Sosialisasikan Pergub Layanan UPTD Pelabuhan Perikanan, Paman Yani : Saya Bersama Nelayan Kalsel

Tanah Bumbu – Ratusan masyarakat nelayan berkumpul di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Batulicin untuk mengikuti sosialisasi peraturan Gubernur tentang tarif pelayanan, bertempat di halaman Pelabuhan Perikanan Batulicin, Selasa (5/12).

Hadir sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan ini Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi.

Dalam paparannya, Anggota DPRD Dapil 6 Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru ini menyampaikan banyak hal terkait perpajakan, yang mana pentingnya untuk taat terhadap peraturan yang berlaku. Mengingat segala bentuk tarif yang ditarik oleh pemerintah akan kembali kepada masyarakat.

“Penyesuaian tarif ini kan berlaku awal tahun, sosialisasi ini penting agar masyarakat tidak terkejut,” ujarnya.

Ia juga menyebut akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat agar segala kebijakan pemerintah dapat berpihak pada nelayan di Kalsel.

“Kita tadi sempat tanya jawab dengan masyarakat. Ternyata ada peraturan dari kementerian yang tidak berpihak pada nelayan kita, yang notabenenya adalah nelayan dengan kapal kecil. Maka hal ini kita akan suarakan nantinya. Saya pastikan, saya bersama masyarakat nelayan untuk kesejahteraan,” tegasnya.

Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani menyebut, dengan digelarnya sosialisasi ini untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat pengguna pelabuhan, bahwa ada tarif pelayanan dalam kegiatan di pelabuhan sesuai jenis pemanfaatan lahan, pemanfaatan fasilitas, jual beli dan lainnya.

“Jumlah tarif yang ditarik ini dipastikan untuk kemaslahatan masyarakat. Karena nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pengembangan kawasan pelabuhan,” terangnya.

Adapun tarif ini akan terjadi penyesuaian yang berlaku mulai awal tahun mendatang.

“Perubahan tarif antara lain untuk masuk mobil pengangkut ikan, dari 8.000 rupiah menjadi 10.000 rupiah. Begitu juga dengan Kapal, dari 50.000 rupiah menjadi 80.000 persekali masuk. Nantinya saat tarif sudah berlaku akan kembali dilakukan sosialisasi melalui selebaran,” jelasnya. (ASC/RDM/APR)

Paman Yani Sosialisasikan Jenis dan Manfaat Pajak Ke Warga Desa Kupang Berkang Jaya

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Yani Helmi, kembali mensosialisasikan tentang Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak dan Retribusi Daerah Kalsel di daerah konstituennya, tepatnya di Desa Kupang Berkah Jaya, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (20/11) sore.

Dihadapan ratusan warga yang hadir, Yani Helmi menjelaskan tentang berbagai jenis pajak hingga manfaat membayar pajak untuk pembangunan daerah terutama bidang infrastruktur.

“Tadi sudah kita sosialisasikan tentang perda pajak yang terbaru, dan Insyaallah akan mengakomodir kebutuhan masyarakat dalam hal pembangunan daerah,” kata wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani.

Menurutnya, pengetahuan tentang pajak dan retribusi sangat perlu disosialisasikan, agar tidak ada kesalahpahaman terkait hasil dari uang pajak yang mereka bayarkan.

“Nah ini kita sampaikan, sehingga masyarakat mengetahui bahwa pajak itu ternyata bukan hanya masuk ke kas daerah terus selesai. Tetapi terus berlanjut sebagai modal untuk pembangunan di daerah Kalsel khususnya Tanah Bumbu,” jelas Paman Yani.

Suasana Sosper Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi di Desa Kupang Berkah Jaya, Senin (20/11)

Diketahui dalam Pajak dan Retribusi Daerah Kalsel yang terbaru, keberpihakan ke Kabupaten/Kota lebih besar, yakni 70 persen dari hasil penerimaan pajak. Sementara Pemprov Kalsel hanya mendapat 30 persen.

