Meriahkan HLUN 2026, PPRSLU Budi Sejahtera Gelar Beragam Lomba untuk Lansia

Banjarbaru – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026, akan dilaksanakan di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera pada Sabtu (30/5) mendatang. Berbagai persiapan pun mulai dimatangkan, termasuk rangkaian kegiatan hiburan dan perlombaan bagi para lansia.

Kepala PPRSLU Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan, Hairun Nisa mengatakan, peringatan HLUN tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memberikan kebahagiaan dan penghormatan kepada para lanjut usia.

Kepada PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel, Hairun Nisa, saat diwawancara.

“Insya Allah kegiatan nantinya akan dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Selatan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan,” Kata Nisa, Senin (25/5).

Menjelang pelaksanaan HLUN, PPRSLU Budi Sejahtera juga menggelar berbagai perlombaan, seperti fun catwalk, lomba mewarnai, hingga tebak gambar tokoh dan pahlawan. Kegiatan tersebut disambut antusias para penghuni panti.

“Alhamdulillah para lansia sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan. Kami ingin mereka merasa senang, tetap percaya diri, dan terus aktif dalam berbagai aktivitas sosial,” ucapnya.

Ia menyebut, Gubernur Muhidin dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin dijadwalkan turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang diikuti para lansia di lingkungan panti.

Menurutnya, rangkaian perlombaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan antar penghuni panti.

Suasana Lomba di PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel dalam rangka menyambut HLUN 2026.

Bahkan, sejumlah lansia tampak percaya diri saat tampil di ajang fun catwalk. Keceriaan para peserta pun menjadi warna tersendiri dalam menyambut Hari Lanjut Usia Nasional tahun ini.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para lansia tetap merasa dihargai, diperhatikan, dan memiliki ruang untuk mengekspresikan diri,” tambahnya.

Nisa juga berharap peringatan Hari Lanjut Usia Nasional dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan para lansia, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah dan mendukung bagi lanjut usia di Kalimantan Selatan.

“Kami ingin Hari Lanjut Usia Nasional ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa para lansia tetap memiliki peran penting dan harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta penghormatan dari lingkungan sekitar,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)

Sapi Kurban Presiden dan Wali Kota Disalurkan untuk Warga Banjarmasin

Banjarmasin – Bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi diserahkan kepada masyarakat Kota Banjarmasin di halaman Masjid Agung Miftahul Ihsan, Selasa (26/5). Sapi jenis Simmental dengan bobot mencapai 973 kilogram atau hampir satu ton itu, akan disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) sebelum dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan menjelang Hari Raya Iduladha.

Tak hanya bantuan dari Presiden, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, turut menambahkan satu ekor sapi kurban sebagai bentuk kepedulian terhadap warga dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan apresiasi, atas perhatian Presiden kepada masyarakat Kota Seribu Sungai.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar simbol ibadah kurban, tetapi juga bentuk hadirnya negara di tengah kebutuhan masyarakat.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi masyarakat dan menjadi manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Dengan tambahan satu ekor sapi kurban dari pemerintah kota ini, harapnya, dapat memperluas jangkauan penerima manfaat, khususnya masyarakat kurang mampu di sekitar kawasan masjid.

Selain penyaluran hewan kurban, Ia juga menyoroti persoalan lingkungan saat pembagian daging nanti. Yamin menegaskan, agar pembagian daging kurban tahun ini dapat diarahkan lebih tertib dan ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Selain itu, warga juga diimbau membawa wadah sendiri atau menggunakan kemasan alternatif seperti anyaman purun. Langkah tersebut dinilai menjadi solusi untuk menekan volume sampah pasca-Iduladha yang setiap tahun meningkat di kawasan perkotaan.

“Kami ingin pembagian daging kurban tetap berjalan lancar tanpa meninggalkan persoalan lingkungan. Edukasi penggunaan wadah ramah lingkungan harus mulai dibiasakan,” pesannya lagi.

Di sisi lain, pemerintah kota juga tengah mempercepat penataan Masjid Agung Miftahul Ihsan agar menjadi ikon religi dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Kawasan masjid yang berada dekat Pasar Antasari dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus wajah kota.

