Dorong Kreativitas Generasi Muda, Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Dongeng Karya Cipta Baru

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan,

melalui Bidang Kebudayaan, Seksi Kesenian, menggelar lomba dongeng karya cipta baru, bertempat disalah satu hotel Berbintang Banjarmasin, Kamis (6/11).

Sekretaris Disdikbud Kalsel (ditengah).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, diwakili Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyaidi mengatakan, lomba ini sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Banua. Selain juga, untuk mendorong kreativitas dalam menciptakan karya dongeng baru yang sarat dengan nilai kearifan lokal.

“Lomba ini menjadi ajang pelestarian seni tutur dan menghadirkan ruang diskusi tentang pentingnya regenerasi seni tradisi lisan di Kalimantan Selatan,” ucapnya

Hadeli berharap, dari kegiatan ini muncul talenta-talenta baru di bidang seni penceritaan, serta terbangun jejaring kolaborasi antara pelaku budaya, lembaga pendidikan, dan pemerintah dalam upaya memajukan kebudayaan daerah. Apalagi lomba ini, diikuti peserta dari tiga kategori, yakni PAUD, SD kelas 1 sampai 3, dan SD kelas 4 hingga 6.

“Kami apresiasi minat peserta yang mengikuti tersebar di kabupaten dan kota,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian, Sunjaya Adhiarsho menambahkan,

lomba dongeng karya cipta baru ini, pertama kali digelar dan menjalin kerjasama dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan Kalsel.

Ia berharap lomba ini dapat melahirkan talenta – talenta baru di bidang seni penceritaan dan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Banua

Foto bersama

“Setiap peserta mengirimkan karya dalam bentuk video, dan juara 1 pada masing – masing kategori akan mewakili Kalimantan Selatan ke tingkat nasional,” tutupnya

Dewan juri pada lomba ini terdiri dari Aulia Novitasari dari Asosiasi Tradisi Lisan Kalimantan Selatan, Enik Mintarsih dari Kampung Dongeng Intan Kalsel, dan Ari Budi pemerhati seni cerita daerah. (NHF/RIW/EYN)

Pemprov Kalsel, Dukung KPK Perluas Keterlibatan Responden SPI

BANJARBARU – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Survei Penilaian Integritas (SPI).

Menurutnya, forum ini sangat penting untuk memperluas wawasan, menumbuhkan inisiatif, serta mendorong kerja bersama demi pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) yang lebih optimal di Kalimantan Selatan.

Syarifuddin menegaskan, hasil SPI merupakan cerminan kualitas tata kelola Pemerintahan dan pelayanan publik. Melalui SPI, pemerintah dapat melihat risiko korupsi, sekaligus mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemerintahan.

“Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalsel memandang peningkatan indeks SPI akan memperkuat citra daerah sebagai wilayah yang serius berkomitmen menjalankan reformasi birokrasi, menjunjung transparansi, dan menegakkan tata kelola lemerintahan yang bersih dan akuntabel,” ungkap Syarifuddin, saat membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi SPI, di gedung Idham Chalid, Selasa (19/8).

Syarifuddin juga menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel mendukung penuh langkah KPK, memperluas keterlibatan responden SPI. Bukan hanya dari kalangan ASN dan birokrasi, namun juga melibatkan pengguna layanan, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil.

“Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen terus memperkuat integritas aparatur melalui pembinaan, pelatihan, dan penegakan aturan,” lanjut Syarifuddin.

Syarifuddin juga mengakui masih ada tantangan, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa, serta pelayanan dasar masyarakat.

“Oleh karena itu, melalui koordinasi dan forum ini, kami berharap akan muncul rekomendasi yang terarah dan dapat diaplikasikan untuk perbaikan ke depan,” tutup Syarifuddin. (MRF/RIW/EYN)

Resmi Dikukuhkan, Ketua Komisi I DPRD Kalsel Beri Apresiasi dan Harapan KPID 2025 – 2028

BANJARBARU – Momentum penting bagi dunia penyiaran di Banua berlangsung di Gedung K.H. Idham Chalid, kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, pada Selasa, (19/8) pagi.

Foto : Prosesi Pengukuhan KPID Kalsel

Gubernur Kalsel, Muhidin diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, secara resmi mengukuhkan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan periode 2025–2028 berdasarkan SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/0746/KUM/2025 tanggal 12 Agustus 2025 .