Sebabnya, Paman Yani meminta Pemkab/Pemko menitikberatkan infrastruktur yang dibutuhkan dalam rencana pembangunan ke depan.

“Ketika bicara hari ini, musim kemarau berdampak kekeringan khususnya di Tanah Bumbu. Sungai mengering, air PDAM macet, nah ini jangka panjang harus dipikirkan oleh pemerintah,” tegas Paman Yani.

Paman Yani menilai, kekeringan tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan sumur bor saja karena sifatnya yang jangka pendek dan berskala kecil.

Sementara untuk jangka panjang, menurut Paman Yani, pemerintah harus menyiapkan embung yang bisa dimanfaatkan oleh orang banyak termasuk PDAM untuk mengambil air.

“Kami berharap juga pemerintah kabupaten lebih ekstra keras untuk bekerja, bagaimana memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tutup Paman Yani. (SYA/RDM/APR)

Tekan Konflik Jelang Pemilu, Paman Yani Edukasi Penguatan Ideologi Pancasila

TANAH BUMBU – Penanaman nilai-nilai dasar ideologi Pancasila yang diperkuat dengan empat pilar berbangsa dan bernegara diharapkan mampu memupuk rasa cinta tanah air. Jelang Pemilu 2024, konflik diseluruh jejaring menjadi perhatian. Maka, pembekalan ideologi penting untuk membangun pondasi kuat atas kerawanan tersebut.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengungkapkan, dengan adanya pemberian pengetahuan lebih soal nilai-nilai dasar ideologi Pancasila, tentu penanaman yang didapatkan masyarakat juga sangat bermanfaat.

“Ketika kita melihat indahnya kebersamaan itu, ada nilai positif yang bisa didapatkan. Termasuk bagaimana menciptakan kerukunan antar masyarakat dan sangat baik diterapkan,” ujarnya usai menggelar kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Penanaman Nilai-Nilai Ideologi Pancasila, di Desa Gunung Besar, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (10/6).

Apalagi menurutnya, memasuki musim politik jelang Pemilu 2024 menjadi kewaspadaan bersama. Terlebih, prediksi sensitif rawannya konflik mudah terjadi.

Suasana kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila di Desa Gunung Besar, Simpang Empat, Tanah Bumbu

“Dengan adanya penguatan yang sudah diberikan diharapkan masyarakat dapat menjaga iklim pada masa perpolitikan serta tidak ikut tergerus dan membuat gaduh suasana. Ini yang jelas harus bersama-sama kita jaga agar perdamaian dan cipta kondisi mampu terjaga dengan baik,” harap legislator Dapil VI Tanah Bumbu/Kotabaru yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel.

Sementara itu, Kasubbid Fasilitasi Kelembagaan Pemerintahan Perwakilan dan Partai Politik Badan kesbangpol Kalsel, Harry Widhiyatmoko, menyampaikan, dengan adanya penguatan serta peningkatan kapasitas dari nilai-nilai ideologi Pancasila yang ditanamkan kepada masyarakat yang dikhususkan di Desa Gunung Besar, Simpang Empat, Tanah Bumbu, setidaknya upaya pencegahan terjadinya konflik jelang Pemilu 2024 dapat dikendalikan dengan baik.

“Kita ketahui bersama nantinya pelaksanaan Pemilu akan digelar 14 Februari 2024. Nah, jangan sampai mudah untuk kita dimasuki oleh paham mana pun. Termasuk yang ingin mengubah paham-paham ideologi Pancasila, terlebih ada unsur terorisme yang dapat mengancam kedaulatan NKRI. Dan tentu harus kita dihindari bersama karena perdamaian itu sangat indah,” ungkap dia.

Ditambahkan Harry, apabila masyarakat secara individual masih berpegangan teguh dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan menjunjung tinggi patriotisme kebangsaan. Maka, dapat dipastikan kerawanan konflik tidak bakal terjadi.

