BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan resmi menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan khusus di lingkungan Kanwil Kemenkumham Kalsel.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor Wilayah, Selasa (10/9), dengan tujuan memperkuat sistem perpustakaan di lembaga pemasyarakatan dan unit pelaksana teknis (UPT) lainnya.
Penandatangan Kerja Sama Dispersip Kalsel dan Kanwil Kemenkumham Kalsel
Acara ini dihadiri oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Ramlan Harun, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Nurliani, serta sejumlah pejabat terkait, seperti Agus Sartono, Kepala Bidang Hukum, dan Adethia Hailina, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Dispersip Kalsel serta Kepala Sub Bidang Penyuluhan Hukum, Bantuan Hukum dan JDIH, Yulli Rachmadani.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Ramlan Harun menyampaikan kerja sama ini terkait dengan pembangunan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dimana ada sebuah pengembangan di sistem jaringan tersebut yang merupakan ide atau gagasan dari salah satu pejabat eselon IV di kantor wilayah. Hal ini mendapat dukungan dari Pemda, khususnya Dispersip Kalsel.
“Intinya dengan sistem JDIH yang dibangun oleh rekan kami ini adalah mempermudah masyarakat khususnya di Kalsel ketika ingin memperoleh literasi terkait dengan regulasi yang kami sajikan, baik Perda maupun Keputusan Gubernur/Walikota/Bupati. Alhamdulillah di Kalsel sudah sekitar 90 persen semua data terkait dengan aturan-aturan tadi,” jelasnya.
Terkait dengan Pemda, lanjut Ramlan, dalam hal ini Dispersip Kalsel menyediakan literasi yang sifatnya umum yang digabung dalam satu wadah yang bisa diakses melalui sistem JDIH. Ia berharap hal ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat di Kalsel.
“Bahkan yang sempat kita diskusikan dengan Bu Kadis, itu di unit pelaksana teknis kami, di jajaran tim pelaksana teknis sudah punya perpustakaan-perpustakaan. Bahkan dengan sistem JDIH semua sudah terintegrasi. Baik masyarakat luar dan masyarakat di dalam, khususnya warga binaan itu yang ingin belajar atau membaca tinggal meng-klik sistem itu,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menerangkan kerjasama tersebut merupakan wujud transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk dukungan dari Dispersip Kalsel yaitu menyediakan buku-buku bahan bacaan ke perpustakaan-perpustakaan di lembaga pemasyarakatan dan unit pelaksana teknis (UPT) lainnya.
“Selain itu, kami juga turut menginformasikan kepada masyarakat, bahwa selain aplikasi i-kalsel, bisa juga mendonlot aplikasi JDIH yang menyediakan berbagai koleksi buku dan sumber informasi lainnya secara digital,” tuturnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi menggelar syukuran pasca mengucapkan sumpah/janji Anggota DPRD Kalsel Masa Bakti 2024-2029. Acara syukuran tersebut diselenggarakan di kediamannya di kawasan Sungai Jingah, Senin (9/9).
Wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini mengatakan dirinya mengundang seluruh relawannya yang tersebar di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru. Pasalnya, karena perjuangan para relawan itulah, Paman Yani mampu meraih suara terbanyak di Dapil Kalsel VI hingga terpilih kembali menjadi anggota dewan.
Suasana syukuran Anggota DPRD Kalsel 2024-2029, Muhammad Yani Helmi
“Bagaimanapun juga kami bukan siapa-siapa, hanya orang biasa saja tapi berkat kerja keras dari relawan kami, akhirnya bisa kembali terpilih ini. Tentu saja juga berkat dukungan warga Kabupaten Tanbu dan Kotabaru yang memilih wakil rakyatnya, yang benar-benar mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat di Kabupaten Kotabaru dan Tanbu,” jelasnya.
Kesempatan ini juga menjadi momentum bagi Paman Yani untuk memperkenalkan jalan bebas hambatan Batulicin Banjarbaru yang beberapa waktu lalu dibuka oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin.
“Mulai kemarin malam mereka sudah berangkat dari pelosok-pelosok desa dari Kotabaru dan kumpul di Batulicin. Melewati jalan baru yang dibuka Paman Birin. Kegiatan ini sekalian mereka masyarakat relawan yang belum mengetahui jalan baru bisa mengetahui secara langsung,” tuturnya.