Prosesi pengukuhan berjalan khidmat dengan rangkaian acara mulai dari pembacaan SK Gubernur, pengambilan sumpah jabatan, hingga penandatanganan berita acara. Kehadiran berbagai tokoh penting, unsur Forkopimda, pimpinan SKPD, dan lembaga terkait semakin menegaskan dukungan penuh bagi KPID dalam menjalankan amanah besar di bidang penyiaran daerah.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Rais Ruhayat, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada para komisioner KPID yang baru dilantik. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan merupakan bentuk harapan besar masyarakat agar dunia penyiaran di Kalsel semakin maju, berkualitas, dan bermanfaat.

“Selamat kepada komisioner KPID Kalimantan Selatan yang baru dikukuhkan. Amanah ini tentu bukan hal yang mudah, karena masyarakat menaruh harapan besar kepada KPID untuk menjaga dan meningkatkan kualitas penyiaran di Banua,” ucap politisi muda

Ia optimis, para komisioner yang baru akan mampu menjawab tantangan zaman dengan semangat profesionalitas dan integritas. Dengan amanah ini dijalankan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi profesionalitas dan integritas.

“KPID harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga independensi serta bekerja sesuai tugas dan fungsi yang telah diamanatkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rais Ruhayat menegaskan bahwa keberadaan KPID sangat strategis dalam membentuk ekosistem penyiaran yang sehat, mendidik, dan berdaya saing.

Dengan hadirnya KPID yang solid, Ia berharap akan lahir lebih banyak konten siaran positif yang mencerdaskan masyarakat dan memperkuat identitas budaya Banua.

“Komisi I DPRD Kalsel siap bersinergi dan memberikan dukungan penuh agar KPID terus berkembang. Dengan kerja sama yang baik, insyaAllah penyiaran di Banua tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pilar penting dalam kemajuan Banua kita tercinta,” pungkasnya

(ADV-NHF/RIW/EYN)

Museum Lambung Mangkurat Kenalkan Wayang Banjar Melalui Kegiatan Belajar Bersama

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan kembali menyelenggarakan Kegiatan Belajar Bersama untuk kedua kalinya di tahun 2025.

Acara yang digelar di Auditorium Museum pada Rabu (13/8) ini mengangkat tema “Wayang sebagai Warisan Budaya Indonesia” serta diikuti puluhan pelajar dari SMA dan SMK di kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, mengatakan wayang merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi.

Taufik Akbar menyebut, wayang bukan hanya hiburan, tetapi juga media pendidikan yang sarat pesan moral, sosial, dan spiritual.

“Wayang adalah salah satu bentuk seni tradisional yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia sejak tahun 2003. Wayang bukan sekadar hiburan, tetapi sarana pendidikan moral, sosial, bahkan spiritual yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat sejak dahulu,” ujarnya.

Suasana belajar bersama Wayang Kulit Banjar di Museum Lambung Mangkurat

Melalui kegiatan ini, Taufik Akbar menjelaskan, museum berupaya memperkenalkan kesenian wayang secara lebih mendalam kepada generasi muda. Di mana dalam penerapannya, peserta diajak untuk melihat langsung ragam koleksi wayang di museum sekaligus mempelajari nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan ruang belajar yang hidup. Di sinilah warisan budaya bangsa dipelajari, dipahami, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Taufik Akbar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut, serta mengajak para pelajar untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.

“Kalian yang hadir hari ini adalah pewaris kebudayaan masa depan,” pungkasnya.(SYA/RIW/RH)

Museum Keliling Hidupkan Pembelajaran Sejarah Di SMAN 1 Kusan Hilir

TANAH BUMBU – Puluhan pelajar SMAN 1 Kusan Hilir mendapatkan pengalaman berbeda saat belajar sejarah. Melalui program Museum Keliling yang digelar Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, siswa bisa melihat langsung koleksi benda bersejarah tanpa harus pergi ke museum di Banjarbaru.

Kegiatan yang melibatkan 100 pelajar ini menghadirkan pameran mini bertema Kerajaan Pagatan dan Lintasan Sejarah Kalimantan Selatan. Koleksi yang dipamerkan mencakup berbagai era sejarah, mulai dari prasejarah, masa Hindu-Buddha, Kesultanan Banjar, hingga masa kolonialisme.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan bahwa Museum Keliling merupakan cara untuk mendekatkan sejarah kepada pelajar secara langsung dan menyenangkan.