“Apabila memahami ini tentu kita tidak mudah terprovokasi baik itu paham radikalisme atau pun termakan informasi bohong (hoax),” tutupnya. (RHS/RDM/APR)

Bank Kalsel Cabang Batulicin Salurkan KUR 70 M Untuk Pertanian dan Perkebunan

TANAH BUMBU – Bank Kalsel Cabang Batulicin, Tanah Bumbu, akan menyalurkan 75 persen Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2023 di sektor perdagangan dan perkebunan. Alokasi yang ditargetkan sebesar Rp70 miliar.

Koordinator UMK Bank Kalsel Cabang Batulicin, Herman, menuturkan, saat ini alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang siap disalurkan tercatat ada sekitar Rp3 miliar lebih dan program ini dimulai Februari 2023.

“Berhubung awal Januari lalu belum bisa direalisasikan karena kemarin masih menunggu aturan dari Kemenkeu RI, makanya, kami akan mengejar bulan ini bahkan anggarannya sudah siap realisasikan,” ungkapnya, kepada awak media, Jumat (17/2) siang.

Dia menuturkan, cakupan skala prioritas utama yang saat ini tengah didorong pihaknya adalah sektor perkebunan dan perdagangan.

“Yakni perkebunan sawit, karet hingga kelontongan (kios) ketiga ini yang unggul di daerah Tanah Bumbu,” ucapnya.

Namun demikian, sektor pendukung lainnya juga tengah digarap pihaknya supaya KUR yang dijalankan mampu maksimal.

“Ada juga pertanian dan jasa penyewaan rumah (real estate) artinya seluruh sektor sudah masuk,” paparnya.

Sebagai optimalisasi, total penyaluran dari seluruh unit yang ada di Tanah Bumbu mencapai Rp21 miliar.

“Kalau dari target per unit sekitar Rp4 miliar dan itu rata kami bagi. Namun, seperti daerah pelosok yang kebanyakan adalah KUR mikro di bawah Rp100 juta itu sebesar Rp3,7 miliar bedanya disana. Nah, jadi satu triwulan target keseluruhan adalah Rp21 miliar,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengharapkan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diprogramkan Bank Kalsel Cabang Batulicin mampu mendorong dan penumbuhkan perekonomian masyarakat. Termasuk pertanian yang saat ini menjadi fokus pihaknya dalam melakukan pengendalian inflasi.

“KUR saat ini memang sangat dibutuhkan baik masyarakat atau pun UMKM. Sehingga, kami mengharapkan agar Bank Kalsel dapat mempermudah hal ini. Karena apabila tidak dibantu, maka, perekonomian bakal stagnan, meski kita ketahui ada regulasi yang mengatur tetapi setidaknya dipermudah,” harap politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Dari hasil pembicaraan, tutur dia, masyarakat yang belum pernah meminjam hanya dikenakan beban angsuran sebesar 6 persen. Sebaliknya, apabila pernah meminjam akan dikenakan angsuran sebanyak 8 persen.

“Sebagai bank milik pemda yang dipercaya oleh pemerintah pusat untuk menyalurkan KUR ini dapat dimudahkan. Tentu saja tujuannya adalah lebih mempermudah ekonomi masyarakat lebih menggeliat lagi,” imbuhnya.

Dilokasi yang sama, Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Burhanuddin, mengungkapkan, dengan adanya program KUR yang dijalankan Bank Kalsel Cabang Batulicin bisa menjadi satu-satunya konvensional dalam peminjaman kredit bagi masyarakat setempat.

“KUR dalam rangka membantu masyarakat kecil, pemberian modal. Terpenting, jaga kepercayaan pihak bank. Jangan disalah gunakan, apabila dijalan yang benar maka mereka siap selalu membantu. Perlu diketahui Bank Kalsel Cabang Batulicin ini telah mendapat kepercayaan dari Bank Indonesia (BI),” tuturnya.