Pada syukuran kali ini, Paman Yani juga menggelar pesta rakyat kecil-kecilan untuk menghibur masyarakat di sekitar kediamannya Sungai Jingah. Ia juga memberikan puluhan hadiah doorprize kepada para relawannya sebagai bentuk ucapan terimakasih dan apresiasi.
Selain meraih suara terbanyak di dapilnya, Paman Yani yang juga Ketua DPD Partai Golkar Tanah Bumbu ini juga berhasil menjadikan golkar sebagai partai pemenang yang meraih suara terbanyak di Tanah Bumbu, dan menyumbang dua kursi di DPRD Kalsel. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Setidaknya ada sejumlah proyek infrastruktur prestisius dan strategis, yang berhasil dibangun di Provinsi Kalimantan Selatan selama 10 tahun terakhir ini. Tepatnya selama masa kepemimpinan dua periode, Gubernur, Sahbirin Noor.
Salah satu yang paling menonjol adalah jalan bebas hambatan Banjarbaru – Batulicin, yang baru diresmikan Gubernur, Sahbirin Noor dan Ketua TP PKK Provinsi, Raudatul Jannah pada akhir Agustus lalu.
Gubernur dan Ketua TP PKK Provinsi saat memasang plang jalan by pass Banjarbaru – Batulicin
“Banyak sekali pembangunan infrastruktur yang berhasil diwujudkan Paman Birin selama satu dekade ini. Salah satunya jalan bebas hambatan ini,” jelas Ahmad Solhan, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, saat ditemui Abdi Persada di ruang kerjanya di Banjarbaru, pada Selasa (10/9).
Solhan menyebut, jalan bebas hambatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena dapat memangkas jarak dan waktu tempuh dari kota Banjarbaru ke Batulicin atau sebaliknya. Ini tentunya sebuah kebanggaan bagi Pemerintah Provinsi Kalsel, terutama Paman Birin yang menginisiasi pembangunan jalan tersebut.
“Jalan ini berhasil dirampungkan pada tahun ini, dan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.
Selain jalan bebas hambatan, Solhan menyebut dua proyek infrastruktur lainnya, yang juga ditargetkan selesai tahun ini. Yakni mesjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di komplek perkantoran Gubernur di Banjarbaru, serta Tugu Pal Nol di Banjarmasin.
Mesjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
“Mesjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari kami targetkan sudah dapat dimanfaatkan untuk beribadah pada November ini, setelah peresmian oleh Paman Birin pada pertengahan November,” tutupnya.
Proyek lain yang tidak kalah membanggakan, adalah Gedung Olahraga (Gelora) Paman Birin, yang sudah dimanfaatkan untuk even nasional pada Agustus lalu, yakni Porwanas ke-14 tahun 2024. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dalam upaya memajukan transisi energi dan mendukung ekonomi hijau di Pulau Kalimantan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Green Seminar 2024. Seminar ini dihadiri berbagai stakeholder termasuk pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum, untuk membahas strategi dan inisiatif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mengoptimalkan potensi energi terbarukan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, dalam sambutannya menekankan, bahwa Green Seminar 2024 merupakan kelanjutan dari Seminar Internasional 2023 dan kini semakin berfokus pada pembentukan perilaku hijau di masyarakat.
Fadjar juga menyoroti pentingnya sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, bisnis, perbankan, LSM, dan masyarakat lokal, dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Saya berharap branding baru dari seminar ini akan mempermudah pemahaman dan implementasi konsep ekonomi hijau, serta memperkuat upaya menuju pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” harapnya.
Fadjar mengungkapkan komitmen Bank Indonesia, untuk terus memperkuat kebijakan stabilisasi harga dan pengembangan pembiayaan hijau, serta mendukung transformasi sistem keuangan hijau di Indonesia.
Greenovation, yang diluncurkan pada seminar internasional tahun lalu, juga mendapatkan perhatian khusus sebagai upaya untuk menjaring ide inovatif dan proyek implementatif dalam ekonomi hijau.
Sebagai bagian dari seminar ini Prof. Kornelis Blok, anggota panel IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) menyampaikan keynote speech mengenai urgensi transisi energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca untuk menghadapi perubahan iklim global.
Siap menekankan bahwa dunia, termasuk Indonesia, perlu mengurangi emisi CO2 hingga nol pada pertengahan abad ini. Ia menggarisbawahi dampak perubahan iklim yang semakin nyata, seperti fenomena cuaca ekstrem dan bencana alam yang global.