Saat ini proses pengecatan dan pembersihan kawasan terus dilakukan menjelang Salat Iduladha. Pemerintah melihat langkah tersebut sebagai peluang memperkuat citra kota religius dan humanis.

Senada, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar berharap, distribusi daging kurban nantinya berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya.

Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah, pengurus masjid, dan panitia kurban menjadi kunci agar pembagian berlangsung tertib tanpa menimbulkan kerumunan berlebihan.

“Di momentum Iduladha, kita ingin ini menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Dokter Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Anang Wijatmiko, memastikan stok hewan kurban di kota tersebut dalam kondisi aman menjelang Iduladha 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, terdapat sekitar 2.000 ekor sapi dan 2.500 ekor kambing yang telah diperiksa kesehatannya.

Meski demikian, pihaknya menerima laporan adanya beberapa sapi yang mengalami kelelahan akibat perjalanan dan cuaca ekstrem.

“Jika kondisi hewan tidak pulih sempurna, kami sarankan tidak digunakan untuk kurban dan dialihkan menjadi stok daging segar harian,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para panitia dan pemotong hewan agar menerapkan tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam sekaligus memerhatikan kesejahteraan hewan demi menjaga kualitas daging yang dibagikan kepada masyarakat.

Kegiatan penyerahan sapi kurban tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin, pengurus Masjid Agung Miftahul Ihsan, unsur Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang menyambut antusias bantuan kurban dari Presiden Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Banjarmasin. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EYN)

Dua Pekan Operasi Antik Intan 2026, Polres Banjar Ungkap 46 Kasus Narkoba

Banjar – Polres Banjar mengungkap 46 kasus narkotika selama pelaksanaan Operasi Antik Intan 2026 yang berlangsung sejak 12 – 25 Mei 2026. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 54 orang diamankan, terdiri dari 50 laki-laki dan 4 perempuan.

Kapolres Banjar AKBP Fadli mengatakan, tingginya jumlah kasus yang berhasil diungkap dalam waktu kurang lebih dua pekan, menjadi gambaran bahwa peredaran narkoba di Kabupaten Banjar masih memerlukan perhatian serius.

Kapolres Banjar (abu) saat menyampaikan rilis hasil ungkapan Operasi Antik Intan 202

“Dalam dua minggu ini ada 54 tersangka yang diamankan. Itu baru yang terungkap, belum yang tidak terungkap,” ujar Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Banjar, Selasa (26/5).

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa sabu seberat 86,62 gram, 368 butir psikotropika, dan 26 butir ekstasi.

Para tersangka dijerat Pasal 114 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika subsider Pasal 112, dengan ancaman hukuman minimal enam tahun hingga maksimal 20 tahun penjara.

Kapolres menilai persoalan narkoba tidak boleh dianggap ringan karena dampaknya sangat luas, baik terhadap kesehatan maupun kondisi sosial masyarakat.

“Jangan sampai keluarga kita yang terkena. Dampaknya sangat merugikan, baik dari faktor kesehatan, sosial, maupun pengaruh negatif lainnya,” katanya.

Ia juga meminta dukungan masyarakat dan media untuk bersama-sama membantu menekan peredaran narkoba di Kabupaten Banjar.

“Mudah-mudahan narkoba di Kabupaten Banjar ini bisa kita tekan, bahkan kalau bisa kita bersihkan,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar, Ikhwansyah mengatakan, jumlah kasus yang terungkap selama operasi menjadi perhatian bersama, terutama karena rata – rata terdapat satu hingga dua kasus yang ditemukan setiap hari.

“Ini tentu menjadi perhatian kita bersama untuk melakukan upaya-upaya pencegahan,” ujarnya.

Menurut Ikhwansyah, kondisi tersebut cukup memprihatinkan mengingat Kabupaten Banjar, khususnya Martapura, dikenal sebagai daerah dengan julukan Serambi Mekah.

Ia mengapresiasi langkah jajaran Polres Banjar yang terus melakukan penindakan terhadap peredaran narkotika.