Pada Kunjungan Kerja (Kunker) kali ini, hadir pula Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, didampingi Kepala Kantor Bank Kalsel Cabang Batulicin, Aziz Nurhakim beserta jajarannya. (RHS/RDM/APR)

Akibat Cuaca Ekstrim, Tangkapan Hasil Ikan Laut Menurun

TANAH BUMBU – Cuaca ekstrim tak hanya mengganggu aktivitas nelayan, tetapi juga berdampak pada penurunan pasokan ikan laut. Salah satunya yang saat ini mengalami dampak penurunan tangkapan tersebut, adalah pelabuhan perikanan Batulicin di
Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurunnya pasokan ini, tentunya akan memicu kenaikan harga. Dimana pada ujungnya, dapat mendorong terjadinya inflasi.

Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani, menuturkan, tercatat pada September – Oktober 2022, tangkapan ikan laut yang labuh di dermaga pendaratan ikan, perharinya mampu menghasilkan sekitar 30 – 25 ton.

“Namun, pada November ini rata-rata perharinya hanya 20 ton,” tuturnya, baru-baru tadi.

Suasana di Pelabuhan Perikanan Batulicin selama kondisi cuaca tak kondusif

Ia mengakui, cuaca ekstrim yang hingga kini masih terjadi, menjadi penyebab utama turunnya hasil tangkapan ikan di perairan.

“Adanya keadaan cuaca seperti ini, kapal yang ngetrip 5 – 6 hari, kini mereka (nelayan) harus menempuh 10 – 15 hari. Dengan sendirinya hasil tangkapan pun mengalami penurunan,” paparnya.

Dirinya juga menjelaskan, selain durasi melaut yang bertambah panjang, jumlah kapal yang mendarat ke dermaga juga ikut menurun.

“Tercatat September itu ada 137 kapal, menyusul Oktober turun 130. Namun pada November 2022, turun menjadi 90 kapal. Tentu, cuaca ekstrim yang saat ini masih terjadi cukup memberikan dampak terhadap hasil tangkapan nelayan,” pungkasnya. (RHS/RIW/APR)

Cuaca Ekstrim, Jumlah Kedatangan Kapal Nelayan di PPI Batulicin Menurun

TANAH BUMBU – Jumlah kedatangan kapal ke Pelabuhan Perikanan Batulicin mengalami penurunan. Kondisi tersebut juga sudah terjadi sejak September – November 2022.

Kondisi itu juga diperparah, saat cuaca ekstrim melanda ke sejumlah titik. Sehingga, membuat para nelayan kesulitan untuk melaut.

Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani, mengakui, menyusutnya jumlah kapal yang bersandar di Pelabuhan Perikanan Batulicin murni diakibatkan hasil dari cuaca ekstrim.

Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani, saat menjelaskan jumlah kapal yang datang dan bersandar

“Dari data yang ada, pada September lalu itu tercatat hanya sekitar 137 kapal baik bersandar atau pun datang ke pelabuhan,” paparnya, kepada Abdi Persada FM, Kamis (25/11) kemarin.

Selanjutnya, disebutkan dia, terjadi lagi penurunan jumlah kedatangan kapal pada Oktober 2022. Padahal, dermaga di pelabuhan ini biasanya sering dipadati kapal-kapal yang bersandar.

“Sekitar 130 kapal yang bersandar atau pun berlabuh di Pelabuhan Perikanan Batulicin,” ungkapnya.

Terlebih, dia menyebut, pada November ini jumlah kapal kembali menurun di pelabuhan. Mengingat, akhir-akhir ini kondisi cuaca buruk masih mempengaruhi perairan laut Tanbu.

“Sampai dengan hari ini tercatat hanya ada 90 kapal. Memang terjadi penurunan selama tiga bulan terakhir ini, artinya cuaca ekstrim sangat berpengaruh terhadap aktivitas melaut,” paparnya.

Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Kalsel masih akan berpotensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir. Siang, sore dan malam bakal terjadi angin kencang.