Prof. Blok memberikan kabar baik bahwa 30% listrik dunia kini dihasilkan dari energi terbarukan, dengan pertumbuhan signifikan pada tenaga angin dan matahari.
“Saya mencatat, China memimpin dalam instalasi energi terbarukan global, diikuti Eropa dan kawasan lainnya. Padahal Indonesia memiliki kekayaan sumber daya energi terbarukan, termasuk tenaga surya, angin, air, bioenergi, panas bumi, dan energi laut,” ujarnya.
Dalam penelitian yang dilakukan timnya, simulasi sistem energi listrik Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2050, energi matahari akan menjadi sumber dominan, menyumbang lebih dari setengah produksi listrik. Meski demikian, energi terbarukan lain seperti bioenergi, panas bumi, dan tenaga air juga akan berperan penting dalam sistem tenaga listrik Indonesia.
Pulau Kalimantan, menurut Prof. Blok, dapat memainkan peran sentral dalam penyediaan energi terbarukan, tidak hanya untuk konsumsi lokal tetapi juga untuk pasokan listrik ke pulau-pulau lain di Indonesia. Potensi besar Kalimantan dalam energi terbarukan memberikan peluang bagi pertumbuhan ekonomi baru, mengingat kebijakan global yang mengharuskan pengurangan produksi batu bara.
Ia merekomendasikan Kalimantan sebagai lokasi ideal untuk pengembangan manufaktur panel surya domestik dan teknologi energi terbarukan lainnya seperti PLTA mengingat Pulau Kalimantan yang memiliki sungai-sungai yang besar sebagai sumber PLTA.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mengapresiasi Green Seminar 2024, sebagai langkah penting dalam mendukung inisiatif hijau dan transformasi ekonomi di Kalimantan Selatan.
Gubernur Kalsel yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan berfoto bersama para narasumber
Paman Birin juga memberikan dukungan penuh terhadap Greenovation sebagai kompetisi yang bertujuan menjaring ide inovatif dalam ekonomi hijau dan menggarisbawahi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung transformasi menuju ekonomi berkelanjutan.
Para pemenang Greenovation berfoto bersama Kepala KPw BI Kalsel dan Gubernur Kalsel
“Kami berkomitmen, implementasi inisiatif hijau adalah kunci untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan di Kalimantan. Kita memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi hijau dan menjadi contoh nyata bagi daerah lain di Indonesia,” tutup Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Agus Dian Nor.
Dalam seminar tersebut juga dilakukan diskusi panel mengenai akselerasi dan tantangan dalam Pengembangan Energi Terbarukan di Kalimantan. Mustaba Ari Suryoko, Koordinator Penyiapan Program Usaha Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, menyampaikan bahwa potensi energi terbarukan (EBT) di Kalimantan sangat luar biasa namun berbeda di tiap daerah, sehingga diperlukan pemetaan yang komprehensif.
Dalam pandangannya, akselerasi transisi energi di Kalimantan Selatan harus segera dilakukan dengan efektivitas lembaga untuk transformasi dari energi berbasis batu bara (brown energy) menuju energi terbarukan (green energy).
Jaya Wahono, Ketua Komite Tetap Energi Baru dan Terbarukan KADIN, menambahkan pentingnya membangun konektivitas listrik antar wilayah Kalimantan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas energi terbarukan. Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada ketersediaan energi, melainkan pada penyeimbangan antara supply dan demand. Ia juga menekankan peran Bank Indonesia yang sangat krusial dalam mendukung keseimbangan pasar energi terbarukan di wilayah ini.
Selanjutnya dari sisi swasta, Khalishah M. Purnamasari, Koordinator Macro-National Team, Direktorat Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, menyoroti bahwa dukungan sektor swasta dalam bentuk studi kasus dan success stories sangat diperlukan. Hal ini bertujuan agar pendekatan sukses seperti carbon offset dan carbon credit dapat direplikasi oleh berbagai pihak, sekaligus memberikan contoh nyata untuk diadopsi di tingkat lokal.