“Kami berharap apa yang sudah dilakukan ini bisa menjadi langkah pencegahan agar kasus narkoba ke depan dapat ditekan,” pungkasnya. (SYA/RIW/EYN)

Banua CreativePreneur 2026, Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Kalimantan Selatan

Banjarmasin – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan kembali menunjukkan komitmennya, memperkuat sektor ekonomi kreatif daerah melalui kegiatan Banua CreativePreneur 2026. Program digelar selama dua hari, dari 25 – 26 Mei 2026 disalah satu Hotel berbintang di Banjarmasin.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, didampingi Kabid Ekraf Kelembagaan dan SDM Pariwisata, dan Kasi Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan melalui Bidang Ekonomi Kreatif, Kemitraan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (EK2P-SDMP) ini, diikuti peserta yang mengikuti kurasi dengan seleksi ketat, melalui tahapan open call lebih dari hampir 300 pendaftar. Akhirnya terpilih 60 peserta terbaik untuk mengikuti proses kurasi.

“Nantinya akan dipilih kembali 20 pelaku ekonomi kreatif unggulan yang akan menjadi binaan tahun 2026,” katanya kepada wartawan.

Menurut Iwan, untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, Dispar Kalsel menghadirkan tim kurator dari berbagai kalangan profesional dan praktisi nasional.

Mereka di antaranya Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Neli Yana, kemudian Head of Program Fashion BINUS University, Ratna Dewi Paramita, Chef sekaligus Entrepreneur Agus Sasirangan, serta pelaku ekonomi kreatif binaan tahun 2025, Nurhamdhani, serta melibatkan para kurator eksternal Dinas Pariwisata Kalsel, untuk memastikan proses kurasi berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Banua CreativePreneur 2026 dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Salah satu produk ekonomi kreatif.

Iwan menambahkan, peserta yang mengikuti kurasi mayoritas berasal dari subsektor kuliner, kriya, dan fashion yang selama ini menjadi unggulan ekonomi kreatif Kalimantan Selatan.

Meski demikian, kesempatan juga diberikan kepada subsektor ekonomi kreatif lainnya, agar memiliki peluang berkembang dan mendapatkan pembinaan.

“Program ini dapat membantu para pelaku ekonomi kreatif meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta memperkuat identitas lokal sebagai ciri khas ekonomi kreatif Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (NHF/RIW/EYN)

Gelar Mukernas VI, Ini Tiga Harapan Indonesia Persada.id

JAWA TENGAH – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) VI Indonesia Persada.id yang diselenggarakan di Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis (27/11),  menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi arah pengembangan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) di seluruh Indonesia.

Rangkaian pembahasan komisi menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas siaran, serta penataan administrasi organisasi demi keberlanjutan LPPL di era digital.

Direktur Eksekutif Indonesia Persada.id, Putut Yulianto, saat menyampaikan paparannya. (Kanan)

Mukernas yang dipimpin Direktur Eksekutif Indonesia Persada.id, Putut Yulianto ini menetapkan, bahwa peningkatan kompetensi SDM LPPL merupakan hal penting. Ke depan, penyelenggaraan webinar, workshop, serta program pelatihan lainnya akan diperbanyak, agar kualitas penyiar, teknisi, dan manajemen LPPL terus meningkat dan mampu bersaing di industri penyiaran modern.

“Siaran berjejaring yang selama ini berjalan, akan terus dioptimalkan. Yakni melalui siaran berjejaring mix multi platform, konten LPPL dapat menjangkau lebih luas. Model siaran kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan bersama,” jelas Putut.

Dalam sidang Komisi V terkait sumber pendanaan organisasi, diputuskan bahwa setiap anggota aktif berkewajiban membayar iuran tahunan. Untuk mempermudah penyelesaian problem iuran, akan diterbitkan surat resmi sebagai dasar telaah staf dan pimpinan masing-masing LPPL.

“Organisasi juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait integrasi dalam SIPD, guna memastikan alokasi anggaran yang lebih jelas dan sesuai regulasi,” tambahnya.

Saat sharing season, mukernas juga mendapat keluhan mengenai tuntutan royalti. Terkait isu tuntutan royalti lagu yang muncul di sejumlah LPPL. Persada.id segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk mencari solusi terbaik dan memastikan LPPL tetap dapat beroperasi tanpa hambatan hukum.