“Kami ingin museum hadir di tengah masyarakat. Lewat program ini, pelajar tidak hanya belajar dari buku, tapi bisa melihat langsung bukti-bukti sejarah yang nyata,” ujarnya, di sela kegiatan, Rabu (16/7).

Kepala Muslam Kalsel (kiri) menyerahkan cinderamata kepada perwakilan SMAN 1 Kusan Hilir.(foto: MuslamKalsel)

Koleksi yang dibawa meliputi kapak prasejarah, naskah kuno, senjata tradisional, naskah perjanjian VOC dengan Kesultanan Banjar tahun 1787, hingga lukisan tokoh-tokoh penting seperti Sultan Adam dan Pangeran Antasari. Semua ditata dalam bentuk pameran mini yang disesuaikan dengan ruang sekolah.

Pihak sekolah menyambut baik kehadiran museum di lingkungan mereka. Wakil Kepala SMAN 1 Kusan Hilir Bidang Sarana dan Prasarana, Agus Pramono, menyebut kegiatan ini sebagai pengalaman langka.

“Sejak sekolah ini berdiri, baru kali ini ada kegiatan seperti ini. Siswa sangat antusias, dan kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun,” ungkapnya.

Museum Lambung Mangkurat akan terus melanjutkan kegiatan Museum Keliling ke berbagai sekolah lain di Kalimantan Selatan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman sejarah lokal sejak bangku sekolah.(MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

Resmikan Kapal Wisata Pinisi, Gubernur Muhidin Rasakan Sensasi Barito River Cruise

BANJARMASIN – Setelah kurang lebih satu bulan bersandar di pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kapal Wisata Pinisi akhirnya resmi diluncurkan pengoperasiannya pada Rabu (12/2) sore. Pengoperasian Kapal Wisata Pinisi bertajuk Borneo River Cruise ini, dilakukan langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dan disaksikan unsur Forkopimda Provinsi, Ketua TP PKK Provinsi, serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Kalsel saat membeli tiket perdana Kapal Wisata Pinisi.

Peluncuran Kapal Wisata Pinisi ini, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman, antara Direktur Utama PT Ambang Barito Nusa Persada (AMBAPERS), Zulfadli Gazali, dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, terkait pembelian tiket kapal wisata.

Selanjutnya, Gubernur, Muhidin menjadi orang pertama yang melakukan transaksi pembelian tiket Kapal Wisata Pinisi, di aplikasi Aksel dari Bank Kalsel. Tak lama berselang, Gubernur juga menarik tali tiang kapal, sebagai pertanda diresmikannya Kapal Wisata Pinisi.

Kepada wartawan, sebelum memulai perjalanan perdana menyusuri sungai Barito menaiki Kapal Wisata Pinisi, Gubernur, Muhidin memastikan, bahwa kapal ini dapat dinikmati masyarakat umum, dengan sejumlah pilihan jarak tempuh. Mulai dari jarak pendek, sekitar 2 jam, jarak panjang hingga 3 jam, dan jarak khusus atas permintaan masyarakat.

“Kapal ini berlayar setiap hari, melayani umum dengan membeli tiket melalui aplikasi Aksel dari Bank Kalsel. Setiap penumpang akan mendapatkan jatah makan selama pelayaran,” ujar Muhidin.

Ke depan, menurut Muhidin, layanan kapal wisata ini akan ditingkatkan, dengan menggandeng lebih banyak investor. Sehingga wisata susur sungai dengan cara baru ini, akan semakin menarik wisatawan datang ke Kalimantan Selatan.

“Saya dulu pernah naik kapal semacam ini di Vietnam. Di sana pelayanan nya bagus, tali sayang perjalanan nya hanya menyusuri sungai saja, tidak ada yang dikunjungi. Sementara di sini, kita memiliki lokasi yang dapat disinggahi kapal wisata. Contohnya Pulau Kembang dan Jembatan Barito,” tutupnya.

Sementara itu, Dirut PT Ambapers, Zulfadli Gazali memastikan, selama Februari ini, pihaknya menawarkan harga tiket promo, untuk Kapal Wisata Pinisi. Yakni sebesar 230 ribu rupiah per penumpang.

“Harga sudah termasuk makan di kapal, dan menikmati sensasi menyusuri sungai Barito, sambil menikmati sunset,” jelasnya.

