarakat

“Kita minta DLH Banjarmasin melakukan pengkajian tata letak, agar tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari,” katanya

Disampaikan Matnor, bangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R, sebenarnya sangatlah bagus untuk penanggulangan sampah, yaitu fasilitas modern yang dirancang untuk mengelola sampah, mulai dari mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan (reduce), memanfaatkan kembali barang dan bahan yang masih bisa digunakan (reuse), serta mendaur ulang sampah (recycle).

“Sosialisasi harus gencar dilakukan, karena warga pasti khawatir dilingkungannya, tidak bersih dan menjadi polusi udara, akibat dari sampah,” pinta Matnor

Lebih lanjut Matnor menambahkan, adanya pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R, juga dimaksudkan untuk menekan volume sampah di kota Banjarmasin, seiring bertambahnya jumlah penduduk setiap tahun mengalami peningkatan. Sedangkan lahan Tempat Penampungan Sementara sudah tidak ada lagi.

“Warga harus diajak diskusi secara intens,” tutupnya

Untuk diketahui, Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R berlokasi di Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan dan di kawasan Jahri Saleh Kecamatan Banjarmasin Utara. Namun, mendapat penolakan oleh warga setempat. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dapat Apresiasi Dari Pemerintah Pusat Terkait Penggunaan Aplikasi SRIKANDI

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar sosialisasi dan supervisi pengelolaan data admin dan SOP pada aplikasi umun SRIKANDI. Sosialisasi tersebut digelar disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, pada Selasa (3/10). Dalam sosialisasi tersebut, diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel mendapat apresiasi langsung dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANDRI), dikarenakan penggunaan aplikasi SRIKANDI yang maksimal dilingkup SKPD Provinsi Kalsel.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Muslim menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait sistem pemerintahan berbasis elektronik. Sehingga penerapan aplikasi SRIKANDI di lingkup SKPD berhasil maksimal dilaksanakan. Oleh karena itu, Provinsi Kalsel mendapat apresiasi langsung dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANDRI), atas maksimalnya penerapan aplikasi SRIKANDI.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim (tengah)

“Aplikasi SRIKANDI sendiri dapat memudahkan pimpinan untuk melakukan disposisi surat dengan cepat dan dimana saja, sehingga pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat,” ungkap Muslim usai menghadiri sosialisasi pengelolaan data admin dan SOP pada aplikasi umun SRIKANDI.

Muslim menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawalan pada penggunaan aplikasi SRIKANDI, sesuai arahan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, tentang optimalisasi sistem menggunakan berbasis elektronik.

“Diskominfo memiliki peran mengawal pengembangan dan pemanfaatan aplikasi SRIKANDI ini seperti infrastruktur, dan keamanan sistem informasinya,” lanjut Muslim.

Kedepannya, Diskominfo Provinsi Kalsel akan melakukan pengembangan terhadap aplikasi SRIKANDI sesuai dengan kebutuhan yang ada di SKPD di lingkup Pemprov Kalsel.

“Kita bisa mengembangkan dan menambah fitur yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya notifikasi surat masuk dan lain sebagainya. Namun karena SRIKANDI ini aplikasi dari pemerintah pusat, kita juga perlu melakukan koordinasi dengan mereka,” tutup Muslim.

Aplikasi SRIKANDI sendiri merupakan aplikasi surat menyurat dan kearsipan yang dapat memudahkan pemerintah dalam menjalankan birokrasi di era digitalisasi saat ini. Pada sosialisasi pengelolaan data admin dan SOP pada aplikasi umum SRIKANDI, Kegiatan diikuti seluruh perwakilan SKPD lingkup Pemerintaj Provinsi Kalsel, dan dibuka langsung oleh Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhamad Muslim. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version