Mukernas juga menargetkan, pada Mukernas 2026, jumlah keanggotaan LPPL akan meningkat. Upaya perbaikan mutu layanan dan penguatan kelembagaan diharapkan dapat menarik lebih banyak LPPL untuk bergabung dan aktif dalam organisasi.

“Banyak LPPL masih menghadapi kendala pada aspek perizinan digital dan penyiaran. Oleh karena itu, Komdigi diharapkan dapat memberikan pendampingan dan memfasilitasi penyelesaian perizinan agar seluruh LPPL dapat beroperasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.

Keputusan yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme, memperluas jaringan siaran, serta menjamin keberlanjutan LPPL dalam menghadapi tantangan era digital. (EYN/RIW/EYN)

Bangga! LPPL Abdi Persada FM Kembali Raih Penghargaan Radio Host Terbaik Indonesia Persada.id Award

JAWA TENGAH — Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM, mencatatkan prestasi membanggakan, dalam ajang Indonesia Persada.id Award 2025 yang diikuti seluruh LPPL di Indonesia. Kali ini Abdi Persada meraih penghargaan Kategori Radio Host Terbaik.

Acara penganugerahan tahun ini digelar di Purworejo, Jawa Tengah, pada Rabu (26/11) malam,  sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-56 LPPL Irama FM, yang dipadukan dengan pertemuan nasional LPPL se Indonesia.

Pemotongan tumpeng oleh Bupati Purworejo, Jawa Tengah.

Acara dibuka langsung Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, di dampingi Direktur LPPL Irama FM, Aji Wahyudi, Ketua Harian Indonesia Persada.id, Syaifudin Ahmad, dan Ketua Umum Indonesia Persada.id, Ganjar Pranowo.

Bupati Purworejo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi, atas terselenggaranya acara ini dan rasa bangga menjadi tuan rumah.

“Terima Kasih atas kehadiran para pelaku penyiar daerah dari berbagai provinsi, kehadiran bapak ibu semua menjadi kebanggaan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur LPPL Irama FM Purworejo, Aji Wahyudi,  selaku penyelenggara dan tuan rumah, dalam sambutannya berharap, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh insan Radio TV daerah untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghasilkan acara yang berkualitas, serta dapat dinikmati masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Ketua Harian Indonesia Persada.id, Syaifudin Ahmad mengatakan, hasil dari sowan ke Ketua Umum Indonesia Persada.id, diketahui bahwa kegiatan ini digelar, demi menjaga marwah nilai dan kesakralan. Oleh karena itu,  penghargaan, untuk tahun ini setiap kategori hanya menetapkan 1 pemenang.

“Kebijakan ini diambil agar penghargaan memiliki bobot lebih tinggi, lebih prestisius, dan benar-benar menjadi simbol pencapaian tertinggi bagi LPPL yang memenangi kategori tersebut” ujarnya.

Ditamba Ketua Umum Indonesia Persada.id, Ganjar Pranowo, dalam sambutannya  menyampaikan l berdasarkan pertemuan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Bali 2023, lalu telah disepakati visi dan misi, yaitu mewujudkan organisasi dengan sumber daya manusia, yang mampu mewujudkan Lembaga penyiaran Radio atau Televisi Lokal, sebagai media penyebarluasan informasi terpercaya.

“Maka kita berharap betul, lembaga ini mendorong pemerintah daerah untuk bisa memberikan informasi sebanyak-banyaknya pada masyarakat,” katanya.

Selain LPPL Abdi Persada FM yang memenangkan kategori Radio Host Terbaik Indonesia Persada.id Award 2025, sejumlah LPPL lainnya juga meraih prestasi yang sama, pada kategori berbeda.

Untuk kategori Persada.id Talk Terbaik diraih Sasaraina FM, dan kategori Reporter Terbaik diraih LPPL Gema Randik Musi Banyuasin. Sedangkan kategori Kearifan Lokal Terbaik diraih LPPL Irama Purworejo, kategori Program Interaktif Terbaik diraih LPPL Suara Lumajang, dan kategori LPPL Paling Inovatif diraih LPPL Tuntung Pandang. (EYN/RIW/EYN)

Membanggakan!Dislutkan dan TP PKK Kalsel Raih Juara 2 Lomba Masak Serba Ikan Nasional

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan, bersama TP PKK Kalsel berhasil meraih Juara 2 Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional 2025.