Masalah birokrasi di tingkat daerah juga menjadi sorotan utama dari Sandy Wijaya, Co-Founder Ciroes, yang menekankan perlunya langkah proaktif dari pemerintah daerah untuk mengatasi hambatan regulasi yang sering menghambat implementasi energi hijau. Selain itu, Ia menyarankan agar pengembangan SDM untuk sektor energi hijau terus ditingkatkan agar Kalimantan memiliki tenaga kerja yang siap menyongsong transformasi energi terbarukan. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Memasuki hari ke-6 Gema Maulid 40 Malam, Senin (9/9) Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (Paman Birin) mendatangkan Tuan Guru Usfia Rusdi dari Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
Kegiatan Gema Maulid 40 Malam yang diinisiasi paman Birin ini, masih dipusatkan di Gedung Mahligai Pancasila.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kalsel Taufik Hidayat berharap, kegiatan Gema Maulid dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga Banua.
Karo Pemerintahan dan Otda Setdaprov Kalsel Taufik Hidayat
“Kegiatan Gema Maulid ini merupakan upaya untuk mendekatkan diri, meningkatkan keimanan, dan ketaqwaan umat muslim. Serta memberikan pujian dan sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.
Karena itu, Ia mengharapkan dengan adanya kegiatan Gema Maulid di Provinsi Kalimantan Selatan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga di Banua.
Kegiatan Gema Maulid 40 Malam turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan karyawan SKPD lingkup Pemprov Kalsel, antara lain Dinas Kehutanan, Dinas Dukcapil, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Perdagangan, serta Biro Pem dan Otda, serta masyarakat umum dari A.Yani 1 dan 2, serta Katamso, Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banjarmasin melaksanakan penilaian kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis Computer Assisted Competency Test (CACT), bertempat di Ruang CAT, Kanreg BKN VIII, Banjarbaru, Senin (9/9).
Kepala BKD Kalsel, Dinansyah, diwakili oleh Kasubbid Pendidikan Pelatihan dan Sertifikasi Jabatan, Reza Fahlevi menjelaskan, kegiatan yang digelar selama empat hari ini mulai dari 9-12 September 2024 ini bertujuan untuk mendukung terwujudnya implementasi sistem merit dalam penyelenggaraan manajemen ASN dan memenuhi manajemen talenta nasional serta membantu Pemprov dalam memetakan potensi dan kompetensi ASN.
Kasubbid Pendidikan, Pelatihan dan Sertifikasi Jabatan, BKD Kalsel, Reza Fahlevi
“Pada tahap pertama ada 800 orang ASN yang di tes secara gratis bagi pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkup Pemprov Kalsel,” ucapnya.
Reza menambahkan peserta sendiri sudah ditentukan oleh BKD Kalsel dengan prioritas peserta ASN yang tidak mempunyai tugas mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).
“Kami menargetkan di akhir tahun 2024, untuk ASN yang ikut penilaian kompetensi ini sebanyak 2000 lebih,” ujarnya.
Lebih lanjut, Reza mengungkapkan ada beberapa kategori tes yang di ujikan pada CACT tersebut diantaranya aspek Manajerial dan Sosiokultural.
“Selain upaya menemukan gap kompetensi ASN sehingga didapatkan progran pengembangan kompetensi yang tepat, diharapkan juga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)
TANAH LAUT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan malalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA-KB) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Gerakan Pelajar Remaja Sadar dan Peduli Stunting (Gelar Darling) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Asy-Syuhada, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Senin (9/9).
Kegiatan yang merupakan bagian dari upaya bersama antara DPPPA-KB Provinsi dan Kabupaten Tanah Laut dalam mempercepat pengurangan angka stunting ini, juga turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah.
Dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang dibacakan oleh Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono menekankan pentingnya program Gelar Darling dalam menumbuhkan kesadaran akan dampak stunting, yang tak hanya memengaruhi fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitif mereka.
Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan pembangunan, Rusdi Hartono saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel
“Partisipasi aktif masyarakat, khususnya pelajar dan remaja, sangatlah penting, karena mereka adalah calon orang tua yang harus memahami cara mencegah stunting sejak dini,” ungkap Rusdi.
Lebih lanjut, Rusdi menyampaikan bahwa melalui program ini, diharapkan para remaja bisa menjadi pionir dalam menciptakan kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan mereka. Ini juga sejalan dengan target nasional untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024.
“Program ini juga mendukung visi besar untuk menciptakan generasi berkualitas guna menyongsong Banua Emas 2045,” tambahnya.
Rusdi juga menyoroti pentingnya pencegahan pernikahan dini dan pendewasaan usia pernikahan sebagai salah satu langkah efektif dalam menekan risiko stunting.
“Dengan memastikan kesiapan fisik, mental, dan finansial sebelum pernikahan, kita dapat mencegah stunting dan memberikan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kita,” pungkas Rusdi.