“Kami menghimbau agar para nelayan tetap berhati-hati dan waspada. Melihat kondisi cuaca saat ini perlu menjadi perhatian,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Jalan Alternatif ke Tanbu Kini Dapat Dilintasi

BANJARMASIN – Saat ini untuk kondisi Jalan Alternatif di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) sudah aman, sehingga warga dapat melintasi jalan tersebut, ketika berpergian ke tempat tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tanah Bumbu Subhansyah, kepada Abdi Persada FM, melalui sambungan telpon mengatakan, saat ini untuk Jalan Alternatif sudah dapat dilintasi, karena pihak terus melakukan pekerjaan pada kawasan tersebut.

Kadis PUPR Kabupaten Tanah Bumbu Subhansyah (Tengah)

“Warga yang akan ke Kabupaten Tanah Bumbu, dapat melintasi Jalan Alternatif,” ucapnya, Kamis (3/11).

Subhansyah juga berpesan, warga yang akan melintasi jalan alternatif, diminta mengikuti petunjuk jalan.

“Warga dari daerah mana saja, yang akan menuju Kabupaten Tanah Bumbu, dihimbau untuk melintasi jalan alternatif, dengan mengikuti arah petunjuk jalan yang terpasang di kawasan tersebut,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Subhansyah, ada petugas yang di tempatkan di sana, untuk mengarahkan pengguna jalan alternatif.

“Di tempat tersebut ada petugas yang membantu warga yang melintas untuk menuju arah yang benar,” ucapnya.

“Kepada warga yang akan melintasi jalan alternatif jangan takut, saat ini untuk kondisi jalan alternatif sudah aman terkendali, sehingga warga dipersilakan untuk melintasi jalan tersebut,” ucap Subhansyah. (SRI/RDM/RH)

Samsat Batulicin Realisasikan 53,8 M Sejak Pemberlakuan Diskon dan Pembebasan Denda PKB

TANAH BUMBU – Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Batulicin telah mengumpulkan penerimaan sebesar Rp53,8 miliar lebih atau sekitar 83,84 persen. Realisasi ini dipicu setelah diberlakukannya program Pembebasan denda administrasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Antusias wajib pajak di UPPD Samsat Batulicin

Kepala UPPD Samsat Batulicin, Hairuraji, melalui Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB, Hariyadi, mengatakan seiring adanya program diskon yang diberlakukan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) melalui kebijakan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor membuat animo masyarakat terkait pembayaran meningkat.

Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB UPPD Samsat Batulicin, Hariyadi saat memantau kegiatan layanan kesamsatan

“Tercatat hingga 21 Oktober 2022, memang ada pergerakan yang cukup positif untuk penerimaan. Di samping itu pula, pendukungnya adanya pemberlakuan diskon atau lebih tepatnya pembebasan denda administrasi PKB tadi,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (21/10) siang.

Dibandingkan September lalu, ungkapnya, penerimaan pada Oktober 2022 cukup mengalami kemajuan. Apalagi hitungan hari diberlakukannya pembebasan denda administrasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) itu sontak membuat kantor induk UPPD Samsat Batulicin dipenuhi wajib pajak.

“Hingga sekarang masih ada saja yang datang. Tercatat dari September hingga Oktober ini terjadi peningkatan sebesar 7 persen kalau dihitung-hitung ada kenaikan sekitar Rp4,8 miliar dan ini selama penerapan diskon tadi,” bebernya.

Bahkan, penerapan diskon yang diberikan mulai dari 5 – 10 persen berakhir pada 24 Desember itu ternyata berlaku bagi wajib pajak yang membayar tepat waktu. Ditambah lagi, program relaksasi pembebasan denda administrasi (pemutihan) juga diberikan keringanan untuk yang menunggak.

“Nah, manfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya. Baik diskon atau pun pemutihan,” kata Hariyadi.

Sebelumnya, kata dia, UPPD Samsat Batulicin diberikan target setiap bulannya sebesar 4 – 5 miliar. Namun, dengan adanya program diskon dan pembebasan denda administrasi membuat penerimaan mereka naik secara drastis.