Kapal Wisata Pinisi ini, merupakan terobosan PT Ambapers untuk memajukan dunia pariwisata, terutama di perairan Barito. Pengoperasian kapal ini juga untuk mendukung Geopark Meratus, dimana perairan sungai Barito termasuk didalamnya. (RIW/RDM/EYN)

Gencarkan Upaya Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika, Rais Ruhayat Edukasi Masyarakat Di Batola

BARITO KUALA – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rais Ruhayat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalsel Nomor 8 Tahun 2023 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika, dan Psikotropika, pada Selasa (21/01).

Dalam sosialisasi tersebut, Rais Ruhayat, yang juga merupakan politikus muda dari Partai Amanat Nasional (PAN), menegaskan pentingnya langkah bersama untuk mengatasi masalah narkotika yang masih menjadi ancaman serius di Kalsel.

Suasana Sosper oleh Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat.

“Kami ingin masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba, karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Rais juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan wilayah yang bebas dari peredaran narkoba.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat sangat dibutuhkan untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika.

“Fokus utama kami adalah pencegahan dan langkah antisipasi dini. Salah satunya adalah melalui penyuluhan atau sosialisasi seperti yang sedang kami lakukan ini,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen DPRD Kalsel dalam mendukung upaya penanggulangan narkotika, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat. (NRH/RIW/EYN)

Museum Lambung Mangkurat Kalsel Gelar Museum Keliling di Tabalong

TABALONG – Museum Lambung Mangkurat Kalsel menggelar kegiatan Museum Keliling tahun 2024, di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong, Kamis (27/6).

Mengusung tema “Ayo Ke Museum”, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan benda koleksi museum yang bernilai sejarah dan budaya Kalsel.

“Kami ingin masyarakat  terutama pelajar mengetahui dan memahami tentang benda-benda peninggalan yang bernilai sejarah dan budaya,” kata Akbar.

Selain itu, Akbar menginginkan kegiatan yang menyasar kepada pelajar Sekolah Dasar (SD) ini, bisa menambah kecintaan mereka terhadap sejarah dan budaya Kalsel, sekaligus memotivasi siswa untuk berkunjung langsung ke museum yang terletak di Kota Banjarbaru itu.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel Muhammad Taufik Akbar (kiri) saat menyerahkan perangkat sekolah kepada salah seorang siswa

“Museum Lambung Mangkurat terbuka lebar untuk guru dan tenaga pendidik yang ingin memprogramkan kegiatan kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat, guna mendukung program Merdeka Belajar,” jelas Akbar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong, Tonie Marwan, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh museum dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaslel ini.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa, khususnya untuk mendapat pengetahuan dan pemahaman terkait situs-situs serta peradaban masa lalu.

Salah seorang siswa saat menanyakan tentang benda koleksi yang terdapat di Museum Lambung Mangkurat Kalsel

“Saya harap kita dapat memanfaatkan acara museum keliling ini dengan sebaik-baiknya agar dapat mendapat pemahaman dan pengetahuan. Sehingga dapat menambah kekuatan kita untuk selalu berterimakasih kepada para pendahulu kita yang telah menorehkan peradaban-peradabannya,” harapnya.(SYA/NRH

Ekspedisi Rupiah Susur Sungai, Wujud Komitmen BI Layani Masyarakat Pesisir Sungai

BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan kembali melakukan inovasi layanan kas untuk menyediakan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai, sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI, yaitu Ekspedisi Rupiah Susur Sungai.

Dalam kegiatan ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menggunakan transportasi sungai dengan menyusuri masyarakat sepanjang pesisir sungai.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan akan menyusuri sungai di wilayah Kabupaten Barito Kuala hingga Kabupaten Kapuas, sedangkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah akan menyusuri sungai dari Palangkaraya hingga Kabupaten Kapuas.

Kegiatan ini dilaksanakan mulai 8 – 11 Mei 2023 dan jumlah uang yang akan didistribusikan sebanyak Rp3,2 milyar.

Dalam sambutannya, Robi Ariadi, Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Manajemen Intern Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan, selain kegiatan penyediaan uang layak edar, Ekspedisi Rupiah Susur Sungai turut menghadirkan kegiatan lainnya.