Sementara itu, Kepala Dinas PPPA-KB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni, juga menyatakan perlunya pencegahan stunting sejak awal, dimulai dari remaja putri yang harus paham akan pentingnya kesehatan gizi.
“Oleh karena itu, perlu kolaborasi semua pihak untuk menyediakan fasilitas dan kegiatan yang ditujukan kepada remaja, agar mereka bisa memahami tentang gizi seimbang, pola hidup sehat, serta menghindari perundungan atau kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tandasnya.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama remaja dan pelajar, tentang pentingnya pencegahan stunting, baik sebagai agen perubahan maupun penyampaian informasi mengenai pencegahan stunting yang didukung berbagai sektor.
Untuk diketahui, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah, dalam acara tersebut memberikan paket sembako sebanyak 740 paket dan 1.080 botol air mineral kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. (BDR/RDM/RH)
BANJARBARU – Bertempat di Commad Center Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (9/9), Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan. Menghadiri Rapat Koordinasi Rakoor pengendalian inflasi secara virtual bulan September.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan menyampaikan, perkembangan kondisi inflasi Kalsel hingga 9 September ini baik secara nasional maupun di wilayah Kalsel tetap aman terkendali. Bahkan, per September ini Provinsi Kalsel masih menduduki 10 besar daerah dengan angka inflasi terendah se-Indonesia.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan
“Alhamdulillah, Kondisi Inflasi Kalsel saat ini stabil dan terkendali, berdasarkan angka inflasi nasional pada angka 2,12 persen years on years (YoY) dan kalsel berada pada 1,71 persen” ungkap Sulkan.
Dari data, di Kalsel dalam pekan ini terdapat Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi di 3 kabupaten-kabupaten, yakni Tanah Bumbu 2,15 persen, Batola 1,37 persen, dan Banjar 0,17 persen. IPH tersebut dipicu oleh kenaikan harga beberapa komoditas seperti daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, jeruk, dan bawang putih.
“Secara keseluruhan inflasi wilayah Kalsel aman terkendali, termasuk juga dengan adanya penurunan harga bahan pokok seperti bawang merah, cabai hingga daging ayam dan lain-lain,” lanjut Sulkan.
Sulkan menilai, kenaikan bahan pokok ini disebabkan oleh kebutuhan masyarakat yang meningkat, di mana pada bulan Rabiul Awal terdapat kegiatan-kegiatan keagamaan yang sudah rutin dilakukan oleh masyarakat.
“Upaya ini juga tidak lepas dari peran Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang mendorong agar terus menjaga kestabilan harga demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” tutup Sulkan. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah menghadiri acara Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kalsel Masa Bakti 2024-2029.
Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah (urutan 2 dari kanan) saat menghadiri Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kalsel 2024-2029
Pengucapan sumbah/janji Anggota DPRD Kalsel terpilih itu dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kalsel di Banjarmasin yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK pada Senin (9/9).
Ketua DPRD Kalsel Sementara, Supian HK menerima Pin yang disematkan usai mengucapkan sumpah/janji
Dalam momen bersejarah perjalanan pemerintahan di “Banua” itu, Lampiran Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri RI tentang Penetapan Peresmian Pengangkatan Anggota DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan tahun 2024–2029 dibacakan langsung oleh Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Jaini dengan penuh sukacita.
55 Anggota DPRD Kalsel Masa Bakti 2024-2029 Usai Dilantik
Menjadi istimewa, Supian HK yang semula merupakan Ketua DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan tahun 2019–2024, kembali menjadi pimpinan sementara delegasi Partai Golkar bersama dengan Kartoyo delegasi Partai Nasdem yang notabene kedua partai tersebut merupakan partai dengan pemilih terbanyak pada pemilu 14 Februari 2024 yang lalu.
“Pertama-tama kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada para purnabakti, baik pimpinan maupun anggota dewan masa jabatan tahun 2019-2024 yang selama masa jabatannya telah menunjukkan pengabdiannya dengan baik, mudah-mudahan kami selaku penerus tugas dewan untuk masa jabatan 2024-2029 dapat melanjutkan serta meningkatkan karya-karya yang telah dicapai sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat saat ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Supian HK mengajak anggota DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan baru ini untuk sama-sama memberikan masukan, saran dan kritikan yang membangun serta saling berdiskusi dan berdialog dengan pemerintah daerah. Menurutnya, hal itu merupakan kunci dalam mencapai tujuan bersama Kalsel sebagai Gerbang Ibu Kota Negara dan Indonesia Emas menjadi negara tangguh dan mandiri menuju peradaban masyarakat yang modern dan sejahtera.