Kepala Dislutkan Kalsel Rusdi Hartono menyatakan, apresiasi dan kebanggaan kepada Ketua TP PKK Kalsel Fathul Jannah, atas capaian juara 2 lomba masak serba ikan tingkat nasional 2025, pada kategori Menu Keluarga.

“Prestasi ini menjadi kebanggan bagi Banua sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kreativitas olahan ikan, meningkatkan konsumsi ikan, serta memperkenalkan kekayaan kuliner berbasis perikanan dari Kalimantan Selatan ke tingkat nasional,” ungkap Rusdi, saat ditemui di Banjarmasin, Selasa (25/11).

Semoga, lanjutnya, capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus berinovasi dan mencintai sumber daya perikanan lokal.

Dijelaskan Rusdi, keikutsertaan pada lomba tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Kalsel Muhidin, serta Ketua TP PKK Kalsel Fathul Jannah, untuk menggelorakan Gerakan Makan Ikan di seluruh lapisan masyarakat.

“Kompetisi tersebut menjadi wadah kreativitas kader penggerak konsumsi ikan dari berbagai daerah untuk menyajikan hidangan berbahan dasar ikan inovatif, sehat, dan bergizi tinggi,” ujar Rusdi.

Sehingga melalui kompetisi ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong pemanfaatan ikan sebagai sumber protein berkualitas, guna mendukung tumbuh kembang anak dan mewujudkan Generasi Emas 2045.

Pada lomba tersebut, Kalsel melalui TP PKK membawa olahan ikan unggulan khas Banua, sebagai bentuk promosi kekayaan kuliner daerah.

“Misi kami adalah terus mengampanyekan konsumsi ikan sebagai gaya hidup sehat bagi keluarga,” ucap Rusdi.

Karena, tuturnya, ikan bukan hanya lezat dan mudah diolah, tetapi juga menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi generasi masa depan.

“Dari dapur kreatif para peserta Lomba Masak Serba Ikan, kita bangun budaya makan ikan yang menyenangkan, sehat, dan berkelanjutan, untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Rusdi.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kalsel Fathul Jannah Muhidin, bersama dinas terkait terus menggelorakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Banua, sebagai upaya peningkatan gizi masyarakat.

Pada ajang Lomba Masak Serba Ikan Tahun 2025 Tingkat Nasional di Jakarta, Dislutkan Kalsel bersama TP PKK Kalsel berhasil meraih juara dia, sekaligus memperkuat posisi Kalsel sebagai daerah inovasi kuliner ikan yang kompetitif secara nasional. (DISLUTKAN.KALSEL/SRI/RIW/EYN)

Berbaur Duduk di Jalan, Ketua DPRD Kalsel Supian HK Temui Aksi Massa BEM se-Kalsel

BANJARMASIN –Badan Eksekutif Mahasiswa se- Kalimantan Selatan, menyampaikan aspirasi, sehubungan adanya percepatan pembahasan dan rencana pengesahan RUU KUHAP, yang dinilai mengandung banyak pasal bermasalah, berpotensi mengancam prinsip-prinsip due process of law , melemahkan perlindungan HAM, serta membuka ruang kriminalisasi masyarakat sipil.

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK, didampingi Ketua Komisi I, Rais Ruhayat, anggota Komisi II, Firman Yusi, anggota Komisi III, Husnul Fatahillah; Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini, serta pejabat kepolisian, berbaur dan duduk bersama massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel, yang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin (24/11) sore.

Ketua DPRD Provinsi, Ketua Komisi I, anggota Komisi II, anggota Komisi III, Sekretaris DPRD Kalsel, serta pejabat kepolisian, duduk berbaur dengan mahasiswa.

Kehadiran Ketua DPRD bersama jajaran, menunjukkan apresiasi positif terhadap aspirasi mahasiswa yang menyuarakan keberatan terkait percepatan pengesahan RUU KUHAP serta isu lingkungan di Kalsel.