“Dari data yang diterima hari ini pendapatan UPPD Batulicin melalui PKB sudah mencapai Rp4,8 miliar sejak diberlakukannya program tersebut,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Harga Ikan di Pelabuhan Batulicin Tembus 60 Ribu Sekilo

TANAH BUMBU – Harga ikan yang dijual di Pelabuhan Perikanan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, mengalami kenaikan. Kesulitan mendapatkan bahan bakar solar menjadi dasar utama atas mahalnya komoditi ini.

Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani, mengatakan, rata-rata harga ikan seperti tenggiri yang biasanya dijual di Pelabuhan Perikanan Batulicin sekitar Rp50 ribu, kali ini mampu menyentuh seharga Rp55 ribu – Rp60 ribu untuk pembelian satu kilogramnya.

Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani saat menjelaskam atas kenaikan harga ikan

“Dampak ini juga dipengaruhi atas kelangkaan solar sehingga berimbas pada ketersediaan stok ikan di pelabuhan Batulicin. Terlebih Tongkol Sisik yang hanya dijual seharga Rp30 ribu saat ini naik menjadi Rp33 ribu per kilo,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (6/10) siang.

Seiring dicabutnya harga subsidi solar juga menjadi alasan atas imbas kenaikan ikan di Pelabuhan oleh nelayan Tanah Bumbu. Bahkan, nelayan terpaksa berlabuh ke Banjarmasin dan Samarinda Kaltim untuk mendapatkan bahan bakar ini.

“Sebelumnya mereka (nelayan) harus keluar daerah untuk mendapatkan solar,” ungkapnya.

Atas dampak ini, kata dia, pemenuhan ikan di Pelabuhan Perikanan Batulicin juga mengalami penurunan yang cukup drastis.

“Yang biasanya dapat memenuhi stok hingga 18 ton per hari kini menyusut jadi 10 ton,” tuturnya.

Namun, ia membeberkan, khusus ikan bawal, lajang dan selar diakui harganya masih relatif stabil.

“Ketersediaannya pun dipastikan masih mencukupi,” beber Syarwani.

Kendati begitu, ia menjamin, pada Oktober ini bersama Pertamina pemenuhan kouta Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bagi nelayan dipastikan tersedia.

“Untuk sementara di alihkan dari SPBN PPI Batulicin ke SPBU Pjalau Tanbu dengan total 10 ribu liter atau sekitar sepuluh tangki,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Jalan Lintas Provinsi di Tanbu Rusak, Zairullah Layangkan Surat ke Balai Jalan Nasional Kalsel

TANAH BUMBU – Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar, meminta agar Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalsel segera menindaklanjuti kerusakan parah di ruas jalan lintas provinsi yang berada di wilayah Sungai Danau-Satui hingga kondisinya kini tak bisa lagi dilalui kendaraan.

Bupati Tanbu Zairulla Azhar saat memberikan penjelasan soal rusak dan longsornya jalan di Kecamatan Satui

Kerusakan ini terlihat di sepanjang jalan Sungai Danau-Satui yang kondisinya kini juga telah tersapu longsor. Akibatnya, banyak kendaraan roda dan empat mengambil jalan alternatif lain.

“Kontraktornya jangan mengambil keuntungan saja. Masa ditanami tanah merah ya ada yang amblas lah, harusnya kan batu biar ketahanannya kuat,” ujarnya kepada sejumlah awak media, baru-baru tadi.

Sebagai ketegasan, ia dan Dinas PUPR Kabupaten Tanah Bumbu telah melayangkan surat kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalsel agar dapat segera menuntaskan persoalan ini.

“Supaya permasalahan tersebut bisa segera mendapat solusi. Jangan seperti ini, hancur nanti jalan kita di Tanah Bumbu,” bebernya.

Selain itu, kerusakan juga terjadi di sepanjang jalan di Kecamatan Angsana menuju Pagatan. Bahkan, sejumlah pengendara harus terhambat akibat jembatannya ambruk. Hal itu menyebabkan kondisi lalu lintas juga menjadi macet dan sebagian terpaksa harus mengambil jalan pintas.

“Masalah ini segera diselesaikan, kalau tidak yang semula perbaikannya hanya puluhan juta bisa jadi ratusan juta atau miliaran,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version