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian melalui sambutannya yang dibacakan oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin ini mengucapkan salam sekaligus ucapan selamat kepada para anggota DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan tahun 2024–2029 yang dilantik pada hari ini. Dirinya mengingatkan kembali 3 fungsi anggota DPRD.
“Sebagaimana amanat pasal 96 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah menyebutkan 3 fungsi DPRD. Yaitu, fungsi pembentukan peraturan daerah, fungsi penyusunan anggaran dan fungsi pengawasan,” terang Tito Karnavian.
Selain itu, menurutnya, anggota DPRD juga memiliki hak yakni hak interpelasi, hak angket dan hak menyatakan pendapat.
Muhammad Tito Karnavian juga berpesan, agar DPRD Provinsi Kalsel menjalin sinergitas dan kolaborasi kerja kolektif dengan pemerintah daerah secara positif, dalam memberikan respon cepat dalam pemecahan persoalan-persoalan kerakyatan di tingkat lokal, membangun kerja sama yang efektif di tingkat regional serta mendukung suksesnya agenda prioritas nasional.
Atas nama Pribadi, Paman Birin mengapresiasi capaian pembangunan yang telah dilaksanakan DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan 2019-2024 yang dilakukan dengan baik. Serta mengucapkan selamat kepada kepengurusan DPRD yang baru saja dilantik. Dirinya berharap kesejukan kolaborasi antara legislatif dan eksekutif terus terjalin demi masyarakat dan “Banua” Kalsel Babussalam. (ADV-NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Bukan rahasia lagi, bahwa selama hampir satu dekade kepemimpinan Gubernur, Sahbirin Noor, banyak prestasi yang berhasil diukir Provinsi Kalimantan Selatan diberbagai bidang. Termasuk bidang perkebunan dan peternakan. Salah satu yang paling membanggakan, adalah Penghargaan Terbaik II Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Nasional, melalui program bidang peternakan, SITI HAWA LARI (Sistem Integrasi Itik di Lahan Rawa dan Lahan Kering). Sementara program Sistem Integrasi Kelapa Sawit – Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KUINTIP), juga tidak kalah hebat, mendapatkan penghargaan TPID Award Tahun 2022 dan 2023, untuk regional Kalimantan. Kedua penghargaan bergengsi ini, diserahkan langsung Presiden RI, Joko Widodo, kepada Gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.
“Penghargaan ini merupakan bukti tangan dingin Paman Birin dalam memimpin Kalimantan Selatan,” ujar Suparmi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, dalam siaran persnya.
Secara rinci, Suparmi juga memaparkan sejumlah kemajuan pembangunan bidang perkebunan dan peternakan selama 10 tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Paman Birin.
Tim penilai PPD Award saat melakukan verifikasi program SITI HAWA LARI
Pada bidang perkebunan, hingga tahun 2023, Kalimantan Selatan berhasil mengembangkan lahan perkebunan sawit hingga seluas 479.788 hektar, dengan produksi tandan buah segar mencapai 5.353.578 ton dan 1.177.787 ton CPO.
“Sementara untuk lahan perkebunan karet mencapai luasan 268.907 hektar, dengan produksi 197.619 ton hingga akhir tahun lalu,” tambah Suparmi.
Provinsi Kalsel menurut Suparmi, juga mengembangkan perkebunan kopi, dengan luasan mencapai 2.231 hektar sampai akhir tahun 2023, dan produksi 884 ton.
Sementara itu, di bidang peternakan, Kalsel ditargetkan dapat menjadi lumbung pangan dan penopang pangan IKN Nusantara. Khususnya untuk ternak sapi dan itik.
“Paman Birin menginisiasi program SITI HAWA LARI untuk meningkatkan populasi ternak itik, dan menjalankan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri atau SI KOMANDAN,” papar Suparmi.
Dua program ini, berhasil meningkatkan populasi itik di Kalimantan Selatan, menjadi 3.608.703 ekor itik hingga akhir tahun 2023, dengan produksi daging 1.604 ton dan telur 28.960 ton.
Sedangkan untuk populasi sapi, hingga akhir tahun 2023, sudah mencapai 171.998 ekor dengan produksi daging sapi 7.892 ton. (RIW/RDM/RH)