“Meliputi Layanan Kas Keliling, Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, dan Program Bantuan Sosial Dedikasi Untuk Negeri yaitu Program Sosial Bank Indonesia, berupa bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada SDN Sungai Punggu 2 dan SDN Sungai Seluang”, ujarnya.

Lebih lanjut Robi mengatakan, tujuan PSBI ini, agar dapat memberikan dukungan peningkatan kualitas pendidikan setempat.

Seremonial acara pelepasan tim Ekspedisi Rupiah Susur Sungai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan pada Senin (8/5) di Taman Siring Piere Tandean – Patung Bekantan, yang dihadiri Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Pimpinan Perbankan Wilayah Kalimantan Selatan dan Segenap unsur Forkopimda Kota Banjarmasin.

Acara puncak Ekspedisi Rupiah Susur Sungai akan dilaksanakan pada 10 Mei 2023 mendatang, di Pelabuhan Danau Mare Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam acara tersebut, akan mempertemukan tim Ekspedisi Rupiah Susur Sungai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan dan tim Ekspedisi Rupiah Susur Sungai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah yang juga disertai kegiatan Layanan Kas Keliling dan Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah.

Kegiatan ekspedisi ini akan menjadi momen yang berharga untuk menghadirkan Bank Indonesia hingga ke berbagai pelosok negeri dan menjadi komitmen untuk menyediakan uang Rupiah yang semakin berkualitas dan terpercaya sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI. Selain itu juga meningkatkan keamanan, kenyamanan dan kebanggaan masyarakat untuk menggunakan uang Rupiah, menjaga reputasi uang Rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan negara.

Bank Indonesia akan senantiasa memastikan ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar guna mendukung kelancaran aktivitas perekonomian, serta memperkuat koordinasi antar Kementerian/Lembaga untuk memastikan uang Rupiah beredar dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI. (KPwBIKalsel-RIW/RDM/EYN)

DPRD Banjarmasin Bahas Lebih Detail Raperda Lansia

BANJARMASIN – Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Lanjut Usia, membahas lebih detail lagi bersama SKPD terkait.

Hal itu disampaikan, Ketua Pansus Raperda Pemberdayaan dan Perlindungan Lanjut Usia, DPRD Banjarmasin, Amalia Handayani, pada akhir pekan tadi.

Ketua Pansus Raperda Pemberdayaan dan Perlindungan Lanjut Usia, DPRD Banjarmasin, Amalia Handayani.

Amalia menjelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya penambahan penduduk lansia di kota ini, maka dibahas sangat detail, agar tidak menjadi permasalah sosial. Dalam bentuk kehadiran payung hukum bertujuan, untuk memperkuat program pemberdayaan dan perlindungan para lanjut usia.

“Pasal per pasal sudah banyak disepakati, penanganan lansia tanggung jawab Pemko Banjarmasin, yaitu saling bekerjasama dan koordinasi antar SKPD dalam menjalankan program,” katanya

Disampaikan Amalia, pembahasan Raperda pemberdayaan dan perlindungan para lanjut usia, dimaksudkan untuk memperbaiki kehidupan lansia mulai dari segi ekonomi, kesehatan, dan sosial. Ia berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman.  Sehingga, mereka menikmati hari-harinya dengan penuh kebahagiaan, yaitu meski usia senja tetap semangat dan tidak merasa terpinggirkan.

“Kemungkinan dua kali pertemuan lagi, akan kita finalisasi,” jelasnya

Lebih lanjut Amel (sapaan akrabnya) menambahkan, dalam pemberdayaan dan perlindungan lanjut usia ini, bukan hanya tanggungjawab Pemerintah Kota, juga menjadi kewajiban keluarga, supaya para lansia hidupnya jangan sampai terlantar. Hal itu berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Sosial.

“Dalam UU itu diamanatkan, lansia tetap dapat melaksanakan fungsi sosial dan berperan aktif dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tutupnya.

Untuk diketahui, rapat pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah Pemberdayaan dan Perlindungan Lanjut Usia, bertempat di ruang Komisi empat DPRD Banjarmasin, pada Jumat 5 mei 2023 sore. Dipimpin Ketua Pansus Amalia Handayani, didampingi Wakil Ketua, dan Anggotanya. Dihadiri Kepala Dinas Sosial Dolly Syahbana, Kepala Dinas Kesehatan Ramadhan,dan Kabag Hukum Banjarmasin Jefri Fransyah beserta jajarannya. (NHF/RDM/EYN)

Exit mobile version