Aksi massa yang dimulai sekitar pukul 15.00 WITA ini menyoroti percepatan pengesahan RUU KUHAP yang dinilai memiliki sejumlah pasal bermasalah, serta berpotensi mengancam prinsip proses hukum dan hak asasi manusia.

“Kami minta DPRD Kalsel selaku wakil rakyat mau mendengarkan dan menyampaikan aspirasi kami,” ujar salah seorang koordinator lapangan, M Anzari.

Selain menyoroti RUU KUHAP, mahasiswa juga mengeluhkan minimnya perhatian legislatif terhadap isu lingkungan, termasuk pengawasan pertambangan dan perlindungan kawasan Meratus.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kalsel Supian HK meminta mahasiswa tetap tenang. Bahwa DPRD tidak menutup telinga. Aspirasi masyarakat harus diteruskan, apalagi jika menyangkut hajat publik yang luas.

Ia menegaskan, DPRD Kalsel memiliki kewenangan menyampaikan rekomendasi resmi ke DPR RI, sehingga suara daerah tetap tersampaikan pada tingkat nasional.

“Apa -apa yang adik-adik sampaikan hari ini, akan kami bawa dalam rapat pimpinan dan komisi terkait,” jelasnya.

sumber Humas DPRD Kalsel.

Supian HK menyampaikan, terkait isu lingkungan, perlunya pengawasan lebih kuat dan menyatakan isu tersebut akan dibawa dalam pembahasan lintas komisi.

“Kami tidak anti kritik. Justru masukan seperti inilah yang membuat DPRD bekerja lebih hati-hati,” katanya.

Setelah lebih dari satu jam aksi berjalan kondusif, massa meminta dialog dilanjutkan di dalam gedung DPRD tanpa pembatasan jumlah peserta. Pimpinan DPRD menyanggupi dialog, namun dengan syarat maksimal 20 perwakilan masuk ke ruang pertemuan, menimbang kapasitas dan keamanan gedung.

Dua perwakilan BEM, Adi Jayadi dan M Anzari, disilakan melihat langsung ruangan dialog. Setelah ditinjau, mereka menilai ruangan terlalu kecil dan meminta dialog dipindah ke ruang utama rapat paripurna. Permintaan tersebut tidak dapat dikabulkan pimpinan DPRD.

Ketika perwakilan BEM kembali ke luar untuk musyawarah internal, Ketua DPRD Kalsel, harus meninggalkan lokasi karena agenda perjalanan dinas luar daerah yang sudah terjadwal dan tidak dapat ditunda.

Namun, aksi tetap dikawal anggota DPRD lainnya serta jajaran Sekretariat DPRD Kalsel. Setelah bermusyawarah, massa menolak pembatasan jumlah peserta dialog dan menyatakan akan masuk secara paksa.

Puluhan massa lalu mendorong pintu gerbang DPRD. Aparat kepolisian yang siaga dari dalam pagar membentuk pagar betis untuk menahan massa agar tidak merangsek masuk. Aksi dorong – dorongan berlangsung singkat, sebelum massa akhirnya mundur.

Tak lama, massa membakar spanduk yang mereka bawa sambil kembali berorasi. Aparat tetap bertindak humanis dan terukur, memastikan situasi tetap aman tanpa adanya korban. Sekitar pukul 18.00 WITA, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (ADV-NHF/RIW/EYN)

Momen 5 Rajab di Sekumpul, Dishub Kalsel Gratiskan BRT

BANJARBARU – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, menyiapkan sejumlah layanan transportasi khusus untuk mendukung kelancaran Momen 5 Rajab yang diperkirakan berlangsung pada akhir Desember 2025.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi mengungkapkan, untuk memudahkan mobilitas jamaah yang datang dari berbagai daerah, Pemprov Kalsel bersama sejumlah stakeholder menyiapkan layanan bus gratis dari dua titik utama, yakni Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Laut menuju kawasan Sekumpul, Martapura.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, Fitri Hernadi.

“Bus gratis akan kami siapkan bagi jamaah yang berangkat dari Banjarmasin maupun Tanah Laut menuju arah Sekumpul Martapura. Semua layanan ini khusus diberikan pada Momen 5 Rajab,” katanya, di Banjarbaru, Senin (24/11).

Untuk jamaah yang datang melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor, Fitri Hernadi menjelaskan, layanan transportasi akan didukung Damri. Dari bandara, jamaah akan diantar ke halte terdekat yang sudah ditetapkan sebagai titik transit.

“Dari bandara, Damri akan mengantar jamaah ke halte terdekat. Di sana jamaah akan dijemput bus yang disiapkan Pemprov dan langsung diantar menuju kawasan Sekumpul,” terangnya.

Setibanya di Martapura, drop-off penumpang dilakukan sesuai trayek. Bus akan melintas dari Simpang Empat Banjarbaru menuju Pondok Pesantren Darussalam dan berhenti di beberapa halte sekitar kawasan Sekumpul.

Fitri menegaskan, seluruh layanan ini hanya tersedia pada hari H, mulai pagi hari hingga seluruh akses jalan menuju pusat kegiatan ditutup total.

“Layanan diberikan mulai pagi sampai jalan benar-benar ditutup untuk kendaraan,” ungkapnya.

Selain layanan angkutan gratis, Dishub Kalsel bersama Pemerintah kabupaten Banjar dan kota Banjarbaru juga melakukan persiapan rekayasa lalu lintas, pengaturan arus kendaraan, hingga pola buka-tutup jalan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib.

“Kami akan mengatur lalu lintas, melakukan rekayasa dan pengalihan arus. Mudah-mudahan Momen 5 Rajab yang setiap tahun dipadati jamaah bisa berjalan lebih lancar dan nyaman,” pungkasnya. (SYA/RIW/EYN)

Perkuat Sinkronisasi Program Sosial, Dinsos Kalsel Tegaskan Komitmen Layanan Tepat Sasaran

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel, terus mematangkan sinkronisasi program perlindungan dan jaminan sosial agar selaras dengan kebutuhan masyarakat di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan layanan dasar, khususnya bagi ibu, anak, dan lansia.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Kalsel,Rahmady Abasmay.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Farhanie, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Rahmady Abasmay menjelaskan, bahwa sejumlah program strategis yang dijalankan tahun ini perlu dihubungkan secara lebih erat, dengan layanan posyandu.

Menurutnya, posyandu merupakan titik pelayanan yang strategis karena menjadi pusat berkumpulnya kelompok sasaran utama program Dinsos.

“Program kita tahun ini banyak yang menyasar ibu dan anak. Itu sangat relevan jika disinergikan dengan posyandu, karena posyandu menjadi tempat berkumpulnya seluruh kelompok sasaran tersebut. Kami siap terlibat dalam penguatan layanan itu,” ujarnya, Jumat (20/11).

Rahmady menambahkan, tahun ini Dinas Sosial mengusulkan penyediaan sekitar 32 ribu paket bantuan, termasuk kursi dan perlengkapan belajar untuk anak yang akan didistribusikan ke kelompok PAUD.

Ia menyebut alokasi bantuan sebelumnya sebesar Rp3,75 miliar sudah terealisasi, tetapi masih ada sejumlah usulan program yang belum disetujui pemerintah pusat.

“Ada beberapa program yang seharusnya masuk, tapi tidak muncul dalam daftar final. Ini menjadi evaluasi bagi kita untuk pengusulan berikutnya agar lebih tepat dan mengacu pada mekanisme yang benar,” ungkapnya.

Di sisi lain, Rahmady juga menyoroti adanya perbedaan kebijakan antarinstansi terkait penanganan sasaran sosial. Seperti program bedah rumah yang berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim). Menurutnya, hal itu bukan hambatan, melainkan tantangan agar koordinasi antarinstansi dapat berjalan lebih efektif.

“Setiap dinas punya istilah dan mekanisme sendiri. Sama-sama menyasar masyarakat, tapi aturannya berbeda. Maka koordinasi sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih, dan bantuan bisa tepat sasaran,” jelasnya.

Rahmady menegaskan, bahwa Dinas Sosial Kalsel siap berkolaborasi dengan berbagai instansi maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat layanan perlindungan dan jaminan sosial di daerah.

“Intinya, kami siap. Sepanjang program itu untuk penguatan layanan masyarakat, terutama ibu, anak, dan lansia, kita akan dukung sepenuhnya,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)

Exit mobile version